Berapa Lama Seharusnya Waktu yang Dihabiskan Anak untuk Nonton TV?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Februari 14, 2018
Bagikan sekarang

Menurut University of Michigan Health System, lebih dari 70 persen anak berusia 8 sampai 18 tahun punya televisi di kamar pribadi mereka. Anak Anda mungkin juga demikian. Kebiasaan menonton TV terlalu lama dapat berdampak buruk pada kesehatan anak, baik secara fisik maupun mentalnya. Jadi, adakah batasan sehat untuk durasi anak menonton TV dalam satu hari? Ini kata banyak dokter anak dari seluruh dunia.

Anak bisa menghabiskan waktu hingga 11 jam di depan layar

Rata-rata anak berusia 8 tahun ke atas bisa menghabiskan waktu hingga delapan jam dalam satu hari hanya untuk menonton TV. Belum lagi dihitung dengan waktu yang mereka habiskan untuk bermain gadget lainnya, seperti komputer, konsol game, dan ponsel. Jika ditotal, anak ABG bisa menghabiskan hampir 12 jam sehari berada di depan layar elektronik.

Banyak dampak buruk yang bisa terjadi jika orangtua terus membiarkan kebiasaan ini menetap hingga bertahun-tahun. Menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar kaca dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak. Terlalu sering nonton TV atau bermain gadget dapat mengembangkan sifat sosiopatik dan antisosial anak.

Batas waktu anak menonton TV dalam sehari yang ideal

Untuk mengantisipasi semua risiko negatif yang mungkin terjadi dari nonton tv kelamaan, American Academy of Pediatrics (AAP) lewat artikel yang dimuat dalam jurnal Pediatrics mengeluarkan kebijakan terbaru terkait durasi anak menonton TV yang ideal sesuai umur mereka.

Dr. Vic Strassburger sebagai perwakilan dari AAP menyatakan bahwa durasi nonton tv yang ideal untuk anak usia 2 tahun ke bawah harus kurang dari 1 jam setiap hari, sementara anak-anak usia 2 tahun ke atas maksimal dua jam per hari. Anak usia dua tahun ke bawah harus kurang dari 1 jam menonton televisi.

Strassburger juga menambahkan bahwa anak-anak tidak boleh punya akses internet atau jaringan TV kabel sendiri di kamar mereka. Ini membuat orangtua sulit untuk memantau jenis tontonan anak dan apa yang anak-anak lihat di media. Kemudahan akses media bagi anak-anak di bawah umur bisa mengundang rasa ingin tahu mereka untuk melihat hal-hal yang berbau pornografi, tutup Strassburger.

Tips membatasi waktu anak menonton tv

Bukan berarti anda harus mencabut semua kabel tv dan modem internet di rumah Anda. Bagaimanapun juga, keduanya merupakan perantara bagi setiap orang untuk berkomunikasi, belajar hal baru, dan mendapatkan informasi. Akan tetapi dengan bimbingan Anda, waktu anak menonton TV bisa menjadi bermanfaat.

  1. Buat jadwal menonton TV. Anda bisa membuat anak menonton TV di waktu-waktu tertentu saja atau hanya untuk program tertentu favorit anak, sesuai kesepakatan. Sepakati juga terkait bentuk teguran atau hukuman apa yang terjadi jika anak melanggar perjanjian ini.
  2. Ajak anak nonton TV bersama-sama. sebagai cara untuk membatasi dan mengawasi waktu anak menonton TV, buatlah waktu nonton TV bersama keluarga. Dengan begini, Anda juga jadi bisa menjelaskan tentang apa yang Anda berdua lihat dan menjadikannya bahan diskusi untuk mendorong anak bersikap kritis terhadap apa yang dia tonton.
  3. Segera matikan TV saat Anda merasa anak Anda menonton acara yang tidak pantas. Setelahnya, jelaskan dengan baik kenapa ia tidak boleh menonton itu sendirian, tanpa pengawasan orang dewasa.
  4. Jangan biarkan anak menonton TV saat makan dan waktu belajar.
  5. Buat aktivitas atau olahraga di luar ruangan sehingga Anda bisa membantu mereka menjadi aktif. Pasang ring basket di halaman atau garasi rumah atau daftarkan anak Anda ke klub olahraga di sekitar rumah. Jadi, waktu anak akan terbuang lebih banyak untuk bergerak daripada menonton TV.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting April 18, 2020

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting April 16, 2020

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting April 13, 2020

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak April 1, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Sering Menonton Serial TV Selama Karantina? Ternyata Ada Manfaatnya

Sering Menonton Serial TV Selama Karantina? Ternyata Ada Manfaatnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 21, 2020
Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 10, 2020
Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 8, 2020
Encephalocele

Encephalocele

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang April 28, 2020