Cara Ampuh Mengatasi Mual dan Muntah (Morning Sickness) Saat Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Mual dan muntah sudah menjadi gejala yang hampir pasti muncul pada wanita di awal kehamilannya. Biasanya tingkat keparahannya berbeda-beda pada tiap wanita. Banyak wanita merasa lemah, lesu, dan tak bergairah jika rasa mual muncul cukup parah dan sering. Agar tetap bisa menjalani hari yang produktif, berikut berbagai cara mengatasi mual saat hamil.

Penyebab mual saat hamil (morning sickness)

mual saat haid

Mual dan muntah saat hamil atau yang juga disebut dengan morning sickness menjadi fenomena umum pada wanita di trimester pertamanya. Meski umumnya hanya muncul di awal kehamilan, tak menutup kemungkinan kondisi ini akan terus berlanjut hingga trimester berikutnya bahkan sepanjang kehamilan.

Morning sickness biasanya muncul dan dipicu oleh beberapa hal, seperti:

  • Perubahan tingkat hormon kehamilan di dalam tubuh
  • Kadar gula darah rendah (hipoglikemia)
  • Indra penciuman yang lebih sensitif
  • Kekurangan vitamin B6
  • Masalah pada lambung
  • Makanan tertentu

Selain itu, Anda juga sangat berisiko mengalami kondisi ini jika:

  • Memiliki riwayat mabuk perjalanan
  • Mengalami morning sickness pada kehamilan sebelumnya
  • Kehamilan kembar atau lebih
  • Mengandung bayi perempuan

Rasa mual ini biasanya cenderung ringan. Namun, pada sebagian wanita rasa mual ini bisa sangat parah atau yang disebut dengan hiperemesis gravidarum.

Hiperemesis gravidarum terjadi ketika mual dan muntah ini sangat sering hingga menyebabkan dehidrasi parah dan turunnya berat badan.

Cara mengatasi mual saat hamil (morning sickness)

Pengobatan dokter

obat penghilang rasa sakit

Vitamin B6 dan doxylamine

Kombinasi doxylamine (Unisom) dan suplemen vitamin B6 (pyridoxine) direkomendasikan oleh American College of Obstetricians dan Gynaecologists sebagai cara mengatasi mual saat hamil. Berbagai data juga menunjukkan bahwa kombinasi kedua obat ini sangat efektif untuk mengurangi mual dan muntah.

Kombinasi kedua obat ini tidak mengakibatkan peningkatan risiko cacat lahir pada bayi. Dilansir dari American Family Phsycian, pyridoxine-doxylamine merupakan satu-satunya obat yang diberi label khusus oleh Food and Drugs Administration untuk mengatasi mual dan muntah saat hamil.

Antiemetik

Antiemetik adalah obat antimual yang biasa diresepkan untuk wanita di masa kehamilannya. Obat ini diberikan jika pengobatan lain tidak berhasil. Ada beberapa jenis obat antiemetik yang biasanya diresepkan, yaitu:

Sementara itu, pada wanita dengan mual yang parah, dokter akan memberikan droperidol (Inapsine) dan diphenhydramine (Benadryl).

Antihistamin and antikolinergik

Meclizine (Antivert), dimenhydrinate (Dramamine), dan diphenhydramine termasuk obat-obatan yang terbukti efektif mengatasi mual dan muntah selama kehamilan. Selain itu, obat-obatan ini juga tentunya aman diminum oleh ibu hamil.

Obat motilitas

Metoclopramide (Reglan) merupakan obat yang membantu memperlancar gerak saluran pencernaan. Obat ini bekerja dengan meningkatkan tekanan pada sfingter (otot dengan bentuk seperti cincin yang berfungsi menutup jalur atau bukaan pada tubuh) dan terletak di kerongkongan bawah.

Cairan intravena

Pada orang dengan kasus hiperemesis gravidarum, cairan intravena menjadi salah satu pengobatan penting yang akan diberikan. Cairan intravena membantu menggantikan cairan yang hilang akibat muntah terus-menerus. Biasanya perawatan ini diberikan di rumah sakit saat rawat inap atau di unit gawat darurat.

Umumnya, dokter akan mengombinasikan cairan intravena dengan antiemetik atau obat antimual. Obat antimual ini bisa diberikan dalam bentuk pil untuk langsung diminum, rektal (melalui anus), atau dimasukkan ke dalam infus.

Pengobatan alami

manfaat minyak kutus kutus

Jahe

Salah satu cara populer mengatasi mual dan muntah saat hamil, yaitu dengan mengonsumsi jahe. Jahe merupakan salah satu bahan alami yang bisa Anda olah menjadi minuman hangat seperti teh. Selain itu, jahe juga bisa diolah menjadi minuman yang menyegarkan hanya dengan menambahkan gula merah ke dalamnya.

Namun, usahakan untuk berkonsultasi dahulu ke dokter sebelum meminumnya setiap hari. Sekalipun bahan alami, jahe bisa saja memiliki efek yang kurang baik untuk kehamilan Anda.

Minyak lemon

Sebuah penelitian di Iranian Red Crescent Medical Journal menyatakan bahwa minyak lemon bisa membantu mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil. Dalam penelitian ini ditemukan fakta bahwa wanita hamil yang menghirup minyak lemon mengalami gejala mual dan muntah yang berkurang.

Minyak lavender

Minyak lavender termasuk salah satu bahan alami yang dapat membantu mengurangi mual. Minyak esensial yang satu ini merangsang rasa rileks agar sehingga rasa mual akan hilang perlahan.

Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda hanya perlu meneteskan 2 sampai 3 tetes minyak lavender ke dalam diffuser atau sebaskom air untuk kemudian dihirup uapnya.

Minyak peppermint

Peppermint termasuk salah satu jenis minyak esensial yang membantu mengatasi mual. Para ahli percaya bahwa minyak ini membantu melemaskan otot-otot lambung dan mengurangi kram atau kontraksi berlebih. Anda hanya perlu menghirup uapnya agar perasaan mual mereda.

Minyak spearmint

Salah satu cara alami mengatasi mual saat hamil yaitu dengan menggosokkan minyak spearmint yang telah dilarutkan ke perut.

Selain digosokkan ke perut, Anda juga bisa menghirup uapnya secara langsung untuk membantu meredakan perasaan mual. Aroma spearmint yang menyegarkan dicampur dengan aroma mentol mampu membuat Anda merasa lebih segar.

Minyak biji adas

Minyak biji adas mampu mengendurkan saluran pencernaan serta mencegah dan mengobati mual. Anda bisa mengencerkan minyak biji adas dengan minyak pembawanya untuk kemudian diusapkan ke perut guna meredakan mual.

Terapi

Akupunktur

Akupunktur merupakan terapi yang dilakukan dengan menyisipkan jarum yang sangat tipis pada titik-titik strategis di tubuh. Pengobatan tradisional Tiongkok ini dipercaya mampu menyeimbangkan aliran energi yang mengalir melalui jalur meridian di tubuh. Rangsangan di titik-titik ini mampu merangsang saraf, otot, dan jaringan ikat.

Selain mengobati nyeri, akupunktur merupakan salah satu cara yang banyak dilakukan untuk membantu mengatasi mual saat hamil. Meski belum terbukti secara ilmiah, teknik ini cukup membantu dan efektif untuk sebagian wanita.

Akupresur

Akupresur adalah teknik pengobatan tradisonal Tiongkok dengan menekan beberapa titik tertentu di tubuh. Biasanya titik akupresur untuk meredakan mual terletak tiga jari di atas pergelangan tangan.

Sekarang ini bahkan sudah ada semacam gelang yang bisa membantu memberikan efek akupresur. Biasanya gelang ini ditaruh di atas pergelangan tangan atau sesuai yang diinstruksikan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teknik ini mampu meringankan gejala mual dan muntah pada wanita hamil. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mencoba terapi ini sebagai salah satu cara mengatasi mual saat hamil.

Hipnosis

Hipnosis menjadi salah satu cara yang juga cukup banyak digunakan untuk meredakan mual di pagi hari. Anda bisa mencoba cara ini karena sangat aman dan tidak akan memberikan efek negatif pada tubuh dan janin.

Hubungi dokter kandungan Anda kemudian minta rekomendasi padanya mengenai ahli yang bisa melakukan terapi ini. Cara ini biasanya sering kali dilakukan pada orang dengan kondisi mual dan muntah yang parah saat hamil.

Pijat refleksi

Sebenarnya belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa pijat refleksi menjadi salah satu cara ampuh mengatasi mual saat hamil. Namun, menekan titik-titik tertentu di kaki akan membantu meringankan gejala dan membuat Anda lebih rileks. Untuk itu, tak ada ruginya mencoba cara mengatasi mual yang satu ini.

Pengobatan rumahan

sarapan untuk ibu hamil

Makan makanan bergizi seimbang

Makanan bergizi seimbang membantu menjaga tubuh tetap ternutrisi dengan baik. Dengan begitu, sang ibu dan bayi tidak akan mengalami kurang gizi. Bayi yang kurang gizi berisiko lahir dengan berat badan yang rendah.

Pilihlah makanan sehat untuk ibu hamil yang kaya protein, rendah lemak, dan mudah dicerna. Kemudian, hindari makanan pedas dan terlalu berlemak apalagi yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh.

Jika ingin makan makanan berlemak pilihlah sumber lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, dan daging ayam tanpa kulit. Selain itu, penuhi juga kebutuhan vitamin dan mineral Anda dari sayur dan buah yang bervariasi.

Meski sulit, paksa diri Anda untuk tetap makan di waktu yang tepat setiap harinya. Dengan begitu, tubuh akan tetap kuat dan memiliki energi untuk menjalani hari.

Istirahat

Kelelahan biasanya bisa memicu mual. Untuk itu, beristirahatlah kapan pun ketika Anda merasa lelah dan jangan memaksakan diri untuk terus beraktivitas.

Buat diri Anda rileks di rumah dan jangan berkegiatan terlalu banyak seperti saat sebelum hamil. Ingatlah bahwa tubuh memiliki beban dua kali lebih berat dibandingkan dengan biasanya.

Bangun perlahan

Gerakan yang tiba-tiba saat bangun dari tempat tidur di pagi hari bisa memicu mual. Tak hanya mual, Anda mungkin saja merasa pusing atau keliyengan.

Sebelum benar-benar bangun, duduklah sejenak dari posisi tiduran di tempat tidur Anda. Setelah merasa semuanya baik-baik saja, baru beranjak dari kasur dan berdiri.

Hiruplah udara segar

Menghirup udara segar pada pagi hari biasanya mampu meredam rasa mual yang menyerang. Untuk itu, jika memang mual sering menyerang, membuka jendela rumah dan membiarkan udara serta sinar matahari masuk adalah hal yang baik. Tariklah napas dalam-dalam dan embuskan perlahan.

Ulangi cara ini setiap kali Anda merasa mual dan ingin muntah. Membuka jendela dan membiarkan udara masuk juga membantu menghilangkan aroma-aroma pemicu mual di rumah.

Sering makan camilan

Sering makan camilan saat hamil berguna untuk mencegah perut tidak terlalu kenyang dalam satu waktu. Perut yang kekenyangan, atau bahkan terlalu kosong, bisa memancing rasa mual keluar.

Anda bisa mengganjal perut Anda dengan sepotong roti atau biskuit ketika bangun tidur. Hindari untuk langsung makan dalam porsi besar.

Hindari pakaian yang terlalu ketat

Pakaian yang terlalu ketat bisa menekan perut sehingga menimbulkan rasa sesak dan memicu mual. Untuk itu, cobalah memakai pakaian yang longgar saat hamil. Selain membuat nyaman, rasa mual pun biasanya akan berkurang.

Minum banyak air

Jika terus-terusan mual dan muntah saat hamil, Anda tentu akan kehilangan banyak cairan tubuh. Itu sebabnya, minum yang banyak bisa menghindarkan Anda dari dehidrasi.

Selain air putih, sumber cairan tubuh bisa Anda dapatkan dari jus buah, air kelapa, teh, atau mungkin dengan makan sup.

Air lemon juga bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai salah satu cara untuk mengatasi mual saat hamil. Aromanya yang segar, juga rasanya yang nikmat bisa membantu Anda meredam rasa mual.

Menghindari pemicu mual

Setiap wanita hamil biasanya memiliki pemicu mual yang berbeda. Jika Anda mendapati bahwa diri Anda sensitif terhadap bau tertentu, cobalah untuk menghindarinya. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk mengurangi mual dan muntah saat hamil.

Pikirkan hal lain

Jangan berfokus pada perasaan mual yang terus muncul. Ada baiknya Anda berusaha untuk mengalihkan perhatian Anda ke hal lain yang mungkin akan membangkitkan minat Anda.

Lakukan berbagai kegiatan yang Anda sukai untuk membantu melupakan mual yang kerap muncul. Dengan begitu, tubuh otomatis akan tersugesti untuk tidak memikirkan rasa mual yang dirasakan.

Kapan saya harus ke dokter?

Morning sickness atau mual saat hamil tidak membahayakan bayi. Oleh karena itu, jangan terlalu khawatir berlebihan jika Anda mengalami hal ini. Mual dan muntah hanya memengaruhi sistem pencernaan Anda saja. Oleh karena itu, tidak ada hubungannya dengan bayi yang berada di rahim.

Namun yang perlu dikhawatirkan yaitu ketika Anda mengalami hiperemesis gravidarum. Dalam kondisi ini, Anda perlu segera meminta pertolongan dokter.

Pasalnya, tak hanya cairan yang hilang, tetapi makanan yang Anda makan biasanya juga akan keluar lagi. Akibatnya, nutrisi dalam makanan yang seharusnya diserap tubuh pun terbuang sia-sia begitu saja.

Jika hal ini dibiarkan, bisa-bisa ibu mengalami kurang gizi. Hal ini tentu sangat membahayakan karena akibatnya Anda bisa melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.

Jika berbagai cara alami mengatasi mual saat hamil telah dilakukan tetapi tak membuahkan hasil, segera konsultasikan ke dokter. Selain itu, Anda juga perlu segera pergi ke dokter jika mengalami mual dan muntah yang disertai dengan berbagai gejala seperti:

  • Demam 38 derajat celcius atau lebih
  • Merasa sangat lemas, pusing, atau hendak pingsan ketika berdiri
  • Makanan dan minuman yang dikonsumsi selalu langsung dikeluarkan melalui muntah
  • Sakit perut
  • Urine berwarna sangat gelap
  • Tidak kencing dalam waktu lebih dari 8 jam
  • Muntah darah
  • Detak jantung lebih cepat dari biasanya

Ketika mengalami berbagai gejala yang parah ini, bisa jadi Anda sudah mengalami hiperemesis gravidarum. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Jangan tunda hal ini karena bisa membahayakan Anda dan janin dalam kandungan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 5, 2017 | Terakhir Diedit: April 18, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca