Makan Kebanyakan Bisa Jadi Penyebab Maag Anda Kambuh, Lho!

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin menganggap jarang makan atau telat makanlah yang biasa jadi penyebab maag. Ini ada sedikit benarnya. Lambung yang dibiarkan kosong dalam waktu lama akan terisi penuh oleh cairan asam lambung yang dapat memicu gejala maag. Namun, ini bukan jadi alasan buat Anda sekalian saja langsung makan banyak dengan harapan mencegah maag kambuh. Nyatanya, kebanyakan makan juga dapat menyebabkan maag kambuh.

Makan terlalu banyak bisa jadi penyebab maag kambuh

makan lebih banyak

Makan kebanyakan tidak cuma bikin ngantuk dan perut begah, tapi juga bikin maag gampang kambuh. Hal ini tidak lain disebabkan oleh perut yang membuncit karena lambung Anda terisi penuh oleh makanan. Apa hubungannya perut buncit dengan maag?

Begini, saluran kerongkongan dan lambung Anda digerbangi oleh sebuah otot berbentuk cincin yang dinamakan otot sfingter esofagus bagian bawah (lower esophageal sphincter) atau LES. Nah, semakin buncit perut Anda karena kebanyakan makan, artinya lambung juga semakin mengembang hingga batas toleransinya. Akibatnya otot sfingter juga akan ikut meregang sehingga katupnya tidak bisa menutup rapat.

Kondisi otot sfingter yang melonggar akan memungkinkan makanan yang sudah tercerna dan menumpuk dalam lambung naik kembali ke atas kerongkongan. Refluks asam lambung inilah yang menjadi penyebab maag kambuh setelah kebanyakan makan.

Selain karena menyengajakan menambah porsi makan, beberapa orang juga bisa tanpa sadar makan kebanyakan karena mengunyah makanan dengan tempo cepat. Kebiasaan makan cepat juga bisa menyebabkan perut membuncit setelah makan sehingga memicu gejala maag.

Kebiasaan lainnya yang dapat menjadi penyebab maag

Jika Anda punya maag, sebaiknya jangan membiasakan makan sambil tiduran atau makan malam terlalu mepet waktu tidur. Kedua kebiasaan ini sama-sama bisa menyebabkan cairan asam lambung mudah mengalir balik ke atas kerongkongan karena kondisi otot sfingter yang melemas selama waktu tersebut.

Kebiasaan penyebab maag lainnya adalah:

Minum alkohol

Kandungan alkohol dalam bir atau minuman keras lainnya bisa mengiritasi dan mengikis lapisan lambung Anda jika dikonsumsi berlebihan. Akibatnya, perut menjadi lebih rentan terhadap efek asam lambung. Kondisi ini juga bisa menyebabkan gastritis akut yang sangat menyakitkan.

Merokok

Tak jarang, orang yang merokok bisa terkena maag setelah makan. Ini karena racun rokok lambat laun melemahkan katup otot LES yang bisa membuat asam lambung naik ke kerongkongan.

Selain dari kebiasaan sehari-hari, maag juga bisa disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori. Infeksi H. pylori biasanya ditularkan dari satu orang ke yang lainnya, tapi bisa juga ditularkan dari makanan dan minuman yang tidak steril.

Cegah maag dengan tips berikut ini

Penyebab maag kambuh umumnya bisa dicegah sesederhana mengubah pola makan harian jadi lebih teratur. Atur pula frekuensi dan porsi makannya agar tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak.

Selain, itu, ada beberapa hal lagi yang bisa Anda lakukan untuk cegah maag kambuh.

  • Biasakan makan lebih sering dengan porsi yang lebih sedikit. Jika Anda biasa makan 3 kali sehari, coba ubah menjadi makan 5-6 kali sehari dengan porsi yang lebih sedikit.
  • Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam seperti makanan pedas, jeruk, dan kopi. Makanan atau minuman bersifat asam memicu rasa nyeri pada ulu hati.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Badan sakit setelah olahraga sebenarnya pertanda apa? Apakah ini baik atau justru sebaliknya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit