home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kanker Tiroid

Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Diagnosis & pengobatan|Pengobatan di rumah|Pencegahan
Kanker Tiroid

Definisi

Apa itu kanker tiroid?

Kanker tiroid adalah salah satu jenis penyakit kanker yang berkembang di kelenjar tiroid. Kanker ini terjadi ketika terdapat perkembangan sel-sel tiroid yang tidak normal.

Kelenjar tiroid adalah organ kecil yang terletak di bagian depan leher Anda. Fungsi dari kelenjar ini adalah untuk mengatur metabolisme tubuh, tekanan darah, denyut jantung, suhu, dan berat badan.

Kelenjar tiroid memiliki dua jenis sel utama, yaitu sel folikuler yang memproduksi hormon tiroid untuk metabolisme tubuh dan sel C (sel parafolikuler) yang menghasilkan hormon kalsitonin untuk mengontrol penggunaan kalsium.

Penyakit kanker kelenjar tiroid ini terbagi menjadi beberapa tipe dan memiliki area favorit dalam penyebarannya (metastasis), diantaranya:

Differentiated thyroid cancers

Jenis kanker ini paling umum menyerang dan berawal dari sel folikel kelenjar. Jika dilihat di laboratorium, sel abnormal ini sangat mirip dengan jaringan tiroid yang normal dan sehat.

Kanker ini kemudian terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Kanker tiroid papiler (adenokarsinoma papiler): Kanker tiroid papiler adalah kanker yang biasanya hanya satu lobus kelenjar tiroid dengan pertumbuhan yang sangat lambat. Meskipun begitu, kanker ini tetap bisa menyerang kelenjar getah bening terdekat.
  • Kanker folikel (adenokarsinoma folikuler): Jenis kanker ini kebanyakan menyerang orang yang kekurangan yodium. Meskipun tidak menyebar ke kelenjar getah bening, sel kanker jenis ini bisa menyebar ke paru-paru dan tulang.
  • Kanker sel Hürthle: Kanker jenis ini disebut juga dengan karsinoma sel oxyphil dan terbilang cukup langka.

Karsinoma tiroid meduler (MTC)

Jenis kanker ini menyerang sel C penghasil kalsitonin. Kanker ini dapat menyebar ke hati, paru-paru, dan kelenjar getah bening bahkan sebelum benjolan pada kelenjar muncul. Karsinoma tiroid meduler ini kemudian terbagi lagi menjadi dua tipe yang pengobatannya sulit dilakukan, yakni:

  • MTC sporadis: Jenis kanker ini lebih umum menyerang lansia dan tidak diwariskan. Sel abnormal biasanya hanya ada di satu lobus tiroid.
  • MTC familial: Tipe kanker ini diwariskan dari orangtua ke anak-anaknya, dengan besar risiko 20-25% sehingga bisa berkembang saat usia anak-anak atau lebih muda. Sel abnormal dapat menyerang dua lobus tiroid sekaligus.

Kanker tiroid anaplastik

Jenis kanker ini diperkirakan berawal dari kanker papiler atau folikel yang sudah ada sebelum. Jika dilihat di laboratorium, sel terlihat abnormal dan dapat menyebar dengan cepat ke leher dan bagian tubuh lainnya.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Kanker kelenjar tiroid adalah jenis kanker yang cukup umum menyerang masyarakat Indonesia. Dikutip dari Globocan tahun 2018, tercatat 11.470 kasus baru dengan angka kematian mencapai 2.119 jiwa.

Kanker yang terbentuk di kelenjar dekat leher ini menyerang semua usia, baik anak-anak maupun lansia.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala kanker tiroid?

Ciri-ciri atau gejala kanker kelenjar tiroid umumnya tidak terlihat di tahap awal (stadium 1). Namun, terkadang kemunculan kanker ini ditandai dengan adanya nodul atau benjolan yang terdapat di leher.

Hampir semua orang memiliki benjolan pada kelenjar tiroidnya. Akan tetapi, benjolan tersebut bersifat jinak dan tidak membahayakan. Hanya sekitar 1% yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Benjolan tersebut hanya bisa dirasakan dengan cara disentuh atau ditekan. Benjolan tersebut tidak terasa sakit, bertekstur keras, dan tidak mudah bergeser saat ditekan. Seiring dengan berkembangnya sel kanker, benjolan tersebut akan bertambah besar.

Selain muncul benjolan, terdapat gejala lain yang sering kali muncul:

  • Pembengkakan di leher.
  • Suara serak yang tidak kunjung membaik.
  • Sakit tenggorokan.Sakit di bagian leher
  • Kesulitan menelan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Batuk.

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala dari kanker tiroid yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan munculnya gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Walaupun benjolan di kelenjar tiroid adalah kondisi yang cenderung tidak berbahaya, akan lebih baik apabila Anda tetap waspada. Terlebih lagi jika kemunculan benjolan di tiroid disertai dengan gejala kanker lainnya yang telah disebutkan di atas, segera lakukan pemeriksaan dokter.

Penyebab

Apa penyebab kanker tiroid?

Penyebab kanker kelenjar getah bening tidak diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan besar pemicunya adalah penyakit ini muncul karena adanya perubahan DNA pada sel-sel yang terdapat di kelenjar tiroid.

Sel-sel kelenjar tiroid yang bermutasi akan berkembang secara cepat dan tidak terkendali. Hal ini menyebabkan sel-sel tersebut tidak mudah mati. Padahal, sel-sel yang normal seharusnya digantikan oleh sel-sel yang baru. Kondisi ini bisa menyebabkan adanya tumor ganas pertanda kanker pada kelenjar tiroid.

Sel-sel yang abnormal tersebut akan menyerang jaringan di sekitarnya, mengakibatkan pertumbuhan tumor. Penyebarannya pun berpotensi menjalar ke organ-organ tubuh lainnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko kanker tiroid?

Meski penyebab kanker tiroid tidak diketahui secara pasti, peneliti menemukan beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya, seperti:

  • Umur dan jenis kelamin.

Penyakit kanker ini lebih banyak menyerang wanita ketimbang pria. Walaupun dapat menyerang semua usia, kanker ini lebih banyak terjadi pada wanita usia 40-50 tahunan dan pria berusia 60-70an.

  • Mutasi gen yang diwariskan

Kanker ini memiliki kaitan erat dengan kondisi bawaan dalam keluarga yang mewarisi gen mutasi, seperti gen RET, gen APC, gen PTEN, dan gen PRKAR1A.

  • Paparan radiasi

Radiasi dari radioterapi sekitar leher dan radiasi tes pencitraan, seperti CT scan dan rontgen dapat merusak DNA sel sehingga bisa meningkatkan risiko penyakit kanker ini.

  • Obesitas

Orang dengan berat badan berlebihan diketahui memiliki risiko kanker lebih tinggi ketimbang orang yang memiliki berat badan ideal. Risikonya meningkat seiring dengan bertambahnya berat badan.

  • Kekurangan yodium

Jenis kanker folikuler dan kanker papiler lebih sering menyerang orang-orang yang asupan yodiumnya rendah.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker tiroid didiagnosis?

Dalam mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Seperti mengecek benjolan yang ada di leher, menanyakan gejala kanker tiroid yang dirasakan, dan memeriksa riwayat kesehatan Anda dan keluarga.

Apabila dokter mencurigai adanya perkembangan sel kanker, beberapa tes tambahan akan dilakukan, seperti:

  • Tes darah: Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar hormon kalsitonin dan thyroid-stimulating hormone (TSH) serta kalsium dalam darah.
  • Tes genetik: Tes dilakukan untuk mengetahui adanya faktor genetik, seperti mewarisi mutasi gen dalam keluarga yang memperkuat dugaan terhadap penyakit kanker.
  • Tes biopsi: Tindakan ini dilakukan dengan mengecek langsung jaringan abnormal pada kelenjar tiroid adalah kanker atau bukan, dengan mengambil sedikit jaringan sebagai sampel.
  • Tes pencitraan: Tes pengambilan gambar, seperti USG, CT scan, dan MRI scan bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari leher dan area kelenjar tiroid Anda.
  • Laringoskopi: Prosedur pengecekan kotak suara (laring) masih berfungsi normal atau tidak dengan laringoskop.

Apakah kanker tiroid bisa sembuh?

Kebanyakan kasus kanker jenis ini bisa disembuhkan dengan berbagai pengobatan. Namun, faktor kesembuhannya sangat bergantung dengan usia pasien, stadium kanker yang dimiliki, dan kesehatan tubuh pasien secara menyeluruh.

Penderita kanker tiroid stadium 1 dan 2, punya harapan hidup lebih besar. Alasannya karena sel kanker belum menyebar luas ke jaringan atau organ sehat lainnya.

Akan tetapi, pada pasien stadium 3 dan 4 yang sudah parah dan mungkin memiliki masalah kesehatan lain, penyakit tidak bisa disembuhkan. Meski begitu. pengobatan tetap bisa membantu mereka meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Apa saja pilihan pengobatan untuk kanker tiroid?

Penyembuhan penyakit kanker kelenjar getah bening dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

Operasi

Operasi adalah pengobatan untuk kanker tiroid, kecuali jenis anaplastik. Prosedur medis ini terdiri dari beberapa macam, yaitu lobektomi (pengangkatan lobus dengan isthmus yang terkena kanker), tiroidektomi (pengangkatan kelenjar tiroid), dan pengangkatan kelenjar getah bening.

Efek samping dari operasi kanker tiroid ini adalah kerusakan kelenjar paratiroid, suara serak, perdarahan, dan infeksi.

Ablasi iodium radioaktif

Penanganan ini ditujukan untuk pasien yang telah menjalani prosedur tiroidektomi. Tujuannya adalah untuk menghancurkan jaringan-jaringan abnormal kelenjar tiroid yang tersisa di tubuh Anda.

Prosedur ini juga biasanya dilakukan untuk mengatasi sel-sel kanker yang menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya.

Terapi hormon tiroid

Apabila kelenjar tiroid Anda telah diangkat sepenuhnya, Anda diharuskan meminum pil hormon tiroid. Pil ini membantu mencegah perkembangan sel-sel kanker yang tersisa di tubuh Anda.

Obat ini bekerja dengan cara menurunkan produksi thyroid-stimulating hormone atau TSH. TSH adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak Anda.

Kemoterapi dan radioterapi

Radioterapi akan dilakukan setelah operasi, jika ada kemungkinan kanker berisiko tinggi kembali muncul.

Sementara kemoterapi, yakni terapi kanker dengan obat-obatan, biasanya tidak dijadikan pilihan utama untuk mengobati kanker kelenjar tiroid. Biasanya, ini direkomendasikan bersama radioterapi untuk mengobati kanker tiroid anaplastik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker tiroid?

Gaya hidup sehat untuk pasien kanker, seperti olahraga, menjaga berat badan tetap ideal, dan menjaga kecukupan nutrisi, seperti yodium setiap hari harus diterapkan.

Studi menemukan potensi tanin, flavonoid, dan saponin sebagai obat herbal untuk kanker kelenjar tiroid. Meski begitu, penggunaan obat-obat ini harus Anda konsultasikan lebih dahulu pada dokter. Pasalnya, obat tersebut mungkin bisa memicu reaksi alergi atau menimbulkanefek samping.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit kanker tiroid?

Mencegah penyakit kanker dapat dilakukan dengan menurunkan berbagai risikonya. Akan tetapi, tidak semua risiko bisa dihindari, contohnya yang berhubungan dengan usia, jenis kelamin, dan penyakit genetik yang diturunkan oleh keluarga.

Tindakan pencegahan kanker tiroid yang bisa dilakukan, umumnya berkaitan dengan aktivitas tertentu dan gaya hidup yang diterapkan. Lebih jelasnya, Anda harus menjaga pola makan agar tetap sehat dan asupan yodium tercukupi serta olahraga rutin agar berat badan bisa terkendali.

Kemudian, paparan radiasi juga harus dikurangi. Hal ini yang menjadi alasan dokter tidak akan menganjurkan rontgen atau CT scan, jika memang tidak benar-benar dibutuhkan.

Bagi Anda yang mewarisi mutasi gen dari orangtua, pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu dilakukan. Pada beberapa kasus, jika risiko kanker yang dimiliki cukup tinggi, kelenjar tiroid akan diangkat. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut di kemudian hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is thyroid cancer? American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/thyroid-cancer/about/what-is-thyroid-cancer.html [Accessed on September 3rd, 2020]

Cancer in Indonesia. Global Cancer Observatory. https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf [Accessed on September 3rd, 2020]

Thyroid cancer treatment (Adult) (pdq®)–patient version. (2020, May 21). National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/thyroid/patient/thyroid-treatment-pdq [Accessed on September 3rd, 2020]

Signs and symptoms of thyroid cancer. American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/thyroid-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html [Accessed on September 3rd, 2020]

Thyroid cancer – Symptoms and causes. (2020, January 21). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thyroid-cancer/symptoms-causes/syc-20354161 [Accessed on September 3rd, 2020]

What causes thyroid cancer?. American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/thyroid-cancer/causes-risks-prevention/what-causes.html [Accessed on September 3rd, 2020]

Thyroid cancer risk factors.  American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/thyroid-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html [Accessed on September 3rd, 2020]

Thyroid cancer. (2015, September 9). American Thyroid Association. https://www.thyroid.org/thyroid-cancer/ [Accessed on September 3rd, 2020]

Surgery for thyroid cancer. (n.d.). American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/thyroid-cancer/treating/surgery.html [Accessed on September 3rd, 2020]

Danaraddi, S., Hunasgi, S., Koneru, A., Ramalu, S., & Vanishree, M. (2014). Natural ways to prevent and treat oral cancer. Journal Of Oral Research And Review6(1), 34. doi: 10.4103/2249-4987.140213 [Accessed on September 3rd, 2020]


Artikel terkait


Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji pada 01/02/2021
x