Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Infeksi saluran kemih diakibatkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berkembang di dalam saluran kencing. Agar terhindar dari risiko tersebut, Anda harus segera melakukan pengobatan. Apa saja obat untuk mengatasi infeksi saluran kencing?

Obat-obatan untuk menangani infeksi saluran kencing

obat tidur untuk ibu hamil

Setelah pasien tahu penyebab infeksi saluran kencing dan benar-benar terdiagnosis, umumnya pengobatan yang harus dilakukan oleh pasien adalah dengan minum obat-obatan yang telah diresepkan.

Namun pada beberapa kasus yang disertai oleh kondisi lain, dokter mungkin akan menganjurkan operasi sebagai jalan penyembuhan. Berikut adalah berbagai pilihan obat infeksi saluran kencing secara medis.

1. Antibiotik

Karena penyakitnya yang disebabkan oleh bakteri, antibiotik biasanya menjadi pilihan pertama untuk obat infeksi saluran kemih. Namun, jenis antibiotik beserta dosis dan durasi pakainya akan ditentukan dokter berdasarkan tingkat keparahan infeksi yang Anda alami.

Pada umumnya, antibiotik untuk obat infeksi saluran kencing diminum selama 3 – 7 hari. Untuk infeksi yang tidak terlalu parah, dokter mungkin merekomendasikan durasi pengobatan yang lebih singkat sekitar satu sampai tiga hari.

Pada kasus yang lebih parah, dokter akan menyarankan untuk rawat inap dan memberikan antibiotik lewat infus.

Obat antibiotik untuk mengatasi infeksi ringan pada saluran kencing yang biasa diresepkan meliputi:

  • Trimethoprim-sulfamethoxazole (Bactrim, Septra)
  • Minocycline
  • Fosfomycin (Monurol)
  • Nitrofurantoin (Macrodantin, Macrobid)
  • Antipiretik
  • Penisilin (Ampicilin, Amoxicillin, Ertapenem, Erythromycin, Vankomisin, Doxycycline, Aztreonam, Rifampicin)
  • Cephalexin (Keflex)

Pada kasus dengan infeksi berat, obat-obatan golongan fluoroquinolone mungkin akan digunakan.

Terutama pada kasus infeksi yang tak kunjung sembuh setelah diberikan antibiotik jenis lain atau adanya komplikasi infeksi saluran kemih seperti infeksi ginjal (pielonefritis), obat fluoroquinolone sering menjadi pilihannya.

Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik dosis rendah untuk digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama untuk membantu mencegah infeksi berulang. Sering kali, gejala bisa hilang dalam beberapa hari menjalani pengobatan.

Meski demikian,  Anda biasanya harus tetap mengonsumsi obat selama seminggu lebih atau sesuai dengan yang dianjurkan dokter.

Selain obat antibiotik minum, pilihan lainnya adalah antibiotik yang diberikan dengan infus melalui intravena. Biasanya pengobatan ini diberikan pada pasien ISK rumit yang sedang hamil, demam, atau tidak mampu menahan cairan atau makanan.

Perawatan tersebut akan dijalani di rumah sakit, nantinya pasien masih akan diberikan obat minum untuk melanjutkan pengobatan setelah pulang ke rumah.

Jika pasien mengalami infeksi ginjal yang lebih parah atau alergi terhadap fluoroquinolone, pilihan obat lainnya dapat meliputi Ceftriaxone, Gentamicin, dan Tobramycin.

2. Obat anti-nyeri

Terkadang, infeksi saluran kemih juga bisa mengakibatkan gejala berupa nyeri saat buang air kecil. Untuk mengatasi nyeri tersebut, ada beberapa obat antinyeri yang bisa digunakan. Obat antinyeri bebas seperti acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen, dan analgesik adalah beberapa pilihannya.

Phenazopyridine salah satunya, merupakan obat jenis analgesik yang dapat membantu meringankan nyeri yang disebabkan karena infeksi saluran kencing.

Phenazopyridine akan mengurangi intensitas nyeri di sekitar kandung kemih, sensasi panas, iritasi, serta mengurangi keinginan untuk terus-terusan buang air kecil.

Obat ini dapat berupa kapsul atau tablet, biasanya diminum sekitar tiga kali sehari setelah makan. Obat sebaiknya tidak diminum dalam jangka panjang dan hanya digunakan selama 48 jam.

Perlu diketahui, obat ini juga tidak bisa digunakan untuk menggantikan antibiotik, jadi fungsinya hanya sebagai obat pelengkap. Bila Anda ingin menggunakannya, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

3. Terapi hormon

Obat lain yang bisa dipilih untuk mengatasi infeksi saluran kemih adalah terapi hormon. Namun biasanya terapi hormon dilakukan pada pasien wanita yang telah memasuki masa menopause.

Perlu diketahui, saat wanita telah menopause, pH vagina meningkat atau menjadi lebih bersifat basa sehingga menyebabkan perkembangbiakan bakteri jahat juga turut meningkat.

Dengan demikian, dibutuhkan hormon estrogen untuk menyeimbangkan kembali pH pada vagina. Mengingat produksi hormon estrogen yang menurun, wanita menopause pun membutuhkan terapi hormon estrogen.

Terapinya berupa terapi hormon estrogen sintetik yang diresepkan untuk menangani gejala infeksi saluran kencing. Terapi hormon tersedia dalam bentuk krim (Premarin, Estrace), tablet kecil (Vagifem), atau cincin fleksibel yang dimasukkan ke dalam vagina dan dipakai selama tiga bulan (Estring).

Setiap obat di atas memiliki ketentuan dosis, cara pakai, dan risiko efek samping yang berbeda. Maka, konsultasikan dengan dokter tentang obat mana yang sesuai untuk kondisi Anda.

Adakah prosedur operasi untuk infeksi saluran kemih?

Para pasien bisa saja menempuh prosedur operasi sebagai pengobatan jika infeksi saluran kencing yang diderita juga disertai dengan kondisi lain. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

  • Pasien ISK yang memiliki kondisi penyakit prostat, seperti prostatitis yang menyumbat leher kandung kemih, batu prostat, atau prostatitis kambuhan. Hal ini hanya terjadi pada pasien pria.
  • Epididimitis yang membuat saluran sperma jadi terbelit.
  • Emfisematosa pielonefritis (EPN), sebuah infeksi parah pada parenkim ginjal yang menyebabkan penumpukan gas dalam jaringan.

Operasi yang dilakukan tentu bergantung pada kondisi yang menyertainya. Pada masalah prostat misalnya, jika terdapat batu yang menyumbat urine dokter mungkin akan melakukan prosedur pengangkatan atau pemotongan jaringan.

Lalu pada pasien EPN, pasien membutuhkan nefrektomi segera untuk mengangkat bagian yang rusak.

Cara mudah untuk mempercepat proses penyembuhan di rumah

Keberhasilan pengobatan infeksi saluran kencing tentu tak lepas dari bagaimana Anda menjalani hidup sehari-hari.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa kebiasaan yang kurang sehat seperti jarang minum air serta sering luput dalam menjaga kesehatan dan kebersihan alat kelamin.

Ada obat alami infeksi saluran kencing yang bisa Anda konsumsi dengan mudah seperti makan buah cranberry dan buah-buahan bervitamin C. Agar proses penyembuhan lebih lancar, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan di rumah selain minum obat.

1. Perbanyak minum air

Memperbanyak asupan cairan dapat membantu tubuh mengeluarkan lebih banyak urin untuk membilas bakteri.

Air putih adalah pilihan terbaik Anda, tapi bisa juga dengan minum jus buah asli atau makan buah dan sayuran segar yang mengandung banyak air, seperti semangka dan timun, untuk membantu meningkatkan produksi urine.

Hal ini pun membantu mengurangi kemungkinan bakteri untuk menempel pada sel-sel di dinding saluran kemih yang dapat menimbulkan infeksi.

2. Minum vitamin C

Selain meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh, suplemen vitamin C juga membantu meningkatkan keasaman urin yang akan mempercepat proses penyembuhan.

3. Perbanyak istirahat

Istirahat total dan hindari aktivitas tertentu yang bisa memerangkap panas dan kelembapan di area selangkangan. Suhu lembap dapat membuat bakteri berkembang biak semakin subur.

Dokter mungkin menyarankan Anda untuk berpuasa seks dulu sampai infeksinya sembuh total agar tidak menulari pasangan Anda.

4. Jaga kebersihan pribadi

Selalu perhatikan kebersihan diri sendiri, tak hanya saat sedang sakit tapi juga sebelum dan setelah pulih. Jagalah kebersihan vagina untuk menghindari kuman dari kulit sekitarnya menyusup masuk ke saluran kencing.

Ketika mandi, lebih baik menggunakan shower daripada berendam di bak mandi. Gunakan sabun netral yang tidak berpengharum.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengobati Radang Usus Buntu Melalui atau Tanpa Operasi

Radang usus buntu harus segera diobati. Cara mengobati usus buntu ternyata bisa dengan atau tanpa operasi. Cari tahu lebih jelas di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 24 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Giardiasis

Giardiasis adalah penyakit infeksi parasit yang menyerang perut. Kenali lebih lanjut seputar definisi, gejala, hingga pengobatannya berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Bahaya Beli Antibiotik Tanpa Resep Dokter

Banyak orang merasa sudah "kenal" dengan antibiotik tertentu, sehingga ia sering cuek beli antibiotik tanpa resep dokter. Padahal, ini bisa berbahaya, loh!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Penyakit Infeksi 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Daftar Obat Kusta yang Kerap Diresepkan Dokter

Obat kusta diminum untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi dan risiko komplikasi. Apa saja obat yang biasa diresepkan dokter untuk mengobati kusta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

disunat

Disunat Atau Tidak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
pilek adalah penyebab pilek

Pilek

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
bumetanide

Kenapa Perempuan Wajib Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seks?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
setelah seks

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit