Tak Semua Sama, Ini 4 Jenis Kontraksi yang Bisa Terjadi Selama Kehamilan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Saat hamil, ternyata ada beberapa kontraksi yang akan terjadi hingga menjelang persalinan tiba. Dari kontraksi palsu sampai kontraksi yang sebenarnya ketika menjelang persalinan pun bisa terjadi. Lantas apa saja jenis kontraksi saat hamil hingga tiba di kontraksi persalinan sesungguhnya? Simak urutannya di sini.

Kontraksi saat hamil yang sebaiknya ibu kenali

1. Kontraksi Braxton-Hicks

nyeri ligamen perut bawah hamil

Kontraksi jenis ini disebut juga dengan kontraksi palsu. Sebab, kontraksi ini sebenarnya bukan tanda bahwa Anda akan melahirkan. Untuk membedakannya dengan kontraksi yang lain, ketahui apa saja yang terjadi saat kontraksi palsu:

  • Waktu munculnya kontraksi tidak teratur
  • Lebih terasa seperti tidak nyaman bukannya menyakitkan
  • Rasa tidak enak di daerah selangkangan atau bagian depan tubuh, bukan di bagian belakang tubuh.
  • Ketika berjalan atau berbaring kontraksinya bisa mereda.

Yang paling penting untuk diingat adalah kontraksi palsu ini tidak menimbulkan rasa sakit yang makin kuat layaknya kontraksi yang sebenarnya. Anda bisa mulai merasakan kontraksi bohongan ini ketika memasuki usia 6 minggu kehamilan.

Biasanya, kontraksi akan dirasakan ketika Anda merasakan kelelahan, dehidrasi, atau terlalu banyak berjalan.

Jika ini terjadi, cobalah untuk minum lebih banyak air dan mengubah posisi seperti dari berdiri menjadi duduk. Akan tetapi, jika kontraksi ini tidak hilang juga, sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan Anda.

2. Kontraksi persalinan prodromal

kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Kontraksi saat ini adalah kontraksi yang dialami wanita hamil dalam minggu-minggu atau beberapa hari sebelum persalinan sebenarnya dimulai. Kontraksi ini rasanya lebih menyakitkan dibandingkan kontraksi palsu, lebih teratur, dan lebih lama.

Para dokter menduga bahwa saat kontraksi prodromal ini, saat itu pula rahim berkontraksi membuat bayi pindah ke posisi yang paling tepat menjelang persalinan. Beberapa tanda persalinan prodromal yakni:

  • Saat berbaring atau mengubah posisi seperti apapun rasa nyeri ini tetap ada
  • Lama kelamaan rasa kontraksinya semakin kuat
  • Tidak ada perubahan pada mulut rahim setelah 24-36 jam ke depan.

Kontraksi prodromal ini belum sehebat kontraksi sebenarnya sehingga tidak sampai membuat mulut rahim mengalami pembukaan atau melebar.

3. Kontraksi sesaat sebelum melahirkan (early labour)

persalinan tanpa suami

Kontraksi saat hamil ini terjadi sesaat sebelum melahirkan yang ditandai dengan melebarnya mulut rahim atau serviks. Biasanya serviks bisa melebar hingga 0-6 cm.

Pada dasarnya setiap wanita mengalami gejala atau tanda kontraksi yang berbeda-beda. Beberapa gejala yang biasanya muncul adalah:

  • Sangat nyeri di punggung
  • Kesulitan bernapas saat kontraksi
  • Bagian panggul terasa ada tekanan yang sangat besar dan terasa penuh
  • Rasanya tubuh sakit mulai dari belakang hingga menjalar ke depan
  • Mengalami kram yang sangat kuat
  • Saat semakin dekat dengan persalinan, kontraksi ini rasanya lebih lama. Pola berlangsungnya kontraksi ini adalah selama 45-60 detik dengan jeda selama 5 menit atau kurang sedikit dari 5 menit.

Pada saat-saat inilah biasanya seorang wanita hamil segera bersiap untuk ke rumah sakit, rumah bersalin, atau menghubungi bidan jika ingin melahirkan di rumah.

4. Kontraksi aktif

minyak jarak

Inilah jenis kontraksi terakhir yang terjadi sebelum sang buah hati lahir. Tanda khas dari kontraksi ini adalah rasa sakitnya yang terasa lebih hebat dibandingkan dengan kontraksi sebelumnya. Kontraksi ini membuat leher rahim Anda melebar hingga 10 cm dan menandakan bahwa jalan lahir sudah terbuka saat itu.

Biasanya, kontraksi aktif ini juga akan membuat Anda merasa sakit pada bagian punggung hingga kaki. Kontraksi ini umumnya berlangsung kurang dari 1 menit, dengan jeda 3- 5 menit mereda, kemudian terasa lagi rasa sakitnya.

Semakin mendekati saat keluarnya bayi, mulut rahim akan semakin besar mendekati sekitar 7-10 cm. Pola kontraksinya juga berlangsung lebih lama yakni selama 1 menit hingga 1.5 menit, dengan jeda hanya 30 detik- 2 menit saja, rasa nyeri akan timbul kembali.

Salah satu ciri khas kontraksi aktif ini dengan kontraksi lainnya adalah saat dalam waktu jeda kontraksi, rahim terasa tidak juga rileks, tetap menegang. Terasa juga seolah-olah seperti harus buang air besar namun dorongannya benar-benar sangat kuat.

Rasa sakit ini semakin hebat ketika kepala bayi mulai bergerak menuruni jalan lahir.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca