Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kiat Ampuh Menghentikan Anak yang Kecanduan Gadget

    Kiat Ampuh Menghentikan Anak yang Kecanduan Gadget

    Mengatasi anak kecanduan gadget merupakan hal yang perlu Anda upayakan sebisa mungkin. Sebab masalah tersebut dapat mengganggu proses belajar dan tumbuh kembang anak. Kebiasaan ini juga dapat memicu anak mengalami kecanduan game online. Bagaimana cara mengatasi anak kecanduan HP? Simak tipsnya di artikel berikut.

    Beberapa cara mengatasi anak dari kecanduan gadget

    dampak gadget pada anak di masa pandemi

    Melansir situs Sutardja Center for Entrepreneurship and Technology, kecanduan gadget atau gawai dapat dialami oleh siapa saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin, maupun ras.

    Kecanduan yang terjadi di usia anak-anak dapat menghambat proses tumbuh kembangnya dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan fisik dan mental.

    Lalu, bagaimana cara menghadapi anak kecanduan HP? Tips-tips berikut semoga bisa membantu.

    1. Perbanyak aktivitas bermain secara langsung

    Catherine Steiner Adair, seorang peneliti di Harvard Medical School sekaligus penulis buku The Big Disconnect: Protecting Childhood and Family Relationship in The Digital Age, menjelaskan tips mengasuh anak di era digital.

    Ia berkata bahwa untuk mengatasi anak yang kecanduan gadget, pastikan mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain dan belajar secara langsung bukan dari layar.

    Selain mencegah dari ketergantungan pada ponsel, bermain di luar rumah bermanfaat untuk mendukung kesehatan tubuh anak.

    2. Jadilah contoh yang baik

    Anak belajar dari lingkungan sekitarnya bahkan anak meniru kebiasaan orangtuanya. Jika Anda terlihat sering bermain gadget, anak pasti akan mengikuti kebiasaan tersebut.

    Mengutip situs Common Sense Media, salah satu cara mengatasi anak dari kecanduan HP yang paling efektif adalah dengan memberikan contoh yang baik.

    Jika Anda tidak ingin si kecil sibuk bermain smartphone, Anda sendiri juga harus mampu mengatur waktu untuk menggunakan alat tersebut secara bijak.

    Jangan sampai Anda melarang anaknya tetapi Anda sendiri masih terus menempel pada gadget. Larangan Anda tentu tidak akan membuahkan hasil.

    3. Terapkan gaya pengasuhan jaman dulu

    Tidak dipungkiri, gadget seringkali menjadi “asisten” Anda dalam mengasuh anak, terutama bila Anda sedang sibuk dengan urusan pekerjaan atau rumah tangga.

    Padahal, kalau dipikir-pikir, orangtua di masa lalu tetap bisa melaksanakan semua pekerjaan dengan baik di saat belum ada penemuan teknologi tersebut sama sekali.

    Hal itu bisa jadi karena mereka pandai mengatur waktu dengan baik antara mengasuh anak sekaligus mengurus rumah tangga.

    Anak-anak di masa lalu juga sudah banyak membantu pekerjaan orangtuanya sejak usia dini. Selain meringankan pekerjaan Anda, hal itu juga dapat melatih kemandirian anak.

    Demi mengatasi anak dari kecanduan gadget, cobalah menerapkan kembali gaya pengasuhan jaman dulu. Anggap saja perangkat tersebut tidak ada dalam kehidupan kita.

    4. Dampingi anak saat belajar online

    Menggunakan gadget sebenarnya tidak selalu berarti negatif. Seiring perkembangan dunia teknologi, beberapa sekolah bahkan menerapkan penggunaan perangkat tersebut untuk membantu anak belajar.

    Apalagi sejak masa pandemi Coronavirus, anak usia sekolah menjadi lebih banyak belajar dari rumah dan menggunakan internet untuk berinteraksi dengan guru dan teman-temannya.

    Namun, sebaiknya Anda tidak lengah. Untuk mencegah dan mengatasi anak dari kecanduan gadget, pastikan Anda selalu mendampinginya saat belajar secara online.

    belajar membaca

    5. Menyewa jasa pengasuh

    Jasa pengasuh memang harganya cenderung mahal. Namun, bila Anda tidak punya cukup waktu untuk mengasuh anak, hal ini sebaiknya Anda pertimbangkan.

    Daripada anak setiap hari “diasuh” oleh smartphone, alangkah lebih baik bila ia diasuh oleh manusia, bukan?

    Lalu untuk mengatasi anak dari kecanduan gadget, tetapkan aturan yang ketat pada pengasuh tersebut.

    Mintalah ia menemani anak bermain secara langsung, bukan malah memberikan perangkat tersebut agar anak tenang.

    Bila memungkinkan, pasanglah kamera pengintai (CCTV) di rumah untuk membantu Anda mengawasi kegiatan si kecil dan pengasuhnya.

    6. Hindari meletakkan gadget sembarangan

    Anak menjadi mengenal gadget dan terikat dengannya bila ia dapat mengakses alat tersebut dengan mudah.

    Oleh sebab itu, untuk mengatasi anak kecanduan gadget, hindarilah meletakkannya sembarangan. Pastikan pula area kamar tidur anak bebas dari alat tersebut.

    Bila gadget ia butuhkan untuk urusan sekolah, awasi dan batasi penggunaannya seketat mungkin.

    Beri batas waktu ia boleh menggunakan perangkat tersebut dan cegah dia membuka aplikasi-aplikasi lainnya yang tidak berhubungan dengan kebutuhan sekolah.

    7. Perbanyak aktivitas di luar atau di dalam rumah

    Meningkatkan aktivitas anak di dalam rumah atau di luar rumah bisa menyita perhatian anak dan lupa dengan ponsel pintarnya.

    Hal ini bisa menjadi salah satu cara jitu untuk mengatasi anak yang sedang kecanduan HP.

    Cobalah mengajak anak untuk lari pagi atau bersepeda di hari libur, memasak bersama, atau berkunjung ke rumah saudara. Intinya, kegiatan apapun yang membuat anak kembali aktif.

    Catat daftar kegiatan yang memungkinkan untuk dilakukan dan buatlah jadwalnya sehari-hari.

    Hal ini dapat membantu Anda dalam menemukan ide kegiatan yang menarik agar anak tidak bosan.

    kisah anak autisme

    8. Bersikap tegas dan konsisten

    Melepaskan anak dari gadget kesayangannya dapat membuatnya tantrum. Kondisi ini memang sulit dihadapi. Akan tetapi ingat, Anda harus tetap tegas untuk menerapkan aturan yang sudah dibuat.

    Jangan sampai Anda iba dengan rengekan si kecil. Ingat selalu tujuan Anda yaitu mengatasi anak dari kecanduan gadget yang dapat menimbulkan berbagai efek negatif bagi masa depannya.

    Tantrum memang situasi yang merepotkan tapi yakinlah hal itu hanya terjadi di awal saja. Bila tetap konsisten, Anda akan memperoleh manfaat yang jauh lebih besar.

    9. Minta bantuan tenaga profesional

    Jika langkah-langkah di atas tidak memberikan efek yang maksimal. Atau mungkin anak malah menjadi stres, cemas, atau bahkan depresi.

    Bila hal itu terjadi, cobalah berkonsultasi pada orang yang profesional seperti dokter atau psikolog anak.

    Cobalah berdiskusi dengan mereka dan meminta saran pengasuhan yang lebih baik. Mereka akan membantu Anda dalam mengatasi anak yang kecanduan gadget.


    Pusing setelah jadi orang tua?

    Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


    health-tool-icon

    Pengingat Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak

    Gunakan pengingat jadwal ini untuk mempelajari imunisasi apa yang dibutuhkan oleh anak Anda dan kapan waktu tepatnya.

    Apa jenis kelamin anak Anda?

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    The Big Disconnect: Protecting Childhood & Family Relationships in the Digital Age – Greenspring Montessori School. Retrieved 21 December 2021, from https://greenspringmontessori.org/the-big-disconnect/

    6 Tips to Prevent Tech Addiction in Children. Retrieved 21 December 2021, from https://www.healthxchange.sg/children/parenting-tips/tips-prevent-tech-addiction-children

    My kid seems addicted to her phone. What do I do?. Retrieved 21 December 2021, from https://www.commonsensemedia.org/cellphone-parenting/my-kid-seems-addicted-to-her-phone-what-do-i-do

    Gadget Addiction. Retrieved 21 December 2021, from https://scet.berkeley.edu/reports/gadget-addiction/

    News, U. (2020). Discussing the danger of gadget addiction and how to overcome through lecturer community service – Unair News. Retrieved 21 December 2021, from http://news.unair.ac.id/en/2020/10/25/discussing-the-danger-of-gadget-addiction-and-how-to-overcome-through-lecturer-community-service/

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui Dec 28, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita