Kolesterol Tinggi Pada Anak, Apa Penyebabnya?

    Kolesterol Tinggi Pada Anak, Apa Penyebabnya?

    Kalau Anda mengira kolesterol tinggi hanya terjadi pada orang dewasa, Anda salah besar. Faktanya, anak kecil juga bisa memiliki kolesterol tinggi. Hal ini bisa saja terjadi karena berbagai hal. Bila dibiarkan, kolesterol tinggi pada anak dapat menyebabkan berbagai penyakit saat ia beranjak dewasa, seperti penyakit jantung dan stroke.

    Apa penyebab kolesterol tinggi pada anak?

    makanan untuk anak usia 3 tahun

    Kolesterol adalah zat lemak yang dibuat oleh hati dan ada di semua sel tubuh.

    Zat lemak ini membantu membangun membran sel serta digunakan untuk membuat hormon yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti estrogen, testosteron, dan vitamin D.

    Meski tubuh memproduksi kolesterol, zat lemak ini bisa berasal dari beberapa makanan.

    Umumnya, makanan dengan kandungan lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi dapat meningkatkan kolesterol pada tubuh Anda.

    Lalu, apa penyebab kolesterol tinggi pada anak? Kolesterol tinggi pada anak bisa terjadi karena tiga faktor berikut ini.

    1. Keturunan

    Kolesterol tinggi mungkin terjadi karena faktor keturunan.

    Artinya, anak dengan kolesterol tinggi umumnya mempunyai salah satu atau kedua orangtua dengan kondisi yang sama.

    2. Diet atau pola makan

    Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat membuat kolesterol dalam tubuh menumpuk.

    Makanan ini termasuk daging, susu dan produk susu (keju dan es krim), gorengan, daging olahan (sosis, bacon, dll).

    3. Obesitas

    Obesitas pada anak disebabkan oleh pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik anak.

    Hal ini turut menyumbang risiko kadar kolesterol tinggi saat masa kanak-kanak.

    Bagaimana mengetahui anak memiliki kolesterol tinggi?

    adenoidektomi

    Anak Anda perlu mendapat tes kolesterol untuk mengetahui apakah dirinya memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

    The National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) American Academy of Pediatrics merekomendasikan, semua anak bisa melakukan tes kolesterol pada usia antara 9-11 tahun dan 17-21 tahun.

    Meski demikian, anak berusia 2 tahun ke atas juga perlu mendapat tes ini pada kondisi berikut.

    Setelah melakukan tes tersebut, Anda dapat mengetahui berapa kadar kolesterol anak Anda.

    Selanjutnya, Anda bisa menentukan hasil tersebut masuk ke dalam kategori yang mana.

    Berdasarkan National Cholesterol Education Program (NCEP), berikut adalah batasan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) untuk anak berusia 2-18 tahun.

    • Tinggi, yaitu kolesterol total anak 200 mg/ dL atau lebih dan kadar LDL-nya sebesar 130 mg/ dL atau lebih.
    • Batasan tinggi, yaitu kadar kolesterol total antara 170-199 mg/ dL dan LDL antara 110-129 mg/ dL. Pada rentang ini, anak harus hati-hati karena jika dibiarkan anak bisa saja mempunyai kadar kolesterol tinggi.
    • Normal, yaitu kadar kolesterol total kurang dari 170 mg/ dL dan kadar LDL kurang dari 110 mg/ dL.

    Bagaimana jika anak memiliki kadar kolesterol tinggi?

    resep sayur untuk anak

    Cara yang paling baik untuk menurunkan kadar kolesterol anak adalah dengan mengubah kebiasaan makannya serta membiasakan anak untuk berolahraga secara teratur.

    Jika cara ini belum berhasil, mungkin anak membutuhkan obat penurun kolesterol.

    Obat ini baru bisa dokter berikan untuk anak berusia 10 tahun ke atas yang kadar LDL-nya mencapai 190 mg/dL atau lebih tinggi.

    Namun, sebelum mencapai cara tersebut, Anda bisa membantu anak untuk menurunkan dan mengontrol kadar kolesterolnya dengan cara berikut.

    1. Perhatikan konsumsi lemak anak

    Berikan anak makanan yang mengandung lemak total, lemak jenuh, serta kolesterol yang rendah. Pilihlah susu yang bebas atau rendah lemak serta makanan rendah lemak lainnya.

    Batasi pula konsumsi lemak anak Anda dengan ketentuan berikut.

    • Jumlah lemak total yang harus anak Anda konsumsi dalam sehari adalah 30% atau kurang dari total kalori per hari (45-65 gram lemak per hari).
    • Asupan lemak jenuh harus kurang dari 10% dari total kalori per hari. Untuk anak yang masuk ke dalam kategori risiko tinggi, asupan lemak jenuh harus dibatasi kurang dari 7% dari total kalori per hari.
    • Asupan kolesterol harus kurang dari 300 mg per hari. Namun, bagi anak yang masuk ke dalam kategori risiko tinggi, asupan kolesterol hanya boleh sebanyak 200 mg per hari.
    • Makanan yang mengandung lemak trans harus dihindari sebisa mungkin.

    2. Ganti dengan lemak sehat

    Anak membutuhkan lemak untuk menunjang tumbuh kembangnya. Namun sebaiknya, pilihlah makanan yang mengandung lemak sehat untuk anak.

    Anda dapat mengganti makanan yang mengandung lemak jenuh dengan makanan yang mengandung lemak tak jenuh, misalnya kacang-kacangan, ikan, minyak zaitun, dan minyak canola.

    3. Berikan anak banyak makanan sehat

    Bukan cuma lemak, berikan juga ragam makanan sehat untuk anak guna memenuhi nutrisi yang anak butuhkan.

    Berikan anak berbagai buah-buahan, sayuran, dan makanan yang terbuat dari gandum utuh.

    Selain itu, berikan pula sumber protein lainnya selain daging, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

    Hal yang juga penting, batasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tambahan atau pemanis buatan serta makanan kemasan.

    4. Baca informasi nilai gizi

    Jika membeli makanan kemasan untuk anak, sebaiknya baca terlebih dahulu informasi nilai gizi yang ada di kemasan.

    Dari tabel informasi nilai gizi tersebut, Anda dapat melihat berapa kandungan lemak dalam makanan kemasan tersebut per sajian.

    Hal ini memudahkan Anda untuk membatasi konsumsi lemak anak.

    5. Biasakan anak untuk berolahraga setiap hari

    Ajak anak untuk olahraga ringan setiap hari, seperti berjalan, bersepeda, lari, dan berenang.

    Ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik pada anak.

    6. Jaga berat badan anak

    Jika berat badan anak dalam rentang normal, sebaiknya terus pertahankan.

    Sementara jika berat badan anak berlebihan, usahakan untuk menurunkan berat badan anak dengan cara-cara di atas.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 15/10/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan