Informasi Lengkap mengenai PET Scan, Mulai dari Manfaat Hingga Risiko

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Menegakkan diagnosis penyakit, tidak cukup hanya  mengamati gejala-gejalanya saja. Pasalnya, berbagai jenis penyakit bisa menunjukkan gejala yang hampir serupa. Ditambah, beberapa orang mungkin juga tidak menyadari adanya gejala. Oleh karena itu, dokter biasanya akan meminta Anda untuk menjalani tes kesehatan, termasuk PET scan.

Namun, tahukah Anda apa fungsi dari tes kesehatan ini? Siapa saja yang perlu menjalaninya dan bagaimana proses, persiapan, serta efek samping yang mungkin ditimbulkan? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Apa itu pemeriksaan PET Scan?

PET scan adalah pemeriksaan medis yang dilakukan untuk mendeteksi suatu penyakit tertentu di dalam tubuh dengan melihat fungsi jaringan atau organ. Pemeriksaan PET yang merupakan singkatan dari positron emission tomography scan memiliki banyak fungsi, seperti dilansir dari situs Cleveland Clinic:

  • Mengukur fungsi vital tubuh, seperti aliran darah, penggunaan oksigen, dan metabolisme gula darah (glukosa).
  • Mendeteksi organ dan jaringan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
  • Mendeteksi sel tumor atau kanker untuk membantu mengukur penyebaran kanker (metastasis).
  • Mengevaluasi seberapa baik rencana perawatan kesehatan pada pasien dengan kondisi tertentu.

Pemeriksaan ini bisa tunggal atau juga dikombinasikan dengan tes pencitraan lain, contohnya bersamaan dengan CT scan atau MRI.

Siapa saja yang perlu menjadi PET scan?

Tidak semua orang yang sakit perlu menjalani tes kesehatan ini. Biasanya, dokter akan merekomendasikan PET scan pada pasien yang dicurigai memiliki kondisi berikut ini:

Kanker

Sel kanker memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi ketimbang sel-sel tubuh yang normal. Aktivitas yang abnormal ini bisa dideteksi dengan pemindaian PET. Biasanya, jenis kanker yang bisa terdeteksi lewat tes pencitraan ini adalah kanker otak, kanker serviks, kanker kolorektal, kanker esofagus, kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker prostat, dan kanker tiroid.

Setelah tes dilakukan, dokter dapat menentukan beberapa hal berikut ini:

  • Mendeteksi adanya kanker dan lokasinya.
  • Memperjelas kondisi kanker telah menyebar atau belum.
  • Memeriksa efektivitas pengobatan kanker apakah berhasil atau tidak.
  • Mendeteksi sel kanker yang telah diangkat kembali tumbuh.
  • Menemukan kekambuhan kanker.

Penyakit jantung

Selain kanker, PET scan juga digunakan untuk mendeteksi penyakit jantung. Lewat tes kesehatan ini, dokter dapat melihat area jantung yang mengalami penurunan aliran darah. Setelahnya, dokter dapat memutuskaan apakah Anda perlu menjalani pengobatan jantung, seperti angioplasti (membuka arteri jantung yang tersumbat) atau operasi bypass jantung.

Gangguan otak

Tes pemindaian ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan pada otak, contohnya melihat adanya pertumbuhan tumor di sekitar otak, penyakit Alzheimer, dan mengetahui penyebab kejang.

Bagaimana prosedur PET scan?

Tahapan proses pemindaian ini terbagi menjadi tiga, yakni:

Persiapan sebelum PET scan

Sebelum Anda menjalani tes pencitraan ini, beritahukan lebih dulu pada dokter mengenai hal berikut ini:

  • Pernah mengalami reaksi alergi yang parah.
  • Riwayat diabetes.
  • Konsumsi obat, vitamin, atau suplemenn tertentu.
  • Hamil atau menyusui.
  • Fobia di ruangan tertutup.

Aturan umum sebelum menjalani tes kesehatan ini adalah menghindari olahraga berat selama bebera hari. Anda juga akan diminta untuk tidak makan selama beberapa jam sebelumnya. Namun, Anda tetap diperbolehkan untuk minum air putih. Hindari juga minuman berkafein setidaknya 24 jam sebelum tes dilakukan dan kenakan pakaian yang nyaman.

Proses PET scan

PET scan menggunakan cairan radioaktif (pelacak) untuk menunjukkan aktivitas abnormal di tubuh. Zat pelacak dapat disuntikkan, ditelan atau dihirup, tergantung pada organ atau jaringan mana yang sedang diamati.

Radiotracer yang paling umum digunakan adalah fluorodeoxyglucose (FDG). Radiotracer ini adalah gula radioaktif. Pada orang yang memiliki sel kanker di tubuhnya, sel-sel tersebut sangat aktif untuk tumbuh sehingga memerlukan banyak energi. Setelah disuntikkan radiotracer, sel-sel akan mengambil lebih banyak zat tersebut.

Jika zat pelacak terkumpul di area tubuh tertentu, ini menunjukkan aktivitas kimiawi lebih tinggi. Artinya, area tubuh itulah yang kemungkinan mengalami masalah atau memiliki sel kanker.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang akan Anda lakukan selama tes pemindaian:

  • Anda akan menerima suntikan zat pelacak yang mengandung sejumlah obat radioaktif yang aman bagi tubuh.
  • Anda perlu duduk di kursi dengan tenang saat radiotracer bergerak melalui aliran darah Anda. Hindari terlalu banyak bergerak karena ini akan mengganggu proses pelacakan. Dalam waktu kurang lebih satu jam, organ dan jaringan Anda menyerap radiotracer.
  • Jika tes ini dilakukan sekaligus dengan CT scan, Anda mungkin juga mendapatkan suntikan pewarna kontras. Pewarna ini membantu menghasilkan gambar CT yang lebih tajam. Kemudian, Anda perlu berbaring dan memasuki alat scanner.
  • Selama pemindaian, Anda harus tetap diam karena sedikit gerakan bisa mengaburkan gambar.
  • Selama proses, Anda akan mendengar suara dengung dan klik saat pemindai mengambil gambar.
  • Beri tahu tim medis jika berada di ruang tertutup membuat Anda cemas. Anda mungkin perlu minum obat penenang ringan untuk membantu tubuh lebih rileks selama prosedur.

Setelah PET scan dilakukan

Setelah tes kesehatan ini dilakukan, Anda boleh makan dan minum kembali seperti biasanya. Radiasi dalam zat pelacak kadarnya sangat rendah. Anda perlu minum banyak air untuk membantu membuat zat tersebut dari dalam tubuh.

Sebagai tindakan pencegahan, Anda harus menghindari kontak dekat dengan wanita hamil, bayi dan anak kecil selama 6 jam setelah pemindaian. Anda juga tidak boleh mengemudi, minum alkohol, mengoperasikan alat berat selama 24 jam setelah tes dilakukan.

Risiko efek samping dari PET scan

Secara umum, tes pencitraan aman dan jarang menimbulkan masalah kesehatan. Pada beberapa orang namun jarang, alergi bisa terjadi. Ini akan menimbulkan tubuh berkeringat, kelelahan, atau kesulitan bernapas.

Bisa juga menimbulkan memar pada kulit tempat memasukkan jarum suntik. Zat pelacak yang disuntikkan juga bisa bocor ke luar vena dan ini dapat menimbulkan pembengkakan dan rasa nyeri.

Guna menghindari risiko efek samping tersebut, orang dengan kondisi berikut tidak diperkenankan atau perlu dipertinbangkan lagi untuk menjalani PET scan:

  • Sedang hamil atau menyusui, karena zat radiasi dikhawatirkan memberikan dampak buruk bagi janin atau mengalir bersama ASI.
  • Orang yang alergi dengan zat pelacak atau zat kontras.
  • Penderita diabetes karena tubuh kurang baik dalam menyerap zat pelacak yang mengandung gula, sehingga bisa memengaruhi hasil tes.

Seperti apa hasil PET scan?

Pencitraan tes kesehatan ini akan dikombinasikan dengan CT scan. Hasilnya akan menunjukkan bintik-bintik yang menandakan aktivitas kimiawi tinggi pada organ atau jaringan tertentu. Memahami hasil pemeriksaan ini tentu akan sangat sulit jika Anda amati sendiri.

Oleh karena itu, dokter akan membantu Anda memahaminya sekaligus menjelaskan hasilnya pada Anda. Guna mendapatkan hasil yang lebih tepat, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menjalani MRI (magnetic resonance imaging).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Manfaat Propolis, Getah Lebah yang Penuh Khasiat (Tidak Kalah dari Madu!)

Propolis disebut-sebut berkhasiat sebagai obat herbal untuk mengatasi gejala herpes, mengobati luka kulit, dan meredakan maag. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
fungsi testis

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit