4 Mitos Populer Seputar Tanning Kulit yang Perlu Diluruskan Kebenarannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pancaran sinar matahari memang baik untuk memberikan pasokan vitamin D bagi tubuh. Atas dasar itulah, banyak orang yang menggemari kegiatan berjemur di bawah sinar matahari langsung alias tanning. Namun, tunggu dulu! Sebelum melakukan kegiatan yang satu ini, kenali beragam mitos seputar tanning beserta paparan sinar matahari yang perlu Anda cari tahu kebenarannya. Apa saja, ya?

Beragam mitos tanning yang belum tentu sepenuhnya benar

Berniat melakukan tanning pada liburan di akhir pekan ini? Eits, sabar dulu. Ada baiknya Anda pahami berbagai mitos yang banyak beredar terkait tanning dan paparan sinar matahari bagi tubuh.

Mitos 1: “Tanning penting untuk mencukupi kadar vitamin D tubuh”

mengatasi kulit terbakar matahari

Sejatinya, sinar matahari memang merupakan sumber utama vitamin D selain dari makanan. Itulah salah satu alasan mengapa banyak orang yang gemar berjemur ria di bawah teriknya sinar matahari. Padahal sebenarnya, paparan sinar matahari ringan yang didapat dari aktivitas harian di luar ruangan, sudah dapat mencukupi kebutuhan vitamin D.

Entah itu dengan berjalan santai di pagi hari, atau sekadar berada di luar rumah untuk membersihkan pekarangan. Terlebih lagi jika dibarengi dengan makan beragam makanan sumber vitamin D. Tentu asupan vitamin D akan lebih optimal lagi.

Sementara jika terlalu sering bahkan lama saat melakukan tanning, justru dapat membahayakan kesehatan kulit. Alih-alih memenuhi asupan vitamin D, tanning yang tidak tepat bisa membuat Anda berisiko mengalami kanker kulit sekaligus mempercepat penuaan.

Mitos 2: “Selama tidak sampai terbakar, tanning masih aman”

kulit terbakar matahari

Menurut Dr. Michael Lin, selaku pendiri Dr. Lin Skincare Institute di Amerika Serikat, bahwa hal tersebut hanyalah mitos tanning belaka dan tentu salah besar. Kenyataannya, sengatan sinar matahari terlalu lama yang ada malah akan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit melanoma.

Sayangnya, banyak orang mengabaikan risiko tersebut karena dampak dari tanning yang baru akan muncul beberapa kurun waktu kemudian. Singkatnya, meski tidak langsung kentara membuat kulit kering, mengelupas, atau tebakar, kegiatan bejemur di bawah sinar matahari atau tanning tetap bisa membawa dampak negatif.

Pasalnya, selama Anda melakukan tanning, sel-sel kulit menghasilkan melanin guna melindungi diri dari kerusakan sinar ultraviolet (UV). Jika paparan sinar UV ternyata terlalu berlebihan, otomatis struktur kulit akan rusak. Alhasil, kulit menjadi terbakar, terluka, mengalami penuaan dini, bahkan bisa sampai kanker.

Mitos 3: “Base tan bisa mencegah kerusakan kulit”

kulit terbakar matahari

Kebanyakan orang mungkin beranggapan bahwa base tan atau melakukan tanning sebentar merupakan upaya untuk mencegah kulit terbakar dan rusak. Jadi ketika hendak melakukan tanning yang sesungguhnya dalam waktu cukup lama, risiko terjadinya kerusakan kulit tidak begitu parah.

Padahal, faktanya salah besar. Dr. Madeliene Gainers dari Anne Arundel Dermatology, di Florida, Amerika Serikat, menuturkan bahwa perubahan kulit ke arah kecokelatan dengan base tan tidak bermanfaat.

Kulit yang menggelap tersebut terjadi karena tubuh memproduksi lebih banyak melanin untuk melindungi dirinya. Bahkan lebih buruknya lagi, kulit bisa menjadi lebih tebal dan kasar karena paparan sinar matahari tersebut.

Mitos 4: “Orang berkulit gelap tidak perlu menggunakan sunscreen”

cara memakai sunscreen

Oleh karena warna kulit yang gelap, tidak sedikit orang dengan warna kulit ini yang menganggap bahwa dirinya tidak perlu menggunakan suncreen (tabir surya). Menurut mereka, memiliki warna kulit gelap merupakan sebuah keuntungan karena dipercaya dapat memberikan perlindungan dari sinar matahari.

Demi meluruskan hal tersebut, Karyn Grossman, MD, seorang dokter kulit di New York City, menuturkan bahwa hal tersebut hanya mitos saja, bahkan ketika Anda melakukan tanning. Apa pun warna kulit yang Anda miliki, penggunaan sunscreen tetaplah penting.

Ini karena semua warna kulit bisa sama-sama mengalami kerusakan ketika terpapar sinar matahari langsung, tanpa diberikan perlindungan awal dari sunscreen. Kerusakan tersebutlah yang kemudian dapat mengarah pada penuaan kulit, bahkan menyebabkan kanker.

Dengan kata lain, tidak perduli apa pun warna kulit yang Anda miliki, pancaran sinar UV tidak akan terhalang hanya karena warna kulit Anda lebih gelap. Orang dengan kulit gelap pun memiliki kemungkinan yang sama untuk mengalami kanker kulit serta fotoaging, alias penuaan dini karena paparan sinar matahari terus-menerus.

Apa yang bisa dilakukan untuk melindungi kulit?

Cara pertama yang sebaiknya Anda lakukan agar terhindari dari bahaya kerusakan kulit yakni dengan sebisa mungkin hindari melakukan tanning. Selain itu, berbeda dengan mitos tanning yang mungkin tidak terlalu mengindahkan penggunaan sunscreen, pastikan Anda tidak lupa untuk menggunakan suncreen.

Lebih baiknya lagi jika sunscreen yang akan Anda gunakan sebelum beraktivitas tersebut, memiliki kandungan sun protection factor (SPF) di dalamnya.

Kandungan SPF di dalam produk sunscreen biasanya berbeda-beda, ada yang rendah, sedang, sampai tinggi. Anda bisa menyesuaikan kandungan yang cocok sesuai dengan kegiatan harian Anda. Jika lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan sepanjang hari, Anda bisa menggunakan sunscreen dengan kandungan SPF 15 atau 25.

Namun, jika kegiatan harian mengharuskan Anda banyak beraktivitas di luar ruangan yang notabene terpapar sinar matahari langsung, coba pilih SPF 30 atau 50. Bahkan meskipun Anda berencana berada di rumah saja sehari penuh, tidak ada salahnya untuk tetap menggunakan sunscreen guna melindungi kulit.

Ini karena cahaya matahari masih dapat masuk ke dalam rumah melalui sela-sela pintu atau jendela. Setelah dipakai pun, pastikan Anda memakainya kembali beberapa jam setelahnya, teruatama jika sudah terkena air. Sebab, sunscreen biasanya tidak bersifat tahan air sehingga perlu dipakai kembali untuk mengoptimalkan kerjanya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca