Berapa Usia Kandungan Anda Sekarang? Coba Hitung di Sini

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Anda biasanya disarankan menjalani pemeriksaan USG di dokter untuk mengetahui sudah berapa minggu atau bulan usia kandungan Anda. Akan tetapi, apa Anda tahu bagaimana cara menghitung usia kehamilan yang sebenarnya? 

Nah, ada beberapa cara menghitung usia kehamilan. Bagi Anda yang baru pertama kali hamil atau belum paham bedanya usia kandungan dan usia janin, cari tahu cara menghitung usia kehamilan dan hal-hal yang berkaitan pada ulasan berikut ini.

Pentingnya tahu cara menghitung usia kehamilan saat ini

cara cepat hamil setelah haid

Pasti Anda bertanya-tanya, kenapa sih setiap ibu hamil perlu tahu usia kehamilannya? Jawabannya sederhana, usia kehamilan sangat penting untuk Anda mengetahui hari perkiraan lahir (HPL) dan perawatan sebelum lahir (prenatal) apa yang harus Anda lakukan.

Nah, untuk mengetahui hal tersebut Anda (dibantu dokter) perlu mengetahui cara menghitung usia kehamilan.

Selain itu, memperkirakan usia kandungan nantinya akan membantu dokter memantau kehamilan Anda. Mengetahui cara menghitung usia kehamilan juga dapat berguna untuk berbagai hal, di antaranya:

1. Menentukan jadwal tes

Tahu cara menghitung usia kehamilan membantu Anda menentukan jadwal berbagai tes kesehatan. Salah satunya, tes USG yang pertama kali harus dilakukan ketika kehamilan memasuki usia 6 minggu.

Tes USG yang bertujuan untuk menentukan apakah bayi kembar berbagi plasenta atau kantung ketuban dilakukan di antara minggu ke-11 dan ke-14 kehamilan. Selain itu, mengetahui cara menghitung usia kehamilan juga membantu dokter menentukan tes darah AFP.

Tes darah AFP (Alpha fetoprotein) ini dilakukan skrining risiko bayi cacat lahir idealnya dilakukan antara minggu ke-16 sampai 18.

2. Menentukan metode persalinan

Mengetahui cara menghitung usia kehamilan juga penting untuk merencanakan pilihan cara bersalin, baik melahirkan normal atau caesar.

Dengan menghitung dan mengetahui usia kehamilan, dokter dapat memprediksi pada kehamilan minggu ke berapa sebaiknya Anda melahirkan dengan cara caesar dilakukan. Pasalnya, cara menghitung usia kehamilan yang salah, dikhawatirkan menyebabkan tubuh janin yang belum siap sempurna terlahir ke dunia.

Bagi ibu yang berencana ingin bersalin dengan normal, mengetahui cara menghitung usia kehamilan juga sama pentingnya. Terutama jika Anda belum menunjukkan tanda-tanda mau melahirkan, padahal usia kehamilan sudah melewati batas (postmature).

Selain membantu Anda menghitung usia kehamilan, nantinya dokter dapat mempertimbangkan cara induksi tergantung berapa tepatnya usia kehamilan Anda.

3. Menanggulangi risiko persalinan prematur

Mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang tepat dapat mencegah bayi lahir prematur.

Jika ternyata Anda berisiko melahirkan prematur, dokter dapat mengantisipasinya lewat tindakan spesifik dengan mengetahui berapa tepatnya usia kandungan Anda saat ini.



Cara menghitung usia kehamilan di rumah

Sebelum memulai cara menghitung usia kehamilan, Anda harus ingat-ingat dulu kapan tepatnya hari pertama menstruasi terakhir (HPHT) Anda.

Cara menghitung usia kehamilan adalah dengan ditambahkan maju per 7 hari sampai 40 minggu dari tanggal menstruasi terakhir Anda. Nantinya, hari perkiraan lahir (HPL) juga bisa dihitung dari usia kandungan Anda.

Agar cara menghitung usia kehamilan lebih jelas, buat contoh hari pertama haid terakhir Anda adalah 8 Januari 2019. Ditambahkan 7 hari setelah HPHT, maka satu minggu pertama kehamilan Anda adalah di tanggal 15 Januari.

Minggu kedua Anda hamil jatuh pada tanggal 22 Januari. Terus hitung maju sampai minggu ke-40 untuk mendapatkan hari perkiraan lahir (HPL). Dengan skenario di atas, maka hasil perkiraan lahir bayi dari cara menghitung usia kehamilan ini akan jatuh pada tanggal 15 Oktober 2019.

Agar memudahkan, cara menghitung usia kehamilan untuk menentukan HPL juga bisa pakai rumus:

Hari pertama menstruasi terakhir + 7 hari – 3 bulan + 1 tahun

Contoh lain: Misalnya hari pertama menstruasi terakhir Anda adalah 1 Januari 2019. Apabila ditambahkan 7 hari maka hasilnya tanggal 8 Januari 2019.

Setelah itu dihitung mundur selama tiga bulan, bertemulah dengan tanggal 8 Oktober 2018. Selanjutnya setelah itu ditambahkan 1 tahun, maka tanggal perkiraan lahir bayi Anda adalah 8 Oktober 2019.

Namun, ingat tanggal yang dihasilkan dari cara menghitung usia kehamilan tersebut hanya perkiraan saja. Jadi, belum tentu bayi Anda pasti lahir di tanggal tersebut.

Hanya sekitar 5 persen bayi yang lahir sesuai dengan tanggal perkiraan lahir yang dihasilkan dari cara menghitung usia kehamilan. Selebihnya, bayi dapat lahir sebelum atau setelah tanggal perkiraan.

Cara menghitung usia kehamilan dengan minggu, bukan bulan

Anda mungkin sering mendengar masa kehamilan dalam hitungan bulan. Banyak ibu hamil yang terbiasa mengatakan bahwa usia kandungan mereka jalan baru 3 bulan, 6 bulan, 7 bulan, dan seterusnya.

Padahal, usia kehamilan yang tepat dinyatakan dalam minggu dan hari. Rata-rata usia kehamilan dari mulai pembuahan sampai melahirkan adalah 40 minggu, bukan 9 bulan. Mengapa?

Cara menghitung usia kehamilan ditentukan dari kapan Anda menstruasi terakhir kali. Ini termasuk sekitar dua minggu saat Anda belum dinyatakan positif hamil. Alasannya, pembuahan terjadi kira-kira pada dua minggu setelah Anda menstruasi.

Jadi jika dihitung, usia kehamilan pada umumnya berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari sampai Anda melahirkan. Bayi yang lahir sebelum 37 minggu dianggap prematur dan bayi yang lahir setelah 42 minggu dianggap postmature.

Beda usia kehamilan dan usia janin

Penting untuk diketahui bahwa usia kehamilan tidak sama dengan usia janin. Cara menghitung usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir hingga kelahiran. 

Semantara, usia janin lebih sulit untuk dipastikan secara akurat karena tidak ada yang tahu kapan pembuahan terjadi. Itu artinya, Anda tidak bisa menggunakan cara menghitung kehamilan untuk mengetahui usia janin.

Dokter kandungan dan bidan hanya memeriksa melalui USG dan mengira-ngira usia janin berdasarkan usia kehamilan Anda. Jadi, cara menghitung usia janin hanya bisa dilakukan dengan bantuan USG tidak dengan perhitungan manual seperti usia kehamilan.

Namun, perlu diketahui bahwa perbedaan antara usia kandungan dengan usia janin (usia yang ditunjukkan oleh USG) masih dianggap normal. Anda tidak perlu khawatir ada masalah pada perkembangan janin. Pada pemeriksaan selanjutnya, dokter dapat memastikan perbedaan usia kehamilan dan janin tidak makin jauh.

Hal ini tentu membantu untuk memperkirakan kapan bayi Anda akan lahir, sehingga Anda bisa mempersiapkan kelahiran si kecil dari jauh-jauh hari.

Namun bila Anda masih ragu atau bingung antara usia kehamilan dengan usia janin, konsultasi ke dokter kandungan akan sangat membantu.

Penting mencatat tanggal menstruasi setiap bulan

mempercepat haid

Apabila Anda berencana hamil, sebaiknya upayakan rutin mencatat jadwal haid Anda dalam beberapa bulan terakhir. Kebiasaan ini bisa membantu Anda mengetahui masa subur sehingga mempermudah rencana kehamilan.

Sekaligus, mempermudah cara Anda dalam menghitung usia kehamilan sehingga bisa memperkirakan waktu kelahiran bayi. Ini dikarenakan masa ovulasi, usia kehamilan atau kandungan, dan hari perkiraan lahir semuanya berhubungan dengan siklus menstruasi.

Maka, selalu ingatkan diri sendiri untuk langsung menandai kalender begitu haid Anda keluar. Lakukan hal ini rutin setiap bulannya untuk mengetahui pola siklus menstruasi Anda, terlebih jika Anda memiliki rencana punya momongan.

Bagaimana kalau tidak tahu atau lupa tanggal menstruasi terakhir?

Tahu tanggal menstruasi terakhir merupakan kunci untuk menghitung usia kehamilan dan persalinan, baik dengan cara normal atau caesar.

Jika Anda lupa untuk menandainya, tentu akan sulit untuk bagi Anda untuk menghitung usia kehamilan yang dilakukan dengan cara manual.

Bila hal ini terjadi, Anda tak perlu khawatir. Cara menghitung usia kehamilan bisa dilakukan dengan memeriksakan kehamilan Anda ke bidan atau dokter kandungan

Biasanya dokter kandungan akan melakukan USG untuk mengukur panjang bayi dari ujung kepala sampai pantat (tulang ekor) bayi. 

Metode pemeriksaan ini disebut dengan crown rump length (CRL). CRL dapat dilakukan saat usia kehamilan sekitar 6 hingga 14 minggu. CRL dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang usia kandungan Anda ketimbang dengan cara menghitung usia kehamilan manual. 

Pada dasarnya, semakin dini cepat Anda menjalani USG, akan semakin akurat usia kehamilan bayi Anda diketahui.

Selanjutnya setelah usia janin memasuki 14 minggu terakhir, lingkar kepala, diameter biparietal, dan pengukuran panjang femur dapat dilakukan untuk menentukan bagaimana perkembangan bayi Anda di dalam rahim. Panjang tali pusat biasanya sama dengan CRL sepanjang kehamilan.

Seberapa akurat memprediksi hari perkiraan lahir lewat usia kandungan?

Memprediksi hari perkiraan lahir dengan cara menghitung usia kehamilan memang tidak terlalu akurat. Jadi, setelah mempraktikkan cara menghitung usia kehamilan, jangan heran jika tanggal perkiraan lahir pada kenyataannya tidak sesuai dengan perkiraan.

Usia kandungan dihitung untuk memberikan gambaran mengenai seberapa jauh Anda telah menjalani masa kehamilan Anda. Penting juga dipahami bahwa setiap kehamilan berbeda.

Maka itu, jangan terlalu terpaku pada tepat atau tidaknya usia kehamilan dari hasil Anda menghitung dengan cara manual seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Jika  Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang cara menghitung usia kehamilan atau kapan hari perkiraan lahir Anda, silakan konsultasikan ke dokter kandungan.

Tips penting untuk di semua usia kandungan

Setelah mengetahui cara menghitung usia kehamilan dan hasilnya, ibu hamil wajib menjalani gaya hidup sehat. Pasalnya, kehamilan sangat berisiko dengan berbagai masalah, baik itu pada ibu hamil maupun janin.

Selain tahu cara menghitung usia kehamilan, berikut ini ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, seperti:

1. Minum vitamin prenatal

Setelah dokter membantu Anda cara menghitung usia kehamilan dengan benar dan mendapatkan hasilnya, umumnya mereka akan memberikan vitamin yang harus Anda konsumsi selama hamil.

Vitamin prenatal mengandung asam folat dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan saat kehamilan. Asam folat berguna juga untuk mencegah bayi cacat lahir sejak beberapa minggu pertama kehamilan.

2. Makan makanan sehat

Selain mengetahui cara yang benar dalam menghitung usia kehamilan (cara menghitung usia kehamilan), ibu hamil perlu memperhatikan pula asupan nutrisinya.

Dikutip dari American Pregnancy, ibu hamil harus memenuhi asupan nutrisi dengan makan makanan seperti sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan susu yang dipasteurisasi.

Ibu hamil juga tidak perlu makan terlalu banyak mengingat dirinya sudah berbadan dua. Cukup tambahkan porsi makan, kira-kira sekitar 300 kalori saja perharinya.

3. Olahraga

Di usia kehamilan berapa pun, ibu hamil harus tetap olahraga. Olahraga membantu mengendalikan berat badan, bikin tidur lebih nyenyak, dan mencegah stres saat hamil.

Namun, pilihan olahraga, cara menjalankan, dan cara menghitung kebutuhan aktivitas ini per hari harus sesuai dengan usia kehamilan Anda. Saat hamil, disarankan untuk melakukan jenis olahraga seperti yoga, berenang, atau pilates.

4. Cek rutin ke dokter setiap bulan

Setelah mencurigai gejala yang Anda rasakan adalah tanda kehamilan, berkunjung ke dokter kandungan sangat penting. Dokter akan memberi kepastian bahwa Anda positif hamil atau tidak, mungkin menanyakan beberapa riwayat kesehatan.

Pada konsultasi berikutnya, Anda bisa meminta bantuan dokter cara menghitung usia kehamilan. Selanjutnya, dokter akan meminta Anda melakukan beberapa tes kesehatan, seperti:

  • Pap smear
  • Tes tekanan darah
  • Tes penyakit menular seksual
  • Tes risiko anemia ibu hamil
  • Cek kadar hormon tiroid
  • Periksa berat badan

Yang harus diketahui di setiap usia kehamilan

Usia kehamilan atau kandungan biasanya masuk ke dalam 3 kategori trimester. Berikut adalah beberapa hal yang penting ibu hamil tahu di setiap trimesternya, antara lain:

1. Usia kandungan di trimester pertama (usia 0-13 minggu)

Di usia kehamilan ini Anda akan mulai mengalami tanda hamil muda. Mulai dari mual di pagi hari, bercak flek, dan ngidam makan makanan tertentu.

Pada trimester ini, Anda sudah bisa menerapkan cara menghitung usia kehamilan sehingga membantu penjadwalan berbagai tes yang berhubungan dengan kehamilan.

2. Usia kandungan di trimester kedua (usia 14-27 minggu)

Di usia kehamilan ini, gejala hamil muda perlahan-lahan mereda dan tergantikan dengan perubahan fisik yang lebih nyata. Sebagai contoh perut membesar, mulai timbul stretch marks, sakit punggung hingga peningkatan gairah seks. Pada trimester ini juga sering disebut sebagai fase bulan madu kehamilan.

3. Usia kandungan trimester ketiga (usia 28-42 minggu)

Selain membantu menentukan penjadwalan tes kehamilan, hasil dari cara menghitung usia kehamilan juga bisa membantu memperkirakan waktu kelahiran bayi. Hasil dari cara menghitung usia kehamilan juga membantu dokter menentukan proses kelahiran, yakni normal atau caesar.

Intinya, pada usia kehamilan ini, hari persalinan akan semakin dekat. Pastikan Anda sudah mempersiapkan segala persiapan melahirkan dan berbagai keperluan si kecil setelah lahir. Menjelang hari-H, perbanyaklah istirahat dan senam hamil untuk melancarkan persalinan.

powered by Typeform

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Prematur

Jika bayi belum cukup umur untuk keluar dari rahim, mengapa bisa keluar sebelum waktunya? Berikut berbagai penyebab bayi lahir prematur.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi. Ini merupakan jenis anemia yang umum terjadi. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
garis hitam di perut

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit