Penyebab Tekanan Darah Naik Turun: yang Normal dan yang Mengkhawatirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memeriksa tekanan darah atau tensi bisa dibilang wajib jika sedang berkunjung ke dokter. Kadang, Anda mungkin memiliki tekanan darah sedikit rendah dan kadang sedikit tinggi. Ya, kadang tekanan darah bisa berubah-ubah sepanjang hari. Apakah ini normal? Apa yang menyebabkan tekanan darah naik turun? Simak jawabannya berikut ini. 

Penyebab tekanan darah naik turun

Tekanan darah naik turun bisa menjadi hal yang normal dan bisa juga tidak. Tekanan darah yang berubah-ubah bisa disebabkan oleh respon tubuh terhadap perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari, misalnya stres, kurang tidur, olahraga, dan sebagainya.

Berikut ini merupakan penyebab tekanan darah naik turun.

  • Stres. Tubuh mengalami berbagai perubahan saat Anda stres, salah satunya adalah tekanan darah menjadi lebih tinggi. Perubahan ini terjadi karena hormon stres yang dihasilkan tubuh, misalnya hormon kortisol, membuat jantung memompa darah lebih keras. 
  • Obat-obatan tertentu. Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan tekanan darah naik turun. Misalnya, konsumsi obat acetaminophen, dekongestan, dan obat antiradang.
  • Sensitivitas terhadap makanan. Beberapa orang bisa mengalami perubahan tekanan darah karena sensitif terhadap makanan tertentu. Hal ini umum terjadi pada mereka yang memiliki sensitivitas terhadap makanan yang mengandung garam/natrium tinggi atau makanan yang sangat asin. Biasanya, tekanan darah akan kembali normal dalam beberapa waktu.
  • Konsumsi kafein. Kopi, teh, atau minuman lain yang mengandung kafein tinggi bisa menyebabkan tekanan darah naik. Para ahli menduga, hal ini terjadi karena kafein menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Bagi Anda yang tidak terbiasa minum kopi, minum lebih dari dua cangkir kopi per hari dapat meningkatkan tekanan darah sebesar 4-13 mmHg.
  • Dehidrasi. Dehidrasi bisa menyebabkan tekanan darah turun. Anda perlu minum lebih banyak air untuk meningkatkan volume darah sehingga tekanan darah naik kembali.
  • Demam. Demam merupakan respon tubuh saat melawan infeksi. Saat demam, tekanan darah Anda bisa meningkat karena pembuluh darah menyempit sementara detak jantung Anda meningkat.

mengontrol tekanan darah

Tekanan darah yang tidak stabil bisa jadi tanda masalah serius

Merupakan hal yang normal jika tekanan darah naik turun sepanjang hari, jika masih dalam batas yang wajar. Namun, akan berbeda ceritanya jika tekanan darah naik turun dalam rentang yang sangat jauh. Hal ini justru bisa menjadi tanda adanya peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian dini, seperti yang dikatakan peneliti dalam WebMD.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah atas (sistolik) yang naik turun lebih dari 14 mmHg berhubungan dengan peningkatan risiko gagal jantung sebesar 25%. Tekanan darah sistolik adalah angka teratas dalam pembacaan tekanan darah.

Dibandingkan dengan orang yang tekanan darahnya stabil, orang yang memiliki tekanan darah naik turun dengan rata-rata selisih 15 mmHg, dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung sebesar 30% dan peningkatan risiko stroke sebesar 46%.

Paul Muntner, profesor epidemiologi di University of Alabama School of Public Health di Birmingham, kepala penelitian tersebut mengatakan bahwa tekanan darah yang naik turun bisa menjadi tanda meningkatnya kerusakan pembuluh darah arteri.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu berusaha menjaga tekanan darah tetap terkontrol. Setidaknya, jaga tekanan darah Anda agar kurang dari 140/90 mmHg. Sementara, tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg.

Jika Anda memang mempunyai tekanan darah tinggi (tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg), pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup dapat membantu menjaga tekanan darah Anda tetap stabil. Jadi, usahakan untuk menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Preeklampsia, Komplikasi Kehamilan yang Membahayakan Ibu dan Janin

Preeklampsia atau preeklamsia adalah tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Cari tahu apa obat, penyebab, ciri, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

6 Bahaya pada Tubuh Jika Mengonsumsi Garam Terlalu Banyak

Ada beberapa bahaya tingginya asupan garam pada tubuh. Bukan hanya memicu darah tinggi, tapi juga memicu kanker dan kerusakan ginjal. Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Waspada Papilledema, Pembengkakan Saraf Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Papilledema adalah pembengkakan saraf optik pada mata yang bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan secara tiba-tiba. Ini dia pencegahan dan penanganannya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Daging Kambing vs Daging Domba: Mana yang Lebih Sehat?

Anda penggemar sate kambing? Atau lebih suka steak domba muda? Kira-kira mana yang lebih baik untuk kesehatan, daging kambing atau domba?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Fakta Gizi, Nutrisi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
eklampsia adalah

Eklampsia, Komplikasi Penyakit Preeklampsia yang Tidak Ditangani

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
peredaran darah tidak lancar

10 Gejala Peredaran Darah Tidak Lancar dan Berbagai Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Hipotensi Ortostatik

Berdiri dari Duduk Bikin Pusing? Hipotensi Ortostatik Kemungkinan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit