9 Jenis Vaksin yang Diperlukan Orang Dewasa

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020
Bagikan sekarang

Banyak orang yang beranggapan bahwa vaksin hanya dibutuhkan oleh bayi dan balita. Padahal, orang dewasa juga perlu mendapatkan vaksin untuk melindungi diri dari berbagai penyakit. Sayangnya, kesadaran orang dewasa melakukan vaksin masih rendah; entah karena biaya vaksin yang tidak murah, tidak tahu vaksin apa saja yang dibutuhkan, tidak tahu jadwal pemberian vaksin seharusnya, atau karena memang tidak percaya bahwa vaksin dapat melindungi Anda dari penyakit.

Apa saja jenis-jenis vaksin untuk dewasa?

1. Vaksin influenza

Penyakit ini biasanya ditandai dengan batuk, demam, dan nyeri otot. Vaksin influenza diberikan satu tahun sekali untuk mencegah terjadinya flu yang mudah menular, terutama ketika sedang musim pancaroba atau hujan.

2. Vaksin pneumonia

Pneumonia adalah penyakit radang paru yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang menyerang saluran napas bagian bawah dan menular lewat batuk, bersin, dan ketika bicara. Serangan pneumonia lebih rentan pada orang berusia lebih dari 60 tahun atau orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.

3. Vaksin HPV

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus yang menular lewat kontak seksual. Vaksin ini sangat dianjurkan untuk diberikan sebelum Anda melakukan hubungan seksual, karena pemberian vaksin lebih dini dapat meningkatkan efektivitas vaksin dalam mencegah kanker serviks.

Vaksin HPV mulai dapat diberikan pada usia 11 atau 12 tahun. Vaksin HPV kedua dapat diberikan 1 sampai 2 bulan setelah vaksin HPV pertama. Dan vaksin HPV ketiga dapat diberikan 6 bulan setelah vaksin HPV pertama.

4. Vaksin tetanus, difteri, dan pertusis

Vaksin ini diberikan untuk melindungi Anda dari tiga penyakit, yaitu tetanus yang menyebabkan kejang otot dan pengetatan otot rahang yang ekstrim; difteri yang menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, gagal jantung dan kematian; serta pertusis atau batuk rejan. Vaksin ini biasanya telah diberikan saat Anda masih balita, namun, Anda tetap perlu melakukan vaksinasi ulang setidaknya 10 tahun sekali.

5. Vaksin hepatitis A

Hepatitis A adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita; biasanya melalui makanan. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak; sehingga pemberian vaksin juga sudah dapat diberikan saat anak berusia 2 tahun. Vaksinasi ini juga perlu dilakukan ulang setiap 10 tahun sekali.

6. Vaksin hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat memicu terjadinya sirosis hati atau kanker hati. Sebenarnya, vaksin ini sudah diberikan saat Anda baru lahir, namun dapat diberikan ulang setiap enam bulan sekali.

7. Vaksin measles, mumps, dan rubella (MMR)

Vaksin ini diberikan untuk mencegah tiga penyakit, yaitu measles atau campak, mumps atau gondongan, dan rubella atau campak jerman. Vaksin ini diberikan jika Anda bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan dan sering berpergian; Anda memerlukan dua dosis vaksin dengan jarak pemberian minimal 4 minggu. Pemberian vaksin dapat diulangs etiap 10 tahun.

8. Vaksin varisela (cacar air)

Vaksin ini diberikan pada orang yang belum pernah terkena cacar air, orang yang dekat dengan penderita cacar air, atau orang dewasa sehat yang tidak hamil. Vaksin terdiri dari 2 dosis yang diberikan dengan jarak 4-8 minggu; vaksin ini bisa diberikan kapan saja. Pemberian vaksin dapat diulang setiap 20 tahun sekali.

Oleh karena vaksin ini dibuat dengan virus hidup, maka Anda tidak perlu mendapatkannya jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit (seperti kanker atau HIV) atau perawatan medis (seperti steroid atau kemoterapi).

9. Vaksin lainnya

Vaksin tertentu dianjurkan pada orang dewasa, khususnya jika Anda berpergian ke negara tertentu, seperti vaksin meningitis yang diberikan bagi jamaah calon haji atau Anda yang ingin pergi ke wilayah sub-sahara afrika. Vaksin yellow fever dan japanese encephalitis yang diberikan jika Anda berpergian ke negara Afrika Selatan. Vaksin rabies yang diberikan pada orang yang sering kontak dengan hewan; seperti dokter hewan, pemilik hewan piaraan, pekerja laboratorium, atau pergi ke daerah endemis yang berisiko kontak dengan hewan atau individu yang menderita rabies.

Setiap vaksin bisa Anda dapatkan kecuali jika Anda memiliki alergi atau kondisi tertentu. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda dapat melakukan vaksinasi dan efek samping apa yang mungkin saja terjadi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020