Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Mengenal Sistem Endokrin dan Hormon yang Dihasilkannya

Mengenal Sistem Endokrin dan Hormon yang Dihasilkannya

Sistem endokrin pada manusia memiliki fungsi penting agar tubuh bisa bekerja sebagaimana mestinya. Simak lebih lanjut tentang definisi, fungsi, bagian-bagian, hingga gangguan yang dapat terjadi pada sistem ini.

Apa itu sistem endokrin?

Sistem endokrin terdiri dari sekumpulan kelenjar dan organ yang berfungsi untuk memproduksi dan melepaskan hormon ke dalam tubuh manusia.

Hormon merupakan bahan kimia yang mengatur berbagai fungsi tubuh. Zat ini juga berfungsi dalam membawa pesan melalui darah menuju organ, kulit, otot, dan jaringan lainnya.

Pesan tersebut memberi tahu tubuh Anda apa yang harus dilakukan dan kapan melakukannya.

Pada dasarnya, berbagai fungsi dalam tubuh manusia sangat bergantung pada kinerja sistem endokrin dan hormon yang dihasilkannya.

Maka dari itu, penting untuk menjaga kesehatannya agar tubuh tetap berfungsi secara normal.

Fungsi sistem endokrin pada manusia

Hormon pertumbuhan

Fungsi utama sistem endokrin adalah untuk memproduksi dan melepaskan hormon. Kemudian, hormon akan masuk ke aliran darah guna mencapai sel, jaringan, atau organ tubuh lainnya.

Berbagai jenis hormon membantu mengendalikan sejumlah fungsi tubuh, seperti:

  • proses metabolisme,
  • pertumbuhan dan perkembangan,
  • emosi dan suasana hati,
  • fungsi seksual dan reproduksi,
  • siklus tidur, hingga
  • detak jantung dan tekanan darah.

Sistem endokrin juga mengatur seberapa banyak hormon yang dilepaskan. Hal ini bergantung pada kadar hormon atau zat lain dalam aliran darah, seperti kalsium.

Sejumlah kondisi lain juga memengaruhi kadar hormon, termasuk stres, infeksi, efek samping obat-obatan, hingga perubahan cairan dan mineral dalam darah.

Ketidakseimbangan hormon, baik terlalu banyak atau terlalu sedikit, bisa menyebabkan kenaikan berat badan, hipertensi, perubahan mood, dan berbagai gangguan kesehatan.

Anatomi sistem endokrin pada tubuh manusia

tubuh sehat, sistem endokrin

Kelenjar pada sistem endokrin juga dikenal sebagai kelenjar endokrin atau kelenjar penghasil hormon. Hormon tersebut lalu akan disalurkan melalui aliran darah ke seluruh tubuh.

Dikutip dari Society for Endocrinology, berikut ini penjelasan mengenai jenis kelenjar endokrin, letaknya pada tubuh, hormon yang dihasilkannya, dan fungsinya.

1. Kelenjar hipotalamus

Sebagian besar fungsi sistem endokrin dikendalikan oleh kelenjar hipotalamus yang terletak di bagian bawah otak.

Salah satu fungsi utama hipotalamus ialah mempertahankan homeostasis, yakni kemampuan tubuh untuk tetap stabil saat lingkungan sekitarnya mengalami perubahan.

Hal ini dilakukan dengan melepaskan hormon untuk memberi tahu kelenjar pituitari (hipofisis) kapan harus melepaskan hormon lainnya.

2. Kelenjar pituitari (hipofisis)

Hipotalamus terhubung langsung dengan kelenjar pituitari yang ada di bawahnya. Kelenjar berukuran sebesar kacang polong ini terletak di bagian bawah otak dan belakang batang hidung.

Kelenjar pituitari juga disebut “kelenjar master”. Hal ini karena hormon yang dihasilkannya akan mengontrol cara kerja kelenjar lain dalam sistem endokrim manusia.

Ada beberapa jenis hormon yang diproduksi kelenjar pituitari. Berikut di antaranya.

  • Hormon pertumbuhan (GH): mengatur pertumbuhan dan metabolisme.
  • Hormon adrenokortikotropik (ACTH): merangsang kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon streoid.
  • Hormon perangsang tiroid: merangsang kelenjar tiroid mengeluarkan hormon tiroid.
  • Hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH): merangsang produksi hormon seks pada ovarium atau testis.
  • Hormon perangsang melanosit (MSH): merangsang produksi melanin pada kulit.
  • Hormon antidiuretik (ADH): menjaga kadar air dan tekanan darah.
  • Oksitosin: merangsang kontraksi rahim selama persalinan.
  • Prolaktin: merangsang produksi ASI pada kelenjar susu.

3. Kelenjar pineal

Kelenjar pineal terletak jauh di dalam otak manusia. Bagian ini menghasilkan hormon melatonin yang mengatur jam biologis (ritme sirkadian) dan jadwal tidur tubuh manusia.

Melatonin dilepaskan lebih banyak saat kondisi lingkungan di sekitarnya gelap. Hormon ini akan merangsang rasa kantuk sehingga juga sering disebut hormon tidur.

4. Kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid terletak pada bagian depan leher, tepatnya di bawah jakun. Tiroid terdiri dari dua bagian yang berbentuk mirip sayap kupu-kupu.

Terdapat dua jenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.

  • Tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3): mengatur tingkat metabolisme, mengendalikan fungsi jantung, perkembangan otak, dan pertumbuhan tulang.
  • Kalsitonin: mengatur kadar kalsium dan fosfat di dalam aliran darah.

5. Kelenjar paratiroid

Kelenjar paratiroid merupakan kelenjar pada sistem endokrin yang berukuran sebesar kacang polong.

Sebagian besar orang memiliki empat kelenjar paratiroid. Dua kelenjar terletak tepat di belakang kedua sayap kelenjar tiroid.

Kelenjar ini mengeluarkan hormon paratiroid yang mengontrol kadar kalsium dalam darah. Hormon paratiroid berfungsi mendukung kekuatan tulang, serta menjaga sistem saraf dan otot agar bekerja dengan baik.

6. Pankreas

Komplikasi kanker pankreas

Sebagai penghasil enzim pencernaan, pankreas juga menjadi bagian dari sistem endokrin. Kelenjar ini berukuran sekitar 15 cm serta terletak di samping lambung dan usus kecil.

Pankreas menghasilkan dua jenis hormon berikut untuk mengatur kadar gula darah.

  • Insulin: mengubah gula darah (glukosa) berlebih menjadi cadangan energi (glikogen) sehingga kadar gula darah turun.
  • Glukagon: mengubah glikogen kembali menjadi glukosa sehingga kadar gula darah naik.

7. Kelenjar adrenal

Tubuh manusia memiliki dua buah kelenjar adrenal yang terletak di atas setiap ginjal. Kelenjar ini terdiri dari dua bagian, yakni kulit (korteks) dan bagian dalam (medula).

Kedua bagian kelenjar adrenal ini menghasilkan hormon-hormon berikut.

  • Aldosteron: membantu keseimbangan garam dan air dalam tubuh untuk menjaga tekanan darah normal.
  • Kortisol: mengatur metabolisme tubuh, merespons terhadap penyakit, dan merangsang produksi glukosa dari glikogen.
  • Androgen: mendukung perkembangan awal organ seks pria dan pertumbuhan rambut tubuh wanita.
  • Adrenalin: merangsang produksi glukosa dari glikogen serta meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah untuk respons “fight or flight”.
  • Noradrenalin: mengaktifkan mekanisme untuk respons “fight or flight” saat stres bersama dengan kortisol dan adrenalin.

8. Testis

Testis merupakan gonad atau kelenjar kelamin pada sistem endokrin pria. Kelenjar ini berada di dalam kantong buah zakar (skrotum) yang terletak di belakang penis.

Kelenjar testis menghasilkan testosteron. Hormon ini mendukung perkembangan karakteristik pria selama pubertas, seperti pertumbuhan rambut wajah dan pendalaman suara.

Selain itu, testosteron juga berperan dalam produksi sperma dan menghasilkan gairah seks.

9. Ovarium

Indung telur atau ovarium berfungsi memproduksi dan melepaskan sel telur. Selain itu, organ ini juga menghasilkan hormon reproduksi wanita, yakni estrogen dan progesteron.

Fungsi dari kedua hormon ini pada sistem endokrin manusia adalah sebagai berikut.

  • Estrogen: mendukung perkembangan karakteristik wanita selama pubertas (seperti pertumbuhan payudara) dan mengontrol siklus menstruasi.
  • Progesteron: mengendalikan siklus menstruasi dan mempersiapkan kehamilan.

Ringkasan

Sistem endokrin pada manusia terdiri dari kelenjar hipotalamus, kelenjar pituitari, kelenjar pineal, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas, testis, dan ovarium.

Gangguan pada sistem endokrin manusia

Kelebihan maupun kekurangan kadar hormon tertentu umumnya menjadi pertanda gangguan pada sistem endokrin. Kondisi ini bisa memengaruhi tubuh Anda secara menyeluruh.

Diabetes merupakan salah satu bentuk gangguan endokrin yang paling banyak terjadi. Penyakit ini disebabkan karena kelenjar pankreas tidak cukup menghasilkan insulin atau insulin tidak bekerja dengan semestinya.

Selain itu, kelebihan tiroid (hipertiroid), kekurangan tiroid (hipotiroid), sindrom ovarium polikistik (PCOS), hingga osteoporosis juga menjadi beberapa gangguan umum terkait sistem endokrin.

Supaya sistem endokrin tetap sehat, Anda disarankan untuk menjalani pola makan yang sehat, berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur.

Jika memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, gangguan tiroid, atau PCOS, berkonsultasilah kepada dokter untuk mengetahui risiko Anda dan cara mengelola kondisi ini.


Ingin mendapatkan berat badan ideal?

Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is the Endocrine System?. United State Enviromental Protection Agency. (2022). Retrieved 7 September 2022, from https://www.epa.gov/endocrine-disruption/what-endocrine-system

Endocrine System: What Is It, Functions & Organs. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 7 September 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21201-endocrine-system

Endocrine System. Nemours KidsHealth. (2018). Retrieved 7 September 2022, from https://kidshealth.org/en/teens/endocrine.html

Hormones. Society for Endocrinology. (2022). Retrieved 7 September 2022, from https://www.yourhormones.info/hormones/

Glands. Society for Endocrinology. (2022). Retrieved 7 September 2022, from https://www.yourhormones.info/glands/

Endocrine Diseases. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. (2022). Retrieved 7 September 2022, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 2 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Next article: