Retrograde Ejaculation

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu retrograde ejaculation?

Retrograde ejaculation atau ejakulasi terbalik adalah kondisi di mana sperma tidak keluar melalui ujung penis, melainkan masuk ke kandung kemih saat orgasme.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, hal ini dikarenakan otot melingkar yang menutup kandung kemih tidak berfungsi secara normal.

Maka dari itu, air mani berjalan mundur dan mengalir ke dalam kandung kemih.

Walaupun Anda tetap dapat mencapai klimaks ketika berhubungan seksual, karena ejakulasi terbalik ini mungkin Anda hanya mengeluarkan hanya sedikit sperma atau tidak sama sekali.

Bisa juga disebut orgasme kering, retrograde ejaculation tidak berbahaya namun dapat menyebabkan infertilitas pada pria.

Seberapa umumkah retrograde ejaculation?

Kondisi yang umum terjadi ketika ejakulasi adalah air mani keluar dari lubang penis.

Maka dari itu, pria yang mempunyai masalah dengan kandung kemih memiliki risiko lebih tinggi mengalami ejakulasi terbalik.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala retrograde ejaculation?

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, ejakulasi retrograde tidak memengaruhi kemampuan Anda mendapat ereksi atau mencapai orgasme.

Namun, saat mencapai klimaks, sperma akan masuk ke dalam kandung kemih bukan keluar dari penis.

Biasanya, pria yang sehat mengalami ejakulasi dan mengeluarkan setengah hingga satu sendok teh air mani ketika orgasme.

Berikut beberapa tanda atau gelaja saat terjadi retrograde ejaculation:

  • Saat ejakulasi, air mani yang keluar sangat sedikit atau tidak ada air mani yang keluar.
  • Ketika mengeluarkan urine, terlihat keruh karena mengandung air mani.
  • Ketidakmampuan untuk membuat wanita menjadi hamil.

Kemungkinan ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograde tergolong tidak membahayakan dan hanya perlu pengobatan apabila Anda berencana untuk mempunyai anak.

Namun, apabila Anda memiliki orgasme kering, temui dokter untuk mengetahui apakah kondisi Anda tidak disebabkan oleh masalah serius lainnya yang perlu ditindaklanjuti.

Masing-masing tubuh bekerja dengan cara yang berbeda. Baiknya diskusikanlah dengan dokter apa yang terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab retrograde ejaculation?

Penyebab utama dari retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograde adalah kandung kemih yang terbuka saat ejakulasi. Kemudian menyebabkan sperma masuk ke dalam kandung kemih.

Ketika akan terjadi orgasme, sperma bercampur dengan cairan lainnya untuk menghasilkan air mani.

Seharusnya, otot pada leher kandung kemih menegang sehingga mencegah hasil ejakulasi masuk ke dalam.

Namun, retrograde ejaculation terjadi karena otot leher kandung kemih pada pria tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, sperma tidak keluar dengan seharusnya.

Beberapa kondisi lainnya dapat menyebabkan masalah dengan otot yang kemudian menutup kandung kemih saat ejakulasi, di antaranya:

  • Operasi, seperti operasi bladder neck dan operasi prostat
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu seperti obat untuk tekanan darah tinggi, pembengkakan prostat, dan gangguan emosional.
  • Kerusakan saraf yang disebabkan oleh kondisi kesehatan seperti diabetes, multiple sclerosis, atau cedera tulang belakang.

Lalu, Anda juga harus mengantisipasi apabila penyebab dari retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograde adalah orgasme kering.

Berikut beberapa penyebab terjadinya orgasme kering, yaitu:

  • Operasi pengangkatan prostat (prostatektomi).
  • Operasi pengangkatan kandung kemih (kistektomi).
  • Terapi radiasi untuk mengobati kanker di derah panggul.

Apakah bisa terjadi komplikasi?

Kondisi ejakulasi retrograde atau ejakulasi terbalik tidak menyebabkan rasa sakit atau komplikasi kesehatan yang serius.

Namun, ada kemungkinan saat Anda mengetahui air mani tidak keluar akan terjadi perasaan tertekan sehingga mengganggu kenikmatan seksual.

Hal ini pun bisa berujung mengalami stres serta masalah kesuburan. Perlu diketahui bahwa tingkat masalah kesuburan ejakulasi terbalik adalah sekitar 0,3 hingga 2 persen.

Kondisi ini bukan berarti terjadi kelainan sperma atau tidak sehat, tetapi karena sperma tidak sampai menuju sel telur.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk retrograde ejaculation?

Anda memiliki risiko mengalami retrograde ejaculation atau ejakulasi terbalik lebih tinggi apabila:

  • Anda mengidap diabetes atau multiple sclerosis.
  • Anda pernah menjalani operasi prostat atau kandung kemih.
  • Anda menggunakan obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau gangguan emosional.
  • Anda pernah mengalami cedera tulang belakang.

Tidak adanya faktor-faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat mengalami retrograde ejaculation.

Berapa lama terjadinya ejakulasi retrograde?

Belum ada perhitungan yang pasti akan berapa lama Anda mengalami kondisi ini karena dilihat terlebih dahulu apa penyebabnya.

Apabila ejakulasi terbalik terjadi karena efek samping pengobatan, maka akan berhenti ketika dokter mengganti dengan jenis obat berbeda.

Namun, ketika penyebabnya berupa kerusakan otot atau saraf yang cuku parah, mungkin kondisinya bisa permanen.

Faktor-faktor ini hanya merupakan referensi, konsultasikanlah pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk retrograde ejaculation?

Ejakulasi retrograde atau ejakulasi terbalik tergolong tidak berbahaya, tidak menyakitkan, dan tidak masalah jika tidak diobati.

Akan tetapi, kondisi ini dapat menyebabkan kemandulan atau masalah kesuburan pada pria.

Pengobatan ejakulasi terbalik bisa dilakukan dengan cara pembedahan.

Ini dilakukan unutk memperbaiki otot sfingter dalam saluran kandung kemih juga mengeluarkan sperma yang sudah bocor dan terkumpul di kandung kemih.

Jika kondisi Anda tidak perlu dibedah, dokter mungkin meresepkan Anda beberapa obat tertentu.

Namun, hal ini berlaku apabila ejakulasi terbalik bukan disebabkan oleh operasi yang menyebabkan perubahan permanen pada anatomi.

Beberapa obat-obatan yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi kondisi ini, diantaranya adalah:

  • Imipramine
  • Chlorpheniramine
  • Brompheniramine
  • Pseudoefedrin
  • Fenilefrin

Perlu diketahui apabila obat-obatan ini dapat membantu menjaga otot leher kandung kemih tetap tertutup selama ejakulasi.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk meminimalisir terjadinya efek samping berkepanjangan.

Saat mendiagnosis retrograde ejaculation, dokter mungkin akan melakukan beberapa hal di bawah ini, seperti:

  • Menanyakan beberapa pertanyaan mengenai gejala-gejala dan berapa lama Anda mengalaminya.
  • Dokter mungkin akan bertanya mengenai masalah kesehatan, operasi, atau riwayat kanker dan obat-obatan yang dikonsumsi.
  • Melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan penis, testis, dan rektum.
  • Pemeriksaan urine untuk melihat adanya sperma setelah orgasme. Prosedur ini biasanya dilakukan di tempat praktik dokter.
  • Dokter akan meminta Anda untuk mengosongkan kandung kemih, masturbasi hingga mencapai klimaks.
  • Kemudian menyediakan sampel urine untuk analisis laboratorium.
  • Apabila terdapat volume sperma yang tinggi, Anda mengalami retrograde ejaculation.
  • Menanyakan temtang operasi, atau riwayat kanker dan obat-obatan yang dikonsumsi.

Apabila mengalami orgasme kering tetapi dokter tidak menemukan sperma di kandung kemih, Anda mungkin mempunyai masalah lainnya seperti produksi sperma menurun.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi retrograde ejaculation:

  • Pertahankan kadar gula darah dan hindari obat-obatan yang memicu retrograde ejaculation.
  • Temui dokter secepatnya setelah menemukan gejala-gejala.
  • Lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan.
  • Ikuti instruksi dokter termasuk ketika Anda sedang melakukan program hamil.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Prinsip Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pria dan Wanita

Menjaga kesehatan sistem reproduksi bukan cuma urusan wanita. Sama penting bagi pria untuk memelihara organ reproduksinya agar bisa mendapat keturunan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 Juli 2019 . Waktu baca 6 menit

Sudah Mencapai Klimaks, Tapi Kok Penis Tidak ‘Basah’?

Saat berhubungan seksual, orgasme kering pada pria mungkin terjadi. Apa itu orgasme kering? Cari tahu infonya di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Sulit Punya Anak, Mungkin Anda Memiliki Varikokel

Varikokel disebut-sebut sebagai salah satu penyebab seorang pria menjadi tidak subur. Lantas, apa seorang pria dengan varikokel masih bisa memiliki anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Kesuburan, Kehamilan 14 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Azoospermia, Ketika Air Mani Pria Tidak Mengandung Sperma

Sekiranya 15% pria yang tidak subur disebabkan oleh azoospermia. Jika Anda belum juga punya momongan setelah tahunan berusaha, bisa jadi ini penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Februari 2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hormon gnrh dengan kesuburan

Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
seberapa sering ejakulasi

Seberapa Sering Pria Harus Ejakulasi untuk Menjaga Kesehatannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 4 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
masa hidup sperma setelah ejakulasi

Sengaja Menahan Ejakulasi? Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
cara agar pria tahan lama di ranjang

Khusus untuk Pria, Ini 5 Cara Agar Berhubungan Intim Tahan Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit