Dalam Feses Ada Makanan yang Belum Hancur? Apa Ini Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 September 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda ketika buang air besar dan menemukan ada beberapa makanan yang belum hancur dalam feses? Apakah ini tanda kalau makanan itu tidak dicerna dengan baik oleh tubuh? Apakah ini menandakan sesuatu yang berbahaya terjadi dalam usus? Tenang dulu, coba cari jawabannya di bawah ini kenapa bisa ada makanan dalam feses yang masih utuh.

Apa penyebabnya makanan belum hancur dalam feses?

obat diare

Penyebab paling umum kenapa suatu makanan tidak hancur dalam feses adalah makanan tersebut berserat tinggi. Tubuh tidak bisa menghancurkan makanan berserat tinggi seperti makanan lainnya. Namun ini bukan berarti hal ini buruk bagi Anda.

Justru, keberadaan makanan tinggi serat ini memberikan manfaat. Dengan adanya makanan tinggi serat ini, meskipun tidak bisa dihancurkan, makanan tersebut merangsang usus untuk bergerak. Makanan tinggi serat inilah yang membuat usus lebih mudah mendorong makanan yang masuk hingga dikeluarkan ke anus.

Contoh beberapa makanan yang berserat tinggi dan sering tidak dapat dicerna tubuh:

  • Kacang polong
  • Kacang tanah dan kacang-kacangan lainnya
  • wortel
  • Biji-bijian
  • Jagung
  • Kulit sayuran dan beberapa sayuran lainnya seperti dedaunan.

Sebagai contoh jagung sebagai makanan yang sering muncul kembali dalam feses Anda. Hal ini dikarenakan kulit terluar jagung mengandung komponen selulosa. Sedangkan tubuh tidak dapat memecah selulosa sehingga kulit terluar jagung tidak dapat dicerna.

Apakah ini berbahaya?

melancarkan buang air besar BAB

Ini sebenarnya bukan masalah dan tidak berbahaya. Beberapa orang mungkin mengkhawatirkan adanya makanan yang belum hancur dalam feses. Akan tetapi, ini sifat alamiah tubuh, tubuh tidak bisa memecah semua bentuk serat.

Meskipun makanan dalam feses yang terjadi ini tidak berbahaya, tapi ada beberapa pengecualian. Adanya makanan yang tidak dicerna bisa juga menunjukan bahwa makanan lewat terlalu cepat melalui saluran pencernaan dan ini artinya tubuh tidak bisa mencernanya dengan baik.

Ketika Anda melihat makanan-makanan yang baru dimakan langsung dikeluarkan oleh tubuh kurang dari 24-36 jam, disertai dengan perut seperti kram, feses berminyak, maka Anda harus waspada.

Sebab, ini bisa menandakan terjadinya suatu gangguan dalam pencernaan. Kalau tidak diatasi dengan tepat, kemampuan tubuh Anda untuk menyerap zat gizi akan menurun.

Temui dokter Anda jika Anda juga mengalami gejala ini:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sulit mengontrol pengeluaran feses
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Ada darah di feses Anda
  • Terjadi diare yang terus menerus

Jika gejala-gejala tersebut muncul, itu bisa menandakan ada sesuatu yang terjadi dalam tubuh, seperti mengalami penyakit celiac, penyakit crohn, iritasi usus, atau intoleransi laktosa. Perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter Anda.

Bagaimana caranya mengurangi makanan dalam feses yang masih utuh?

mencegah penuaan dini dengan makanan

Meski tetap utuh, tapi sebaiknya buat makanan tersebut dalam bentuk yang lebih kecil sebelum Anda makan. Misalnya daun singkong yang Anda masak dipotong-potong pendek, tidak utuh berbentuk daun.

Anda juga bisa dengan mengunyah makanan lebih sering lagi. Ini agar wujud makanan berserat ukurannya semakin kecil yang akan masuk ke dalam tubuh dan mempermudah enzim pencernaan untuk memecahnya.

Pilihan lainnya Anda bisa mengukus sayurannya. Ini dilakukan agar tekstur makanannya jadi lebih lembut. Makanan yang lembut membuat tubuh lebih mudah untuk mencernanya dalam tubuh

Selain itu, Anda bisa menambahkan probiotik, dan banyak air putih untuk melarutkan segala makanan dalam sistem pencernaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah BAB Terlalu Lama Bisa Bikin Ambeien?

Anda suka menghabiskan waktu lama saat BAB? Sebaiknya, Anda ubah kebiasaan BAB terlalu lama, karena ini dapat menyebabkan ambeien. Bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Ambeien 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Buang Air Besar (BAB) Berdarah

Wajar jika feses berdarah membuat khawatir karena darah tidak seharusnya muncul saat BAB. Kenali gejala dan penyebab BAB berdarah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan 11 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Terasa Lega Setelah BAB, Apakah Buang Air Bisa Menurunkan Berat Badan?

Buang air besar (BAB) dapat mengurangi beberapa ratus gram bobot tubuh Anda. Akan tetapi, benarkah BAB menurunkan berat badan secara efektif?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Pilihan Obat dan Perawatan BAB Berdarah Berdasarkan Penyebabnya

BAB berdarah termasuk gejala dari suatu penyakit, sehingga cara mengatasinya harus mengenali penyebab. Simak obat BAB berdarah di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 7 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya menahan BAB

Ini Akibat Berbahaya dari Menahan Buang Air Besar (BAB) Berhari-hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: dr. Hendry Wijaya
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
susah bab setelah melahirkan normal

Penyebab dan Cara Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
posisi bab yang baik

Jongkok atau Duduk: Mana Posisi BAB yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
kotoran anak berwarna hijau

BAB Anak Tiba-tiba Berwarna Hijau, Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit