Kenali Ciri-ciri Kontraksi Ibu Hamil Sebagai Pertanda Menjelang Persalinan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ketika hamil ternyata ada beberapa kontraksi yang terjadi hingga menjelang persalinan tiba. Sebenarnya, apa itu kontraksi? Lantas, apa saja jenisnya dan bagaimana cirinya? Simak ulasan lebih lengkapnya di sini.

Kontraksi adalah tanda ibu mau melahirkan

kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Ada beragam tanda-tanda melahirkan yang muncul sebelum persalinan, baik itu melahirkan normal maupun operasi caesar.

Selain air ketuban pecah dan pembukaan lahiran, ada juga kontraksi melahirkan asli yang menjadi ciri-ciri proses persalinan akan segera dimulai.

Namun, jangan tertukar dengan kontraksi palsu (Braxton Hicks) yang kerap sulit dibedakan dengan kontraksi melahirkan asli.

Sesuai dengan namanya, kontraksi persalinan asli adalah kontraksi yang memang menjadi tanda ibu hamil mau mulai melahirkan.

Sejatinya, mengutip dari NHS, rasa yang muncul saat kontraksi adalah berupa sensasi seperti otot-otot perut yang mengencang dan mengendur berulang-ulang.

Ketika sudah tiba waktunya melahirkan, ciri-ciri kontraksi persalinan asli ibu hamil adalah terasa lebih lama, lebih kuat, dan lebih sering muncul ketimbang kontraksi palsu.

Selama kontraksi persalinan muncul, otot-otot terasa menegang dengan rasa nyeri yang semakin meningkat.

Kontraksi adalah upaya untuk melancarkan proses keluarnya bayi dari rahim melalui leher rahim (serviks) hingga keluar dari vagina.

Setelah semua tanda-tanda kelahiran tampak, barulah ibu sudah siap melahirkan satu bayi maupun melahirkan anak kembar.

Dokter akan memberi aba-aba agar ibu menerapkan cara mengejan saat melahirkan bila melalui proses normal dengan posisi persalinan sesuai kenyamanan ibu.

Bila dibutuhkan, dokter dapat menggunakan bantuan alar berupa forceps melahirkan maupun ekstraksi vakum.

Kontraksi saat hamil yang sebaiknya ibu kenali

Jenis kontraksi pada ibu hamil sebagai ciri-ciri melahirkan memang terbagi menjadi dua, yakni kontraksi asli dan palsu.

Namun, kontraksi asli yang muncul sebagai ciri-ciri persalinan pun bisa berbeda-beda berdasarkan waktu kemunculannya.

Berikut adalah jenis dan ciri-ciri kontraksi melahirkan asli saat ibu hamil menjelang persalinan:

1. Kontraksi sesaat sebelum melahirkan (early labour)

persalinan tanpa suami

Kontraksi pada ibu hamil ini adalah jenis kontraksi yang terjadi sesaat sebelum melahirkan.

Kontraksi sesaat sebelum melahirkan adalah kondisi yang ditandai dengan melebarnya mulut rahim atau serviks.

Biasanya, leher rahim atau serviks bisa melebar hingga 0-6 sentimeter (cm).

Pada dasarnya setiap ibu mengalami ciri-ciri tanda kontraksi mau melahirkan yang berbeda-beda.

Beberapa ciri-ciri kontraksi ibu hamil mau melahirkan yang biasanya muncul adalah sebagai berikut:

  • Sangat nyeri di punggung
  • Kesulitan bernapas
  • Bagian panggul terasa ada tekanan yang sangat besar dan terasa penuh
  • Rasanya tubuh sakit mulai dari belakang hingga menjalar ke depan
  • Mengalami kram yang sangat kuat
  • Saat semakin dekat dengan persalinan, kontraksi ini rasanya lebih lama.

Melansir dari laman Mayo Clinic, pola berlangsungnya kontraksi ini adalah selama 30-70 detik.

Sementara jeda di tiap kontraksi biasanya berlangsung selama 5 menit atau kurang sedikit dari 5 menit.

Pada saat-saat inilah biasanya seorang ibu hamil segera bersiap untuk ke rumah sakit atau rumah bersalin.

Karena kemunculan kontraksi bisa sangat mendadak, pastikan semua persiapan persalinan dan perlengkapan melahirkan sudah disediakan dari jauh-jauh hari sebelumnya.

Jadi, pilihan apakah ibu hamil melahirkan di rumah sakit atau melahirkan di rumah juga sudah ditentukan agar Anda bisa langsung segera ditangani.

2. Kontraksi aktif

minyak jarak

Kontraksi aktif adalah jenis kontraksi terakhir yang terjadi sebelum sang buah hati lahir.

Tanda khas dari kontraksi ini adalah rasa sakitnya yang terasa lebih hebat dibandingkan dengan kontraksi sebelumnya.

Kontraksi ini membuat leher rahim Anda melebar hingga 10 cm dan menandakan bahwa jalan lahir sudah terbuka saat itu.

Biasanya, kontraksi aktif ini juga akan membuat Anda merasa sakit pada bagian punggung hingga kaki.

Kontraksi ini umumnya berlangsung kurang dari 1 menit, dengan jeda 3-5 menit mereda, kemudian terasa lagi rasa sakitnya.

Semakin mendekati saat keluarnya bayi, mulut rahim akan semakin besar, ukurannya yaitu sekitar 7-10 cm.

Pola kontraksinya juga berlangsung lebih lama yakni selama 1 menit hingga 1.5 menit dengan jeda hanya 30 detik- 2 menit sampai rasa nyeri akan timbul kembali.

Salah satu ciri khas kontraksi aktif ini dengan kontraksi lainnya adalah saat dalam waktu jeda kontraksi, rahim terasa tidak juga rileks, tetap menegang.

Ibu juga mungkin merasa seolah-olah seperti harus buang air besar namun dorongannya benar-benar sangat kuat.

Rasa sakit ini semakin hebat ketika kepala bayi mulai bergerak menuruni jalan lahir.

Cara meredakan nyeri saat kontraksi asli mau melahirkan

Kontraksi adalah ciri-ciri ibu hamil mau melahirkan yang kerap menimbulkan rasa nyeri.

Namun, ibu dapat melakukan beberapa cara untuk membantu tubuh lebih nyaman selama kontraksi. 

Cara alami ini mencakup teknik pernapasan saat melahirkan, peregangan otot, maupun cara lainnya yang ditujukan untuk membuat tubuh menjadi lebih rileks selama bersalin.

Berbagai trik meredakan nyeri kontraksi asli ketika ibu hamil mau melahirkan adalah sebagai berikut:

1. Membuat diri merasa senyaman mungkin

persiapan induksi persalinan

Cara paling sederhana untuk mengurangi nyeri saat ibu hamil mengalami kontraksi adalah membuat diri merasa senyaman mungkin.

Sebelum bersalin, sempatkanlah untuk mandi air hangat sejenak. Lalu, tempelkan kompres hangat atau dingin pada area yang terasa nyeri.

Pastikan tempat Anda berbaring cukup nyaman dan empuk. Agar tubuh lebih rileks, hiruplah wewangian yang Anda sukai sambil menantikan kontraksi.

Bila perlu, mintalah pasangan menemani Anda agar Anda merasa lebih tenang selama persalinan.

2. Banyak bergerak dan mengubah posisi tubuh

zumba saat hamil kontraksi adalah

Selain mengurangi nyeri saat kontraksi, banyak bergerak dan mengubah posisi tubuh adalah cara untuk turut membantu menyesuaikan posisi janin dalam kandungan.

Setiap gerakan yang Anda lakukan dapat mendorong kepala janin menuju jalur lahir sehingga proses kelahiran menjadi lebih mudah.

Anda bisa mencoba berjalan kaki, berjongkok, duduk di tepi tempat tidur, atau bertumpu pada kedua tangan dan kaki.

Anda juga dapat bergerak-gerak di atas birthing ball, yakni bola berukuran besar yang biasa digunakan sebagai alat bantu senam.

3. Menyentuh atau memijat area tubuh tertentu

pijat kaki

Memijat tubuh adalah cara sederhana, tapi cukup efektif untuk meredakan nyeri saat kontraksi.

Cobalah meminta pasangan memijat tangan, kaki, pelipis, atau bagian tubuh lain yang Anda kehendaki untuk mengalihkan nyeri dan membuat Anda merasa lebih rileks.

Jika pijatan malah menimbulkan rasa tidak nyaman, Anda dapat mencoba sentuhan yang lebih lembut.

Mintalah pasangan menggenggam tangan Anda, membelai pipi dan rambut Anda, atau melakukan sentuhan lainnya yang bisa mengurangi nyeri saat kontraksi.

Normalkah bila sudah hamil tua tapi belum kontraksi?

sering meludah saat hamil kontraksi adalah

Setiap ibu hamil pasti merasakan “sensasi” yang berbeda-beda selama masa kehamilan di usia kehamilan berapa pun, tak terkecuali menjelang hari perkiraan lahir (HPL).

Sebagian besar ibu biasanya memang sudah mulai merasakan kontraksi di masa hamil tuanya.

Akan tetapi, jangan khawatir bila Anda tak merasakan kontraksi itu.

Pertama-tama yang harus Anda ketahui bahwa usia kehamilan normal yakni bekisar 37 sampai 41 minggu.

Maka jangan cemas saat usia kandungan telah memasuki masa 38 minggu tapi belum terlihat adanya tanda-tanda kontraksi, sebab ini masih termasuk normal.

Sebagian besar bayi lahir pada 3 sampai 4 minggu lebih lama dari hari perkiraan lahir mereka.

Selama masih berada dalam rentang ini, dokter biasanya hanya akan menunggu sampai terlihat adanya tanda kontraksi alami.

Jika tanda persalinan tak juga muncul bahkan ketika sudah melebihi usia 41 minggu, biasanya diperlukan tindakan induksi persalinan guna merangsang kelahiran.

Biasanya induksi persalinan saat usia lebih dari 38 minggu juga diperlukan secara medis jika Anda memiliki komplikasi kehamilan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Merawat Bekas Luka Operasi Caesar (Sesar) di Rumah

Metode sesar dilakukan untuk menjamin keselamatan Ibu dan si Kecil. Tak hanya kesehatan si Kecil, Ibu juga perlu merawat bekas operasi sesar di rumah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
merawat bekas operasi sesar
Melahirkan, Kehamilan 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Mengeringkan Luka Pasca Operasi Caesar

Mengeringkan luka operasi caesar dapat dilakukan dengan beberapa cara ini. Jangan lupa untuk tak beraktivitas terlalu berat agar luka bisa segera pulih.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Melahirkan, Kehamilan 9 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Rasa sakit saat melahirkan kerap menjadi momok bagi calon ibu. Namun, Anda bisa meringankan rasa nyeri dengan menerapkan metode melahirkan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Melahirkan, Kehamilan 5 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melahirkan normal tanpa rasa sakit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit
seks setelah melahirkan

Melahirkan Bukan Penghalang Keintiman Seks, Kok! Ketahui Berbagai Informasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 11 menit
gentle birth adalah

Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Hal yang Perlu Diketahui dan Dipersiapkan saat Lahiran Caesar Kedua

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 4 April 2020 . Waktu baca 4 menit