Thrombophlebitis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu thrombophlebitis?

Thrombophlebitis atau tromboflebitis (peradangan pada vena) adalah kondisi radangnya vena dan terbentuknya gumpalan darah beku. Ketika tromboflebitis terjadi, aliran darah pada area tersebut menjadi lambat dan dapat membentuk gumpalan kecil darah beku di vena. 

Peradangan pada urat vena dapat menyebabkan rasa sakit, kemerah-merahan, bengkak pada lengan atau kaki yang terserang. Urat vena di kaki biasanya lebih sering terserang daripada yang di lengan atau leher. 

Tromboflebitis tidak mengancam jiwa, tetapi bahaya yang paling besar dari penyakit ini adalah gumpalan darah beku tidak dapat mengalir ke urat vena yang lebih dalam, yang disebut thrombosis urat vena dalam. 

Hal ini merupakan hal yang sangat serius karena gumpalan darah beku pada urat vena cenderung menjadi lebih parah dan mengalir ke paru-paru, memicu penyakit lain yang mengancam jiwa yang disebut emboli paru.

Seberapa umum thrombophlebitis?

Tromboflebitis umum terjadi pada pasien berusia 60 tahun atau lebih. Wanita hamil juga dapat mengalami tromboflebitis sebelum atau setelah melahirkan. Silahkan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi selengkapnya.

Gejala

Apa saja tanda dan gejala dari thrombophlebitis?

Gejala yang umum dari thrombophlebitis adalah kemerah-merahan, bengkak, atau panas di area yang luka. Tromboflebitis dapat menyebabkan rasa keras atau tekanan pada kaki atau lengan. Selain itu, pasien juga bisa memiliki gejala demam.

Berikut tanda dan gejala yang dirasakan jika Anda terkena tromboflebitis: 

  • Kemerah-merahan, bengkak, dan iritasi kulit di sekitar area terkena.
  • Sakit makin terasa ketika Anda menekan area terkena.
  • Vena bengkak yang terasa seperti “ikatan” yang kuat di bawah kulit Anda.
  • Sakit ketika meregangkan pergelangan kaki Anda (tromboflebitis juga bisa terjadi di bagian tubuh Anda selain kaki). 

Kapan sebaiknya saya ke dokter?

Hubungi dokter Anda jika terjadi bengkak, kemerah-merahan, dan rasa sakit di kaki – khususnya jika anda memiliki satu atau lebih faktor risiko tromboflebitis. Jika terjadi bengkak, rasa sakit di kaki, disertai kesulitan bernapas atau sakit di dada saat menarik napas dalam, segera pergi ke ruang gawat darurat. 

Tanda-tanda dan gejala ini dapat merupakan trombosis vena dalam. Hal ini adalah kondisi yang meningkatkan faktor risiko dari lepasnya gumpalan darah beku dari urat vena ke paru-paru.

Penyebab

Apa yang menyebabkan tromboflebitis?

Penyebab dari tromboflebitis adalah gumpalan darah beku. Gumpalan darah beku dapat terbentuk karena beberapa faktor, yaitu apapun yang menghalangi sirkulasi aliran darah normal. Gumpalan darah beku dapat disebabkan oleh beberapa alasan:

  • Luka pada urat vena.
  • Kelainan penggumpalan genetis.
  • Berdiam diri dalam posisi yang sama di waktu yang lama, seperti dirawat di rumah sakit.

Darah juga bisa menggumpal karena berdiam diri dalam waktu yang terlalu lama, seperti di pesawat atau mobil. Berdiri dan meregangkan kaki bisa membantu Anda terhindar dari kondisi tersebut. 

Anda juga dapat mengalami cedera pada pembuluh darah akibat jarum intravena (IV) atau kateter selama prosedur medis. Jenis cedera ini adalah penyebab yang jarang terjadi dari pembekuan darah. 

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena thrombophlebitis?

Semua orang yang punya sirkulasi buruk di kakinya cenderung mengalami kondisi ini, seperti ibu hamil, yang mungkin mengembangkan tromboflebitis saat atau setelah kehamilan. Selain itu, seseorang yang dirawat di rumah sakit dengan jarum intravena (IV) juga lebih beresiko terkena tromboflebitis. 

Berikut beberapa hal lain yang meningkatkan risiko Anda terkena thrombophlebitis: 

  • Varises pada kaki
  • Umur lebih dari 60 tahun.
  • Berada dalam posisi tetap dalam waktu yang lama (di dalam mobil atau pesawat)
  • Terbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama, khususnya setelah pembedahan, infraksi myocardial, stroke, atau luka pada kaki.
  • Menggunakan kateter (pipa kecil, halus) di dalam urat vena untuk tujuan pengobatan, hal ini dapat memicu angiogenesis dan mengurangi aliran darah.
  • Merokok.
  • Kehamilan atau baru melahirkan meningkatkan tekanan urat darah pada kaki dan pelvis.
  • Mengonsumsi pil KB atau terapi pengganti hormon sehingga darah menjadi kalah banyak.
  • Kelebihan berat badan.
  • Pasien memiliki sejarah keluarga dengan kelainan penggumpalan darah.
  • Pasien kanker.

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin terjadi ketika saya mengalami thrombophlebitis? 

Komplikasi akibat kondisi tromboflebitis sangat jarang terjadi. Namun, jika Anda mengalami deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam, Anda punya risiko mengalami komplikasi. Komplikasi tersebut mungkin termasuk: 

  • Emboli paru

Gumpalan vena yang terlepas bisa menjalar ke paru-paru dan memblokir arteri (emboli) dan berpotensi mengancam jiwa. 

  • Sindrom pasca-phlebitis

Kondisi yang juga dikenal sebagai sindrom pasca-trombotik bisa berkembang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun jika Anda mengalami DVT. Sindrom pasca-phlebitis bisa menyebabkan rasa sakit yang lama dan mungkin melumpuhkan, menyebabkan bengkak dan rasa bengkak di kaki yang terkena.

Pencegahan

Apa yang bisa saya lakukan untuk mencegah thrombophlebitis? 

Duduk saat penerbangan dan perjalanan panjang bisa menyebabkan pergelangan kaki Anda bengkak dan meningkatkan risiko terkena thrombophlebitis. Lakukan kegiatan di bawah ini sebagai pencegahan: 

  • Berjalan

Jika Anda melakukan perjalanan dengan pesawat atau bus, cobalah berdiri dan berjalan pada koridor kendaraan. Jika Anda menyetir, berhenti setiap jam dan bergeraklah. 

  •  Gerakkan kaki secara teratur

Lenturkan pergelangan kaki Anda atau tekan kaki Anda dengan hati-hati ke lantai atau pijakkan kaki di depan Anda setidaknya 10 kali setiap jam. 

  • Kenakan baju yang longgar
  • Minum banyak air yang tidak mengandung alkohol untuk menghindari dehidrasi. 

Diagnosis

Bagaimana dokter melakukan diagnosis thrombophlebitis?

Dokter akan menanyakan tentang ketidaknyamanan dan melihat gejala di vena di permukaan kulit yang terkena. Untuk menentukan jenis tromboflebitis yang Anda alami, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan di bawah ini:

  • Ultrasound

Perangkat seperti tongkat (transduser) akan bergerak di sekitar area yang terkena dan mengirimkan gelombang suara. Saat melalui jaringan kaki Anda, gelombang suara akan memantul kembali dan diubah menjadi gambar melalui komputer. 

Pemeriksaan ini bisa menunjukkan diagnosis dan menentukan jenis thrombophlebitis yang Anda alami. 

  • Tes darah

Hampir semua orang dengan pembekuan darah memiliki kadar zat pembekuan yang tinggi secara alami yang disebut dengan D dimer. Namun, kadar D dimer dapat meningkat pada kondisi lain. Jadi, tes ini tidak konklusif, tapi dapat menunjukkan perlunya pengujian lebih lanjut.

Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan Anda untuk thrombophlebitis?

Pengobatan untuk tromboflebitis agrikultur termasuk istirahat dan merawat anggota yang terserang. Anda juga mungkin membutuhkan stocking medis. Kaus kaki untuk urat darah yang melebar dapat digunakan untuk mencegah thrombosis urat vena dalam.

Dokter Anda juga dapat memberikan obat anti peradangan untuk meredakan rasa sakit dan mengurangi peradangan. Antibiotik ini juga dapat digunakan untuk infeksi. Pasien dengan tromboflebitis seringkali merasa lebih baik setelah 7 hingga 10 hari pengobatan.

Mayo Clinic menyebut ada beberapa pengobatan yang mungkin dianjurkan dokter untuk mengobati kondisi ini, yaitu: 

  • Obat pengencer darah

Jika Anda mengalami deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam, injeksi obat pengencer darah (antikoagulan), seperti heparin dengan berat molekul rendah atau fondaparinux (Arixtra), bisa mencegah pembesaran gumpalan darah. Setelah itu, Anda bisa mengonsumsi obat oral yang diresepkan oleh dokter.

  • Obat pelarut gumpalan

Perawatan dengan obat-obatan, seperti alteplase (Activase), dapat melarutkan gumpalan darah. Juga dikenal sebagai trombolisis, perawatan ini digunakan untuk DVT yang meluas, termasuk beberapa kasus pembekuan darah di paru-paru (pulmonary embolus). 

  • Stoking kompresi

Stoking kompresi sesuai resep bisa membantu mencegah pembengkakan dan mengurangi kemungkinan komplikasi DVT. 

  • Penyaring

Dalam beberapa kasus, khususnya jika Anda tidak dapat mengonsumsi pengencer darah, penyaring dapat dimasukkan di vena utama perut Anda (vena cava) untuk mencegah gumpalan yang terlepas dari pembuluh darah kaki menuju paru-paru. 

  • Pengupasan vena

Dokter bisa melakukan pembedahan untuk menyingkirkan penggumpalan pembuluh darah yang menyebabkan sakit. Tindakan itu termasuk menyingkirkan pembuluh vena panjang melalui sayatan kecil. 

Menyingkirkan pembuluh vena tidak akan berpengaruh pada sirkulasi di kaki Anda karena pembuluh vena yang lebih dalam menjaga peningkatan volume darah. 

Perubahan Gaya Hidup dan Pengobatan di Rumah

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi tromboflebitis adalah:

  • Berhenti merokok.
  • Kurangi berat badan jika Anda kelebihan berat badan.
  • Berdiri dan jalan atau regangkan kaki jika Anda duduk di mobil atau peswat untuk waktu yang lama.
  • Gunakan waslap hangat untuk mengompres area yang terkena, beberapa kali sehari. 

Direview tanggal: Desember 11, 2017 | Terakhir Diedit: November 12, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca