home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab Tekanan Darah Naik Turun: Ketahui yang Normal dan yang Mengkhawatirkan

Penyebab Tekanan Darah Naik Turun: Ketahui yang Normal dan yang Mengkhawatirkan

Memeriksa tekanan darah atau tensi bisa dibilang wajib jika sedang berkunjung ke dokter. Anda mungkin memiliki tekanan darah sedikit rendah atau sedikit tinggi. Tidak jarang tekanan darah bisa berubah-ubah sepanjang hari. Apakah ini normal? Apa yang menyebabkan tekanan darah naik turun? Simak jawabannya berikut ini.

Penyebab tekanan darah naik turun

Tekanan darah naik turun bisa menjadi hal yang normal dan bisa juga tidak. Tekanan darah yang berubah-ubah bisa disebabkan oleh respon tubuh terhadap perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari, misalnya stres, kurang tidur, olahraga, dan sebagainya.

Berikut ini merupakan penyebab tekanan darah naik turun.

  • Stres. Tubuh mengalami berbagai perubahan saat Anda stres, salah satunya adalah tekanan darah menjadi lebih tinggi. Perubahan ini terjadi karena hormon stres yang dihasilkan tubuh, misalnya hormon kortisol, membuat jantung memompa darah lebih keras.
  • Obat-obatan tertentu. Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan tekanan darah meningkat atau menurun, misalnya konsumsi obat acetaminophen, dekongestan, dan obat antiradang.
  • Sensitivitas terhadap makanan. Beberapa orang bisa mengalami perubahan tekanan darah karena sensitif terhadap makanan tertentu. Hal ini umum terjadi pada mereka yang memiliki sensitivitas terhadap makanan yang mengandung garam/natrium tinggi atau makanan yang sangat asin. Biasanya, tekanan darah akan kembali normal dalam beberapa waktu.
  • Konsumsi kafein. Kopi, teh, atau minuman lain yang mengandung kafein tinggi bisa menyebabkan tekanan darah naik. Para ahli menduga, hal ini terjadi karena kafein menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Bagi Anda yang tidak terbiasa minum kopi, minum lebih dari dua cangkir kopi per hari dapat meningkatkan tekanan darah sebesar 4-13 mmHg.
  • Dehidrasi. Dehidrasi bisa menyebabkan tekanan darah turun. Anda perlu minum lebih banyak air untuk meningkatkan volume darah sehingga tekanan darah naik kembali.
  • Demam. Demam merupakan respon tubuh saat melawan infeksi. Saat demam, tekanan darah Anda bisa meningkat karena pembuluh darah menyempit sementara detak jantung Anda meningkat.

mengontrol tekanan darah

Tekanan darah yang tidak stabil bisa jadi tanda masalah serius

Merupakan hal yang normal jika tekanan darah mengalami peningkatan atau penurunan sepanjang hari, jika masih dalam batas yang wajar. Namun, akan berbeda ceritanya jika tekanan darah naik turun dalam rentang yang sangat jauh. Hal ini justru bisa menjadi tanda adanya peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian dini, seperti yang dikatakan peneliti dalam WebMD.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah atas (sistolik) yang naik turun lebih dari 14 mmHg berhubungan dengan peningkatan risiko gagal jantung sebesar 25%. Tekanan darah sistolik adalah angka teratas dalam pembacaan tekanan darah.

Dibandingkan dengan orang yang tekanan darahnya stabil, orang yang memiliki tekanan darah naik turun dengan rata-rata selisih 15 mmHg, dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung sebesar 30% dan peningkatan risiko stroke sebesar 46%.

Paul Muntner, profesor epidemiologi di University of Alabama School of Public Health di Birmingham, kepala penelitian tersebut mengatakan bahwa tekanan darah yang naik turun bisa menjadi tanda meningkatnya kerusakan pembuluh darah arteri.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu berusaha menjaga tekanan darah tetap terkontrol. Setidaknya, jaga tekanan darah Anda agar kurang dari 140/90 mmHg. Sementara, tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg.

Jika Anda memang mempunyai tekanan darah tinggi (tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg), pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup dapat membantu menjaga tekanan darah Anda tetap stabil. Jadi, usahakan untuk menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Weber, C. (2017). Is It Normal for Blood Pressure to Fluctuate?. [online] Available at: https://www.verywell.com/normal-blood-pressure-fluctuations-throughout-the-day-1764097 [Accessed 25 Sep. 2017].

Reinberg, S. (2015). Big Swings in Blood Pressure Could Spell Trouble. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/news/20150727/big-swings-in-blood-pressure–could-spell-trouble [Accessed 25 Sep. 2017].

New Health Advisor. 8 Possible Causes Why Your Blood Pressure Is Fluctuating. [online] Available at: http://www.newhealthadvisor.com/Fluctuating-Blood-Pressure.html [Accessed 25 Sep. 2017].

Lockhart, T. (2017). Fluctuating Blood Pressure: Causes and Treatments. [online] Daily Free Health Articles and Natural Health Advice. Available at: http://www.doctorshealthpress.com/general-health/fluctuating-blood-pressure/ [Accessed 25 Sep. 2017].

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 17/02/2021
x