home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Hal Penyebab Kalsium Rendah Dalam Darah Plus Akibatnya Bagi Tubuh

7 Hal Penyebab Kalsium Rendah Dalam Darah Plus Akibatnya Bagi Tubuh

Selama ini kita mengenal manfaat kalsium untuk tulang. Namun, lebih dari itu ternyata kalsium juga bermanfaat untuk membantu kerja sistem saraf, membantu kerja otot, membantu pembekuan darah, dan membantu kerja jantung. Untuk mendukung hal tersebut, maka normalnya kadar kalsium dalam darah harus selalu terkontrol. Lalu, apa akibatnya jika kalsium dalam darah terlalu rendah?

Fungsi kalsium dalam darah

Kalsium dalam tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  • Kalsium yang didapatkan dari makanan
  • Kalsium dan vitamin D yang diserap usus
  • Kadar fosfat dalam tubuh
  • Beberapa hormon tertentu, seperti hormon paratiroid, kalsitonin, dan estrogen

Vitamin D dan beberapa hormon membantu mengontrol kadar kalsium dalam tubuh. Juga, mengontrol jumlah kalsium yang diserap dari makanan dan jumlah kalsium yang dikeluarkan oleh tubuh melalui urine. Sedangkan, fosfat memengaruhi kalsium dalam tubuh karena bekerja berlawanan. Jika kadar fosfat dalam darah tinggi, maka kadar kalsium dalam darah menjadi rendah, dan sebaliknya.

Ketika kalsium dalam darah rendah, hal ini disebut dengan hipokalsemia. Akibatnya, tulang jadi harus melepaskan kalsium miliknya demi mencoba menyeimbangkan kadar kalsium dalam darah. Sedangkan jika kalsium dalam darah tinggi (hiperkalsemia), kelebihan kalsium akan disimpan dalam tulang atau dikeluarkan dari tubuh melalui urine atau feses.

Berbagai penyebab hipokalsemia, rendahnya kadar kalsium dalam darah

Hipokalsemia bisa disebabkan oleh kurangnya kalsium yang berpindah dari tulang ke darah atau karena terlalu banyak kalsium yang hilang dari tubuh melalui urine. Beberapa alasan yang bisa menyebabkan hipokalsemia adalah:

  • Hipoparatiroidisme. Merupakan kondisi di mana kadar hormon paratiroid dalam tubuh rendah. Hal ini bisa terjadi ketika kelenjar paratiroid mengalami kerusakan selama operasi kelenjar tiroid. Hipoparatiroidisme menyebabkan Anda tidak bisa mengontrol kadar kalsium dalam darah karena hormon paratiroid tidak cukup dihasilkan tubuh. Kondisi lain yang juga berhubungan dengan hormon paratiroid sehingga menyebabkan kadar kalsium darah rendah adalah pseudohipoparatiroid dan DiGeorge syndrome.
  • Hipomagnesemia, di mana kadar magnesium dalam darah rendah. Hal ini menyebabkan aktivitas hormon paratiroid menjadi berkurang. Akibatnya, mengganggu kadar kalsium dalam darah.
  • Malnutrisi. Merupakan kondisi di mana tubuh tidak bisa menyerap vitamin dan mineral dari makanan yang Anda makan. Hal ini bisa disebabkan oleh penyakit, seperti penyakit celiac dan pankreatitis. Akibatnya, walaupun Anda sudah banyak mengonsumsi makanan sumber kalsium, tapi tubuh tidak bisa menyerap kalsium dari makanan.
  • Kadar vitamin D rendah. Hal ini bisa disebabkan karena kurang konsumsi makanan yang mengandung vitamin D atau kurang cukup mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.
  • Kadar fosfat dalam darah tinggi. Hal ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal, penggunaan obat pencahar, dan lainnya. Kerusakan pada fungsi ginjal juga dapat menyebabkan lebih banyak kalsium yang dikeluarkan dari tubuh melalui urine dan membuat ginjal kurang mampu mengaktifkan vitamin D.
  • Masalah tulang, seperti osteomalasia dan riketsia, di mana tulang menjadi lemah dan lunak karena asupan kalsium dan vitamin D tidak cukup. Hal ini membuat tubuh tidak bisa mengambil kalsium dari tulang untuk meningkatkan kadar kalsium dalam darah.
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat pengganti tiroid, rifampisin, antikonvulsan, bifosfonat, kalsitonin, dan kortikosteroid.

Akibat kalsium dalam darah rendah

Kadar normal kalsium darah adalah sebesar 8,8-10,4 mg/dL, sehingga Anda bisa dikatakan mempunyai kadar kalsium dalam darah rendah jika kadar kalsium darah kurang dari 8,8 mg/dL.

Kadar kalsium darah rendah dalam waktu cukup lama dapat menyebabkan kram otot pada punggung dan kaki, kejang otot, dan kesemutan pada tangan, kaki, dan wajah. Detak jantung yang tidak normal dan kesulitan bernapas juga bisa terjadi saat Anda mengalami hipokalsemia.

Selain itu, hipokalsemia juga dapat menyebabkan kulit kering dan bersisik, kuku rapuh, dan rambut kasar. Kadar kalsium darah rendah juga dapat memengaruhi otak dan menyebabkan kebingungan, hilang ingatan, depresi, dan halusinasi. Gejala ini akan hilang jika kadar kalsium darah sudah normal kembali.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Web MD. (2015). Calcium (Ca) in Blood. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/a-to-z-guides/calcium-ca-in-blood#1 [Accessed 15 Jun. 2017].

Khan, A., and Gotter, A. (2016). Calcium Deficiency Disease. [online] Available at: http://www.healthline.com/health/calcium-deficiency-disease#Causes2 [Accessed 15 Jun. 2017].

MSD Manual Consumer Version. Hypocalcemia (Low Level of Calcium in the Blood) – Hormonal and Metabolic Disorders – MSD Manual Consumer Version. [online] Available at: http://www.msdmanuals.com/home/hormonal-and-metabolic-disorders/electrolyte-balance/hypocalcemia-low-level-of-calcium-in-the-blood [Accessed 15 Jun. 2017].

Skugor, M. (2014). Hypocalcemia. [online] Available at: http://www.clevelandclinicmeded.com/medicalpubs/diseasemanagement/endocrinology/hypocalcemia/ [Accessed 15 Jun. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x