Cara Mengatasi Tubuh yang Demam dan Menggigil Saat Cuci Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hemodialisis alias cuci darah adalah suatu prosedur medis yang bertujuan untuk menyaring dan membersihkan darah dari zat berbahaya. Prosedur cuci darah biasanya dilakukan oleh orang yang mengalami gagal ginjal. Biasanya pasien akan menggigil dan demam ketika cuci darah. Adakah cara untuk mengatasi kondisi ini?

Apa penyebab menggigil saat cuci darah?

cuci darah berobat ke mana

Proses penyaringan darah di dalam tubuh dari zat dan limbah seharusnya dilakukan oleh sepasang organ ginjal. Namun, dalam beberapa kasus, fungsi ginjal bisa terganggu dan tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Alhasil, ginjal tidak dapat melakukan tugasnya untuk menyaring darah di dalam tubuh. Di sinilah hemodialisis atau cuci darah dilakukan dengan bantuan sebuah alat khusus seolah bertindak sebagai ginjal buatan, bernama dialyzer atau dialisis.

Sebagaimana kerja ginjal pada umumnya, prosedur cuci darah ini juga sebaiknya dilakukan secara rutin oleh pasien gangguan fungsi ginjal. Meski tujuannya baik, tapi tidak menutup kemungkinan bisa muncul satu atau lebih efek samping karena proses ini.

Salah satunya yakni tubuh terasa menggigil saat cuci darah, bahkan kadang disertai dengan demam. Biasanya, penyebab tubuh menggigil dan demam saat cuci darah ini disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh.

Entah karena kondisi medis tertentu, sistem kekebalan tubuh yang lemah, maupun infeksi bakteri. Selain itu, kondisi menggigil saat cuci darah juga bisa disebabkan oleh infeksi patogen selama prosesnya berjalan.

Infeksi patogen timbul melalui pembuluh darah buatan yang menghubungkan tubuh dengan alat khusus dialisis. Pembuluh darah buatan tersebut merupakan tempat dilakukannya tusukan atau penyisipan kateter untuk proses cuci darah.

Reaksi pirogenik (pyrogenic reaction) juga bisa terjadi selama proses cuci darah berlangsung. Reaksi pirogenik disebabkan oleh infeksi pada tubuh akibat bakteri.

Pada kasus ini, infeksi bakteri mengontaminasi sumber air yang digunakan untuk melakukan proses cuci darah, sehingga memicu demam dan menggigil saat prosesnya berlangsung.

Bakteri bisa datang karena sumber air yang dipakai biasanya tidak dicampur dengan kloramin atau klorin untuk memastikan kebersihannya (dekontaminasi). Itu sebabnya, sumber air yang digunakan dalam proses cuci darah dianjurkan untuk selalu dijaga dan diperiksa kebersihannya secara berkala.

Tujuannya untuk mencegah kemungkinan terjadinya kontaminasi air karena bakteri. Dengan begitu, reaksi pirogenik yang membuat tubuh terasa menggigil saat cuci darah bisa diminimalisir.

Bagaimana cara mengatasi menggigil saat cuci darah?

persiapan cuci darah

Sama halnya seperti prosedur medis yang lainnya, tubuh yang demam dan menggigil saat cuci darah juga bisa diatasi dengan satu atau beberapa cara. Melansir dari laman OA Publishing London, penanganan untuk demam serta menggigil saat cuci darah baru bisa dilakukan setelah penyebabnya diketahui.

Pemberian cairan infus

Proses cuci darah biasanya akan dihentikan untuk sementara saat tubuh tiba-tiba menggigil. Setelah itu, pemberian cairan intravena atau infus biasanya dilakukan ketika suhu tubuh meningkat.

Pemeriksaan alat, bahan, dan metode cuci darah

Pemeriksaan terhadap bahan yang dipakai dalam alat dialisis juga harus dilakukan. Jika penyebabnya memang ada di alat, bahan, maupun metode yang digunakan selama proses cuci darah, sebaiknya dilakukan penggantian perangkat lain.

Misalnya, apabila alat atau bahan untuk cuci darah diyakini sebagai penyebab demam dan menggigil saat atau setelah cuci darah berlangsung, sebaiknya diganti. Perubahan dilakukan dengan mengganti alat yang dipakai sebelumnya dengan alat yang lebih biokompatibel.

Cara lainnya bisa dengan melakukan penyaringan pada alat cuci darah, jika ditemukan adanya bahan kontaminan di dalamnya. Setidaknya cara ini bisa membantu mengatasi demam dan menggigil saat cuci darah.

Pemberian obat antibiotik

Dalam beberapa kasus menggigil saat cuci darah yang disebabkan oleh infeksi bakteri, biasanya bisa diberikan antibiotik. Hanya saja, pemberian antibiotik ini terbilang cukup jarang, karena kondisi demam dan menggigil saat cuci darah akibat bakteri juga tidak sering terjadi.

Itulah mengapa tidak dianjurkan untuk memberikan obat antibiotik sejak dini. Kecuali memang sudah ditemukan penyebab pasti karena adanya infeksi bakteri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Disepelekan, Ada Berbagai Efek Samping Cuci Darah (Hemodialisis) yang Mungkin Terjadi

Cuci darah merupakan hal wajib yang harus rutin dilakukan oleh pasien gagal ginjal akut. Meski begitu, ada beberapa efek samping cuci darah di baliknya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Gagal Ginjal

Gagal ginjal membuat tubuh Anda menyimpan racun karena ginjal tidak bisa menyaringnya. Bagaimana cara mengobatinya? Temukan jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Urologi, Ginjal 30/11/2018 . Waktu baca 13 menit

Bisakah Cuci Darah Sendiri di Rumah?

Bolak-balik ke rumah sakit untuk cuci darah bisa sangat melelahkan dan butuh banyak biaya. Solusinya? Pakai CPAD agar Anda bisa cuci darah di rumah sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Kent Pradana
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 01/05/2018 . Waktu baca 4 menit

Apakah Cuci Darah Harus Dilakukan Seumur Hidup?

Cuci darah merupakan prosedur yang wajib dilakukan oleh pasien gagal ginjal akut. Cuci darah baiknya tidak dihentikan karena berakibat pada kematian.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/12/2017 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko efek covid-19 pasien cuci darah

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 5 menit
prosedur cimino dalam cuci darah

Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit
hemodialisis

Pengobatan Hemodialisis dan CAPD untuk Gagal Ginjal, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020 . Waktu baca 7 menit
perawatan pasien cuci darah

5 Tips Merawat Anggota Keluarga yang Rutin Cuci Darah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2019 . Waktu baca 4 menit