7 Cara Efektif Mengusir Rasa Takut yang Berlebihan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Merasa takut merupakan hal yang wajar, mulai dari takut mengalami kehilangan seseorang yang dicintai atau sekadar menonton film horor. Ketakutan adalah bagian dari naluri alami manusia untuk bertahan hidup, tapi jika berlebihan bisa juga berdampak negatif. Meski demikian, ada berbagai cara untuk menghilangkan rasa takut yang berlebihan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Bagaimana rasa takut bisa muncul?

Rasa takut dapat terjadi dalam dua tahap yaitu reaksi biokimia dan respon emosional. Saat kita merasa takut, tubuh akan secara otomatis melepaskan hormon stres adrenalin dalam jumlah banyak. Ini adalah reaksi biokimia, yang kemudian menyebabkan beberapa reaksi fisik seperti berkeringat deras dan jantung berdebar kencang.

Reaksi biokimia tersebut terjadi di segala situasi yang memicu rasa takut. Mulai dari dari hal yang nyata, misalnya rasa takut atau cemas menghadapi operasi besar, hingga yang dipicu oleh kondisi emosional, misalnya takut berbicara depan publik atau demam panggung. Pada akhirnya, rasa takut ini akan memicu respons emosional, seperti rasa cemas atau keinginan untuk menghindar.

Di sisi lain, ketakutan yang dipicu oleh kondisi emosional cenderung lebih bersifat subjektif dan tidak selalu realistis. Sebagai contoh, takut untuk bersosialisasi dengan orang banyak seperti yang ditunjukkan pada orang-orang yang memiliki fobia sosial.

Hal ini dapat disebabkan oleh kecemasan berlebihan akan suatu hal atau kondisi tertentu sehingga muncul keinginan untuk menghindar bagaimanapun caranya. Kondisi emosional ini juga dapat memicu reaksi biokimia tubuh yang sama sekaligus menyebabkan gangguan kecemasan yang dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Maka itu, saat rasa takut yang Anda miliki sudah terasa berlebihan, lebih baik cari cara yang tepat untuk menghilangkan atau mengatasinya.

Bagaimana cara mengatasi ketakutan berlebihan?

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketakutan berlebihan dan kecemasan yang ditimbulkannya dalam kehidupan sehari-hari:

1. Hadapi rasa takut

Sebenarnya, salah satu cara menghilangkan rasa takut yang paling sederhana adalah dengan menghadapi rasa takut itu sendiri. Mungkin hal ini terdengar sangat sulit dilakukan, tapi bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya, kan?

Terus-menerus menghindari hal yang membuat Anda merasa takut justru akan menghambat berbagai hal yang harus atau ingin dilakukan. Bisa jadi, sebelum mulai mencoba melakukan sesuatu, Anda sudah mundur terlebih dahulu karena dihantui oleh rasa takut.

Maka itu, cara yang paling efektif untuk menghilangkan rasa takut adalah menghadapinya. Awalnya mungkin terasa sulit, tapi lama-kelamaan, Anda akan lebih terbiasa hingga rasa takut itu hilang dengan sendirinya.

2. Tenangkan diri

Saat merasa takut, Anda mungkin akan merasakan berbagai gejala fisik yang menimbulkan rasa tak nyaman. Padahal, gejala-gejala tersebut justru membuat suasana dan kondisi menjadi semakin parah. Oleh sebab itu, untuk bisa menaklukkan rasa takut, Anda harus dalam kondisi yang santai dan bebas dari stres.

Cara untuk menghilangkan rasa takut adalah menenangkan diri secara fisik dan mental terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan menarik napas dalam, minum air putih, atau mencoba mengalihkan diri dari rasa takut tersebut dengan berjalan kaki sejenak sambil mendengarkan musik ceria.

3. Kenali pemicu kecemasan dan rasa takut Anda

Menurut Mental Health Foundation, salah satu cara mengatasi atau menghilangkan rasa takut yang berlebihan adalah mengenali terlebih dulu pemicunya. Jika memungkinkan, cobalah untuk menulis jurnal setiap kali Anda merasa takut berlebihan.

Dari catatan jurnal tersebut, Anda akan bisa memahami apa yang sedang terjadi sebenarnya dan kapan saja rasa takut tersebut muncul. Anda juga boleh menuliskan target-target sederhana untuk membantu menghadapi rasa takut ini jika muncul lagi di kemudian hari.

Hal ini bisa menjadi cara mengatasi atau menghilangkan ketakutan yang efektif dan patut dicoba.

4. Berpikir lebih positif

Saat memiliki rasa takut yang berlebihan, cenderung membuat Anda lebih pesimis jika dihadapkan oleh berbagai hal. Ada saja pikiran negatif yang menghantui, bahkan sebelum Anda memberikan kesempatan diri untuk mencoba hal tersebut.

Pikiran-pikiran negatif yang berlebihan juga dapat menghambat diri Anda untuk bisa berkembang karena dari pikiran-pikiran tersebutlah rasa takut terbentuk. Oleh sebab itu, mulailah memenuhi pikiran Anda dengan hal-hal yang positif.

Meyakini semua akan baik-baik saja dan mengubah kecemasan menjadi hal positif ketika Anda melewati hal yang ditakutkan adalah cara yang bisa dicoba untuk menghilangkan rasa takut. Hal ini dapat membuat Anda lebih kebal terhadap tekanan yang muncul ketika sedang ketakutan.

5. Bayangkan hal terburuk yang dapat terjadi

Cobalah untuk memikirkan kemungkinan paling buruk yang mungkin terjadi. Sebagai contoh, kemungkinan terburuk yang bisa terjadi jika melakukan hal yang Anda takuti tersebut, misalnya, mengalami serangan panik atau serangan jantung.

Kemudian, posisikan Anda mengalami serangan jantung. Jika hal tersebut terasa sangat tidak mungkin terjadi, mungkin hal tersebut hanya muncul dalam pikiran Anda saja. Tak hanya itu, saat memperkirakan hal terburuk yang mungkin terjadi, Anda akan lebih siap menghadapi penyebab rasa takut tersebut.

6. Terima kenyataan

Menerima kenyataaan akan jauh lebih mudah membuat Anda merasa tenang dan lebih siap menghadapi ketakutan.

Oleh karena itu penting untuk mengingat kejadian buruk terjadi secara wajar dan mengetahui tidak semua hal di dunia ini dapat Anda kendalikan.

7. Hindari melampiaskannya pada alkohol, obat-obatan, atau rokok

Cobalah untuk selalu meminimalkan penggunaan rokok, alkohol dan obat-obatan terlarang, jika Anda merasa perlu menjauhkan diri dari kecemasan.

Sebagai gantinya cobalah cara yang lebih sehat seperti mencukupkan waktu istirahat dan tidur malam untuk mengurangi rasa tertekan saat ingin menghilangkan rasa takut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Self esteem adalah nilai seseorang terhadap dirinya sendiri secara menyeluruh. Secara singkat, disebut juga harga diri. Yuk, ketahui self esteem secara lengkap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Mental Lainnya 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kesal Menghadapai Orangtua yang Memojokkan Anda? Hadapi dengan 3 Langkah Bijak Ini

Punya orangtua yang sulit diajak kompromi memang bikin pusing. Jangan emosi! Begini cara bijaknya menghadapi orangtua yang suka memojokkan anak sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Mythomania, Saat Si Pembohong Percaya pada Kebohongannya Sendiri

Mythomania yaitu kondisi seseorang sering berkata tidak jujur, sehingga ia memercayai kebohongannya sendiri. Yuk, ketahui lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Mental Lainnya 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Cari tahu apa itu introvert, apa tanda-tandanya jika si kecil memiliki kepribadian introvert, dan apa yang perlu Anda lakukan sebagai orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

langkah yang perlu dilakukan ketika ingin bunuh diri

7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Timbul Keinginan Bunuh Diri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
toxic people

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
patah hati menyebabkan kematian

Benarkah Patah Hati Dapat Sebabkan Kematian?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Narcissistic Personality Disorder (Narsistik)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit