Haruskah ke Dokter Jika Diare Terjadi Selama Berhari-hari?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain sembelit, diare juga sangat umum terjadi pada banyak orang. Kondisi ini menyebabkan seseorang terus buang air lebih dari biasanya dengan feses yang cair. Jika diare terjadi selama berhari-hari, haruskah pergi ke dokter? Memangnya, apa alasannya? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Kapan buang air besar disebut sebagai diare?

Setiap hari Anda membutuhkan makanan dan air sebagai bahan bakar energi. Makanan dan minuman tersebut akan diproses oleh sistem pencernaan dan sisa makanan yang telah diolah nya akan dibuang dalam bentuk feses. 

Idealnya, seseorang buang air besar (BAB) tidak lebih dari 3 kali dalam sehari. Jika lebih dari itu, kemungkinan besar, orang tersebut mengalami diare. Nah, diare ini terbagi menjadi menjadi dua, yakni diare akut dan diare kronis.

Kedua diare ini memang terjadi selama berhari-hari, tapi dengan jangka waktu yang berbeda. Diare akut biasanya terjadi dalam dua hari dengan frekuensi BAB lebih dari tiga kali sehari. Sementara, diare kronis dapat terjadi sekitar 2 minggu.

Haruskah ke dokter saat diare berhari-hari?

tanya dokter

Bila Anda terus-terusan BAB lebih dari biasanya, Anda bisa mencurigai ini sebagai diare. Perawatan pertama yang bisa Anda lakukan di rumah adalah minum oralit.

Oralit adalah larutan yang terbuat dari campuran natrium klorida, kalium klorida, natrium bikarbonat, dan glukosa anhidrat, yang bisa menggantikan elektrolit tubuh yang hilang akibat terus BAB. Selain itu, untuk memulihkan kondisi, Anda perlu memperbanyak minum air dan makan makanan rendah serat dan kaya probiotik.

Cara tersebut bisa jadi pertolongan pertama ketika untuk mengatasi diare dan mencegah dehidrasi. Namun, cara ini memang lebih dianjurkan bagi Anda yang mengalami diare ringan.

Jika diare yang Anda alami sampai menghambat aktivitas dan tak kunjung sembuh dengan perawatan di rumah, sebaiknya segera periksa ke dokter. Anda tidak perlu menunggu diare terjadi berhari-hari lebih dahulu sebagai pertimbangan untuk periksa ke dokter.

Kenapa harus periksa ke dokter?

Meskipun diare umumnya dapat sembuh dengan perawatan rumahan, Anda tidak boleh menyepelekan kondisi ini. Diare parah dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat, dapat menyebabkan komplikasi, yakni dehidrasi.

Dehidrasi menandakan bahwa tubuh kehilangan banyak cairan sehingga zat gula dan garam menjadi tidak seimbang. Akibatnya, tubuh tidak dapat berfungsi secara normal. Buruknya, kondisi ini dapat mengancam jiwa. Itulah sebabnya pada beberapa kasus diare, pasien perlu mendapatkan perawatan dokter.

Dehidrasi umumnya terjadi jika Anda mengalami diare berhari-hari. Namun, bisa juga terjadi dalam waktu cepat jika tubuh Anda memang tidak mendapatkan cairan yang dibutuhkan.

Dokter akan mengevaluasi kondisi Anda dengan melihat gejala, tingkat keparahannya, dan riwayat kesehatan yang Anda miliki. Kemudian, menetapkan Anda perlu menjalani rawat jalan atau rawat inap.

Perawatan inap biasanya diwajibkan pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pengobatan akan meliputi pemberian obat antibiotik untuk mengatasi infeksi dan pemasangan infus jika dibutuhkan.

Tanda dan gejala diare yang harus mendapat perawatan dokter

diare setelah berenang

Diare tidak hanya menimbulkan gejala BAB terus-menerus saja. Ada banyak gejala lain yang menyertai, namun tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Agar Anda lebih memahaminya, berikut ada beberapa gejala diare yang umumnya dialami pasien, seperti:

  • BAB lebih dari 3 hari dalam sehari dengan feses yang encer atau merasakan desakan untuk buang air terus-menerus
  • Perut terasa mulas atau kram
  • Demam
  • Perut terasa kembung dan mual
  • Adanya lendir atau darah pada feses

Berdasarkan gejala, Anda tidak harus menunggu diare terjadi berhari-hari untuk periksa ke dokter. Bila Anda BAB terus-menerus disertai muntah atau demam di atas 39º celcius, segera minta bantuan dokter. Apalagi jika tubuh Anda sudah terasa lemas, bibir kering, dan haus. Kondisi tersebut menjadi tanda Anda mulai mengalami dehidrasi.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Chrisendy Hakim

Haruskah ke Dokter Jika Diare Terjadi Selama Berhari-hari?

Diare memang umum terjadi dan dapat berlangsung selama berhari-hari. Lantas, haruskah pergi ke dokter jika mengalami hal ini? Baca selengkapnya di sini.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
diare berhari hari
Diare, Kesehatan Pencernaan 12 November 2019

Cegah Dehidrasi Dengan 5 Cara Ini di Tengah Aktivitas Padat dan Cuaca Panas

Beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas rentan membuat Anda dehdirasi. Simak cara berikut ini untuk mencegah dehidrasi saat cuaca panas.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
mencegah dehidrasi cuaca panas

Sakit Kepala Juga Perlu Ke Dokter, Ini Pertimbangannya

Jangan salah, sakit kepala juga perlu periksa ke dokter. Kemungkinan besar ini terjadi karena adanya penyakit lain. Simak beberapa pertimbangannya berikut.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
sakit kepala periksa ke dokter

Yang juga perlu Anda baca

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Sembelit Bisa Muncul Padahal Diare Baru Saja Sembuh?

Sembelit dan diare adalah dua kondisi berbeda. Namun, tidak menutup kemungkinan sembelit setelah diare bisa terjadi. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pencernaan, Konstipasi 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Keracunan Bakteri Salmonella (Plus Tips Mencegahnya)

Keracunan bakteri Salmonella dari makanan membuat perut mual, muntah, hingga diare. Jangan dibiarkan terlalu lama, begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Infeksi Melalui Makanan 13 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Diare

Diare atau mencret adalah penyakit yang sering dialami orang dewasa dan anak-anak. Berikut obat, penyebab, gejala, dan cara mengatasi diare.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Diare, Kesehatan Pencernaan 3 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengatasi diare

7 Cara Aman Mengatasi Diare di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 11 menit
Infeksi Bakteri E Coli

Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
mengobati-diare-pada-bayi

8 Ciri dan Tanda Bayi Diare yang Harus Orangtua Waspadai

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit