Inilah Fungsi 4 Hormon Penting untuk Manusia Bertahan Hidup

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah mengenal ada orang yang memiliki pembesaran kelenjar gondok, mengalami gangguan menstruasi, memiliki postur tubuh pendek, atau mungkin yang paling sering adalah menemukan orang-orang yang terkena kencing manis. Tahukah Anda kalau penyakit-penyakit seperti itu ternyata disebabkan oleh gangguan hormon? Karena itu, fungsi hormon bagi tubuh manusia benar-benar penting.

Mengenal fungsi hormon

fungsi hormon

Hormon adalah zat yang dibentuk oleh bagian tubuh tertentu dalam jumlah kecil dan dibawa ke jaringan tubuh lain serta memiliki pengaruh terhadap aktivitas sel-sel tubuh.

Hormon dihasilkan baik di otak (bagian hipotalamus dan hipofisis) maupun di luar otak (pankreas, kelenjar tiroid, adrenal, dan organ reproduksi).

Organ-organ tersebut mengeluarkan hormon, kemudian hormon akan masuk ke dalam aliran darah menuju organ tujuan tempat hormon tersebut bekerja.

Tubuh memproduksi banyak hormon. Dari seluruh hormon yang diproduksi, terdapat empat hormon yang penting sekali untuk kelangsungan hidup. Bila terjadi gangguan serius pada hormon esensial ini, maka bisa terjadi kematian. Apa saja empat hormon tersebut?

1. Hormon insulin

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Hormon ini memiliki sifat anabolik atau bersifat membangun. Insulin diproduksi pada saat kadar zat gizi dalam darah (gula, lemak, dan asam amino) meningkat.

Fungsi hormon insulin dalam tubuh yaitu menurunkan kadar gula darah, asam lemak bebas, dan asam amino, serta membantu penyimpanannya.

Adanya hormon insulin membuat sel-sel tubuh manusia menggunakan gula sebagai bahan energi utama. Kerja hormon insulin dilawan oleh hormon glukagon yang diproduksi oleh sel alfa pankreas.

Tidak adanya hormon insulin dapat menyebabkan timbulnya kondisi hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) seperti yang terjadi pada penyakit diabetes melitus (DM) atau kencing manis. Apabila tidak ditangani, hiperglikemia dapat menimbulkan gangguan terhadap berbagai organ seperti ginjal, saraf, dan retina.

Kekurangan insulin juga dapat menyebabkan terjadinya pemecahan lemak dari jaringan lemak, sehingga terjadi peningkatan asam lemak di dalam darah.

Pada kondisi tubuh yang tidak dapat menggunakan gula sebagai bahan bakar utama, sel-sel akan menggunakan asam lemak sebagai alternatif energi.

Penggunaan asam lemak untuk energi ini akan meningkatkan pelepasan badan keton (ketosis), yang bersifat asam sehingga menyebabkan kondisi asidosis. Asidosis ini dapat menurunkan kerja otak dan bila parah bisa menimbulkan koma hingga akhirnya kematian.

2. Hormon paratiroid

Hormon paratiroid (PTH) adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar paratiroid. Kelenjar ini terletak di sekitar kelenjar tiroid. PTH berperan penting dalam mengatur kadar kalsium dalam darah. Kalsium sendiri berpengaruh penting pada kontraksi otot dan proses pembekuan darah.

PTH dikeluarkan pada kondisi kalsium dalam darah yang rendah. Hormon ini meningkatkan kalsium dengan meningkatkan pelepasan kalsium dari tulang, penyerapan kalsium dari usus dan ginjal. Kalsitonin adalah hormon yang dapat menghambat kerja PTH.

PTH penting untuk kehidupan karena apabila tidak ada PTH, maka dapat terjadi kejang otot, termasuk otot-otot pernapasan, sehingga menimbulkan gagal napas dan berujung pada kematian.

3. Hormon kortisol

pemula-fitness

Anda pasti sering mendengar tentang steroid. Biasanya steroid sering diresepkan untuk antiradang atau di gym sering kali Anda mendengar orang-orang mau menyuntikkan steroid demi mendapatkan bentuk tubuh yang baik. Namun, tahukah Anda kalau tubuh ternyata sudah memiliki steroid alami yang disebut hormon kortisol?

Kortisol atau glukokortikoid adalah hormon yang paling banyak dikeluarkan oleh kelenjar adrenal. Bahan dasar hormon ini adalah kolesterol. Kortisol dikenal dengan sebutan hormon stres, karena hormon ini dikeluarkan terutama pada saat tubuh kita dalam keadaan stres.

Fungsi hormon kortisol sangat penting dalam metabolisme dan sistem imun tubuh. Berbeda dengan insulin, hormon kortisol bersifat metabolik (memecah).

Adanya hormon kortisol dalam darah dapat meningkatkan pemecahan cadangan makanan dalam tubuh, sehingga gula darah, lemak dan asam amino akan meningkat dalam darah, agar bahan-bahan tersebut dapat menjadi sumber energi dalam keadaan stres.

4. Hormon aldosteron

Hormon aldosteron mungkin lebih jarang didengar dibandingkan kortisol. Aldosteron juga dikeluarkan oleh kelenjar adrenal dan memiliki peran penting dalam keseimbangan ion natrium (garam) dan kalium tubuh. Aldosteron akan diproduksi bila kadar natrium dalam darah berkurang atau kadar kalium darah berlebihan.

Hormon ini menyebabkan natrium diserap kembali oleh sel-sel ginjal dan pembuangan kalium ke dalam urine. Penyerapan kembali natrium diikuti dengan penyerapan air dari ginjal.

Melalui mekanisme ini terjadi penyimpanan natrium dan peningkatan cairan tubuh yang berakibat pada terjadinya peningkatan tekanan darah.

Tidak adanya aldosterone dapat menimbulkan tubuh kehilangan natrium dan air, serta peningkatan kadar kalium yang berbahaya karena dapat menimbulkan kematian dengan cepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit