Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Terdapat beragam hormon yang berperan penting dalam kesuburan Salah satunya adalah gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Hormon GnRH merupakan pengatur utama produksi hormon pada pria maupun wanita.

Maka dari itu, apabila terjadi gangguan pada hormon ini, tidak menutup kemungkinan Anda bisa mengalami masalah kesuburan. Simak informasi berikut untuk memahami lebih jauh fungsi GnRH bagi kesuburan.

Fungsi gonadotropin-releasing hormone (GnRH)

fase menstruasi

Hormon GnRH diproduksi oleh bagian otak yang disebut hipotalamus. Hormon ini terbawa bersama aliran darah menuju kelenjar pituitari di dalam otak.

GnRH kemudian berikatan dengan reseptor kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon-hormon gonadotropin.

Perlu diketahui bahwa hormon gonadotropin memengaruhi fungsi gonad.

Sementara gonad merupakan sebutan bagi organ reproduksi yang menghasilkan sel-sel anakan.

Pada manusia, gonad terdiri dari ovarium untuk wanita dan testis untuk pria.

GnRH merangsang pelepasan dua jenis hormon gonadotropin, yaitu hormon FSH dan LH. Pelepasan ini merupakan dorongan dan tidak terjadi terus menerus.

Fungsi hormon GnRH pada pria

Hormon gonadotropin mempunyai fungsi masing-masing baik untuk pria maupun wanita.

Pada pria, fungsi hormon GnRH adalah merangsang produksi LH (Luteinizing Hormone) di dalam kelenjar pituitari.

LH kemudian terbawa aliran darah, berikatan dengan reseptor sel-sel di dalam testis lalu merangsang pembentukan sel sperma.

Sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa pelepasan gonadotropin-releasing hormone (GnRH) terjadi karena adanya dorongan.

Pada pria, dorongan ini tergolong dalam kecepatan yang konsisten.

Fungsi hormon GnRH pada wanita

Pada wanita, fungsi FSH (Follicle Stimulating Hormone) adalah merangsang pembentukan sel telur baru dalam ovarium.

Pembentukan sel telur baru lantas merangsang produksi hormon estrogen. Estrogen lalu mengirimkan sinyal balik menuju kelenjar pituitari.

Sinyal ini membuat kelenjar pituitari menurunkan produksi FSH dan meningkatkan produksi LH.

Perubahan dalam jumlah FSH dan LH kemudian merangsang terjadinya ovulasi, yakni pelepasan sel telur dari ovarium.

Jika sel telur tidak dibuahi oleh sperma, Anda akan mengalami menstruasi dan siklus dimulai kembali dari pelepasan hormon GnRH.

Pelepasan salah satu hormon gonadotropin ini mempunyai dorongan yang bervariasi. Misalnya, sebelum ovulasi, dorongan untuk hormon terjadi lebih sering.

Perubahan jumlah hormon GnRH dan efeknya bagi tubuh

tes kesuburan wanita

Selama masa perkembangan anak, jumlah GnRH dalam tubuh sangatlah sedikit.

Hormon ini baru meningkat serta mulai memicu perkembangan pada tubuh dan organ reproduksi begitu memasuki masa pubertas.

Begitu ovarium dan testis mampu berfungsi secara optimal, produksi hormon GnRH, FSH, dan LH akan dipengaruhi oleh jumlah testosteron pada pria serta estrogen pada wanita.

Jika testosteron dan estrogen meningkat, jumlah GnRH juga meningkat.

Perubahan jumlah gonadotropin-releasing hormone selama siklus menstruasi adalah hal wajar.

Akan tetapi, jika jumlah hormon gonadotropin terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, kondisi ini dapat mengakibatkan sejumlah gangguan pada tubuh.

Melansir laman Hormone, berikut adalah beberapa akibat ketika jumlah GnRH di dalam tubuh tidak normal.

1. Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) terlalu tinggi

Dampak dari tingginya salah satu hormone gonadotropin ini belum banyak diketahui.

Namun, kondisi hormon GnRH yang terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko pembentukan tumor pada kelenjar pituitari.

Tumor dapat meningkatkan produksi GnRH yang berujung pada pembentukan estrogen dan testosteron secara berlebihan.

Hal ini lah yang dapat memicu terjadinya infertilitas atau masalah kesuburan sehingga Anda perlu melakukan tes kesuburan.

2. Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) terlalu rendah

Jika anak mengalami kondisi Gonadotropin-releasing hormone  atau hormon gonadotropin yang terlalu rendah, maka ia tidak dapat mengalami pubertas.

Contohnya terdapat pada penderita penyakit genetik langka yang disebut sindrom Kallman.

Penyakit ini menghambat fungsi sel saraf yang merangsang produksi GnRH.

Kondisi ini berpengaruh hingga mencapai usia dewasa. Hal ini karena orang yang memiliki sindrom Kallman tidak mengalami perubahan bentuk badan.

Tidak hanya tubuh di bagian luar, area lainnya seperti ovarium dan testis mereka juga tidak berkembang.

Maka dari itu, kondisi ini bisa menjadi salah satu faktor Anda atau pasangan tidak dapat menghasilkan keturunan.

Perlu diketahui pula bahwa kondisi ini lebih sering terjadi pada pria.

Adanya trauma atau kerusakan pada hipotalamus juga dapat menyebabkan hilangnya pelepasan fungsi hormon GnRH.

Kondisi ini juga dapat menghentikan produksi hormon FSH dan LH.

Pada wanita, efeknya adalah kehilangan siklus menstruasi (amenore). Sedangkan pada pria kemungkinan terjadi berhentinya produksi sperma.

Hubungan hormon GnRH dengan kesuburan

Hormon gnrh dengan kesuburan

Dapat disimpulkan bahwa hormon gonadotropin atau GnRH adalah hormon yang berperan besar dalam menentukan kesuburan.

Gangguan pada hormon ini dapat menghambat pelepasan sel telur dan produksi sperma sehingga berpengaruh pada kemampuan Anda dalam memiliki anak.

Perubahan jumlah GnRH biasanya tidak menimbulkan masalah pada masa subur.

Namun, apabila Anda mengalami gejala yang memengaruhi fungsi reproduksi, berkonsultasilah dengan dokter.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah hal tersebut berhubungan dengan jumlah GnRH.

Tidak hanya itu saja, dokter juga bisa memberikan saran mengenai terapi kesuburan saat terjadi infertilitas.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Fase Dalam Siklus Menstruasi yang Harus Wanita Kenali Tiap Bulan

Sebelum akhirnya menstruasi, ada banyak fase yang harus dilewati tubuh tiap bulan. Mengetahui tahapan siklus menstruasi akan sangat berguna untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14/08/2019 . Waktu baca 7 menit

Gairah Seks Dipengaruhi Oleh Hormon, Tapi Apakah Berlaku Juga Sebaliknya?

Hormon dipercaya mempengaruhi kegiatan seks pada laki-laki dan wanita. Bagaimana penjelasannya? Baca info lengkapnya di artikel Hello Sehat ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 11/10/2018 . Waktu baca 6 menit

Kenali 4 Jenis Vitamin Kesuburan Ini Agar Cepat Hamil

Tingkatkan kesuburan Anda dengan mengetahui dan mengonsumsi konsumsi vitamin kesuburan atau vitamin untuk program hamil. Cari tahu informasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 06/08/2018 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan berlemak meningkatkan kesuburan

Makan Makanan Berlemak Ternyata Ada Pengaruhnya Bagi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/01/2020 . Waktu baca 4 menit
usia kesuburan wanita

Mengapa Bertambahnya Usia Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/12/2019 . Waktu baca 3 menit
tes kesuburan wanita

Mengenal Beragam Tes Kesuburan dan Pemeriksaan Organ Reproduksi Pada Wanita

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019 . Waktu baca 4 menit
menunda kehamilan susah punya anak

Benarkah Menunda Kehamilan Bisa Menyebabkan Susah Punya Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/10/2019 . Waktu baca 4 menit