Impoten (Disfungsi Ereksi)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu impoten?

Impoten atau disfungsi ereksi adalah ketika Anda tidak bisa ereksi secara optimal untuk berhubungan seks. Anda mungkin memiliki impoten jika:

  • Bisa ereksi kadang-kadang meskipun tidak setiap waktu
  • Bisa ereksi, namun tidak berlangsung cukup lama untuk seks
  • Benar-benar tidak bisa ereksi

Dikutip dari Mayo Clinic, memiliki masalah ereksi dari waktu ke waktu tidak selalu memprihatinkan. Namun, jika Anda mengalami impoten, Anda mungkin akan merasa stres, percaya diri berkurang, dan mengalami masalah pada hubungan Anda.

Masalah ereksi dan mempertahankannya juga bisa menjadi tanda kesehatan lainnya yang membutuhkan perawatan. Kondisi ini juga bisa menjadi risiko penyakit jantung

Seberapa umumkah disfungsi ereksi?

Disfungsi ereksi memengaruhi pria dari segala ras dan seluruh bagian di dunia. Pria biasanya memiliki impoten setelah mereka tua. Sebagai contoh, impoten terjadi dalam:

Ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Silakan berdiskusi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala impoten?

Gejala utama disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk ereksi atau ketidakmampuan mempertahankan ereksi sampai kegiatan seks berakhir. Jika penyebabnya psikologis, ini mungkin diakibatkan kecemasan, perubahan mood, depresi, insomnia, dan kekhawatiran tentang kinerja seksual.

Jika penyebabnya adalah fisik, gejala penyakit medis biasanya termasuk sirkulasi yang buruk di kaki, nyeri dada, sesak napas saat olahraga (mungkin sakit jantung). Diabetes juga sering dikaitkan dengan disfungsi ereksi.

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Dokter keluarga adalah tempat yang baik untuk memulai ketika Anda memiliki masalah ereksi. Temui dokter Anda jika:

  • Anda khawatir tentang ereksi Anda atau pengalaman masalah seksual lainnya, termasuk impoten, seperti ejakulasi dini atau telat ejakulasi
  • Anda memiliki diabetes, penyakit jantung, atau kondisi kesehatan lainnya yang bisa terkait impoten
  • Anda punya gejala lain bersama dengan impoten.

Penyebab

Apa penyebab impoten?

Fungsi ereksi normal dapat dipengaruhi oleh masalah dengan salah satu sistem berikut ini:

  • Gangguan yang membuat aliran darah lebih rendah atau kerusakan saraf di penis
  • Kerusakan saraf penis bisa diakibatkan dari operasi panggul atau perut (terutama operasi prostat), terapi radiasi, penyakit tulang belakang, diabetes
  • Gangguan hormon

Faktor-faktor lain termasuk stroke, merokok, alkohol, dan obat-obatan. Obat-obatan sering menyebabkan disfungsi ereksi (terutama pada pria lebih tua) termasuk antihipertensi, antidepresan, beberapa obat penenang, cimetidine, digoxin, diuretik, dan obat-obatan terlarang.

Penyebab fisik

Dirangkum dari Medical News Today, berikut adalah penyebab fisik dari impoten:

  • Penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol Tinggi
  • Obesitas dan sindrom metabolik
  • Penyakit Parkinson
  • Multiple sclerosis
  • Gangguan hormonal, termasuk kondisi tiroid dan defisiensi testosteron
  • Kelainan struktural atau anatomi penis, seperti penyakit Peyronie
  • Merokok, alkoholisme, dan penyalahgunaan zat, termasuk penggunaan kokain
  • Perawatan untuk penyakit prostat
  • Komplikasi bedah
  • Cedera di daerah panggul atau sumsum tulang belakang
  • Terapi radiasi ke daerah panggul. 

Penyebab psikologis

Pada kasus yang langka, seorang pria dapat menderita impoten dan mungkin tidak pernah mencapai ereksi. Ini disebut sebagai impoten primer dan penyebabnya hampir selalu bersifat psikologis, jika tidak ada kelainan anatomi yang jelas atau masalah fisiologis. Faktor semacam itu dapat meliputi:

  • Merasa bersalah
  • Takut akan keintiman
  • Depresi
  • Kecemasan berat.

Sebagian besar kasus impoten adalah bentuk sekunder. Ini berarti bahwa fungsi ereksi sudah normal, tetapi menjadi bermasalah. Penyebab masalah biasanya berupa fisik. 

Dalam kasus yang langka, faktor psikologis menyebabkan impoten, mulai dari penyakit kesehatan mental yang dapat diobati hingga kondisi emosi sehari-hari yang dialami sebagian besar orang pada suatu waktu. 

Penting untuk dicatat bahwa mungkin ada tumpang tindih antara penyebab medis dan psikososial. Sebagai contoh, seorang pria obesitas mengalami kesulitan mempertahankan ereksi. Itu adalah penyebab fisik. 

Namun dalam saat yang sama, pria tersebut memiliki harga diri yang rendah. Kondisi ini juga dapat memengaruhi fungsi ereksi dan merupakan penyebab psikososial.

Kanker prostat tidak menyebabkan impoten. Namun, operasi prostat untuk menghilangkan kanker dan terapi radiasi untuk mengobati kanker prostat dapat menyebabkan impoten. 

Pengobatan penyakit prostat jinak non-kanker juga dapat menyebabkan impoten atau disfungsi ereksi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko disfungsi ereksi?

Beragam faktor risiko bisa berkontribusi untuk disfungsi ereksi, termasuk:

  • Kondisi medis, terutama diabetes atau kondisi jantung
  • Konsumsi tembakau, yang membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri, lambat laun menyebabkan kondisi kesehatan kronis yang menyebabkan impoten
  • Kelebihan berat badan, terutama jika Anda obesitas
  • Perawatan medis tertentu, seperti operasi prostat atau pengobatan radiasi untuk kanker
  • Cedera, terutama jika merusak saraf atau pembuluh darah yang mengontrol ereksi
  • Obat, termasuk antidepresan, antihistamin, dan obat-obatan untuk mengobati kondisi tekanan darah tinggi, nyeri, atau prostat
  • Kondisi psikologis, seperti stres, kecemasan, atau depresi
  • Penggunaan narkoba dan alkohol, terutama jika Anda menggunakan narkoba jangka panjang atau peminum berat
  • Bersepeda berkepanjangan, yang dapat menyebabkan saraf dan memengaruhi aliran darah ke penis, dapat menyebabkan disfungsi ereksi sementara atau permanen.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk impoten?

Berikut adalah pilihan pengobatan untuk mengatasi impoten atau disfungsi ereksi:

Obat melalui mulut

Dokter Anda mungkin dapat membuat resep pil untuk mengobati impoten. Obat umum meliputi: sildenafil (viagra), vardenafil (levitra, staxyn), tadalafil (cialis), avanafil (stendra). Jika kesehatan Anda secara umum masih baik, dokter mungkin meresepkan salah satu obat-obatan ini. 

Anda sebaiknya tidak mengonsumsi pil ini untuk mengobati impoten jika Anda sudah mengonsumsi nitrat, sejenis obat jantung. Semua pil dimpoten bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis. Mereka tidak menyebabkan ereksi otomatis. Bicarakan dengan dokter Anda tentang kapan harus minum pil. Anda mungkin perlu bereksperimen untuk mengetahui seberapa cepat pil bereaksi.

Penggantian testosteron

Beberapa pria mengalami disfungsi ereksi yang mungkin diperumit oleh rendahnya tingkat hormon testosteron. Dalam hal ini, terapi penggantian testosteron mungkin direkomendasikan sebagai langkah pertama.

Perangkat vakum

Cara lain untuk ereksi adalah dengan menggunakan perangkat dengan tabung vakum yang dirancang khusus. Anda menempatkan penis Anda ke dalam tabung, yang terhubung ke pompa. Seperti udara yang dipompa keluar dari tabung, darah akan mengalir ke penis Anda dan membuatnya lebih besar dan lebih kencang. 

Kemudian Anda harus memindahkan cincin elastis yang dirancang khusus, dari ujung tabung ke dasar penis Anda, untuk menjaga darah mengalir kembali ke dalam tubuh Anda. Menggunakan alat vakum memerlukan beberapa kali latihan.

Pengobatan lain

Implan penis melibatkan operasi penempatan perangkat ke kedua sisi penis. Implan ini terdiri dari batang karet yang menggembung atau bisa jiga kaku. Perangkat yang menggembung memungkinkan Anda untuk mengontrol kapan dan berapa lama Anda harus ereksi. Sedangkan batang kaku akan menjaga penis Anda kencang tapi bisa ditekuk.

Di samping itu dokter juga bisa menggunakan terapi psikologis untuk memperbaiki faktor mental dan perasaan, jika itu penyebab disfungsi ereksi Anda.

Kondisi Anda mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk diperbaiki dan perlu menggunakan beberapa metode. Anda dan pasangan Anda harus bekerjasama dengan dokter untuk mencapai hasil pengobatan yang terbaik.

Apa tes yang umum dilakukan untuk disfungsi ereksi?

Untuk kebanyakan pria, pemeriksaan fisik dan menjawab pertanyaan (sejarah medis) adalah yang diperlukan dokter untuk mendiagnosis impoten. Anda mungkin memerlukan tes lebih atau konsultasi dengan spesialis.

Tes untuk kondisi penyebab lain impoten yaitu:

  • Tes darah. Sampel darah Anda mungkin akan dikirim ke laboratorium untuk memeriksa tanda-tanda penyakit jantung, diabetes, kadar testosteron yang rendah, dan kondisi kesehatan lainnya
  • Tes urin. Seperti tes darah, tes urin digunakan untuk mencari tanda-tanda diabetes dan kondisi kesehatan lain yang mendasar.
  • Ultrasound (USG). Tes ini biasanya dilakukan oleh spesialis di kantornya. Ini melibatkan penggunaan tongkat yang diarahkan di atas pembuluh darah yang memasok darah ke penis. Ini menghasilkan gambar video yang akan jadi petunjuk bagi dokter Anda jika Anda memiliki masalah aliran darah

Tes ini kadang-kadang dilakukan dengan kombinasi suntikan obat ke dalam penis untuk merangsang aliran darah dan menghasilkan ereksi.

Uji ereksi semalam

Kebanyakan pria mengalami ereksi saat tidur tanpa mengingatnya. Tes sederhana ini melibatkan perangkat khusus yang membungkus penis Anda sebelum tidur.

Perangkat ini akan mengukur jumlah dan kekuatan ereksi yang dicapai dalam semalam. Ini dapat membantu menentukan apakah disfungsi ereksi Anda berhubungan dengan penyebab psikologis atau fisik.

Uji psikologis

Dokter Anda mungkin bertanya beberapa pertanyaan untuk mendeteksi depresi dan penyebab psikologis lain dari disfungsi ereksi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi impotensi (disfungsi ereksi)?

Bagi kebanyakan pria, disfungsi ereksi disebabkan atau diperburuk oleh pilihan gaya hidup. Ini beberapa tahap yang mungkin membantu:

  • Berhenti merokok. Jika Anda sulit berhenti, minta tolong. Coba penggantian nikotin, seperti dengan permen karet atau tanya dokter Anda tentang resep pengobatan yang bisa membantu Anda berhenti
  • Penurunan berat badan. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan – atau memperburuk – impoten.

Sertakan aktivitas fisik dalam rutinitas harian Anda. Olahraga memiliki banyak fungsi yang dapat membantu mengatasi penyebab impoten, salah satunya, termasuk mengurangi stres, membantu Anda menurunkan berat badan, dan meningkatkan aliran darah.

  • Menjalani pengobatan masalah alkohol atau obat. Minum terlalu banyak atau menggunakan obat-obatan terlarang tertentu dapat memperburuk disfungsi ereksi secara langsung atau menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang
  • Selesaikan masalah hubungan percintaan Anda. Pertimbangkan konseling pernikahan jika Anda mengalami kesulitan meningkatkan komunikasi dengan pasangan Anda atau menyelesaikan masalah diri sendiri.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020 . Waktu baca 6 menit

    Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

    Benarkah melakukan hubungan suami-istri setelah bertengkar itu termasuk seks terbaik? Lalu apakah masalahnya terselesaikan? Temukan jawabannya di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 29/12/2019 . Waktu baca 4 menit

    Alami 3 Tanda Ini, Itu Artinya Anda Terlalu Sering Masturbasi

    Masturbasi membantu memuaskan keinginan seksual. Namun, bila terlalu sering dilakukan, masturbasi bisa menimbulkan tanda-tanda seperti berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 29/10/2019 . Waktu baca 4 menit

    Bolehkah Melakukan Oral Seks Setelah Cabut Gigi?

    Setelah cabut gigi, gusi Anda akan terasa nyeri. Bila dilihat dari sisi medis, bolehkah melakukan seks oral setelah cabut gigi?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 13/10/2019 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    air mani keluar saat puasa

    4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 5 menit
    cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

    Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    efek samping pakai vibrator terlalu sering

    Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit
    Sponsored
    seks memperlambat menopause

    Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit