Retrograde Ejaculation

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu Retrograde Ejaculation?

Retrograde ejaculation adalah kondisi di mana sperma tidak keluar melainkan masuk ke kandung kemih saat orgasme. Walaupun Anda tetap dapat mencapai klimaks seksual, mungkin Anda mengeluarkan hanya sedikit sperma atau tidak sama sekali. Terkadang ini disebut orgasme kering. retrograde ejaculation tidak berbahaya namun dapat menyebabkan kemandulan pada pria.

Gejala retrograde ejaculation, penyebab retrograde ejaculation, dan obat retrograde ejaculation, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah Retrograde Ejaculation?

Pria yang memiliki masalah yang terkait dengan kandung kemih memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kondisi ini. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Retrograde Ejaculation?

Retrograde ejaculation tidak mempengaruhi kemampuan Anda mendapat ereksi atau mencapai orgasme, namun saat Anda mencapai klimaks, sperma akan masuk ke dalam kandung kemih bukan keluar dari penis. Di samping itu, setelah mencapai klimaks, urin Anda mungkin menjadi keruh karena mengandung sperma.

Kemungkinan ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Retrograde ejaculation tidak membahayakan dan hanya perlu pengobatan apabila Anda berencana untuk mempunyai anak. Namun demikian, bila Anda memiliki orgasme kering, temui dokter Anda untuk mengetahui apakah kondisi Anda tidak disebabkan oleh masalah serius lain yang perlu ditindaklanjuti. Masing-masing tubuh bekerja dengan cara yang berbeda. Baiknya diskusikanlah dengan dokter apa yang terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab Retrograde Ejaculation?

Penyebab-penyebab dari retrograde ejaculation kemungkinan adalah kandung kemih yang masih terbuka saat ejakulasi dan kemudian menyebabkan sperma masuk ke dalam kandung kemih.

Beberapa kondisi dapat menyebabkan masalah dengan otot yang kemudian menutup kandung kemih saat ejakulasi, di antaranya:

  • Operasi, seperti operasi bladder neck dan operasi prostat
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu seperti obat-obatan yang menangani tekanan darah tinggi, pembengkakan prostat, dan gangguan emosional.
  • Kerusakan saraf yang disebabkan oleh kondisi kesehatan seperti diabetes, multiple sclerosis, atau cedera tulang belakang

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk Retrograde Ejaculation?

Anda memiliki risiko retrograde ejaculation lebih tinggi apabila:

  • Anda mengidap diabetes atau multiple sclerosis
  • Anda pernah menjalani operasi prostat atau kandung kemih
  • Anda menggunakan obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau gangguan emosional
  • Anda pernah mengalami cedera tulang belakang

Tidak adanya faktor-faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat mengalami retrograde ejaculation. Faktor-faktor ini hanya merupakan referensi, konsultasikanlah pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk Retrograde Ejaculation?

Untuk mendiagnosis retrograde ejaculation, dokter Anda mungkin akan:

  • Menanyakan beberapa pertanyaan mengenai gejala-gejala yang Anda alami dan berapa lama Anda mengalami gejala-gejala tersebut. Dokter Anda juga mungkin akan bertanya mengenai masalah kesehatan, operasi, atau riwayat kanker dan obat-obatan yang dikonsumsi
  • Melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan penis, testis, dan rektum Anda
  • Pemeriksaan urin untuk melihat adanya sperma setelah orgasme. Prosedur ini biasanya dilakukan di tempat praktik dokter. Dokter akan meminta Anda untuk mengosongkan kandung kemih, masturbasi hingga mencapai klimaks, dan kemudian menyediakan sampel urin untuk analisis laboratorium. Apabila terdapat volume sperma yang tinggi pada urin Anda, Anda mengidap retrograde ejaculation
  •  operasi, atau riwayat kanker dan obat-obatan yang dikonsumsi
  • Melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan penis, testis, dan rektum Anda
  • Pemeriksaan urin untuk melihat adanya sperma setelah orgasme. Prosedur ini biasanya dilakukan di tempat praktik dokter. Dokter akan meminta Anda untuk mengosongkan kandung kemih, masturbasi hingga mencapai klimaks, dan kemudian menyediakan sampel urin untuk analisis laboratorium. Apabila terdapat volume sperma yang tinggi pada urin Anda, Anda mengidap retrograde ejaculation

Apabila Anda mengalami orgasme kering namun dokter Anda tidak menemukan sperma di kandung kemih, Anda mungkin mempunyai masalah dengan produksi sperma.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Retrograde Ejaculation?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi retrograde ejaculation:

  • Pertahankan kadar gula darah dan hindari obat-obatan yang memicu retrograde ejaculation
  • Temui dokter secepatnya setelah menemukan gejala-gejala
  • Lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda
  • Ikuti instruksi dokter

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Kulup Penis Tidak Bisa Tertarik ke Belakang, Apa Penyebabnya?

    Kulit kulup penis yang tidak disunat umumnya bisa ditarik ke belakang atau akan mengerut mundur saat ereksi. Apa penyebabnya jika tidak? Bahayakah?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Mengapa Seks Setelah Olahraga Terasa Sangat Menggairahkan?

    Gairah seksual Anda lebih meningkat setelah olahraga. Oleh karena itu, seks setelah olahraga dianggap waktu yang tepat. Mengapa? Simak di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina

    Waspada Bahaya Pakai Pantyliner Setiap Hari

    Banyak wanita memilih untuk pakai pantyliner setiap hari. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini ternyata berisiko? Yuk, cari tahu serba-serbinya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    Seperti Ini 7 Ciri dan Karakteristik Penis yang Sehat

    Pernahkah Anda bertanya-tanya, "Apakah penis saya normal?" atau apakah penis bengkok merupakan penis yang sehat? Cari tahu di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara agar pria tahan lama di ranjang

    Khusus untuk Pria, Ini 5 Cara Agar Berhubungan Intim Tahan Lama

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 17/07/2019
    menjaga kesehatan reproduksi

    5 Prinsip Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pria dan Wanita

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 09/07/2019
    masalah seksual

    3 Masalah Seksual yang Sering Dihadapi Penyandang Disabilitas

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 29/01/2019
    masalah kesehatan reproduksi

    Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita dan Pria yang Umum Terjadi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 27/11/2018