Bau mulut merupakan hal lumrah yang kerap disebabkan oleh makanan tertentu atau baru bangun tidur. Aroma yang keluar bersama napas memang sudah pasti tidak sedap. Namun, bagaimana kalau aroma tersebut mengingatkan Anda pada suatu hal, yakni urine. Kok bisa, ya, aroma napas bau urine seperti ini?

Berbagai penyebab napas bau urine

Setelah makan makanan tertentu, biasanya mulut akan mengeluarkan aroma sesuai makanan yang Anda makan. Hal ini tentu tidak berlaku ketika aroma napas bau urine. Ya, urine atau air kencing bukanlah jawaban atas kondisi tersebut, kok!

Sebagai gantinya, berikut beragam penyebab yang mendasari mengapa napas berbau air kencing, seperti:

1. Konsumsi makanan dan minuman

bahaya alkohol

Beberapa jenis makanan dan minuman tertentu yang dikonsumsi, akan melakukan proses khusus di dalam tubuh guna menghasilkan amonia dan produk lainnya. Hasil reaksi tersebut lah yang membuat napas berbau seperti urine.

Pasalnya, terkadang amonia yang dihasilkan dari makanan dan minuman tidak sepenuhnya hilang alias masih tersimpan di dalam tubuh. Itulah mengapa beberapa makanan dan minuman dapat mengakibatkan kadar amonia di dalam tubuh meningkat.

Makanan tinggi protein (ketogenik), bawang-bawangan, hingga alkohol, merupakan sebagian kecil contoh makanan dan minuman yang bisa memengaruhi aroma napas Anda.

Cara mengatasinya:

Batasi atau bahkan hindari jenis makanan penyebab napas bau seperti urine. Ganti dengan perbanyak makan makanan bergizi serta kaya serat, seperti sayur dan buah-buahan.

2. Gagal ginjal kronis

gagal ginjal kronis dan risiko penyakit jantung

Penyakit gagal ginjal kronis dapat menghambat fungsi utama ginjal. Akibatnya, kotoran atau zat yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh, justru tetap tinggal dan mengendap di dalam tubuh.

Hal inilah yang kemudian mengakibatkan tubuh menumpuk zat-zat sisa metabolisme, termasuk amonia, sehingga membuat aroma napas tidak sedap seperti urine.

Cara mengatasinya:

Biasanya, pengobatan penyakit ginjal akan disesuaikan dengan penyebabnya. Menerapkan gaya hidup sehat, minum obat sesuai resep dokter, hingga menerapkan diet rendah protein, merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memulihkan fungsi ginjal.

Akan tetapi, penyakit gagal ginjal yang sudah tergolong parah mungkin harus menempuh transplantasi ginjal.

3. Infeksi bakteri

gejala kanker perut

Bakteri Heliobacter pylori adalah salah satu jenis bakteri berbahaya. Orang yang terinfeksi bakteri ini kemungkinan akan mengalami tukak lambung, bahkan kanker perut.

Selain menimbulkan gejala berupa mual, kembung, sakit perut, warna tinja menggelap, dan kehilangan selera makan, infeksi bakteri H. pylori juga dapat membuat aroma napas yang keluar dari mulut berbau seperti urine.

Cara mengatasinya:

Jika positif mengalami infeksi pada perut akibat bakteri H. pylori, dokter dapat meresepkan obat-obatan atau antibiotik untuk memulihkan kondisi. Perawatan lainnya juga mungkin dilakukan untuk mempercepat penyembuhan.

4. Sinusitis

faktor risiko sinusitis

Adanya alergi, iritasi pada rongga hidung, polip pada hidung, maupun septum hidung yang menyimpang dapat mengakibatkan sinusitis. Bukan hanya itu, ternyata sinus juga bisa disebabkan oleh infeksi dari bakteri, virus, atau jamur yang nantinya membuat aroma napas bau urine.

Cara mengatasinya:

Pengobatan untuk sinusitis biasanya disesuaikan dengan penyebabnya. Mulai dari minum obat alergi, antiradang, dekongestan, antibiotik, menggunakan semprotan kortikosteroid untuk hidung, hingga menempuh jalan operasi bagi sinusitis yang sudah parah.

5. Uremia

gejala infeksi ginjal

Uremia merupakan tahap akhir dari gagal ginjal, yang menyebabkan urea, kreatin, serta zat-zat sisa pembuangan tubuh lainnya menumpuk di dalam darah. Kombinasi dari semua zat tersebutlah yang menyebabkan aroma napas Anda berbau seperti urine.

Cara mengatasinya:

Pengobatan uremia tidak jauh berbeda dengan gagal ginjal. Hanya saja, uremia biasanya membutuhkan perawatan yang intensif di rumah sakit sehingga bisa dilakukan pengobatan lanjutan. Dalam beberapa kasus, pengidap uremia juga membutuhkan transplantasi ginjal untuk menggantikan fungsi ginjal sebagai penyaring darah di dalam tubuh.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca