Infeksi Saluran Kemih

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu infeksi saluran kemih?

Infeksi saluran kemih atau infeksi saluran kencing (ISK) terjadi ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Bakteri penyebab infeksi saluran kemih dapat memengaruhi ginjal, kandung kemih, dan tabung yang menghubungkan keduanya.

Saluran kemih atau kencing dapat dibagi menjadi dua, yakni saluran kemih atas dan bawah. Saluran kemih bagian atas terdiri dari ginjal dan ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih).

Sementara itu, saluran kemih bagian bawah terdiri dari kandung kemih dan uretra (saluran dari kandung kemih untuk mengalirkan urine keluar tubuh).

Seberapa umumkah kondisi ini?

Infeksi saluran kemih ini bisa terjadi pada semua orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Namun, wanita lebih sering terkena infeksi saluran kemih dibanding laki-laki, karena wanita memiliki uretra yang lebih pendek sehingga wanita lebih rentan infeksi.

Di Indonesia sendiri, menurut data Kementerian Kesehatan pada 2014, terdapat sebanyak 90-100 pasien infeksi saluran kemih per 100.000 penduduk di setiap tahunnya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala infeksi saluran kencing?

Untuk penyakit ini, pada umumnya Anda akan mengalami berbagai gejala seperti:

  • Keinginan untuk buang air kecil yang terus terasa.
  • Rasa nyeri atau sensasi panas ketika buang air kecil.
  • Urine keruh dan berbau tajam.
  • Sering buang air kecil.
  • Urine yang berdarah atau bernanah.
  • Pada wanita, umumnya pasien akan merasakan nyeri panggul, terutama di pusat panggul dan area tulang di sekitar kelamin.

Selain itu, gejala yang berbeda juga bisa ditunjukkan bergantung dari organ mana yang terinfeksi. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut gejala berdasarkan organ yang terdampak.

  • Jika infeksi terdapat pada ginjal, pasien dapat mengalami demam, mual dan muntah, menggigil, atau nyeri punggung.
  • Jika infeksi terdapat pada kandung kemih, pasien akan merasakan tekanan pada pelvis depan (perut bawah), sering buang air kecil, dan kencing berdarah.
  • Jika infeksi terdapat pada uretra, pasien akan merasakan nyeri saat kencing dan keluarnya cairan dari uretra.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala di atas, khususnya saat buang air kecil, Anda harus pergi ke dokter. Hubungi dokter jika tetap demam dalam 48 jam meski telah minum antibiotik atau gejala muncul kembali setelah konsumsi obat.

Meskipun memiliki penyakit yang sama, gejala yang muncul antara Anda dengan orang lain bisa berbeda. Itu sebabnya, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan jawaban pasti.

Penyebab

Apa penyebab infeksi saluran kemih?

Seringnya, penyebab infeksi saluran kemih adalah bakteri Escherichia coli (E.coli) yang ditemukan pada usus. Namun, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh bakteri jenis lain.

Saat E. coli terdapat pada kulit atau dekat anus, bakteri ini dapat masuk ke saluran kencing dan berpindah ke tempat lain. Pada wanita, karena saluran kencing dan anus terletak berdekatan, risiko infeksi menjadi lebih tinggi.

Bakteri juga mampu memasuki saluran kencing melalui kateter yang digunakan pada terapi medis. Selain itu, hubungan seksual dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Namun, bukan berarti Anda yang tidak aktif berhubungan seksual tidak bisa kena penyakit ini.

Infeksi saluran kemih juga bisa terjadi akibat adanya infeksi dari area lain ke ginjal.

Infeksi saluran kencing umumnya tidak menular, tapi berhubungan seksual saat Anda sedang terinfeksi dapat menyebabkan nyeri. Untuk itu, Anda harus menghindarinya.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kondisi ini?

Ada banyak faktor risiko yang menjadi penyebab infeksi saluran kemih, yaitu:

1. Jenis kelamin

Wanita lebih rentan terkena infeksi ini karena uretranya yang lebih pendek dibanding laki-laki. Artinya, jalur bakteri menuju ke kandung kemih juga lebih singkat. Faktor jenis kelamin inilah yang meningkatkan Anda memiliki risiko penyebab infeksi saluran kemih.

2. Melakukan hubungan seksual yang tidak aman

Melakukan hubungan seksual dengan tidak pakai kondom bisa menyebabkan wanita atau bahkan pria terkena infeksi saluran kemih. Pasalnya, bakteri penyebab ISK bisa berada di kulit kelamin dan menyebar atau berpindah saat berhubungan seksual.

3. Penggunaan kontrasepsi

Wanita yang menggunakan alat pencegah kehamilan, seperti spermisida, berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

4. Menopause

Setelah menopause, penurunan kadar estrogen menyebabkan perubahan tubuh dalam berkemih, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

5. Saluran kencing yang tidak normal

Bayi yang terlahir dengan malformasi (pertumbuhan arteri dan vena yang tidak normal) saluran kencing, umumnya tidak dapat mengeluarkan urine dengan normal. Selain itu, malformasi saluran kencing juga dapat menyebabkan seseorang mengalami atau retensi urine pada uretra.

6. Penyumbatan saluran kencing

Adanya batu atau pembesaran prostat dalam saluran kencing, dapat menyebabkan infeksi di saluran kandungan kemih.

7. Sistem imun lemah

Diabetes dan kondisi lain menyebabkan sistem imun menjadi lemah dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

8. Pemakaian kateter

Infeksi saluran kemih ini sering terjadi pada orang yang tidak dapat berkemih dan harus menggunakan kateter untuk berkemih. Hal ini dapat terjadi pada pasien di rumah sakit dengan kondisi seperti neuropathy uncontrolled urinary function, dan kelumpuhan.

9. Arah membersihkan saluran kencing salah

Bila Anda membersihkan vagina dengan mengusap tangan dari anus ke depan, bakteri yang ada di anus dapat berpindah ke saluran kencing dan menyebabkan infeksi. Agar terhindar dari risiko penyebab infeksi saluran kemih, pastikan Anda membersihkan vagina dari depan ke belakang.

10. Pernah terinfeksi sebelumnya

Jika Anda pernah mengalami penyakit ini, ada kemungkinan infeksi bisa terjadi lagi di kemudian hari.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi akibat infeksi saluran kencing?

Ketika kondisi ini dirawat dengan cepat dan tepat, infeksi saluran kemih bagian bawah jarang menyebabkan komplikasi. Akan tetapi, jika tidak diobati, kondisi ini bisa mendatangkan komplikasi serius.

Komplikasi infeksi saluran kemih dapat meliputi:

  • Infeksi berulang, terutama pada wanita yang mengalami dua atau lebih ISK dalam periode enam bulan atau empat atau lebih dalam setahun.
  • Kerusakan ginjal permanen akibat infeksi ginjal akut atau kronis (pielonefritis) karena infeksi saluran kemih yang tidak diobati.
  • Pada wanita hamil, ada peningkatan risiko untuk melahirkan dengan berat badan lahir rendah atau bayi prematur.
  • Penyempitan uretra (striktur) pada pria akibat uretritis berulang.
  • Sepsis, suatu komplikasi infeksi yang berpotensi mengancam jiwa, terutama jika infeksi berjalan dengan cara naik ke saluran kemih ke ginjal Anda.

Infeksi saluran kemih juga berisiko pada kesehatan jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa respons peradangan tubuh terhadap infeksi dapat memicu pembentukan gumpalan di arteri, tak terkecuali infeksi di saluran kemih.

Hal ini dapat berujung menghalangi aliran darah ke jantung atau otak. Maka dari itu, penting untuk mengobati infeksi pada saluran kemih secara tuntas.

Diagnosis

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan berbagai gejala yang telah Anda rasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan berbagai tes untuk mendiagnosis adanya infeksi pada saluran kemih Anda.

Berikut adalah berbagai pemeriksaan yang mungkin akan Anda jalani.

1. Urinalisis

Urinalisis adalah jenis tes urine yang akan memeriksa adanya sel darah merah, darah putih, dan bakteri pada sampel. Kadar sel darah pada urin dapat menunjukkan apakah saluran kemih telah terinfeksi.

Sampel harus murni berasal dari urine Anda, tidak tercampur dengan cairan tubuh lainnya.

Untuk mendapatkan sampel urine, pasien harus mengambil aliran tengah, yaitu aliran saat di tengah-tengah kencing, bukan aliran di awal ataupun di akhir proses buang air kecil.

2. Kultur urine

Tes ini dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi saluran kemih yang nantinya dapat membantu dokter dalam menentukan obat yang paling ampuh.

Jika dokter curiga infeksi saluran kemih telah menyebabkan penyakit lain atau ketika infeksi tidak kunjung sembuh walau telah diobati, Anda akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Berikut beberapa di antaranya.

3. Ultrasound (USG)

Pemeriksaan ini menggunakan teknologi gelombang suara yang akan memperlihatkan bagian organ di dalam tubuh Anda. Pada penyakit ini, USG menunjukkan gambaran sistem kemih Anda untuk menentukan masalahnya.

Tes ini dilakukan dengan menempelkan alat di atas kulit, sehingga Anda tak perlu melakukan persiapan khusus sebelum menjalaninya.

4. Sistoskopi

Pada prosedur ini, dokter akan memasukkan tabung panjang dan tipis bernama sistoskop yang dilengkapi dengan lensa untuk melihat bagian dalam uretra dan kandung kemih. Nantinya alat ini akan dimasukkan melalui uretra dan menembus ke kandung kemih.

5. CT Scan

CT scan adalah pemindaian menggunakan sinar-X dan komputer untuk melihat masalah yang terjadi di dalam sistem kemih Anda.

Biasanya Anda tidak memerlukan persiapan khusus untuk pemeriksaan ini, tapi ada beberapa pasien yang harus berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum menjalani pemeriksaan.

Beberapa di antaranya adalah pasien yang sedang hamil, memiliki penyakit diabetes atau jantung, dan sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk infeksi saluran kemih?

Pasien akan diresepkan obat antibiotik selama 3 sampai 10 hari sebagai obat infeksi saluran kencing. Jangan lupa minum banyak air untuk membantu mengeluarkan urine. Dianjurkan untuk mengonsumsi jus buah dan vitamin C untuk meningkatkan keasaman urine yang akan akan membantu proses penyembuhan.

Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri ketika Anda mengalami rasa sakit saat berkemih, seperti phenazopyridine. Obat ini akan mengubah warna urine Anda menjadi jingga kemerahan. Obat antinyeri seperti parasetamol atau ibuprofen juga dapat digunakan.

Pasien dapat berendam pada air hangat untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Beristirahatlah yang cukup hingga demam dan nyeri mereda.

Untuk beberapa kasus, seseorang mungkin hanya perlu minum antibiotik selama 3 hari. Akan tetapi, biasanya orang dengan ISK tetap perlu minum obat selama 7 hingga 14 hari.

Pastikan Anda meminum antibiotik hingga yang diresepkan habis. Jangan berhenti minum obat lebih cepat dari anjuran dokter. Banyak orang berhenti minum obat ketika mereka mulai merasa lebih baik, tetapi ini malah bisa meningkatkan risiko infeksi akan muncul kembali.

Jika Anda telah didiagnosis dengan ISK dan gejala berlanjut setelah Anda menggunakan semua obat Anda atau jika gejala Anda tidak jauh lebih baik setelah 2-3 hari perawatan, hubungi dokter Anda.

Cara lain mengobati ISK

Selain menggunakan obat-obatan, ada obat alami infeksi saluran kencing berikut yang juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

1. Melatih kandung kemih

Pelatihan kandung kemih adalah program untuk menyehatkan kandung kemih. Di sini Anda akan dilatih memperkuat otot kandung kemih, belajar banyak minum dan banyak berkemih, dan makan makanan yang mengandung serat.

Untuk anak-anak, pelatihan ulang kandung kemih akan membutuhkan waktu, pemahaman dan kesabaran. Mungkin butuh enam berbulan-bulan hingga setahun untuk mencapai hasil yang diinginkan.

2. Penting untuk banyak minum di siang hari

Penting untuk mengonsumsi banyak cairan di siang hari. Air dapat membantu menyiram ginjal dan kandung kemih secara alami. Minum banyak cairan di pagi hari membantu memastikan volume urine yang cukup di kandung kemih.

3. Pastikan makan makanan berserat

Saat mengalami ISK, tak jarang beberapa orang juga mengalami sembelit. Apabila Anda mengonsumsi cukup serat, ini dapat membantu Anda buang air besar teratur meskipun mengalami ISK.

Contoh makanan yang tinggi serat adalah buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Minum banyak air saat makan makanan berserat tinggi ini penting karena air akan membantu mendorong tinja melalui usus.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi saluran kencing?

Saat mengalami infeksi pada saluran kencing, ada beberapa hal yang bisa membantu Anda mengatasi masalah tersebut. Berikut adalah cara mencegah infeksi saluran kemih.

  • Minumlah 6-8 gelas air per hari. Air dan jus cranberry yang telah disaring dapat membantu mengobati ISK.
  • Jangan lupa untuk jaga kebersihan alat kelamin. Setelah buang air kecil, wanita harus membersihkan bagian kelamin dari depan ke belakang agar bakteri dari anus (belakang) tidak terbawa ke saluran kencing (depan).
  • Hindari douching, yaitu membersihkan vagina dengan menyemprotkan air atau cairan pembersih lainnya ke dalam vagina. Mandilah di bawah shower dan kurangi mandi secara berendam.
  • Kurangi risiko. Wanita harus buang air kecil dan cebok sebelum dan sesudah berhubungan seks saat infeksi saluran kemih. Hindari pemakaian diafragma sperma dan spermisida.
  • Hindari pantangan makanan penderita infeksi saluran kemih.
  • Jangan menahan rasa ingin buang air kecil, segera kosongkan kandung kemih.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda menggunakan kontrasepsi oral. Beberapa antibiotik dapat berinteraksi dengan pil pengontrol kehamilan.
  • Konsumsi antibiotik hingga sembuh total. Dokter Anda dapat memberikan obat antibiotik untuk mencegah penyakit. Selalu habiskan antibiotik meskipun gejala sudah tidak dirasakan untuk menghindari resistensi antibiotik yang dapat mempersulit penanganan infeksi di kemudian hari.
  • Jika anak Anda gemar mandi dengan  bubble bath atau menggunakan sabun yang kuat, pastikan bahwa area kelamminya bersih dibilas sepenuhnya. Pasalnya, area kelamin yang tidak bersih sering menyebabkan anak terkena ISK. Setelah iritasi dimulai, akan terasa sakit saat buang air kecil, menyebabkan anak menahan kencingnya.
  • Jaga agar bagian bawah anak Anda bersih dan kering. Ganti popok (untuk anak-anak) setiap kali basah atau kotor.
  • Ganti celana dalam setiap hari dan setiap celana dalam basah atau kotor.Pakailah celana dalam terbuat dari katun dan hindari celana ketat.
  • Bersihkan penis dengan air setiap hari. Jika penis tidak disunat tarik kembali kulupnya untuk membersihkan dari kerak atau bakteri. Membersihkan kulup penis ini umumnya harus dibersihkan sekali dalam sehari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Osteoarthritis atau pengapuran sendi adalah penyakit yang membuat sendi terasa nyeri dan kaku. Berikut informasi tentang gejala, penyebab dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Infeksi Saluran Kencing pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Infeksi saluran kencing dapat terjadi pada wanita. Bagaimana cara mencegah dan mengobati salah satu penyakit pada sistem urologi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Urologi Lainnya 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Menikmati hidup dapat meningkatkan kebugaran lansia, dan kebugaran juga dibutuhkan untuk bisa menikmati hidup. Caranya? Terapkan gaya hidup sehat ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
gaya hidup sehat lansia
Kebugaran, Hidup Sehat 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan penderita psoriasis

Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
leukosit dalam urine

Hasil Tes Urine Menunjukkan Adanya Sel Darah Putih (Leukosit), Apa Artinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
sel epitel dalam urin

Apa Artinya Jika Terdapat Sel Epitel dalam Urine?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit