Phenazopyridine

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa obat phenazopyridine HCl?

Phenazopyridine adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala yang disebabkan oleh iritasi pada saluran kencing, seperti nyeri dan panas saat buang air kecil, dan rasa yang mendesak untuk buang air kecil secara sering.

Phenazopyridine tidak akan mengobati penyebab iritasi kencing, tetapi dapat membantu meringankan gejala sementara.

Phenazopyridine adalah pewarna yang bekerja sebagai obat penghilang rasa sakit untuk menenangkan lapisan saluran kemih.

Bagaimana aturan minum phenazopyridine HCl?

Minum phenazopyridine biasanya 3 kali sehari setelah makan atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Jika Anda minum obat ini bersama dengan antibiotik untuk gejala yang berhubungan dengan infeksi saluran kencing atau pengobatan mandiri, jangan menggunakannya selama lebih dari 2 hari tanpa berbicara dengan dokter Anda.

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon terhadap terapi. Informasikan dokter Anda jika kondisi Anda tetap atau memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Obat phenazopyridine HCl paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan dengan phenazopyridine.

Bagaimana dosis phenazopyridine HCl untuk orang dewasa?

Dosis phenazopyridine untuk mengobati disuria: 190-200 mg diminum langsung 3 kali sehari sesudah makan. Jangan menggunakan selama lebih dari 2 hari bila digunakan dengan antibakteri kemih.

Bagaimana dosis phenazopyridine HCl untuk anak-anak?

Dosis phenazopyridine untuk anak-anak penderita disuria usia 6-18 tahun: phenazopyridine 12 mg/kg/hari diminum langsung, dibagi dalam 3 dosis selama dua hari. Dosis maksimum: 600 mg / hari.

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Phenazopyridine tablet 100 mg dan 200 mg.

Efek Samping

Apa saja efek samping phenazopyridine HCl yang mungkin terjadi?

Efek samping phenazopyridine yang tidak serius biasanya termasuk:

  • sakit kepala
  • pusing
  • sakit perut
  • gangguan kulit

Namun, hentikan penggunaan phenazopyridine dan hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami salah satu efek samping yang serius berikut ini:

  • kulit pucat, demam, kebingungan, atau kelemahan
  • kulit atau mata menguning
  • kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak kencing sama sekali
  • mengantuk, kebingungan, perubahan mood, rasa haus meningkat, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah
  • pembengkakan, berat badan, merasa sesak napas
  • warna biru atau ungu di kulit Anda

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping, silakan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan phenazopyridine HCl?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama .

Anak-anak

Meskipun tidak ada informasi spesifik membandingkan penggunaan phenazopyridine pada anak-anak dengan pada kelompok usia lainnya, diperkirakan obat ini tidak menyebabkan efek samping yang berbeda atau masalah pada anak-anak seperti halnya pada orang dewasa.

Lansia

Banyak obat-obatan belum diteliti secara khusus pada orang tua. Oleh karena itu, mungkin tidak diketahui apakah obat ini bekerja dengan cara yang sama seperti pada orang dewasa muda. Meskipun tidak ada informasi spesifik yang membandingkan penggunaan phenazopyridine pada orang tua dengan penggunaannya pada kelompok usia lainnya, obat ini tidak diharapkan untuk menimbulkan efek samping yang berbeda atau masalah pada orang tua daripada yang dilakukannya pada orang dewasa muda.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan phenazopyridine HCl?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan phenazopyridine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Kehadiran masalah medis lainnya dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter Anda jika Anda memiliki masalah medis lainnya, terutama:

  • dehidrogenase glukosa-6-fosfat (G6PD) (kekurangan)
  • hepatitis
  • penyakit ginjal – kemungkinan efek samping dapat meningkat

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Tiap wanita mungkin punya kebiasaan yang berbeda. Namun, ada empat hal yang wajib wanita lakukan setelah seks, demi kesehatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Seksual, Tips Seks 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Antibiotik adalah pilihan pertama untuk obat infeksi saluran kencing. Akan tetapi, dari sekian banyak jenis antibiotik yang ada, apa saja yang digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Urologi, Urologi Lainnya 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Banyak hal yang menyebabkan kulit bayi sensitif. Ketahui bagaimana cara penanganan agar kulit bayi Anda terjaga. Seperti apa tips perawatan yang tepat?

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol bukan cuma dialami oleh bayi dan balita. Tak jarang ada orang dewasa yang tak sengaja ngompol, terutama saat seks. Apa penyebab ngompol saat seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab septikemia

Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
disunat

Disunat Atau Tidak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bumetanide

Kenapa Perempuan Wajib Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seks?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mata perih

6 Cara Mengatasi Mata yang Perih dan Terasa Panas Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit