Impoten (Disfungsi Ereksi)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu impoten?

Impoten atau disfungsi ereksi adalah kondisi ketika pria tidak bisa atau ketidakmampuan mendapatkan juga mempertahankan ereksi secara optimal saat sedang berhubungan seks.

Dikutip dari Mayo Clinic, memiliki masalah ereksi dari waktu ke waktu tidak selalu memprihatinkan. Namun, jika Anda mengalaminya, ada kemungkinan akan merasa stres, percaya diri berkurang, dan mengalami masalah pada hubungan.

Masalah disfungsi ereksi juga bisa menjadi tanda gangguan kesehatan lainnya yang membutuhkan perawatan. Kondisi ini juga bisa menjadi risiko penyakit jantung.

Seberapa umumkah disfungsi ereksi?

Impoten atau disfungsi ereksi memengaruhi pria dari segala ras dan seluruh bagian di dunia. Pria biasanya memiliki impoten setelah mereka tua. Sebagai contoh, impoten terjadi pada:

  • 26 persen pria dewasa di bawah 40 tahun.
  • Sekitar 12 persen pria yang lebih muda dari 60 tahun.
  • 22 persen pria usia 60-69 tahun.
  • 30 persen pria usia 70 tahun ke atas.

Bisa dikatakan, impoten umum terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Akan tetapi, itu bukan bagian alami dari penuaan. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko.

Begitu juga ketika Anda mengalami impotensi secara rutin. Sebaiknya berkonsultasi dan diobati dengan dokter.

Apakah impoten berhubungan dengan infertilitas?

Masalah kesuburan atau infertilitas pada pria dapat terjadi karena adanya faktor-faktor tertentu. Ketika kepuasan seksual menurun, maka akan terjadi beban psikologis.

Hal ini pula yang menjadikan impoten serta infertilitas berhubungan. Salah satu gejala dari infertilitas adalah ketika pria mempunyai masalah dengan fungsi seksual seperti disfungsi ereksi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala impoten?

Gejala utama disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan penis untuk mencapai ereksi walaupun sudah mendapatkan rangsangan atau kesulitan mempertahankan penis terus ereksi sehingga tidak bisa ejakulasi sampai kegiatan seks berakhir.

Berikut beberapa ciri-ciri impoten yang mungkin terjadi, seperti:

  • Bisa ereksi kadang-kadang meskipun tidak setiap waktu.
  • Bisa ereksi, namun tidak berlangsung cukup lama untuk seks.
  • Benar-benar tidak bisa ereksi.

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Dokter adalah tempat yang baik untuk mulai mencari tahu informasi apabila memiliki masalah ereksi. Segera temui dokter jika Anda mengalami:

  • Anda khawatir tentang ereksi atau pengalaman masalah seksual lainnya, termasuk impoten, seperti ejakulasi dini atau telat ejakulasi.
  • Anda memiliki diabetes, penyakit jantung, atau kondisi kesehatan lainnya yang bisa terkait impoten
  • Anda punya gejala lain bersama dengan impoten.

Penyebab

Apa penyebab impoten?

Gairah seksual pria merupakan proses yang cukup kompleks. Hal ini karena melibatkan otak, hormon, emosi, saraf, otot, serta pembuluh darah.

Kombinasi dari penyebab fisik dan psikologis merupakan penyebab utama impoten.

Misalnya, kondisi fisik memperlambat respons seksual Anda sehingga berujung pada kecemasan mempertahankan ereksi.

Kecemasan inilah yang memperburuk disfungsi ereksi sehingga bisa menjadi penyebab impoten di usia muda.

Fungsi ereksi normal dapat dipengaruhi oleh masalah dengan salah satu sistem berikut ini:

  • Gangguan yang membuat aliran darah lebih rendah atau kerusakan saraf di penis.
  • Kerusakan saraf penis bisa diakibatkan dari operasi panggul atau perut.
  • Gangguan hormon.

Penyebab fisik

Cukup banyak kasus impotensi yang disebabkan oleh fisik, yaitu meliputi:

  • Penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah.
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol Tinggi
  • Obesitas dan sindrom metabolik
  • Penyakit Parkinson
  • Gangguan hormonal, termasuk kondisi tiroid dan defisiensi testosteron
  • Kelainan struktural atau anatomi penis, seperti penyakit Peyronie
  • Perawatan untuk penyakit prostat
  • Komplikasi bedah
  • Cedera di daerah panggul atau sumsum tulang belakang
  • Terapi radiasi ke daerah panggul.

Penyebab psikologis

Otak mempunyai peran utama dalam memicu ereksi yang dimulai dari merasakan rangsangan seksual. Namun, ada kondisi ketika perasaan seksual terganggu sehingga menimbulkan impotensi atau disfungsi ereksi.

Berikut hal-hal yang menjadi penyebab psikologis impoten, yaitu:

  • Merasa bersalah
  • Stres
  • Takut akan keintiman
  • Depresi
  • Kecemasan berat
  • Masalah hubungan dengan pasangan

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko disfungsi ereksi?

Bertambahnya usia bisa menjadi faktor lainnya yang membuat Anda sulit ereksi atau mengeluarkan air mani.

Beragam faktor risiko terjadinya disfungsi ereksi, termasuk:

  • Kondisi medis, terutama diabetes atau kondisi jantung.
  • Konsumsi tembakau, yang membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Perawatan medis tertentu, seperti operasi prostat atau pengobatan radiasi untuk kanker
  • Cedera, terutama jika merusak saraf atau pembuluh darah yang mengontrol ereksi
  • Obat, termasuk antidepresan, antihistamin, dan obat-obatan untuk mengobati kondisi tekanan darah tinggi, nyeri, atau prostat
  • Kondisi psikologis, seperti stres, kecemasan, atau depresi
  • Penggunaan narkoba dan alkohol.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk impoten?

Secara umum, tidak ada perawatan atau obat utama yang khusus untuk impoten. Pengobatan dilakukan sesuai dengan penyebab.

Dalam beberapa hal, kondisi ini pun tidak bisa disembuhkan tetapi masih bisa diatasi.

Berikut adalah pilihan cara mengobati impoten atau disfungsi ereksi:

Obat minum

Dokter Anda mungkin dapat membuat resep pil untuk mengobati impoten. Obat umum meliputi: sildenafil (viagra), vardenafil (levitra, staxyn), tadalafil (cialis), avanafil (stendra).

Jika kesehatan Anda secara umum masih baik, dokter mungkin meresepkan salah satu obat-obatan ini.

Semua pil yang direkomendasi bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis. Namun, tidak bisa membuat ereksi otomatis. Anda mungkin perlu bereksperimen untuk mengetahui seberapa cepat pil bereaksi.

Terapi hormon testosteron

Terapi hormon testosteron diklaim dapat meningkatkan energi, suasana hati, serta meningkatkan gairah seksual. Namun, pengobatan ini tidak dianjurkan apabila kadar hormon tergolong normal karena mempunyai efek samping lainnya.

Perangkat vakum

Cara lain untuk mengobati disfungsi ereksi adalah dengan menggunakan alat tabung vakum yang dirancang khusus. Caranya dengan menempatkan penis ke dalam tabung yang terhubung ke pompa.

Hal ini bisa membuat darah akan mengalir ke penis dan membuatnya lebih besar dan lebih kencang. 75 dari 100 pria bisa mengalami ejakulasi setelah menggunakan alat ini.

Pengobatan lainnya

  • Terapi injeksi. Perawatan ini menggunakan alprostadil ke sisi penis dengan menggunakan jarum yang sangat halus
  • Terapi intrauretral (IU). Melakukan injeksi ke badan penis serta saluran kencing yang berfungsi melebarkan pembuluh darah di penis.
  • Perawatan bedah. Merupakan perawatan bedah dengan melakukan implan penis.

Di samping itu dokter juga bisa menggunakan terapi psikologis untuk memperbaiki faktor mental dan perasaan, jika itu penyebab disfungsi ereksi Anda.

Hal ini mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk diperbaiki dan perlu menggunakan beberapa metode.

Apa tes yang umum dilakukan untuk disfungsi ereksi?

Bagi kebanyakan pria, pemeriksaan fisik dan menjawab pertanyaan (sejarah medis) adalah hal yang diperlukan dokter untuk mendiagnosis impoten.

Tes untuk mengetahui kondisi penyebab dari impoten yaitu:

  • Tes darah. Sampel darah diperlukan untuk memeriksa tanda-tanda penyakit jantung, diabetes, kadar testosteron yang rendah, dan kondisi kesehatan lainnya.
  • Tes urin. Seperti tes darah, tes urin digunakan untuk mencari tanda-tanda diabetes dan kondisi kesehatan lain yang mendasar.
  • Ultrasound (USG). Tes ini biasanya menghasilkan gambar yang akan jadi petunjuk bagi dokter jika Anda memiliki masalah aliran darah.

Tes ini kadang-kadang dilakukan dengan kombinasi suntikan obat ke dalam penis untuk merangsang aliran darah dan menghasilkan ereksi.

Uji ereksi semalam

Kebanyakan pria mengalami ereksi saat tidur tanpa mengingatnya. Tes sederhana ini melibatkan perangkat yang akan mengukur jumlah dan kekuatan ereksi yang dicapai dalam semalam.

Ini dapat membantu menentukan apakah impoten atau disfungsi ereksi Anda disebabkan oleh kondisi psikologis atau fisik.

Uji psikologis

Dokter mungkin bertanya beberapa pertanyaan untuk mendeteksi depresi dan penyebab psikologis lainnya dari disfungsi ereksi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan?

Bagi kebanyakan pria, disfungsi ereksi disebabkan atau diperburuk oleh pilihan gaya hidup. Ini merupakan hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi:

  • Berhenti merokok.
  • Penurunan berat badan. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan – atau memperburuk – impoten.
  • Olahraga teratur dapat mengurangi stres serta meningkatkan aliran darah dalam tubuh.
  • Menjalani terapi tertentu. Minum alkohol terlalu banyak atau menggunakan obat-obatan terlarang dapat memperburuk disfungsi ereksi.
  • Mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran hijau, biji-bijian, ikan, dan sumber makanan laut lainnya.
  • Selesaikan masalah hubungan dengan pasangan. Pertimbangkan konseling pernikahan jika mengalami kesulitan meningkatkan komunikasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah lebih lanjut dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hemokromatosis

Hemokromatosis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit