Daftar Makanan yang Baik dan Buruk Saat Anak Diare

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Diare merupakan penyakit yang paling sering diderita oleh bayi dan balita. Sebagian besar bayi dan balita pasti pernah mengalami diare. Jangan anggap remeh diare karena diare bisa saja membuat pertumbuhan anak Anda menurun.

Penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa anak yang terkena diare pada usia 24 bulan memiliki tinggi badan yang lebih pendek 2,5 cm dari tinggi badan anak normal berdasarkan standar WHO. Anak yang mengalami diare pada usia 6 bulan pertama juga dapat mengakibatkan penurunan tinggi badan dan bisa menjadi permanen atau tidak dapat diperbaiki, sehingga penting bagi Anda untuk mencegah anak terkena diare, terutama selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Minum air yang banyak agar diare tidak tambah parah

Diare adalah suatu kondisi di mana anak buang air besar dengan konsistensi feses yang lebih lunak, bahkan hanya berupa air dan frekuensinya lebih sering (bisa lebih dari 3 kali) dalam sehari. Bagi beberapa anak, diare ringan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, bagi anak lain, diare mungkin bisa dialaminya lebih lama, sehingga bisa menyebabkan masalah lain, seperti dehidrasi (kehilangan terlalu banyak cairan tubuh). Dehidrasi ini disebabkan karena terlalu banyak cairan yang keluar dari tubuh melalui buang air besar yang terlalu cair dan sering pada saat diare.

Untuk mencegah dehidrasi, hal yang penting Anda berikan ke anak saat anak diare adalah cairan yang banyak untuk menggantikan cairan yang hilang. Anda pun bisa memberikan anak larutan oralit untuk menggantikan cairan tubuh anak yang hilang, atau jika tidak tersedia di rumah, Anda bisa memberikan air tajin, kuah sayur, sari buah, air teh, air matang, dan lainnya. Untuk bayi yang berusia di bawah 6 bulan, Anda bisa terus memberikannya ASI eksklusif (ASI saja) untuk mencegah diare semakin memburuk. Kandungan dalam ASI dapat menghambat pertumbuhan kuman yang menyebabkan diare.

Memberikan anak cairan, terutama yang mengandung elektrolit, sangat penting dilakukan saat anak diare, walaupun sangat sedikit makanan yang diterimanya. Jika anak sampai mengalami kekurangan cairan, maka akan mengakibatkan anak mengalami dehidrasi, sehingga diare anak bisa menjadi tambah parah.

Makanan apa saja yang bisa diberikan kepada anak saat diare?

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa anak yang berusia di bawah 6 bulan dapat tetap diberikan ASI eksklusif seperti biasa. Sedangkan bagi anak yang berusia di atas 6 bulan dan sudah menerima makanan lain selain ASI, Anda tetap harus memberikannya makanan seperti biasa namun dalam porsi yang lebih kecil dan dalam frekuensi yang lebih sering.

Anda sebagai ibu mungkin takut ketika anak makan banyak saat diare akan membuat diarenya tambah parah.  Anggapan ini salah, justru tetap memberikan anak makan seperti biasa dapat mempercepat penyembuhan, pemulihan, dan juga tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi yang anak perlukan.

Sebaiknya berikan makanan lunak ke anak agar sistem pencernaan anak tidak terlalu bekerja keras untuk dapat mencerna makanan. Berikan anak makanan seperti:

  • Pisang, dan buah-buahan lain
  • Nasi tim atau bubur nasi
  • Roti
  • Daging, ayam, ikan yang direbus atau dipanggang
  • Telur matang
  • Sayuran matang yang tidak mengandung banyak serat, seperti wortel
  • Kentang rebus atau panggang
  • Yogurt

Penelitian menunjukkan bahwa bakteri baik yang ditemukan dalam yogurt aman dan dapat mengurangi durasi diare anak Anda. Ini merupakan cara yang mudah jika anak Anda suka dengan rasa yogurt. Pastikan yogurt yang Anda berikan ke anak mengandung lactobacillus atau bakteri baik.

Makanan apa saja yang sebaiknya tidak diberikan saat anak diare?

Sebaiknya anak tidak diberikan makanan yang digoreng, berminyak, produk olahan, dan fast food saat anak diare. Makanan tersebut membutuhkan kerja yang lebih bagi sistem pencernaan untuk mencernanya. Selain itu, sebaiknya hindari makanan yang menyebabkan perut anak bergas, seperti brokoli, kol, asparagus, kacang-kacangan, buncis, dan lainnya.

Hindari juga minuman dan makanan yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan cokelat, serta minuman yang mengandung soda.

Kapan anak harus segera dibawa ke dokter?

Jika anak menunjukkan tanda-tanda di bawah ini, sebaiknya segera bawa anak ke dokter agar dapat segera ditangani.

  • Lebih sering buang air besar dengan konsistensi lebih cair
  • Muntah berulang-ulang
  • Anak terlihat sangat haus
  • Makan atau minum sedikit
  • Demam
  • Terdapat darah di feses anak
  • Diare anak tidak membaik dalam waktu 3 hari

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca