Retrograde Ejaculation

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/08/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu retrograde ejaculation?

Retrograde ejaculation atau ejakulasi terbalik adalah kondisi di mana sperma tidak keluar melalui ujung penis, melainkan masuk ke kandung kemih saat orgasme.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, hal ini dikarenakan otot melingkar yang menutup kandung kemih tidak berfungsi secara normal. Maka dari itu, air mani berjalan mundur dan mengalir ke dalam kandung kemih.

Walaupun Anda tetap dapat mencapai klimaks ketika berhubungan seksual, karena ejakulasi terbalik ini mungkin Anda hanya mengeluarkan hanya sedikit sperma atau tidak sama sekali.

Bisa juga disebut orgasme kering. retrograde ejaculation tidak berbahaya namun dapat menyebabkan masalah kesuburan pada pria.

Seberapa umumkah retrograde ejaculation?

Kondisi yang umum terjadi ketika ejakulasi adalah air mani keluar dari lubang penis.

Maka dari itu, pria yang mempunyai masalah dengan kandung kemih memiliki risiko lebih tinggi mengalami ejakulasi terbalik. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala retrograde ejaculation?

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, ejakulasi retrograde tidak memengaruhi kemampuan Anda mendapat ereksi atau mencapai orgasme.

Namun, saat mencapai klimaks, sperma akan masuk ke dalam kandung kemih bukan keluar dari penis.

Biasanya, pria yang sehat mengalami ejakulasi dan mengeluarkan setengah hingga satu sendok teh air mani ketika orgasme.

Berikut beberapa tanda atau gelaja saat terjadi retrograde ejaculation:

  • Saat ejakulasi, air mani yang keluar sangat sedikit atau tidak ada air mani yang keluar.
  • Ketika mengeluarkan urine, terlihat keruh karena mengandung air mani.
  • Ketidakmampuan untuk membuat wanita menjadi hamil.

Kemungkinan ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograde tergolong tidak membahayakan dan hanya perlu pengobatan apabila Anda berencana untuk mempunyai anak.

Namun, apabila Anda memiliki orgasme kering, temui dokter untuk mengetahui apakah kondisi Anda tidak disebabkan oleh masalah serius lainnya yang perlu ditindaklanjuti.

Masing-masing tubuh bekerja dengan cara yang berbeda. Baiknya diskusikanlah dengan dokter apa yang terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab retrograde ejaculation?

Penyebab utama dari retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograde adalah kandung kemih yang terbuka saat ejakulasi. Kemudian menyebabkan sperma masuk ke dalam kandung kemih.

Ketika akan terjadi orgasme, sperma bercampur dengan cairan lainnya untuk menghasilkan air mani. Seharusnya, otot pada leher kandung kemih menegang sehingga mencegah hasil ejakulasi masuk ke dalam.

Namun, seperti yang sudah dijelaskan di atas retrograde ejaculation terjadi karena otot leher kandung kemih pada pria tidak beerja dengan baik. Akibatnya, sperma tidak keluar dengan seharusnya.

Beberapa kondisi lainnya dapat menyebabkan masalah dengan otot yang kemudian menutup kandung kemih saat ejakulasi, di antaranya:

  • Operasi, seperti operasi bladder neck dan operasi prostat
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu seperti obat untuk tekanan darah tinggi, pembengkakan prostat, dan gangguan emosional.
  • Kerusakan saraf yang disebabkan oleh kondisi kesehatan seperti diabetes, multiple sclerosis, atau cedera tulang belakang.

Lalu, Anda juga harus mengantisipasi apabila penyebab dari retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograde adalah orgasme kering.

Berikut beberapa penyebab terjadinya orgasme kering, yaitu:

  • Operasi pengangkatan prostat (prostatektomi).
  • Operasi pengangkatan kandung kemih (kistektomi).
  • Terapi radiasi untuk mengobati kanker di derah panggul.

Apakah bisa terjadi komplikasi?

Kondisi ejakulasi retrograde atau ejakulasi terbalik tidak menyebabkan rasa sakit atau komplikasi kesehatan yang serius.

Namun, ada kemungkinan saat Anda mengetahui air mani tidak keluar akan terjadi perasaan tertekan sehingga mengganggu kenikmatan seksual.

Hal ini pun bisa berujung mengalami stres serta masalah kesuburan. Perlu diketahui bahwa tingkat masalah kesuburan ejakulasi terbalik adalah sekitar 0,3 hingga 2 persen.

Kondisi ini bukan berarti terjadi kelainan sperma atau tidak sehat, tetapi karena sperma tidak sampai menuju sel telur.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk retrograde ejaculation?

Anda memiliki risiko mengalami retrograde ejaculation atau ejakulasi terbalik lebih tinggi apabila:

  • Anda mengidap diabetes atau multiple sclerosis.
  • Anda pernah menjalani operasi prostat atau kandung kemih.
  • Anda menggunakan obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau gangguan emosional.
  • Anda pernah mengalami cedera tulang belakang.

Tidak adanya faktor-faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat mengalami retrograde ejaculation.

Berapa lama terjadinya ejakulasi retrograde?

Belum ada perhitungan yang pasti akan berapa lama Anda mengalami kondisi ini karena dilihat terlebih dahulu apa penyebabnya.

Apabila ejakulasi terbalik terjadi karena efek samping pengobatan, maka akan berhenti ketika dokter mengganti dengan jenis obat berbeda.

Namun, ketika penyebabnya berupa kerusakan otot atau saraf yang cuku parah, mungkin kondisinya bisa permanen.

Faktor-faktor ini hanya merupakan referensi, konsultasikanlah pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk Retrograde Ejaculation?

Ejakulasi retrograde atau ejakulasi terbalik tergolong tidak berbahaya, tidak menyakitkan, dan tidak masalah jika tidak diobati.

Akan tetapi, kondisi ini dapat menyebabkan kemandulan atau masalah kesuburan pada pria.

Pengobatan ejakulasi terbalik termasuk pembedahan untuk memperbaiki otot sfingter dalam saluran kandung kemih juga mengeluarkan sperma yang sudah bocor dan terkumpul di kandung kemih.

Jika kondisi Anda tidak perlu dibedah, dokter mungkin meresepkan Anda beberapa obat tertentu.

Namun, hal ini berlaku apabila ejakulasi terbalik bukan disebabkan oleh operasi yang menyebabkan perubahan permanen pada anatomi.

Beberapa obat-obatan yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi kondisi ini, diantaranya adalah:

  • Imipramine
  • Chlorpheniramine
  • Brompheniramine
  • Pseudoefedrin
  • Fenilefrin

Perlu diketahui apabila obat-obatan ini dapat membantu menjaga otot leher kandung kemih tetap tertutup selama ejakulasi.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk meminimalisir terjadinya efek samping berkepanjangan.

Saat mendiagnosis retrograde ejaculation, dokter mungkin akan melakukan beberapa hal di bawah ini, seperti:

  • Menanyakan beberapa pertanyaan mengenai gejala-gejala yang dialami dan berapa lama Anda mengalaminya.
  • Dokter Anda juga mungkin akan bertanya mengenai masalah kesehatan, operasi, atau riwayat kanker dan obat-obatan yang dikonsumsi.
  • Melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan penis, testis, dan rektum Anda.
  • Pemeriksaan urine untuk melihat adanya sperma setelah orgasme. Prosedur ini biasanya dilakukan di tempat praktik dokter.
  • Dokter akan meminta Anda untuk mengosongkan kandung kemih, masturbasi hingga mencapai klimaks.
  • Kemudian menyediakan sampel urine untuk analisis laboratorium. Apabila terdapat volume sperma yang tinggi, Anda mengalami retrograde ejaculation.
  • Menanyakan temtang operasi, atau riwayat kanker dan obat-obatan yang dikonsumsi

Apabila mengalami orgasme kering namun dokter tidak menemukan sperma di kandung kemih, Anda mungkin mempunyai masalah lainnya seperti produksi sperma menurun.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi retrograde ejaculation:

  • Pertahankan kadar gula darah dan hindari obat-obatan yang memicu retrograde ejaculation.
  • Temui dokter secepatnya setelah menemukan gejala-gejala.
  • Lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Ikuti instruksi dokter termasuk ketika Anda sedang melakukan program hamil.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Mencapai Klimaks, Tapi Kok Penis Tidak ‘Basah’?

Saat berhubungan seksual, orgasme kering pada pria mungkin terjadi. Apa itu orgasme kering? Cari tahu infonya di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29/05/2019 . Waktu baca 4 menit

4 Bahaya Suplemen Testosteron Jika Diminum Sembarangan

Meski bermanfaat untuk meningkatkan gairah bercinta, suplemen testosteron menyimpan risiko penyakit jantung jika digunakan sembarangan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Perawatan Pria, Hidup Sehat 25/12/2018 . Waktu baca 3 menit

Pria Harus Ejakulasi Seberapa Cepat untuk Dikatakan Punya Ejakulasi Dini?

1 dari 3 pria di dunia ini pernah terlalu cepat ejakulasi sekali seumur hidup. Harus berapa cepat air mani keluar untuk dikatakan ejakulasi dini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30/11/2018 . Waktu baca 3 menit

Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita dan Pria yang Umum Terjadi

Masalah kesehatan reproduksi bisa terjadi pada wanita atau pria. Apa saja masalah yang mungkin terjadi dan ke mana harus memeriksakannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 27/11/2018 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

seberapa sering ejakulasi

Seberapa Sering Pria Harus Ejakulasi untuk Menjaga Kesehatannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 4 menit
menahan ejakulasi atau menunda ejakulasi

Sengaja Menahan Ejakulasi? Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 21/01/2020 . Waktu baca 4 menit
cara agar pria tahan lama di ranjang

Khusus untuk Pria, Ini 5 Cara Agar Berhubungan Intim Tahan Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 17/07/2019 . Waktu baca 4 menit
menjaga kesehatan reproduksi

5 Prinsip Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pria dan Wanita

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 09/07/2019 . Waktu baca 6 menit