7 Penyebab Nyeri Saat Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Nyeri saat buang air kecil atau juga disebut disuria, adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan yang berhubungan dengan buang air kecil. Kondisi ini tidak mengacu pada frekuensi buang air kecil, meskipun gangguan frekuensi buang air kecil sering disertai dengan disuria. Semua orang, baik pria dan wanita, serta dewasa dan anak-anak, dapat mengalami nyeri saat buang air kecil. Namun, biasanya hal ini lebih sering terjadi pada wanita, karena disuria berkaitan dengan infeksi saluran kemih yang lebih sering menyerang wanita daripada pria. Wanita hamil, penderita diabetes, dan penderita penyakit kandung kemih memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami disuria.

Gejala disuria juga bervariasi antara pria dan wanita, namun biasanya keduanya mengalami rasa nyeri seperti terbakar, pedih, atau gatal-gatal. Rasa sakit pada awal buang air kecil seringnya diakibatkan oleh infeksi saluran kemih, sedangkan rasa sakit di akhir buang air kecil dapat menunjukkan kandung kemih atau prostat.

Penyebab nyeri saat buang air kecil sangat beragam. Menurut George Krucik, MD, ada 34 kondisi yang bisa menjadi penyebab disuria. Namun, kita akan membahas 10 penyebab disuria yang paling utama.

1. Urinary tract infection (infeksi saluran kemih)

Urinary tract infection (UTI) alias infeksi saluran kemih adalah infeksi di bagian manapun dari sistem kemih Anda seperti ginjal, saluran kemih, kandung kemih, dan uretra. Kebanyakan UTI melibatkan saluran kemih bawah seperti kandung kemih dan uretra. Perempuan lebih berisiko terkena UTI dibandingkan pria. Infeksi yang terbatas di kandung kemih Anda dapat mengganggu dan menyakitkan. Jika UTI menyebar ke ginjal, maka akan menyebabkan kondisi serius.

2. Batu kandung kemih

Batu kandung kemih adalah gumpalan mineral keras dalam kandung kemih. Batu kandung kemih berkembang ketika urin di kandung kemih Anda mengkristal. Hal ini dapat terjadi ketika Anda tidak mampu mengosongkan kandung kemih Anda sepenuhnya saat buang air kecil.

3. Batu ginjal

Batu ginjal (litiasis ginjal, nefrolitiasis) adalah deposit mineral kecil dan keras yang terbentuk di dalam ginjal. Batu-batu yang terbuat dari mineral dan asam garam ini memiliki banyak pengaruh terhadap setiap bagian saluran kemih Anda. Sering kali batu terbentuk ketika urin terkonsentrasi dan memungkinkan mineral mengkristal dan melekat satu sama lain.   

4.  Infeksi klamidia

Klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang umunya disebabkan oleh bakteri. Biasanya infeksi klamidia tidak memiliki gejala luar pada tahap awal, namun klamidia dapat menyebabkan masalah kesehatan pada tahap selanjutnya, termasuk mencegah wanita untuk hamil, dan membahayakan kehamilan.

5. Prostatitis

Prostatitis adalah pembengkakan dan peradangan pada kelenjar prostat (sebuah kelenjar yang berukuran seperti biji kenari yang terletak tepat di bawah kandung kemih pada pria. Kelenjar prostat menghasilkan cairan (air mani) yang memberi nutrisi dan mengangkut sperma. Prostatitis sering menyebabkan nyeri dan sulit buang air kecil. Gejala lain prostatitis ialah nyeri di selangkangan, daerah panggul, atau alat kelamin yang terkadang disertai gejala seperti flu.

6. Vaginitis

Vaginitis adalah peradangan vagina yang menyebabkan gatal dan nyeri saat buang air kecil. Penyebabnya biasanya akibat perubahan keseimbangan bakteria vagina atau infeksi vagina. Vaginitis juga dapat disebabkan oleh berkurangnya estrogen setelah menopause. Tipe vaginitis yang paling umum adalah vaginosis bakteri, infeksi ragi, trichomoniasis, dan artofi vagina.

7. Herpes genital

Herpes genital adalah infeksi menular seksual (IMS) umum yang mempengaruhi pria dan wanita. Gejala herpes genital biasanya termasuk rasa sakit, gatal, dan luka di daerah genital Anda yang disebabkan oleh adanya virus herpes simpleks (HSV).

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

Sudah olahraga mati-matian tapi otot tak juga terbentuk? Mungkin karena Anda mengikuti aturan membentuk otot yang hanya mitos belaka.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebugaran, Hidup Sehat 12/06/2020 . 4 mins read

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . 6 mins read

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . 6 mins read

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Mainan seks berupa vibartor harus Anda bersihkan dengan rutin. Namun, bagaimana cara membersihkan vibrator? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/05/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 mins read
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read
bau kaki

Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read