home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyakit Ginjal pada Anak: Penyebab, Jenis, Gejala, dan Perawatannya

Apa itu penyakit ginjal pada anak?|Apa gejala penyakit ginjal pada anak?|Apa penyebab anak mengalami penyakit ginjal?|Faktor risiko penyakit ginjal pada anak|Apa komplikasi yang bisa terjadi pada anak dengan penyakit ginjal?|Bagaimana penyakit ginjal anak didiagnosis?|Bagaimana cara merawat anak dengan penyakit ginjal?|Pencegahan penyakit ginjal pada anak
Penyakit Ginjal pada Anak: Penyebab, Jenis, Gejala, dan Perawatannya

Penyakit ginjal tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi bisa dialami anak-anak. Ini adalah kondisi ketika ginjal mengalami kerusakan atau penurunan fungsi. Sebagai orangtua, penting untuk mengetahui penyebab, gejala, dan cara merawat anak dengan penyakit ginjal. Berikut penjelasan seputar penyakit ginjal pada anak selengkapnya.

Apa itu penyakit ginjal pada anak?

penyakit ginjal anak

Mengutip dari situs resmi University of Rochester Medical Center, penyakit ginjal adalah kerusakan ginjal yang menurunkan fungsi organ tersebut. Kondisi ini bisa terjadi dalam jangka pendek sampai permanen.

Penyakit ginjal memiliki dua jenis, yaitu:

Penyakit ginjal akut

Jenis penyakit ginjal yang satu ini menyerang secara tiba-tiba. Pada beberapa kasus, penyakit ginjal akut bisa lebih cepat pulih dan ginjalnya berfungsi normal kembali.

Namun, tidak menutup kemungkinan kondisinya bisa menjadi lebih serius dan berlangsung cukup lama.

Penyakit ginjal kronik

Sementara itu untuk penyakit ginjal kronik, ini adalah kondisi kerusakan ginjal yang berlangsung secara perlahan, biasanya lebih dari 3 bulan.

Kondisi ini kemungkinan besar bisa berubah menjadi gagal ginjal permanen.

Apa gejala penyakit ginjal pada anak?

flu pada anak

Ada beberapa ciri-ciri penyakit ginjal pada anak yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Ada pembengkakan (edema) yang simetris pada kaki kiri dan kanan.
  • Hematuria, darah dalam urine
  • Leukosuturia, peningkatan jumlah leukosit (sel darah putih) pada urine
  • Proteinuria, peningkatan pengeluaran protein dalam urine
  • Oliguria, penurunan produksi urine
  • Hipertensi
  • Gangguan pertumbuhan
  • Anemia
  • Kelainan tulang
  • Sesak napas
  • Demam secara berulang

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis lebih lanjut jika anak Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas.

Apa penyebab anak mengalami penyakit ginjal?

anak tengkurap

Penyebab sakit ginjal anak dibedakan berdasarkan jenisnya, penyakit ginjal akut dan kronik. Namun secara umum, ini penyebab penyakit ginjal pada anak, dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK):

  • Cacat lahir
  • Penyakit keturunan
  • Infeksi
  • Sindrom nefrotik
  • Penyakit sistemik (kelainan kondisi sistem metabolisme tubuh)
  • Trauma
  • Penyumbatan di saluran kemih

Penyebab tersering penyakit ginjal pada anak <5 tahun yaitu kelainan bawaan seperti ginjal polikistik dan sumbatan saluran kemih.

Sementara pada anak >5 tahun, penyebab terseringnya adalah gangguan pada penyerapan ginjal (glomerulus) seperti sindrom nefrotik dan nefritis lupus hingga kelainan bawaan.

Secara spesifik, penyebab penyakit ginjal bisa dibedakan menjadi tiga, pra-renal, renal, dan pasca renal, mengutip dari media briefing: Kenali Gangguan Ginjal pada Anak, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Penyebab penyakit ginjal pra-renal:

  • Dehidrasi
  • Perdarahan
  • Luka bakar
  • Infeksi berat (sepsis)
  • Kelainan jantung

Sementara penyebab penyakit ginjal renal, yaitu:

  • Kelainan bawaan pada ginjal
  • Glomerulonefritis
  • Kelainan pada pembuluh darah ginjal
  • Kerusakan struktur ginjal

Untuk penyebab penyakit ginjal pasca renal:

  • Kelainan bawaan pada saluran kemih
  • Penyumbatan pada saluran kemih

Penyebab pra renal artinya penyebab kerusakan ginjal yang diakibatkan oleh masalah di luar ginjal.

Penyebab renal artinya memang kerusakan ginjal yang disebabkan karena masalah di ginjal itu sendiri. Sementara pasca ginjal adalah penyebab kerusakan ginjal karena gangguan di saluran ginjal.

Kondisi kronis lain juga bisa menjadi penyebab penyakit ginjal kronik pada anak, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Keduanya bisa menyebabkan masalah pada ginjal.

Faktor risiko penyakit ginjal pada anak

Bila orangtua atau keluarga mengetahui faktor risiko anak terkena penyakit ginjal, dokter perlu melakukan skrining secara berkala kepada kelompok tersebut.

Faktor risikonya yaitu:

  • Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
  • Riwayat gangguan ginjal akut
  • Hipertensi, obesitas, dan diabetes
  • Riwayat gangguan saluran kemih
  • Ada kelainan ginjal yang sudah diketahui
  • Ada riwayat penyakit ginjal pada keluarga

Bila si kecil memiliki faktor di atas, perlu melakukan skrining secara berkala.

Apa komplikasi yang bisa terjadi pada anak dengan penyakit ginjal?

anak sakit saat pandemi

Mengingat ginjal memiliki fungsi yang sangat banyak, kerusakan fungsi ginjal bisa berpengaruh pada sistem dan metabolisme seseorang. Komplikasi yang bisa terjadi yaitu:

  • Anemia
  • Masalah dengan jantung dan pembuluh darah
  • Penyakit tulang
  • Nyeri pada tulang, sendi, dan paha
  • Masalah pada fungsi mental, seperti demensia
  • Kerusakan pada kaki dan tangan
  • Gizi buruk
  • Kulit menjadi kering, iritasi dan gatal

Anda perlu berkonsultasi ke dokter sebelum penyakit ginjal berubah menjadi komplikasi.

Bagaimana penyakit ginjal anak didiagnosis?

darurat ginjal kronis pada anak

Untuk mendiagnosis anak memiliki masalah pada ginjal, ada tiga tahap pemeriksaan yang perlu dilakukan, yaitu:

  • Laboratorium (tes darah, urine, kreatinin, elektrolit, profil lipid)
  • Pencitraan (USG, CT-Scan MRI)
  • Lainnya (biopsi ginjal)

Sulit membedakan kondisi penyakit ginjal kronik atau akut pada anak saat ia datang ke rumah sakit. Namun, hasil USG bisa menunjukan tanda-tandanya.

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada penyakit ginjal akut, USG menunjukkan sedikit pembesaran pada ginjal anak dan hasil pemeriksaan darah ditemukan anemia hemolitik dan kadar trombosit menurun.

Sementara pada penyakit ginjal kronik (PGK), ditemukan riwayat penyakit ginjal pada keluarga, gambar USG menunjukkan ginjal mengecil, asimetris, dan terdapat kista.

Bagaimana cara merawat anak dengan penyakit ginjal?

membesarkan anak dengan penyakit ginjal

Anak-anak yang mengalami penyakit ginjal akan didampingi oleh dokter anak dan nefrologi, dokter yang khusus melakukan pemeriksaan ginjal si kecil.

Perawatan anak dengan kondisi penyakit ginjal tergantung gejala, usia, jenis, kondisi kesehatan, dan tingkat keparahannya.

Perawatan yang dilakukan yaitu:

  • Pemberian cairan.
  • Obat-obatan diuretik untuk meningkatkan jumlah urine.
  • Pengawasan terhadap kadar garam dalam darah (elektrolit) seperti kalium, natrium, dan kalsium.
  • Obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah.
  • Obat untuk membantu pertumbuhan tulang, mencegah kehilangan kepadatan tulang, anemia.
  • Mengubah pola maka.

Anak juga perlu mengurangi atau membatasi konsumsi beberapa kandungan yaitu:

  • Protein
  • Kalium
  • Fosfor
  • sodium

Kandungan di atas memang sangat penting untuk pertumbuhan anak. Namun, ginjal tidak bisa membuang limbah yang berasal dari makanan tinggi protein, kalium, fosfor, dan sodium.

Petugas kesehatan akan berdiskusi pada orangtua tentang kadar protein yang dibutuhkan oleh anak dengan penyakit ginjal.

Pada beberapa kasus penyakit ginjal pada anak, bisa berkembang menjadi masalah parah dengan elektrolit. Anak juga bisa mengalami kelebihan cairan dan perlu melakukan cuci darah.

Berikut beberapa prosedur penyaringan limbah dari dalam tubuh (dialisis) yang perlu dilakukan anak yang mengalami penyakit ginjal.

Dialisis peritoneum

Metode ini menggunakan lapisan rongga perut (peritoneum) untuk menyaring darah. Rongga ini merupakan ruang yang menampung organ, seperti lambung, usus, dan hati.

Proses pertama, dokter bedah menempatkan tabung (kateter) yang tipis dan fleksibel ke dalam perut anak.

Setelah itu, cairan pembersih yang steril (dialisat) dimasukkan melalui kateter ke dalam rongga peritoneum.

Cairan tersebut dibiarkan di dalam perut selama beberapa waktu untuk menyerap limbah. Kalau sudah, cairan ini dikeringkan dari perut, diukur, dan dibuang.

Proses dialisis peritoneum ini bisa dilakukan di rumah.

Hemodialisis

Proses ini harus dilakukan di rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya. Metode hemodialisis ini menggunakan cara khusus yang disebut fistula arteriovenosa (AV), ini adalah arteri dan vena yang disatukan.

Cara tersebut dilakukan pada lengan anak yang menderita penyakit ginjal. Kemudian kateter eksternal untuk intravena dimasukkan dan anak terbubung dengan mesin hemodialisis berukuran besar.

Darah dipompa lewat tabung ke dalam mesin untuk menyaring kotoran dan cairan di dalam tubuh. Darah yang disaring mengalir melalui tabung lain dan masuk ke dalam tubuh si kecil.

Hemodialis biasanya dilakukan beberapa kali dalam satu minggu. Setiap sesi, berlangsung selama 4-5 jam.

Pencegahan penyakit ginjal pada anak

Untuk menghindarkan si kecil dari risiko penyakit ginjal, orangtua perlu melakukan langkah-langkah pencegahan pada faktor penyebabnya. Caranya yaitu:

  • Cukupi kebutuhan cairan anak.
  • Cegah dehidrasi pada anak, terutama saat sedang diare atau muntah-muntah.
  • Kurangi paparan terhadap infeksi, termasuk saat kehamilan.
  • Konsultasi seputar masalah genetik untuk mencegah penyakit ginjal yang diturunkan.
  • Deteksi dini hipertensi dan diabetes pada anak/

Bila anak sudah terkena penyakit ginjal, lakukan pengobatan dan kontrol secara teratur. Dokter juga melakukan penanganan pada hipertensi, anemia, dan proteinuria.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kidney Disease in Children – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center . (2020). Retrieved 4 August 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P03111

Information, H., Disease, K., Children, K., Children, K., Center, T., & Health, N. (2020). Kidney Disease in Children | NIDDK. Retrieved 4 August 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/children

Mengenal Penyakit Ginjal Kronis pada Anak. (2016). Retrieved 4 August 2020, from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-penyakit-ginjal-kronis-pada-anak

(2020). Retrieved 6 August 2020, from http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/VHcrbkVobjRzUDN3UCs4eUJ0dVBndz09/2018/11/Paparan_dr_Eka_Laksmi_IDAI_Media_Briefing_Kenali_Gangguan_Ginjal_Pada_Anak_13_November_2018.pdf

Chronic Kidney Disease in Children. (2020). Retrieved 4 August 2020, from https://www.healthychildren.org/english/health-issues/conditions/genitourinary-tract/pages/chronic-kidney-disease-in-children.aspx

Penyakit Ginjal Kronik pada Anak. (2020). Retrieved 4 August 2020, from https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/593/528

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 28/12/2020
x