Mengapa Dark Chocolate Bisa Meningkatkan Performa Saat Berolahraga

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mayo Clinic memang sudah mengusulkan bahwa dark chocolate memiliki efek positif terhadap kesehatan jantung. Kandungan flavanol di dalam biji cokelat mengandung antioksidan yang dapat mengurangi kerusakan sel yang mengakibatkan penyakit jantung. Kandungan ini juga dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi vaskular. Akan tetapi, Mayo Clinic juga mengingatkan bahwa belum semua keuntungan dari cokelat ini sudah dikonfirmasikan.

Cokelat bisa dikonsumsi dengan tidak berlebihan, karena cokelat juga bisa membawa masalah kesehatan lain akibat lemak dan gula yang terkandung di dalamnya. Baru-baru ini, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa dark chocolate juga dapat membantu atlet atau orang-orang pecinta olahraga meningkatkan performa daya tahan tubuh mereka.

Penelitian yang dipimpin oleh Rishikesh Kankesh Patel dari Kingston University di London, Inggris ini menemukan bahwa dark chocolate memberikan kegunaan yang mirip dengan jus buah bit. Saat ini, jus buah bit sering dikonsumsi oleh para atlet karena terbukti kaya akan nitrat, yang akan diubah menjadi nitrit oksida di dalam tubuh. Hal ini melancarkan peredaran darah dan mengurangi konsumsi oksigen, yang menyebabkan atlet bisa bertahan lebih lama. Para peneliti ingin membuktikan apakah hal yang sama juga dapat terjadi akibat mengonsumsi dark chocolate. Dark chocolate mengandung epicatechin, jenis flavanols yang berada di biji cokelat, yang juga bisa meningkatkan produksi nitrit oksida di dalam tubuh.

Bagaimana teori ini terbukti?

Untuk mengetes teori ini, Patel mengadakan eksperimen dengan melibatkan 9 orang atlet sepeda amatir. Patel dipimpin oleh pemimpin ilmu olahraga Dr. Owen Spendiff dan dosen senior di analisis olahraga James Brouner.

Setelah melewati tes fitness untuk menentukan perbandingan standar, para peserta eksperimen dibagi ke dalam 2 grup. Grup pertama diminta untuk menggantikan salah satu camilan reguler mereka dengan 40 gram dark chocolate yang telah diketahui kaya akan flavanols selama dua minggu. Grup yang kedua diminta untuk mengganti salah satu camilan reguler mereka dengan 40 gram white chocolate juga selama dua minggu.

Efek dari konsumsi dark chocolate ini diukur dengan tes rangkaian latihan bersepeda di laboratorium performa olahraga di kampus University’s Penrhyn Road. Detak jantung dan kadar konsumsi oksigen dari para atlet sepeda ini diukur selama rangkaian latihan berlangsung. Setelah 7 hari berselang, kedua grup ini mengganti tipe cokelat yang dimakan (grup satu memakan white chocolate dan grup dua memakan dark chocolate) selama 2 minggu dan kembali melakukan tes rangkaian latihan bersepeda lagi setelahnya.

Dark chocolate terbukti meningkatkan performa atlet

Patel menemukan bahwa atlet dapat berlatih secara efektif lebih lama setelah memakan dark chocolate. Penelitian yang sudah dipublikasikan di Journal of the International Society of Sports Nutrition ini menunjukkan bahwa setelah mengonsumsi dark chocolate, para pesepeda mengonsumsi oksigen yang lebih sedikit selama bersepeda dalam kecepatan sedang dan juga bisa bersepeda dengan kecepatan 2 menit lebih cepat.

Patel menyatakan bahwa penemuan ini membuka pintu bagi para peneliti untuk mengadakan penelitian hingga akhirnya mungkin dark chocolate menjadi salah satu makanan utama dalam pola makan atlet untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Patel berpendapat bahwa hal ini dapat terjadi akibat kandungan nitrit oksida dalam dark chocolate, yang juga dimiliki jus buah bit. Untuk penelitian selanjutnya, Patel berharap dapat menemukan berapa jumlah optimal dari flavanol di dalam dark chocolate untuk meningkatkna performa atlet.

Sampai saat ini, konsentrasi dari flavanol pada dark chocolate yang dijual secara komersial sangat bervariasi. Patel juga ingin melihat apakah efek ini hanya merupakan efek dari konsumsi cokelat dalam jangka waktu pendek (seperti Anda memakan cokelat sebagai camilan biasa, 1 bar sehari) atau para atlet harus mengonsumsi cokelat dalam jangka waktu panjang (seperti yang dilakukan di eksperimen ini). Setelah menemukan dosis dan waktu konsumsi yang tepat, Petal merencanakan untuk membandingkan efek dari konsumsi cokelat dengan konsumsi jus buat bit, dan bagaimana bila kedua minuman tersebut dikombinasikan.

James Brouner, dosen senior analisis olahraga yang juga pelari ultra-marathon mengatakan bahwa penemuan tentang dark chocolate ini bisa jadi bermanfaat bagi daya tahan atlet. Brouner berujar bahwa sangat penting bagi para atlet untuk mengatur daya tahan mereka seefisien mungkin. Brouner juga menambahkan bahwa banyak atlet yang mengonsumsi jus buah bit untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka, tetapi kebanyakan atlet tersebut tidak suka rasa dari jus buah bit.

Keuntungan dari dark chocolate selain meningkatkan daya tahan tubuh adalah rasanya yang enak. Brouner juga mengatakan bahwa ketika melakukan kegiatan yang sangat bergantung pada daya tahan tubuh, kunci dari peningkatan performa adalah dengan menjadi seekonomis mungkin dalam melengkapi energi yang dibutuhkan. Dari hasil penelitian ini, konsumsi dark chocolate mengubah respon dari para peserta eksperimen terhadap aktivitas, yang oleh karena itu juga dapat meningkatkan performa daya tahan tubuh para atlet.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juli 2020 . Waktu baca 12 menit

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
memaksa anak jago olahraga

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit