Gangguan Pembekuan Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gangguan pembekuan darah?

Gangguan pembekuan darah atau kelainan pembekuan darah adalah kondisi yang mengganggu proses darah Anda untuk membeku dengan normal. Proses pembekuan darah, atau yang disebut dengan koagulasi, biasanya terjadi setelah ada luka atau cedera yang menyebabkan perdarahan. Dengan pembekuan darah, tubuh tidak akan kehilangan darah terlalu banyak.

Umumnya, proses pembekuan darah melibatkan dua komponen darah utama, yaitu trombosit dan faktor pembekuan darah, atau dikenal juga dengan faktor koagulasi.

Gangguan pembekuan darah dapat terjadi jika salah satu dari dua komponen tersebut mengalami kelainan. Akibatnya, Anda bisa saja mengalami perdarahan berat karena darah yang sukar membeku atau justru mengalami gumpalan darah karena darah terlalu mudah membeku.

Apa saja jenis-jenis kelainan pembekuan darah?

Berikut adalah beberapa jenis gangguan pembekuan darah yang paling umum:

Seberapa umumkah kondisi ini?

Penyakit gangguan pembekuan darah adalah kondisi yang tergolong cukup langka. Namun, gangguan pembekuan darah karena masalah kelainan pada trombosit biasanya lebih umum terjadi dibandingkan akibat masalah faktor pembekuan darah.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan pembekuan darah?

Gejala gangguan pembekuan darah bervariasi tergantung kondisi yang menjadi penyebabnya.

Jika gangguan menyebabkan darah sulit membeku dan timbul perdarahan yang berlebih, gejala yang umum muncul, antara lain:

  • Mudah memar tanpa sebab
  • Perdarahan berat saat menstruasi
  • Sering mimisan
  • Berdarah terus-terusan dari luka kecil
  • Gusi berdarah
  • Timbul bintik-bintik merah kecil yang terlihat seperti ruam (petechiae)
  • Mengalami gejala anemia ringan hingga parah
  • Perdarahan yang merembes ke persendian

Apabila kelainan yang Anda alami menyebabkan darah kental dan lebih mudah menggumpal (atau membeku), gejala yang muncul:

  • Bengkak di bagian tubuh tertentu, seperti lengan atau kaki
  • Bagian yang bengkak terasa lunak dan hangat saat disentuh
  • Timbul rasa nyeri
  • Kesulitan bernapas
  • Kepala pusing
  • Mual
  • Berkeringat
  • Rasa lemah atau mati rasa di salah satu sisi tubuh

Apabila gangguan penggumpalan darah terjadi di saluran pencernaan, seperti perut, berikut adalah gejala-gejala yang dapat timbul:

  • Sakit perut yang parah
  • Sakit perut yang hilang timbul
  • Mual
  • Muntah
  • Feses berdarah
  • Diare
  • Perut kembung
  • Adanya akumulasi cairan perut, yang dikenal sebagai ascites

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab gangguan pembekuan darah?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit pembekuan darah terjadi jika ada masalah pada komponen yang terlibat dalam proses pembekuan darah, yaitu trombosit dan faktor pembekuan darah (koagulasi).

Menurut situs Lab Tests Online, agar darah bisa menggumpal dengan baik, sel tubuh Anda membutuhkan trombosit dan faktor pembekuan darah. Proses pembekuan darah ini disebut juga dengan hemostasis.

Namun, proses pembekuan darah ini dapat terganggu karena adanya masalah pada komponen-komponen darah tadi, sehingga darah menjadi sulit membeku atau justru membeku secara berlebihan.

1. Penyebab darah sukar membeku

Gangguan pembekuan darah yang membuat darah sukar membeku terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup trombosit atau faktor koagulasi, atau keduanya tidak bekerja dengan baik.

Kebanyakan kasus gangguan koagulasi adalah kondisi genetik yang diwariskan dari orangtua ke anak. Namun, beberapa gangguan pembekuan darah dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati.

Gangguan pembekuan darah juga bisa disebabkan oleh:

  • Defisiensi atau kekurangan vitamin K
  • Masalah pada hati
  • Masalah sumsum tulang yang menghasilkan trombosit
  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya antikoagulan (yang memang bekerja menghambat proses pembekuan darah)

2. Penyebab darah membeku secara berlebihan

Kondisi darah yang lebih mudah menggumpal dan beku disebut dengan hiperkoagulasi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Sel darah merah yang terlalu pekat
  • Adanya faktor pembekuan darah yang tidak bekerja dengan normal
  • Pengerasan pada pembuluh darah (aterosklerosis)
  • Mengonsumsi terlalu banyak vitamin K
  • Menjalani pengobatan hormon, seperti pemakaian alat kontrasepsi atau terapi hormon pengganti
  • Jarang beraktivitas fisik

Selain itu, pembekuan darah yang terjadi secara berlebihan juga dapat dipicu oleh kondisi yang disebut dengan hiperagregasi trombosit.

Hiperagregasi trombosit adalah masalah pembekuan darah yang terjadi saat proses penyatuan trombosit saat membentuk jaringan fibrin untuk menyumbat luka. Kondisi ini seringkali dikaitkan sebagai penyebab trombosis vena dalam (deep vein thrombosis), bahkan penyakit ginjal kronis.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Untuk mendiagnosis masalah pembekuan darah yang dialami, dokter akan bertanya seputar gejala yang Anda rasakan dan riwayat kesehatan Anda. Informasikan kepada dokter tentang:

  • Kondisi kesehatan yang Anda miliki saat ini.
  • Obat-obatan (resep, nonresep, suplemen, obat herbal) yang Anda pernah/sedang gunakan.
  • Cedera atau terjatuh belakangan ini.
  • Berapa lama perdarahan tersebut telah berlangsung.
  • Apa yang sedang Anda lakukan sebelum perdarahan itu terjadi.

Dari informasi ini, dokter kemudian dapat melakukan tes darah untuk menegakkan diagnosis. Tes yang mungkin Anda jalani adalah:

  • Tes darah lengkap untuk mengetahui jumlah sel darah merah dan sel darah putih
  • Tes agregasi trombosit, untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan oleh trombosit Anda untuk menggumpal
  • Tes waktu perdarahan atau prothrombin time test (PTT), untuk mengetahui apakah waktu pembekuan darah Anda normal atau tidak

Bagaimana cara mengobati gangguan pembekuan darah?

Pengobatan akan direncanakan berdasarkan jenis gangguan pembekuan darah yang anda alami dan keparahan kondisinya. Gangguan darah tidak bisa disembuhkan total, tapi terapi pengobatan dapat meredakan gejalanya.

Beberapa pengobatan yang mungkin diberikan, antara lain:

  • Suplemen zat besi
  • Transfusi darah
  • Injeksi pengganti faktor koagulasi (khususnya untuk kasus hemofilia)

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter, sekalipun Anda hanya berniat meminum suplemen zat besi. Pasalnya, Anda harus mengetahui dosis yang tepat agar pengobatannya berjalan optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Pakai Masker Wajah Setiap Hari Pasti Bikin Kulit Lebih Mulus?

Masker wajah dinilai menjanjikan untuk membuat kulit terasa lebih halus dan bersih. Namun, apa manfaatnya akan sama jika pakai masker wajah setiap hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kandung Kemih Neurogenik (Neurogenic Bladder)

Neurogenic bladder adalah kelainan fungsi kandung kemih akibat gangguan saraf. Inilah berbagai gejala, penyebab, dan metode pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Makanan berlemak selalu dinilai sebagai penyebab kenaikan berat badan. Eits, jangan salah, kebanyakan makan garam juga bisa membuat Anda lebih cepat gemuk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Obesitas, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia berenang

3 Hal Penting yang Wajib Dipersiapkan Lansia Sebelum Berenang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara mempertajam ingatan

Pertajam Daya Ingat Dengan Berolahraga Ringan 10 Menit Saja, Yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
rasa kesepian depresi

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makanan yang baik untuk usus

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit