Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sistem reproduksi terdiri dari beragam proses dan organ, termasuk hormon-hormon dalam tubuh. Dua jenis hormon yang membantu sistem reporudksi, antara lain hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan hormon LH (luteinizing hormone).  Kedua hormon ini berperan penting pada sistem reproduksi laki-laki dan perempuan. Apa saja fungsi hormon FSH dan LH serta perbedaan antara keduanya?

Dari mana asalnya hormon FSH dan LH?

Semua hormon yang diproduksi dalam tubuh berasal dari hipotalamus. Hipotalamus adalah bagian kecil pada pusat otak yang berhubungan langsung dengan kelenjar pituitari, si “kelenjar master” yang mengendalikan banyak fungsi vital dalam tubuh.

Hipotalamus merangsang kelenjar endokrin untuk memproduksi banyak hormon, salah satunya gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Hormon GnRH ini merupakan induk dari kebanyakan hormon dalam tubuh, terutama hormon reproduksi laki-laki dan perempuan.

Selama masa produktif, GnRH akan merangsang kelenjar hipofisis untuk melepaskan hormon FSH yaitu hormon penstimulasi folikel dan hormon LH yaitu hormon luteinizing.  Pada dasarnya, kedua hormon ini memiliki tugas yang tak jauh berbeda, seringnya saling bekerja sama untuk mengoptimalkan sistem reproduksi wanita maupun pria.

Sederhananya, fungsi FSH adalah bertanggung jawab untuk mengatur produksi sel telur pada wanita dan sperma pada pria, sementara, hormon LH bekerja sama dengan FSH untuk mengatur kelancaran siklus menstruasi dan menjaga fungsi testis selama masa reproduksi.

Perbedaan fungsi hormon FSH dan LH

Selama ini Anda mungkin mengira bahwa hormon FSH dan LH hanya berperan membantu sistem reproduksi wanita saja. Padahal, kedua jenis hormon ini juga bermanfaat untuk reproduksi pria, lho. Akan tetapi, meski sama-sama menjaga sistem reproduksi, fungsinya pada wanita maupun pria tetap berbeda.

Fungsi hormon FSH dan LH pada wanita

tubektomi dan siklus menstruasi

Fungsi hormon FSH dan LH pada wanita yang paling utama adalah memastikan siklus menstruasi berjalan lancar setiap bulannya. Kedua hormon ini akan memacu pertumbuhan dan kematangan dari folikel alias sel telur, mulai dari awal pembentukan, ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium, hingga akhir masa menstruasi.

Pada awal siklus menstruasi,  kadar hormon FSH dalam tubuh akan meningkat, dan jumlah hormon LH menurun. FSH ini digunakan untuk merangsang folikel memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Sel telur kemudian akan dimatangkan untuk mempersiapkan diri menjelang masa subur.

Saat masa subur, hormon estrogen akan mengirimkan sinyal kepada kelenjar pituitari untuk berhenti memproduksi FSH dan mulai memproduksi hormon. Jika hormon FSH akan merangsang folikel memproduksi hormon estrogen dan progesteron, maka hormon LH akan memicu ovulasi alias pelepasan sel telur dari ovarium.

Folikel sel telur yang sudah dilepaskan akan berubah menjadi korpus luteum alias folikel kosong. Selanjutnya, korpus luteum ini akan melepaskan hormon progesteron untuk menebalkan jaringan dinding rahim, guna berjaga-jaga jika terjadi kehamilan. Namun jika tidak ada kehamilan, maka kadar progesteron ini akan kembali menurun dan menyebabkan dinding rahim Anda meluruh. Inilah yang kita sebut dengan menstruasi.

Dampak kadar hormon FSH dan LH terlalu tinggi pada wanita

Untuk tetap bekerja sesuai fungsi, hormon FSH dan LH harus memiliki kadar yang sesuai di dalam tubuh Anda. Pasalnya, jika kadar hormon FSH dan LH terlalu tinggi, dikhawatirkan keduanya tidak bekerja sebagaimana seharusnya.

Menurut sebuah artikel yang dimuat di Healthline, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kadar hormon FSH dan LH terlalu tinggi, dan menghambat fungsi serta cara kerja hormon, seperti:

Dampak kadar hormon FSH dan LH terlalu rendah pada wanita

Sama halnya dengan kadar hormon FSH dan LH yang terlalu tinggi, keduanyaa tidak bekerja dengan normal, jika kadarnya terlalu rendah di dalam tubuh. Khususnya, di dalam tubuh wanita, kedua hormon memiliki peranan penting dalam reproduksi.

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, misalnya hipotalamus atau kelenjar pituitari yang terdapat di dalam otak tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, berat badan tubuh di bawah normal juga berpengaruh terhadap kurangnya kadar hormon FSH dan LH di dalam tubuh.

Fungsi hormon FSH dan LH pada pria

infeksi saluran urogenital

Sementara, hormon FSH dan LH memiliki fungsi yang berbeda pada tubuh pria, meski masih berkaitan dengan sistem reproduksi. Di dalam tubuh pria, kedua hormon ini akan memastikan proses pembentukan sel sperma sehat (spermatogenesis) pada pria berjalan dengan baik.

Sel Sertoli pada testis membutuhkan hormon FSH untuk memproduksi protein pengikat androgen (ABP). Protein inilah yang menjadi kunci awal untuk merangsang pembentukan sperma sehat pada pria. Setelah itu, giliran kelenjar pituitari yang akan mengeluarkan hormon LH. Nah, hormon LH inilah akan merangsang sel Leydig untuk menghasilkan testosteron.

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, testosteron adalah hormon seks pria yang menghasilkan sperma. Ketika testosteron yang dihasilkan rendah, maka kuantitas dan kualitas sperma tentu akan menurun. Entah dari segi jumlah, bentuk, hingga pergerakannya yang kurang optimal. Dampak fatalnya, laki-laki kemungkinan dapat mengalami disfungsi ereksi karena testosteron jauh dari kata cukup.

Dampak kadar hormon FSH dan LH terlalu tinggi pada pria

Sama halnya yang terjadi pada wanita, fungsi hormon FSH dan LH mungkin tidak dapat bekerja dengan baik jika kadarnya terlalu tinggi. Hal-hal yang mungkin menghambat fungsi kedua hormon tersebut, antara lain:

  • penyakit autoimun.
  • trauma.
  • terpapar radiasi.
  • riwayat penggunaan obat-obatan kemoterapi.
  • testis yang tidak bekerja dengan baik.
  • testis yang rusak akibat penggunaan alkohol secara berlebihan.
  • testis yang rusak akibat pengobatan medis seperti X-ray atau kemoterapi.
  • sindrom klinefelter, yaitu kondisi tubuh kelebihan kromosom X yang memengaruhi pertumbuhan pria.

Dampak kadar hormon FSH dan LH terlalu rendah pada pria

Akan tetapi, jika Anda memiliki kadar hormon FSH dan LH yang rendah di dalam tubuh, kedua hormon tersebut tidak bisa bekerja sesuai fungsi. Salah satu hal yang mungkin terjadi jika FSH dan LH tidak bekerja sesuai fungsi adalah penurunan kadar hormon testosterone.

Penurunan kadar testosterone di dalam tubuh mungkin menyebabkan organ reproduksi di dalam tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik, kehilangan gairah seks, hingga sering merasa lelah. Oleh sebab itu, penting menjaga kadar kedua hormon tetap memadai agar dapat berfungsi secara optimal di dalam tubuh.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 11, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 7, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca