home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Perbedaan Mual Hamil dan Maag yang Perlu Diperhatikan

5 Perbedaan Mual Hamil dan Maag yang Perlu Diperhatikan

Meski mual yang diikuti rasa ingin muntah biasanya dianggap sebagai mual tanda-tanda hamil, tapi mual juga bisa disebabkan sakit maag. Hal ini dikarenakan kehamilan dan naiknya asam lambung bisa menyebabkan gejala yang mirip. Lantas, apa perbedaan mual hamil dan maag? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Apa itu mual?

mengatasi mual akibat kanker serviks

Mual adalah rasa ketidaknyamanan di perut bagian atas yang disertai keinginan untuk muntah.

Meski begitu, mual belum tentu selalu diikuti dengan muntah. Mual biasanya merupakan efek samping akibat mengonsumsi makanan atau gejala dari suatu kondisi medis tertentu.

Namun terkadang ,makan terlalu banyak, berlemak, atau mengandung banyak gula juga bisa menyebabkan rasa mual.

Kondisi ini adalah cara tubuh untuk membuang zat-zat yang mungkin berbahaya dari dalam tubuh.

Perlu diingat bahwa mual dan muntah bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kondisi tertentu.

Sementara itu, penyakit gastritis atau masyarakat awam menyebutnya sebagai penyakit maag, adalah penyebab paling umum yang mengakibatkan terjadinya mual dan muntah.

Gatritis merupakan penyakit peradangan di lambung akibat peningkatan asam lambung.

Selain itu, mual merupakan gejala yang sering terjadi pada awal kehamilan atau biasa disebut dengan morning sickness.

Mual yang disebabkan oleh kehamilan atau penyakit maag, tidak jarang dianggap serupa. Padahal kondisi mual diantara keduanya memiliki perbedaan.

Perbedaan mual saat hamil dan maag

Ada beberapa perbedaan dari mual tanda hamil dan maag yang perlu diketahui. Perbedaan ini dapat membantu dalam mengidentifikasi kondisi kesehatan yang sedang dialami.

1. Mual hamil berhubungan dengan faktor hormonal

mual setelah berhubungan intim

Salah satu perbedaan mual hamil dan maag adalah faktor hormonal. Faktor ini tergolong salah satu penyebab wanita yang sedang hamil mengalami morning sickness atau rasa ingin muntah.

Dimulai dari rasa mual yang disebabkan oleh hormon di dalam tubuh, lalu otak ikut dipengaruhi oleh adanya perubahan hormon tersebut.

Hal itu kemudian menyebabkan asam lambung meningkat, hingga menimbulkan mual sampai ingin muntah.

Bahkan, rasa mual yang dirasakan karena adanya faktor hormonal ini bisa juga sampai terjadi luka di bagian lambung.

Pada tahapan ini, mekanismenya sama seperti mual pada keadaan tidak hamil atau maag.

Oleh sebab itu, bisa disimpulkan bahwa salah satu perbedaan mual tanda hamil dan maag adalah adanya faktor ini.

Pasalnya, mual yang dirasakan oleh orang yang sedang sakit maag bukan diakibatkan karena proses hormonal seperti mual pada orang hamil.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

2. Perbedaan lama waktu mual hamil dan maag

perbedaan mual hamil dan maag

Perbedaan mual hamil dan maag berikutnya adalah lamanya rasa mual itu sendiri. Perbedaan ini tergolong yang cukup mencolok antara mual waktu hamil dan maag.

Pasalnya, mual yang diakibatkan maag tidak akan bertahan selama waktu Anda merasakan mual yang terjadi karena kehamilan.

Rasa mual yang disebabkan oleh sakit maag sering kali tidak berlangsung terlalu lama.

Berdasarkan sebuah artikel yang dimuat di Cedars-Sinai, heartburn yang disebabkan refluks asam lambung biasanya berlangsung selama dua jam.

Artinya, rasa mual yang dirasakan karena maag mungkin hanya akan bertahan selama dua jam.

Jika pola makan sudah teratur lalu obat-obatan penetralisir dan pengendali asam lambung dikonsumsi, maag akan segera membaik.

Obat-obatan yang umum dikonsumsi untuk maag biasanya tidak akan merespons baik alias tidak mengurangi mual karena kehamilan.

Oleh karena itu, diperlukan golongan obat yang berbeda untuk meredakan mual karena hamil dan maag.

Perbedaan ini terlihat pada lama waktu merasakan mual ini. Pasalnya, pada wanita hamil, rasa mual yang dirasakan saat menghadapi morning sickness bisa bertahan dalam waktu yang tergolong lama.

3. Perbedaan penyebab rasa mual hamil dan maag

perbedaan mual hamil dan maag

Mengingat ada perbedaan antara dua kondisi ini, tentu penyebab dari rasa mual yang dirasakan saat hamil dan saat sakit maag berbeda.

Sebagai contoh, mual saat hamil disebabkan oleh morning sickness. Hal ini sebenarnya tergolong lumrah untuk terjadi pada masa kehamilan, dan biasanya terjadi pada pagi hari.

Hal ini disebabkan karena siklus diurnal dari hormon Beta-HCG, yakni kadarnya lebih tinggi pada pagi hari terutama saat bangun tidur.

Meski begitu, bukan berarti jika mengalami mual saat hamil di siang, sore atau malam hari, Anda tergolong tidak normal.

Namun, hal yang patut diwaspadai adalah jika mual yang dialami disertai muntah yang berlebihan atau sampai menimbulkan dehidrasi.

Sementara, mual yang terjadi saat sakit maag sebagai gejala maag adalah rasa pahit di sekitar mulut. Rasa pahit ini biasanya berasal dari asam lambung.

Biasanya juga akan batuk-batuk hingga bersendawa berkali-kali saat merasakannya. Tak heran jika kondisi ini menyebabkan Anda merasakan mual saat sakit maag.

4. Mual maag berhubungan dengan terlambat makan

tips mengatasi mual

Perbedaan mual hamil dan maag selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah hubungannya dengan telat makan.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyebab mual saat hamil adalah adanya faktor hormonal.

Sementara, perbedaan mual saat hamil dan maag adalah mual yang dirasakan saat maag berkaitan erat dengan terlambat makan.

Artinya, mual saat hamil tidak ada hubungannya dengan pola makan yang tidak teratur. Bahkan, rasa mual yang dialami saat hamil mungkin saja menyebabkan pola makan berantakan.

Sementara itu, rasa mual yang terjadi karena sakit maag, rasa mual bisa saja terjadi karena telat makan.

Setelah asam lambung netral dan makanan bisa masuk alias lambung terisi, maag segera membaik dan rasa mual pun hilang.

5. Mual hamil sensitif terhadap bau

mual saat hamil menghindarkan ibu dari keguguran

Perbedaan selanjutnya adalah adanya sensitivitas terhadap bau yang dicium.

Pada ibu hamil, mual yang dirasakan di awal kehamilan biasanya disebabkan oleh indera penciuman yang menjadi lebih sensitif. Khususnya, pada bau-bau tertentu yang cukup menyengat.

Bahkan, mungkin indera penciuman menjadi lebih sensitif mencium bau yang sebelumnya tidak berpengaruh pada penciumannya.

Salah satu bau yang mungkin membuat wanita hamil menjadi sangat sensitif adalah asap rokok.

Selain itu, makanan dengan aroma tertentu yang biasa dikonsumsi pun juga bisa membuat mual saat hamil, terutama yang beraroma tajam seperti telur dan bawang.

Sekilas, mual tanda hamil dan maag memang memiliki gejalanya yang hampir serupa.

Sementara itu, mual yang disebabkan maag mungkin tidak ada kaitannya dengan sensitif pada bau, tetapi lebih kepada rasa sensitif terhadap rasa.

Jika masih ragu meski telah mengetahui berbagai perbedaan tersebut, Anda bisa memastikan penyebabnya dengan beberapa cara.

Hal yang paling mudah untuk memastikan adanya kehamilan, bisa menggunakan test pack untuk uji kehamilan.

Selain itu, jika keluhan masih berlanjut atau masih ragu, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fink, J. Acid Reflux During Pregnancy. Retrieved 5 February 2020, from https://www.thebump.com/a/acid-reflux-during-pregnancy

The Effect Of Heartburn and Acis Reflux on The Severity of Nausea and Vomiting Of Pregnancy –  diakses pada 22 Juni 2017

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)/Heartburn | Cedars-Sinai. Retrieved 5 February 2020, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/g/gastroesophageal-reflux-disease-gerdheartburn.html

Roth, E., & Goldman, R. (2017). Nausea and GERD: Causes, Remedies, and When to See a Doctor. Retrieved 5 February 2020, from https://www.healthline.com/health/gerd/nausea#causes

Gill, S. K., Maltepe, C., & Koren, G. (2009). The effect of heartburn and acid reflux on the severity of nausea and vomiting of pregnancy. Canadian journal of gastroenterology = Journal canadien de gastroenterologie23(4), 270–272. doi:10.1155/2009/678514

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x