Makanan Apa yang Baik dan yang Harus Dihindari Saat Diare?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Saat kena diare, Anda akan merasakan mulas yang diikuti dorongan kuat untuk terus buang-buang airKondisi ini bahkan bisa bertahan lebih dari 3 hari sehingga mengganggu aktivitas Anda. Nah, tenang dulu. Diare sebenarnya bisa sembuh sendiri. Namun, ada daftar makanan yang bisa Anda konsumsi untuk meringankan gejala-gejala yang kurang menyenangkan saat diare. 

Rekomendasi makanan untuk mengatasi diare

Selama diare, sistem pencernaan Anda terus “dipaksa” bekerja keras untuk membuang sisa makanan. Maka, Anda perlu makan makanan yang berkarbohidrat tinggi dan rendah serat. Berikut pilihannya:

1. Makanan berkuah

Saat Anda diare, coba untuk terus mengonsumsi cairan lewat makanan yang berkuah. Contohnya seperti sup kaldu ayam, sup tomat, atau sayur bayam bening.

Hangatnya kuah sup ayam membantu menenangkan perut yang sedang “rewel” karena terus dilanda mulas akibat diare.

Sup biasanya diolah dengan beragam jenis makanan sehingga Anda tetap bisa mendapatkan asupan nutrisi yang bervariasi. Mulai dari vitamin dalam potongan sayur-sayuran, lemak dan protein dalam daging ayam, karbohidrat dari kentang atau kacang, hingga air dari kaldu.

Selain itu, isian sup juga lebih mudah dicerna ketimbang makanan padat lain sehingga memudahkan kerja saluran pencernaan Anda

2. Nasi putih dan bubur

Nasi putih termasuk makanan tinggi karbohidrat dengan serat rendah.

Nasi putih cepat dicerna perut tanpa perlu kerja keras, serta mampu mengembalikan energi tubuh yang terus lemas saat diare.

Anda bisa mengolah beras putih menjadi nasi tim atau bubur agar makin mudah dicerna oleh lambung.

Hindari makan nasi merah saat diare. Meski lebih sehat, beras merah mengandung gas sehingga kurang baik dikonsumsi saat diare

3. Apel yang dihaluskan

Gizi apel baik untuk membantu menghentikan gejala diare yang sedang Anda alami.

Apel adalah buah tinggi karbohidrat dan gula serta pektin yang cocok untuk dijadikan makanan selingan saat diare.

Kombinasi karbohidrat dan gulanya membantu meningkatkan stamina. Sementara itu pektin membantu menyerap kelebihan cairan di usus sehingga feses yang keluar lebih padat dan tidak berair.

Agar lebih mudah dicerna perut, makanlah apel dalam sajian yang sudah dihaluskan (bubur puree).

4. Buah pisang

Orang yang sedang diare dianjurkan untuk makan pisang karena banyak manfaatnya.

Pisang mengandung pektin yang berguna untuk memadatkan tekstur feses.

Buah kuning ini juga tinggi kandungan kalium untuk membantu menggantikan cairan elektrolit tubuh yang hilang akibat buang-buang air.

Selain itu, kandungan karbohidrat dalam pisang bisa menambah energi untuk membantu Anda melewati diare yang meresahkan.

5. Wortel, kacang hijau, dan buah bit

Sayuran berguna mengisi ulang nutrisi-nutrisi penting yang hilang saat Anda kena diare. 

Beberapa contoh sayuran yang aman dan baik dikonsumsi saat diare adalah wortel, kacang hijau, dan buah bit.

Anda bisa merebus dulu sayurannya hingga lunak, kemudian buat bubur nasi dan campurkan dengan cacahan variasi sayuran ini.

Untuk kacang hijau, Anda juga bisa menyajikannya dalam bentuk bubur kacang hijau.

Sajikan di mangkuk kecil dan makan ¼ – ½ porsi setiap jam.

6. Makanan tinggi probiotik

Makanan sumber probiotik baik dikonsumsi untuk membantu mengatasi gejala diare.

Probiotik adalah bakteri baik yang menyehatkan bagi sistem pencernaan Anda. Gejala diare dapat menyebabkan tubuh jadi kehilangan banyak bakteri sehat di dalam organ pencernaan Anda. 

Probiotik yang baik dikonsumsi adalah jenis bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium dan Saccharomyces boulardii.

Bakteri tersebut dapat dengan cepat menggantikan bakteri baik yang hilang terbilas bersama feses, serta membantu mengembalikan fungsi usus yang normal. 

Sumber makanan tinggi probiotik yang baik dikonsumsi saat diare bisa berupa yoghurt, tempe, atau asinan dari sayur kubis. 

Di samping mengonsumsi enam pilihan makanan di atas, barengi juga dengan cukup minum air. Bisa dengan air putih biasa atau cairan elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat diare.

Makanan yang harus dihindari saat diare

Di sisi lain, Anda juga harus menghindari beberapa makanan yang dapat memperparah diare. Kira-kira, apa saja? 

1. Susu dan makanan berbahan dasar susu

Selama masih diare dan beberapa hari setelah, hindari dulu susu dan makanan berbahan dasar susu. Bahkan jika diare Anda tidak disebabkan oleh kondisi intoleransi laktosa.

Diare dapat menyebabkan berkurangnya jumlah enzim laktase yang diperlukan tubuh mencerna laktosa (gula yang ditemukan dalam produk susu).

Berikut adalah beberapa produk yang mengandung laktosa:

  • Susu
  • Keju
  • Es krim

Ada baiknya menghindari produk susu untuk sementara waktu sampai benar-benar sembuh.

2. Makanan berminyak dan berlemak

Menurut penelitian, makanan berminyak dan berlemak dapat membuat otot pencernaan berkontraksi lebih kencang. Ini dapat menyebabkan gejala diare makin parah.

Makanan berminyak dan berlemak juga dapat memperlambat pengosongan lambung yang membuat Anda merasa kembung.

Selain itu, makanan berlemak dapat membuat obat diare akan sulit terserap oleh tubuh.

3. Makanan yang mengandung pemanis buatan

Makanan yang mengandung pemanis buatan harus dihindari untuk mencegah diare semakin parah. Misalnya saja permen, soda, dan snack-snack kemasan lainnya.

Menurut Everyday Health, pemanis buatan memiliki efek mirip pencahar yang dapat membuat Anda jadi lebih sering bolak-balik buang air besar. Alhasil, diare dapat semakin memburuk.

4. Sayuran tinggi serat

Kecuali wortel, kacang hijau, dan buah bit, ada juga sayuran yang harus Anda hindari.

Anda harus menghindari sayuran yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan perut bergas. Contohnya brokoli, kembang kol, paprika, kacang polong, sayuran berdaun hijau, dan jagung.

Kandungan serat tinggi memang baik dikonsumsi saat tubuh sedang sehat. Akan tetapi saat diare, makanan yang mengandung serat tinggi harus dihindari.

Asupan serat tinggi justru dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Ini dapat menyebabkan diare sembuh lebih lama. 

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca