Pankreas dan Peran Pentingnya bagi Kehidupan Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Bila Anda diminta untuk menyebutkan berbagai organ tubuh, Anda mungkin langsung teringat dengan organ-organ vital seperti jantung, otak, atau ginjal. Padahal, ada satu lagi organ yang perannya tidak kalah penting, yaitu pankreas.

Organ yang dikenal juga sebagai Pulau Langerhans ini mempunyai peran besar dalam sistem pencernaan manusia. Pankreas membantu mengubah makanan yang Anda konsumsi menjadi sumber energi dan menghasilkan sejumlah hormon yang menjaga fungsi tubuh.

Ingin tahu apa lagi fungsi organ ini bagi tubuh Anda? Berikut ulasannya.

Fungsi pankreas bagi manusia

Transplantasi dan pankreas buatan

Pankreas yang sehat mampu menghasilkan zat kimia alami dalam jenis, jumlah, dan waktu yang sesuai. Zat-zat inilah yang Anda butuhkan untuk mencerna makanan dan mendapatkan energi.

Secara umum, fungsi pankreas adalah sebagai berikut.

1. Fungsi eksokrin

Pankreas memiliki banyak kelenjar eksokrin yang menghasilkan enzim-enzim penting bagi pencernaan. Kelenjar eksokrin adalah kelenjar yang mempunyai saluran khusus tanpa melewati darah. Hormon yang dihasilkan akan melewati salurannya sendiri.

Enzim-enzim yang dihasilkan kelenjar eksokrin organ ini di antaranya:

  • amilase untuk mencerna karbohidrat,
  • lipase untuk mencerna lemak, serta
  • tripsin dan kimotripsin untuk mencerna protein.

Begitu makanan dicerna dalam lambung, kelenjar pankreatik akan mulai melepaskan berbagai hormon di atas. Hormon-hormon tersebut dialirkan melalui saluran khusus, lalu bertemu dengan cairan empedu sebelum akhirnya sampai di usus 12 jari.

2. Fungsi endokrin

Selain memiliki fungsi eksokrin, pankreas juga menjalankan fungsi sebagai kelenjar endokrin. Artinya, organ ini juga menghasilkan berbagai hormon yang tidak melewati saluran khusus, melainkan terbawa oleh aliran darah menuju jaringan tertentu.

Hormon endokrin yang dihasilkan pankreas adalah insulin serta glukagon. Keduanya saling bekerja untuk menyeimbangkan kadar gula darah dan energi Anda. Fungsi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan organ lain, termasuk otak, hati, dan ginjal.

Ketika gula darah Anda naik, misalnya sehabis makan, sel-sel pankreatik akan mulai mengirimkan hormon insulin untuk menurunkan gula darah. Glukosa berlebih dalam darah Anda kemudian diubah menjadi cadangan energi berbentuk glikogen.

Glikogen disimpan sementara di dalam hati dan jaringan otot. Begitu gula darah turun dan tubuh kekurangan energi, sel-sel pankreatik akan membentuk hormon glukagon. Hormon ini mengubah glikogen kembali menjadi glukosa, sumber energi utama tubuh.

Anatomi pankreas manusia

pankreas

Pankreas adalah organ berbentuk lonjong yang terletak pada bagian kiri atas perut, tepatnya di belakang lambung. Organ ini memanjang hingga limpa dan dikelilingi oleh beberapa organ pencernaan termasuk usus 12 jari, usus besar, dan kantong empedu.

Panjang keseluruhan pankreas berkisar antara 15 – 25 cm. Teksturnya menyerupai spons, dan bentuknya mirip seperti ikan atau buah pir yang yang memanjang. Berdasarkan posisinya, organ ini terbagi menjadi lima bagian sebagai berikut.

  • Uncinate process. Area ini terletak di bawah bagian pankreas yang lain. Anda mungkin tidak akan bisa melihat bagian ini sepenuhnya dari depan karena agak tertutup oleh usus 12 jari.
  • Kepala. Ini merupakan bagian organ yang paling luas dengan bentuk melengkung seperti huruf C. Bagian kepala terhubung dengan usus 12 jari melalui sebuah jaringan ikat.
  • Leher. Bagian ini terletak di antara kepala dan badan pankreas.
  • Badan. Ini adalah bagian pusat dari pankreas. Lokasinya tepat berada di belakang lambung.
  • Ekor. Ini adalah bagian kiri sekaligus ujung pankreas yang langsung berbatasan dengan limpa.

Terdapat sejumlah pembuluh darah besar yang mengelilingi pankreas. Beberapa pembuluh darah terhubung dengan mesenterium, yaitu organ pencernaan berbentuk membran berliku-liku yang terletak di belakang usus halus dan usus besar.

Ada pula pembuluh darah yang terhubung dengan hati dan usus. Selain menyuplai darah ke organ-organ utama yang terhubung dengannya, berbagai pembuluh ini juga memasok darah kaya oksigen menuju pankreas.

Jaringan penyusun pankreas

fungsi insulin

Pankreas manusia tersusun dari dua macam jaringan, yakni jaringan eksokrin serta jaringan endokrin. Sekitar 95% dari keseluruhan organ terdiri atas jaringan eksokrin. Jaringan ini menghasilkan enzim pencernaan yang nantinya dikirimkan ke usus halus.

Sementara itu, sekitar 5% sisanya adalah jaringan endokrin yang berkumpul menjadi klaster berbentuk anggur. Klaster-klaster inilah yang selama ini dikenal sebagai Pulau Langerhans. Sel-sel di dalamnya menghasilkan hormon yang mengatur gula darah dan produksi hormon.

Pulau Langerhans terbentuk dari tiga macam sel utama. Setiap sel membentuk jenis hormon yang berbeda-beda. Berikut perbedaan ketiganya.

  • Sel alfa menghasilkan hormon glukagon. Saat tubuh Anda kekurangan energi, glukagon akan mengambil energi dari cadangan yang disimpan pada hati dan otot.
  • Sel beta menghasilkan hormon insulin. Kebalikan dari glukagon, hormon ini mengubah gula darah yang berlebih menjadi cadangan energi untuk disimpan pada hati dan otot.
  • Sel delta menghasilkan hormon somatostatin. Hormon ini memengaruhi produksi enzim-enzim pencernaan.

Bisakah manusia hidup tanpa pankreas?

pengobatan pankreatitis

Pada beberapa kasus, pankreas mungkin harus diangkat sebagian atau seluruhnya. Hal ini biasanya dilakukan pada pasien yang memiliki kanker pankreas, peradangan pankreas (pankreatitis) kronis, atau kerusakan organ serius akibat cedera.

Uniknya, manusia dapat hidup tanpa pankreas, baik setelah operasi pengangkatan sebagian maupun total. Meski begitu, Anda tentu perlu melakukan penyesuaian dalam hidup apabila sudah tidak lagi memiliki organ ini.

Orang yang tidak memiliki pankreas dalam tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin secara alami. Selain itu, kemampuan tubuhnya untuk menyerap nutrisi dari makanan juga berkurang karena hilangnya enzim-enzim penting bagi proses pencernaan.

Tidak jarang, orang-orang yang hidup tanpa organ ini memiliki risiko tinggi mengalami diabetes. Oleh karena itu, ia perlu mendapat suntikan insulin dan enzim pencernaan setiap hari semasa hidupnya.

Dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk makan dengan porsi kecil setiap hari. Hal ini bertujuan untuk menghindari lonjakan gula darah. Menghindari konsumsi alkohol juga dapat membantu menjaga kesehatan jangka panjang.

Jika Anda pernah menjalani operasi pengangkatan pankreas, Anda tak perlu berkecil hati. Pasalnya, perawatan medis yang sesuai serta pola hidup yang sehat dapat meningkatkan harapan hidup orang-orang dengan riwayat medis seperti Anda.

Menurut sebuah studi, pasien dengan kondisi non-kanker (seperti pankreatitis) bahkan mempunyai peluang hidup tujuh tahun ke depan sebesar 76 persen setelah operasi. Sementara itu, peluang bagi pasien kanker pankreas adalah sebesar 31 persen.

Pankreas adalah organ pencernaan pelengkap yang berfungsi menghasilkan berbagai hormon dan enzim pencernaan. Organ ini tersusun atas beberapa macam sel yang menyusun sistem kelenjar dengan atau tanpa saluran khusus.

Mengingat fungsinya dalam menghasilkan enzim, gangguan pada sel pankreatik amat berpengaruh terhadap proses pencernaan Anda. Oleh sebab itu, jagalah kesehatan pencernaan Anda dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menjalani gaya hidup sehat.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

4 Manfaat Yoga untuk Diabetesi yang Sayang Jika Dilewatkan

Yoga adalah salah satu pilihan olahraga yang aman bagi pasien diabetes. Namun, apa saja manfaatnya? Yuk, cari tahu lebih jauh manfaat yoga untuk diabetes.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Lainnya, Kebugaran, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Cara Tepat Menyuntik Insulin dan Lokasi Terbaiknya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit