Kehamilan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kehamilan?

Kehamilan adalah proses yang terjadi dari pembuahan sampai kelahiran. Proses ini dimulai dari sel telur yang dibuahi oleh sperma, lalu tertanam di dalam lapisan rahim, dan kemudian menjadi janin.

Kehamilan terjadi selama 40 minggu, yang terbagi ke dalam tiga trimester yaitu:

  • Trimester pertama (0-13 minggu): struktur tubuh dan sistem organ bayi berkembang. Kebanyakan keguguran dan kecacatan lahir muncul selama periode ini.
  • Trimester kedua (14-26 minggu): tubuh bayi terus berkembang dan Anda dapat merasakan pergerakan pertama bayi.
  • Trimester ketiga (27-40 minggu): bayi berkembang seutuhnya.

Seberapa umumkah kehamilan?

Kehamilan tergolong umum, terjadi hanya pada wanita dalam usia reproduktif. Beberapa orang mungkin memiliki kondisi medis yang dapat mengakibatkan infertilitas atau tidak subur (tidak mampu hamil), atau memilih untuk steril agar tidak hamil.

Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda&gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kehamilan?

Waktu kehamilan bisa berbeda-beda antarcalon ibu hamil. Gejala kehamilan bisa segera dirasakan atau mungkin muncul dalam beberapa minggu setelah berhubungan seks terakhir kali.

Setiap wanita pun bisa saja mengalami ciri-ciri hamil yang berbeda dengan lainnya. Namun umumnya, setelah berhubungan intim ibu hamil umumnya menunjukkan ciri-ciri, seperti:

1. Telat haid

Menstruasi terjadi ketika sel telur (ovum) yang matang tidak mengalami pembuahan di rahim. Sel telur tersebut kemudian akan luruh terbuang bersama darah yang keluar dari vagina.

Namun ketika ada sperma yang berhasil membuahi, otomatis ovum tidak akan luruh karena justru berkembang menjadi bakal janin. Ini kenapa calon ibu hamil tidak akan menstruasi seterusnya sampai setelah melahirkan.

Ada banyak alasan kenapa haid bisa datang terlambat. Namun, Anda dikatakan telat haid karena hamil apabila setelah 5 hari atau lebih tidak mens sejak tanggal seharusnya.

2. Mual dan muntah

Mual dan muntah di pagi hari alias morning sickness adalah salah satu tanda khas yang dialami ibu hamil. Penyebab morning sickness belum diketahui pasti, tapi diduga terjadi akibat perubahan hormon tubuh.

Hampir kebanyakan ibu hamil di kehamilan akan mengalami ini di awal trimester pertama. Biasanya dimulai sejak sebulan setelah pembuahan sampai sebelum minggu ke-9 kehamilan.

Meski namanya “morning sickness” yang bila diartikan terjadi di pagi hari, ibu hamil juga dapat mengalami hal ini di siang, sore, atau malam hari.

3. Payudara nyeri dan puting menggelap

Tanda kehamilan muda juga biasanya ditandai dengan keluhan payudara nyeri selama 1-2 minggu setelah pembuahan. Selain itu, puting payudara juga terlihat berwarna kemerahan gelap.

Perubahan payudara saat kehamilan ini bahkan bisa terus terasa sepanjang masa kehamilan, dan baru berhenti setelah melahirkan.

4. Kram perut

Selain telat haid, ibu hamil muda juga umum mengalami kram perut. Kram perut tanda kehamilan disebabkan oleh proses implantasi embrio.

Untuk membedakan kram perut tanda hamil dan tanda mau mens, perhatikan lokasi sakitnya. Kram akibat implantasi embrio cenderung terpusat pada satu titik lokasi saja, dan rasanya seperti dicubit.

Sebagai contoh, jika embrio menempel di sisi kanan rahim, kram akan lebih terasa pada sisi kanan perut bukan di sebelah kiri.

Kram perut tanda hamil juga cenderung cepat datang dan perginya. Kram bisa mulai terasa segera setelah ovulasi, tapi akan mereda dalam hitungan jam.

5. Kembung

Perut kembung juga cukup umum dialami oleh ibu hamil di awal masa kehamilan. Perut kembung tanda hamil disebabkan oleh perubahan hormon tubuh.

Tanda kehamilan ini bisa terjadi meskipun Anda tidak makan makanan pedas, berminyak, atau makanan lain yang bisa bikin kembung.

6. Lebih baper dan emosional

Kehamilan bisa membuat mood ibu hamil gampang terombang-ambing. Anda mungkin jadi lebih sensitif, seperti mudah tersinggung, kesal, marah, hingga sering menangis karena masalah sepele. Sekejap kemudian Anda bisa merasa sangat senang dan gembira.

Perubahan mood ini dipicu oleh kadar hormon progesteron dan estrogen yang naik turun untuk menyesuaikan dengan perubahan tubuh.

Perubahan mood saat kehamilan dapat bertahan lebih lama, bahkan mungkin baru kembali stabil setelah melahirkan.

7. Ngidam

Salah satu tanda lainnya yang bisa dirasakan oleh calon ibu akibat perubahan hormon kehamilan adalah perubahan selera makan.

Tidak hanya merasakan nafsu makan yang lebih tinggi dari biasanya, selera makan juga jadi berubah.

Ada yang tadinya suka makanan tertentu, tapi jadi sangat membenci makanan itu saat kehamilan atau sebaliknya. Ibu hamil juga cenderung mengalami ngidam.

Ngidam adalah tanda kehamilan ketika tubuh sedang membutuhkan zat gizi atau nutrisi tertentu.

Ketika ibu hamil ngidam makanan manis seperti coklat, tandanya tubuh ibu mungkin butuh kalori atau gula tambahan untuk beraktivitas. Ngidam makanan asin berarti mungkin tubuh Anda sedang kekurangan elektrolit natrium.

8. Keluar bercak darah dari vagina

Kehamilan usia awal bisa ditandai dengan keluarnya flek yang disebut perdarahan implantasi. Flek ini muncul sebagai efek menempelnya sel telur yang telah dibuahi sperma pada dinding rahim.

Menempelnya sel telur ini bisa membuat dinding rahim terkikis sehingga mengakibatkan keluarnya flek darah. Namun, jangan disalahpahami dengan flek menstruasi di hari-hari pertama.

Flek implantasi umumnya muncul hanya 1-2 tetes berwarna merah muda kekuningan. Flek bisa muncul kapan saja dalam 10-14 hari setelah pembuahan, dan berlangsung selama 1-2 hari. Perdarahan implantasi umumnya tidak akan berlangsung lebih dari 5 atau 7 hari.

9. Merasa cepat lelah

Apabila Anda merasa jadi cepat lelah padahal tidak beraktivitas terlalu banyak, ini bisa menjadi tanda kehamilan muda. Penyebabnya adalah karena hormon progesteron yang mengubah metabolisme tubuh ibu hamil.

Kelelahan karena tanda-tanda kehamilan bisa berlangsung cukup lama. Bahkan ibu hamil bisa terus merasakannya di sepanjang masa kehamilan sampai melahirkan.

10. Sering buang air kecil

Sering kencing menjadi tanda kehamilan yang paling konsisten muncul di sepanjang usia kehamilan.

Ini diakibatkan oleh perkembangan rahim dari trimester pertama sampai ketiga yang akan menekan kandung kemih.

Itulah alasannya kenapa ibu hamil sering terlihat bolak-balik ke kamar mandi, meski baru saja pipis atau baru sedikit minum.

Kapan saya harus periksa kehamilan?

Ada banyak tanda-tanda yang bisa Anda jadikan patokan usia kehamilan, tapi mengira-ngira dari situ saja tidak cukup.

Terlebih tidak semua ibu hamil akan mengalami gejala yang seragam. Ada pula ibu hamil yang tidak pernah mengalami gejala apa pun sehingga tidak menyadari dirinya sedang hamil. Maka itu, bila Anda mencurigai diri sendiri hamil, ada baiknya segera tes skrining kehamilan.

Kehamilan baru dapat terdeteksi secara akurat oleh alat setidaknya 10 hari setelah telat haid. Ini karena selama rentang waktu tersebut, tubuh Anda sudah mulai melepaskan hormon human chorionic gonadotropin (HCG)

Hormon hCG adalah hormon khusus dalam urin atau darah yang hanya ada ketika hamil. Sebab HCG hanya diproduksi setelah sel telur yang sudah dibuahi tertanam pada dinding rahim. Seterusnya, jumlah HCG akan meningkat setiap hari sepanjang masa kehamilan.

Ada dua cara melakukan tes hamil yang bisa dilakukan ibu hamil, yakni:

1. Test pack

Test pack sebaiknya dilakukan pertama kali setelah ibu hamil bangun pagi. Caranya dengan menampung urine dalam wadah steril, kemudian celupkan alat itu.

Bisa juga dengan cara langsung mengaliri alat dengan urine saat kencing, lalu tunggu dalam beberapa menit.

Alat ini mendeteksi kehadiran hormon HCG dalam air kencing calon ibu hamil. Hasilnya akan keluar ketika alat mengalami perubahan warna atau memunculkan garis.

Garis satu biasanya mendankan bahwa Anda tidak hamil, sementara garis dua menandakan Anda positif hamil. Biasanya test pack memiliki tingkat akurasi sebesar 97-99 persen.

2. Tes darah di dokter

Tes darah untuk cek kehamilan biasanya dilakukan di puskemas, klinik, atau di rumah sakit. Tes darah berfungsi untuk melihat adanya hormon hCG pada darah ibu hamil.

Pada umumnya, hasil positif akan keluar dalam waktu 3-4 hari setelah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Bisa juga keluar hasilnya pada 9 hingga 10 hari setelah Anda berhubungan seks.

Selain cek darah, biasanya dokter akan melakukan USG (ultrasonografi) pada ibu hamil untuk memastikan kehamilan.

Jika Anda memiliki tanda atau gejala kehamilan di atas atau ingin bertanya, konsultasikan dengan dokter.

Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi lengkap tentang kehamilan Anda.

Proses terjadinya

Bagaimana proses terjadinya kehamilan?

Kehamilan terjadi ketika sel telur dibuahi oleh sperma lalu tertanam di dalam lapisan rahim dan kemudian menjadi janin. Janin berkembang selama sekitar 40 minggu. 

Kehamilan dimulai dari pertemuan antara sperma dan sel telur ketika pria dan wanita berhubungan intim. Berikut ini tahapan berbagai proses pembuahan hingga Anda menjad ibu hamil, seperti:

1. Hubungan seks

Pada saat berhubungan intim, pria yang ejakulasi akan mengeluarkan air mani yang mengandung sperma di dalam vagina.

Setelah masuk, sperma mulai berenang menyusuri leher rahim wanita sampai ke dalam rahim untuk mencari sel telur yang siap dibuahi sehingga terjadi kehamilan atau pembuahan.

Sel telur wanita dihasilkan oleh indung telur alias ovarium. Ketika usianya sudah cukup matang, sel telur akan keluar dari ovarium dan berjalan turun ke rahim melewati saluran tuba falopi. Ini adalah bagian dari proses ovulasi.

Jika sperma berhasil bertemu sel telur di tengah perjalanannya, pembuahan bisa terjadi. Namun, pertemuan keduanya tidak semudah yang dibayangkan.

Dari jutaan sperma yang terkandung dalam air mani, hanya sperma tercepat dan paling lincahlah yang dapat melewati lingkungan dalam vagina.

2. Pembuahan

Sperma yang mampu berenang sangat cepat dapat bertemu dengan sel telur dalam waktu 45 menit hingga 12 jam. Namun, pada tahap ini kehamilan belum tentu ada karena proses kehamilan belum sepenuhnya terjadi.

Satu sel telur bisa saja didekati oleh ratusan hingga ribuan sperma sekaligus, tapi hanya sperma yang paling kuatlah yang bisa menembus dinding terluar sel telur.

Jika sperma sudah berhasil masuk sampai inti sel telur, selanjutnya sel telur akan membuat benteng untuk mencegah sperma lain masuk.

Sementara itu, sperma “pemenang” dan sel telur kemudian bergabung menjadi satu. Proses ini dinamakan sebagai pembuahan atau konsepsi. Pembuahan atau kehamilan juga akan menggabungkan warisan genetik dari pria dan dari wanita.

Hasil penggabungannya nanti akan menentukan jenis kelamin calon bayi Anda. Apabila sperma membawa kromosom Y, maka bayi berjenis kelamin laki-laki. Jika sperma membawa kromosom X, jenis kelamin bayi adalah perempuan.

3. Implantasi

Setelah sperma dan sel telur bersatu, materi ini akan bergerak dari tuba falopi menuju rahim sembari membelah diri menjadi banyak. Selama perjalanannya, materi tersebut akan membentuk sebuah bola kecil bernama blastokista yang berisi kurang lebih 100 sel berbeda.

Blastokista umumnya akan sampai ke rahim sekitar 3-4 hari setelah pembuahan. Namun, blastokista juga bisa mengapung dulu di rahim selama 2-3 hari sebelum akhirnya menemukan dinding rahim untuk ditempel.

Ketika blastokista sudah menempel di dinding rahim, proses ini dinamakan sebagai implantasi. Di sinilah proses kehamilan secara resmi dimulai. Namun, Anda belum bisa resmi dikatakan sebagai ibu hamil pada tahap ini.

4. Pembentukan embrio

Setelah mantap menempel di rahim, blastokista akan mulai berkembang menjadi embrio dan plasenta. Embrio adalah bakal janin dalam kehamilan.

Sementara plasenta alias ari-ari adalah organ berbentuk kantong yang akan menjadi “rumah” bagi embrio untuk bertumbuh kembang selama 9 bulan ke depan.

Pada tahap ini, Anda sudah bisa dinyatakan sebagai ibu hamil meski tanda-tandanya belum jelas terlihat.

Perkembangan janin dan peluang

Seperti apa perkembangan janin berdasarkan usia kehamilan?

Kehamilan umumnya berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari atau 9 bulan sampai Anda melahirkan. Perkembangan 40 minggu usia kehamilan ini kemudian dibagi dalam 3 trimester, yaitu:

1. Trimester pertama (1-3 bulan)

Pada bulan-bulan pertama alias trimester 1 kehamilan, ibu hamil biasanya sudah bisa menunjukkan tanda-tanda umum seperti morning sickness, kelelahan, dan kenaikan berat badan.

Namun, perut ibu hamil belum terlihat begitu membesar pada trimester awal ini. Sebab, di waktu ini masih baru ada zigot hasil pembuahan di dalam rahim ibu hamil.

Zigot berubah menjadi embrio yang akan menempel ke dinding rahim dan berkembang menjadi janin. Dalam 3 bulan pertama kehamilan, janin di dalam perut ibu hamil akan mulai membentuk berbagai organ. 

Organ yang berkembang antara lain otak, sumsum tulang belakang, dan organ tubuh lainnya seperti kepala, mata, mulut, hidung, jari tangan dan kaki, serta alat kelamin. Jantung bayi juga sudah mulai berdetak sejak awal trimester pertama kehamilan.

Menurut Women’s Health, panjang janin di dalam perut ibu hamil idealnya akan mencapai 7,5 cm dengan berat sekitar 30 gram. Perkembangan ini terjadi pada akhir trimester pertama kehamilan (minggu ke-12 kehamilan).

2. Trimester kedua (3-6 bulan)

Pada trimester kedua kehamilan, gejala morning sickness yang dirasakan ibu hamil sudah mulai mereda. Namun, ada beberapa ibu hamil yang merasakan gejala kehamilan baru, seperti:

  • Perut mulai kelihatan membesar
  • Pusing akibat tekanan darah rendah
  • Mulai merasakan bayi bergerak
  • Badan pegal-pegal
  • Nafsu makan meningkat
  • Mulai muncul stretch mark pada perut, payudara, paha, atau bokong
  • Beberapa bagian kulit menggelap, seperti di puting

Sementara bagi janin di dalam perut ibu hamil, hampir semua organ penting tubuhnya sudah berkembang penuh. Janin juga sudah dapat mulai mendengar dan menelan nutrisi dari makanan yang ibu hamil makan.

Menurut American Pregnancy Association, pada akhir trimester kedua berat janin dalam perut ibu hamil idealnya sudah mencapai 1 kilogram lebih dan panjangnya sekitar 35 cm.

3. Trimester ketiga (7-9 bulan)

Di trimester ketiga kehamilan, khususnya di minggu 32 usia kehamilan, tulang pada janin sudah terbentuk sempurna. Janin di dalam perut ibu hamil pun bisa membuka dan menutup mata serta merasakan adanya cahaya dari luar kulit.

Di usia kehamilan ini, berat janin di dalam perut ibu hamil sudah sekitar 3-4 kilogram dan panjangnya bisa mencapai 50 cm. Sementara di usia 36 minggu kehamilan, umumnya posisi kepala janin sudah menghadap ke bawah untuk siap lahir.

Jika belum menghadap ke bawah sampai 37 minggu lebih, dokter akan menyarankan ibu hamil untuk melahirkan bayi di dalam perutnya dengan operasi caesar.

Pada trimester akhir kehamilan, ibu hamil pastinya banyak mengalami rasa sakit, bengkak di beberapa bagian tubuh (kaki contohnya), dan bahkan mulai merasa cemas mengenai persalinan yang akan datang.

Beberapa hal lain yang dapat terjadi selama trimester terakhir kehamilan adalah:

  • Janin mulai banyak bergerak di dalam perut
  • Mengalami beberapa kali kontraksi palsu
  • Merasa mulas
  • Payudara bocor air susu
  • Sulit tidur

Apa yang meningkatkan peluang saya untuk hamil?

Terdapat banyak hal yang mampu meningkatkan peluang kehamilan, yaitu:

  • Tidak menggunakan kontrasepsi
  • Berhubungan intim di masa subur tanpa alat pelindung
  • Penggunaan metode kontrasepsi efektif dengan tidak konsisten atau salah

Beberapa orang mengatakan bahwa makanan tertentu bisa meningkatkan peluang kehamilan, tapi belum ada bukti ilmiahnya.

Diagnosis & perawatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kehamilan?

Kehamilan dapat terdiagnosis melalui:

  • Tes kehamilan rumahan: tes urine mendeteksi adanya human chorionic gonadotropin (HCG).
  • Tes kehamilan di rumah sakit untuk memastikan akurasi hasil tes kehamilan rumahan.
  • Tes darah digunakan untuk menentukan kehamilan ketika diagnosis kehamilan paling awal diperlukan dalam 9-12 hari setelah pembuahan.
  • Pemeriksaan USG yang dilakukan oleh dokter kandungan untuk memastikan kehamilan Anda

Ada banyak tes screening yang berguna untuk menemukan kelainan kelahiran, misalnya alpha-fetoprotein (AFP) dan tes triple marker, amniocentesis, chorionic villus sampling (CVS) atau ultrasound.

Terdapat serangkaian tes prenatal kehamilan lainnya yang dilakukan secara rutin, yakni:

  • Tes PAP
  • Tes screening diabetes kehamilan di minggu 24-28
  • Tes penyakit menular seksual
  • Urinalisis
  • Tes darah untuk anemia atau golongan darah
  • Screening kekebalan terhadap beragam penyakit, misalnya campak Jerman

Apa saja perawatan yang harus dilakukan saat menjalani kehamilan?

Wanita yang sedang menjalani masa kehamilan perlu melakukan beberapa hal berikut:

  • Makan makanan seimbang bergizi yang sering dalam jumlah kecil
  • Minum 400 mcg asam folat selama beberapa bulan sebelum hamil
  • Tidak boleh minum obat kecuali di bawah pengawasan medis

Hal yang Perlu Diwaspadai

Apa saja komplikasi kehamilan yang perlu diwaspadai?

Semua perempuan tentu menginginkan kehamilan mereka berjalan mulus sampai waktunya kelahiran. Namun, berbagai perubahan tubuh selama kehamilan pada ibu hamil juga dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Ada beberapa komplikasi kehamilan yang umum terjadi harus Anda waspadai.

1. Diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah kondisi kehamilan yang terjadi saat kadar gula darah ibu hamil melewati batas normal. Ini juga disebut sebagai diabetes saat hamil dan biasanya komplikasi ini tidak menunjukkan gejala.

Apabila tidak diobati, diabetes pada ibu hamil ini bisa menyebabkan preeklampsia, masalah pernapasan, dan bayi lahir kuning.  Selalu cek kondisi kesehatan ibu dan janin secara rutin ke dokter.

2. Preeklampsia

Preeklampsia di kehamilan ditandai dengan gejala tekanan darah tinggi dan tingginya kadar protein di dalam urin ibu hamil. Hipertensi saat hamil ini berisiko, lahir prematur,  keguguran dan aliran darah sulit mencapai plasenta. Alhasil, janin bisa kekurangan nutrisi dan oksigen yang dibawa oleh darah ibu.

3. Keguguran

Keguguran adalah kondisi di mana bayi tidak berkembang dan meninggal di dalam kandungan. Kondisi ini bisa disebut keguguran apabila terjadi sebelum janin berusia 20 minggu.

Gejala keguguran pada ibu hamil bisa bisa berupa bercak atau pendarahan vagina, kram, atau keluar cairan dari vagina. Namun, perdarahan dari vagina tidak selalu berarti keguguran akan terjadi atau sedang terjadi. Untuk memastikannya, ibu hamil perlu memeriksakan kandungannya ke dokter.

Apa makanan yang wajib dihindari saat hamil?

Ibu hamil memang perlu meningkatkan asupan makanan. Namun, tidak semua makanan dapat dikonsumsi ibu hamil. Makanan yang harus dihindari ini diketahui lebih berisiko atau efek sampingnya, ketimbang manfaat.

Berikut ini ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari wanita saat masa kehamilan, antara lain:

  • Ikan yang mengandung tinggi merkuri (ikan makarel dan ikan tuna)
  • Makanan yang mentah (seperti sushi dan sashimi)
  • Daging yang dimasak kurang matang
  • Telur mentah atau yang dimasak setengah matang
  • Buah atau sayuran mentah yang tidak dicuci bersih
  • Kafein dan alkohol
  • Makanan cepat saji dan makanan kemasan
  • Daging jeroan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan selama kehamilan?

Hal-hal berikut ini memengaruhi  kehamilan, baik secara positif maupun negatif:

  • Negatif: merokok, alkohol, narkoba, kafein dalam jumlah besar, pemanis buatan, makanan berkalori tinggi, berlemak tinggi, dan bergula tinggi.
  • Positif: mengikuti pola makan yang sehat, meningkatkan jumlah buah-buahan, sayur-sayuran, dan gandum utuh dalam makanan.

Bila ada pertanyaan seputar kehamilan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

    Mainan seks berupa vibartor harus Anda bersihkan dengan rutin. Namun, bagaimana cara membersihkan vibrator? Lihat di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    makanan sahur untuk ibu hamil

    6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020