Jika kencing terasa panas saat Anda buang air kecil, hal ini bisa disebabkan oleh suhu urine yang lebih hangat dari biasanya. Terutama ketika Anda sedang kedinginan atau demam.

Namun pada kebanyakan kasus, kencing yang selalu terasa panas setiap kali ke toilet bisa jadi pertanda masalah kesehatan tertentu.

Lantas, apa penyebab kencing terasa panas?

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan kencing terasa panas seperti terbakar dan nyeri saat buang air kecil. Kondisi ini disebut disuria.

Berikut berbagai kondisi yang bisa menyebabkan kencing terasa panas. Penyebabnya pun bisa pada pria dan wanita.

1. Infeksi saluran kencing (ISK)

Infeksi saluran kencing (ISK) adalah penyebab kencing terasa panas seperti terbakar. Wanita yang paling rentan mengalami infeksi ini, tapi pria juga sama berisikonya.

Infeksi ini terjadi ketika bakteri E. coli masuk ke saluran kemih, seperti Eschericia coli.

Selain rasa sakit terbakar ketika buang air kecil, ISK juga menyebabkan sering atau bolak-balik buang air kecil, urine berbau busuk, dan kencing berdarah. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke ginjal atau bagian tubuh lainnya. ISK dapat diobati dengan antibiotik.

2. Luka di dekat uretra

Air kencing bersifat asam. Ketika aliran urin mengenai luka atau cedera di kulit sekitar lubang kencing, buang air kecil akan terasa perih dan panas. Bahkan luka yang kecil sekali pun.

Luka di dekat uretra biasanya terjadi karena mencukur bulu kelamin, gesekan dari hubungan seks, jerawat kecil, dan goresan lainnya yang bisa membuat kencing terasa panas.

Cedera kecil biasanya hilang dengan sendirinya. Jika uretra terasa sakit, atau lukanya besar dan terinfeksi sampai menyebabkan demam sebaiknya segera hubungi dokter.

3. Penyakit kelamin

Penyakit kelamin dapat menyebabkan masalah pada saluran kemih. Rasa sakit dan panas saat buang air kecil adalah gejala paling umum dari penyakit kelamin yang menular lewat hubungan seks. Misalnya, klamidia.

Siapa pun yang sudah pernah berhubungan seks bisa tertular penyakit kelamin, bahkan jika sebelumnya telah diuji negatif. Pasalnya, gejala penyakit kelamin biasanya berkembang dalam waktu yang lama.

4. Interstitial cystitis

Interstitial cystitis adalah penyakit kronis yang menyebabkan tekanan dan nyeri pada kandung kemih, dan terkadang rasa sakit pada panggul, dari mulai nyeri ringan hingga parah.

Orang dengan kondisi ini mungkin mengalami rasa panas atau sensasi tidak biasa lainnya saat buang air kecil, seperti kencing terasa panas.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.

5. Infeksi pada kelamin

Infeksi pada kelamin dapat menyebabkan kencing terasa panas. Pada wanita, gejala ini dapat disebabkan oleh infeksi jamur atau infeksi bakteri pada vagina, vaginitis (peradangan vagina), atau vulvodynia.

Sementara pada pria, infeksi penyebab kencing terasa panas dan nyeri biasa disebabkan oleh prostatitis (peradangan prostat) atau epididimitis (peradangan epididimis).

6. Nyeri setelah persalinan

Setelah melahirkan, banyak wanita mengalami robekan di area antara vagina dan anus. Kondisi ini dikenal sebagai robekan perineum. Jika air kencing bersentuhan dengan luka ini dapat menyebabkan rasa sakit seperti terbakar selama beberapa minggu setelah melahirkan.

7. Perubahan vagina setelah menopause

Setelah menopause, tubuh memproduksi lebih sedikit estrogen. Ini dapat mengubah jaringan vagina, yang membuat vagina menyusut dan melemah. Vagina juga terasa kering, yang dapat membuat kulit dan jaringan lain terasa sensitif dan nyeri.

Ketika air kencing bersentuhan dengan vagina atau uretra, mungkin terasa lebih panas daripada sebelumnya karena perubahan ini.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca