3 Tips Bagi Orangtua untuk Mencegah Hipertensi Anak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Jika Anda berpikir tekanan darah tinggi hanya terjadi pada orang dewasa, pikirkan lagi. Hipertensi mungkin saja terjadi pada anak-anak dan juga dapat menyebabkan penyakit kronis di kemudian hari — bahkan memperpendek usianya. Jumlah kasus hipertensi anak pun semakin banyak dari tahun ke tahun. Banyak orangtua yang tak sadar bahwa ada berbagai hal yang membuat si kecil berisiko alami hipertensi. Lantas, bagaimana mencegah hipertensi pada anak?

Hipertensi pada anak sama berbahayanya dengan hipertensi orang dewasa

Kebanyakan kasus hipertensi anak dipengaruhi oleh genetik keturunan orangtuanya. Akan tetapi jika darah tinggi pertama kali didiagnosis ketika anak berusia lebih dari 10 tahun, kemungkinan besar hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup anak yang kurang sehat. Misalnya apa yang ia makan setiap hari hingga aktivitas fisik yang dilakukannya.

Hipertensi yang terus dibiarkan naik tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti serangan jantung dan stroke. Komplikasi ini pun tidak luput menghantui anak-anak yang mengalami hipertensi. Terlebih, sama seperti pada kasus darah tinggi orang dewasa, hipertensi pada anak juga memiliki andil terhadap risiko kematian dini.

Menjaga pola makan sehat anak dan olahraga rutin dapat membantu mereka menurunkan berat badan dan tekanan darah, mengurangi risiko diabetes tipe 2, serta meningkatkan kesehatannya sekarang dan di masa mendatang.

Lantas, bagaimana mencegah hipertensi anak?

Sebenarnya, tak sulit kok untuk menghindarkan si kecil dari kondisi kesehatan kronis ini. Berikut adalah cara mencegah hipertensi pada nak:

1. Kurangi garam

Bagi Anda yang suka menambahkan garam yang terlalu banyak pada masakan, sebaiknya ubah kebiasaan tersebut. Pasalnya, konsumsi garam berlebihan bisa meningkatkan risiko hipertensi pada anak.

Garam mengandung sodium tinggi, zat yang membuat tekanan darah naik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko tekanan darah tinggi pada anak-anak dan remaja meningkat sebanyak 27% selama 13 tahun, akibat konsumsi sodium yang tinggi.

Jadi, sebaiknya kurangi penggunaan garam dan berikan makanan yang Anda masak sendiri untuk si kecil, karena Anda bisa mengetahui kadar garam yang digunakan. Biasakan ia untuk mengonsumsi buah dan sayur yang tinggi serat, sehingga membantu menormalkan tekanan darahnya.

Tak hanya di dalam garam, sodium juga terdapat di berbagai makanan dan minuman kemasan. Maka itu, Anda sebaiknya membatasi memberikan makanan dan minuman kemasan pada si kecil. Anda juga harus membiasakan diri untuk membaca label makanan sebelum membelinya, sehingga Anda bisa tahu kandungan sodium dalam makanan atau minuman kemasan tersebut.

Jumlah sodium yang dianjurkan sehari tak boleh lebih dari 1500 mg (termasuk sodium dari makanan kemasan dan garam).

2. Batasi kalori

Kegemukan adalah salah satu faktor risiko dari hipertensi anak. Jika Anda ingin mencegah hipertensi pada si kecil, maka jaga berat badannya agar tetap normal. Hal ini bisa Anda lakukan dengan membatasi kalori yang tidak terlalu penting. Misalnya saja makanan ringan atau minuman manis yang punya kalori cukup tinggi. Atau sebelumnya si kecil suka ngemil  kentang goreng, permen, atau makanan manis lainnya.

Nah, makanan jenis tersebut yang harus dibatasi agar berat badannya juga terkendali. Bila berat badan si kecil normal, maka tekanan darahnya pun juga akan cenderung normal. Mulai sekarang, Anda bisa membuatkan camilan sehat untuk si kecil. Tentunya dengan bahan-bahan yang sehat dan cara pengolahan yang benar.

Selain lebih murah, membuat camilan sehat sendiri juga akan membuat Anda lebih tenang, karena terjamin kandungan gizi di dalamnya.

3. Kurangi waktu menonton TV

Penelitian menunjukkan hubungan antara waktu menonton TV dan kelebihan berat badan yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Data yang diambil dari penelitian University of Michigan Health System, diketahui bahwa ada lebih dari 70% anak yang berusia 8 hingga 18 tahun memiliki kebiasaan menonton televisi selama delapan hingga dua belas jam dalam satu hari.

Tentu, hal ini membuat si kecil cenderung pasif dan bisa mengakibatkan kegemukan. Nah, Anda harus membatasi waktunya ketika ia sudah di depan layar televisi. Menurut American Academy of Pediatrics, durasi menonton televisi yang ideal adalah satu jam untuk anak di bawah usia 2 tahun dan dua jam jika ia sudah di atas 2 tahun.

Alih-alih menonton televisi, Anda bisa mengajaknya bermain dan melakukan aktivitas di luar ruangan, sehingga dalam sehari ia melakukan aktivitas fisik. Dengan begitu, Anda dapat mencegah hipertensi pada anak.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Emedicine.medscape.com. (2018). Pediatric Hypertension: Background, Pathophysiology, Etiology. [online] Available at: https://emedicine.medscape.com/article/889877-overview [Accessed 19 Feb. 2018].

Mayo Clinic. (2018). High blood pressure in children - Symptoms and causes. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure-in-children/symptoms-causes/syc-20373440  [Accessed 19 Feb. 2018].

Heart.org. (2018). High Blood Pressure in Children. [online] Available at: http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HighBloodPressure/UnderstandSymptomsRisks/High-Blood-Pressure-in-Children_UCM_301868_Article.jsp  [Accessed 19 Feb. 2018].

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Menurut penelitian di tahun 2018, keadaan post-traumatic stress disorder yang dimiliki seseorang bisa memicu naiknya risiko hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Siapa sangka bahwa ratusan pesan yang dikirimkan setiap hari di grup keluarga, terutama platform WhatsApp bisa pengaruhi kesehatan mental Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

Saat berpergian Anda lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Inilah kelima serangan penyakit saat liburan yang perlu dihindari.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020