home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Batuk Berdarah

Definisi|Tanda dan gejala|Penyebab |Faktor risiko|Diagnosis|Obat dan pengobatan|Pencegahan
Batuk Berdarah

Definisi

Apa itu batuk berdarah?

Batuk berdarah atau hemoptysis adalah batuk yang disertai dengan keluarnya darah. Darah yang dikeluarkan dapat berwarna merah muda sampai merah pekat dan biasanya berbusa karena bercampur dengan udara dan dahak. Darah yang dikeluarkan bisa berasal dari saluran pernapasan atas ataupun paru-paru.

Batuk berdarah menandakan gangguan kesehatan serius karena dapat disebabkan oleh penyakit yang menyerang sistem pernapasan ataupun pertanda adanya kanker di paru-paru.

Oleh sebab itu, batuk darah membutuhkan pengobatan secara medis yang tepat sehingga tidak menyebabkan dampak kesehatan yang fatal seperti kerusakan pada sistem respirasi.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Batuk disertai darah bisa terjadi ketika ada pendarahan yang berlangsung di dalam tenggorokan atau pada saluran pernapasan yang terletak di paru-paru.

Namun, secara umum perdarahan biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dalam jangka panjang di saluran pernapasan bagian bawah, seperti pada penyakit bronkitis kronis dan pneumonia. Selain itu, batuk darah juga biasanya menjadi gejala khas dari penyakit tuberkulosis (TBC) dan kanker paru.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala yang menyertai?

Batuk berdarah merupakan gejala dari suatu penyakit pernapasan tertentu. Ada beberapa gejala atau gangguan kesehatan lain yang juga sering muncul bersamaan dengan batuk yang disertai darah, yaitu:

  • Batuk menerus lebih dari 3 minggu
  • Batuk berdahak
  • Nyeri atau sakit pada dada
  • Sesak napas
  • Napas yang memendek
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Menurunya berat badan secara drastis

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Semakin banyak darah yang dikeluarkan, maka semakin serius gangguan pernapasan yang dialami. Namun, bukan berarti saat darah yang dikeluarkan sedikit, kondisi tersebut bisa diabaikan begitu saja.

Baiknya Anda segera menemui dokter ketika mengalami batuk yang disertai dengan keluarnya darah. Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi penyakit yang menyebabkan batuk berdarah yang Anda alami.

Dari pemeriksaan medis, dokter pun dapat menentukan jenis pengobatan atau meresepkan obat yang tepat untuk menyembuhkan penyakit penyebab batuk berdarah tersebut.

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami kondisi, seperti:

  • Batuk mengeluarkan darah karena dada mengalami cedera akibat terbentur atau jatuh.
  • Batuk berdarah telah berlangsung selama seminggu dengan gejala yang semakin parah.
  • Darah yang dikeluarkan dari batuk kerap muncul dan hilang dengan tidak teratur.
  • Darah yang dikeluarkan dari batuk mencapai sekitar satu sendok teh.
  • Terdapatnya darah pada urine dan feses.
  • Mengalami sakit dada, sakit kepala berat, dan sesak napas.
  • Batuk dengan darah disertai dengan penurunan berat badan.
  • Mengalami demam yang mencapai 38 derajat Celsius.

Penyebab

Apa yang menjadi penyebab batuk berdarah?

Sebenarnya terdapat berbagai kondisi dapat menyebabkan batuk berdarah. Beberapa hal yang jadi penyebab batuk darah, antara lain adanya iritasi dan infeksi di saluran pernapasan hingga munculnya kanker.

American Academy of Family Physicians menyebutkan bahwa penyebab dari batuk berdarah umumnya berasal dari penyakit-penyakit yang menyerang sistem pernapasan, seperti bronkitis, pneumonia, TBC, dan kanker paru.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap soal penyebab batuk berdarah.

1. Bronkitis

Bronkitis bisa menjadi salah satu penyebab batuk berdarah. Bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus sehingga mengakibatkan terjadinya peradangan pada saluran udara.

Durasi berlangsungnya gejala batuk dan gangguan lainnya menentukan seberapa serius tingkat keparahan penyakit ini. Bronkitis akut berlangsung selama 2 hingga 3 minggu. Sedangkan bronkitis kronis terjadi saat batuk tidak berhenti lebih dari 3 bulan.

2. Pneumonia

Penyebab batuk darah selanjutnya dapat berasal dari penyakit pneumonia. Penyakit ini disebabkan oleh peradangan pada kantung alveoli di paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri, beberapa kemungkinan lain oleh virus ataupun jamur. Akan tetapi, pneumonia ini lebih umum diakibatkan oleh infeksi bakteri, Streptococcus pneumoniae.

Proses infeksi ini memengaruhi proses sekresi atau produksi lendir di sekitar paru menjadi lebih intensif sehingga merangsang terjadinya batuk berdahak yang dapat bercampur darah. Pneumonia bisa mengakibatkan batuk berdarah yang berlangsung dalam waktu berminggu-minggu,

3. Tuberkulosis

Tuberkulosis atau TBC menjadi salah satu penyebab batuk berdarah yang paling umum. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Saat sistem imun cukup kuat untuk menghentikan perkembangan bakteri, gejala batuk biasanya belum muncul. Sebaliknya ketika bakteri mulai aktif menginfeksi maka ia dapat menyebabkan batuk kronis yang berlangsung lebih dari 3 minggu. Dalam kondisi parah, batuk bisa disertai dengan keluarnya darah.

4. Bronkiektasis

Bronkiektasis digambarkan sebagai gangguan pernapasan kronis akibat infeksi kuman penyakit pada saluran bronkus di paru-paru. Peradangan bronkus pada bronkiektasis menyebabkan dinding bronkus menebal sehingga paru-paru kesulitan untuk membersihkan lendir.

Pada periode eksaserbasi, yakni saat gejala semakin memburuk, batuk berdarah pun bisa terjadi. Bronkietaksis merupakan penyakit yang bersifat permanen dan bisa kambuh sewaktu-waktu.

5. Kanker paru

Kanker paru merupakan kondisi di mana sel-sel pada jaringan paru berkembang dengan cepat sehingga menyebabkan tumor.

Sama seperti kanker lainnya, gejala kanker paru sulit dideteksi. Batuk berdarah merupakan gejala yang paling sering muncul saat kanker sudah menyebar dan menginjak stadium lanjut.

Penyebab lain dari batuk darah

Selain penyakit pernapasan di atas, berikut adalah kondisi kesehatan dan penyakit lain yang juga bisa menjadi penyebab dari batuk berdarah:

  • Luka di saluran pernapasan bagian atas
  • Luka di saluran pencernaan bagian atas
  • Kanker leher
  • Cystic fibrosis
  • PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis): penyakit PPOK menandakan terdapatnya kerusakan serius pada paru-paru yang mengakibatkan penurunan fungsi paru secara menerus seiring berjalannya waktu.
  • Penyempitan katup jantung: penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernapas terutama saat sedang berbaring.
  • Emboli paru: kondisi di mana terdapat gumpalan darah yang menyumbat salah satu pembuluh darah dalam paru.
  • Endema paru: kondisi terdapatnya penumpukan cairan di dalam paru-paru. Kondisi ini mum terjadi pada orang yang mengalami penyakit jantung.
  • Antikoagulasi: kondisi yang diiakibatkan oleh penggunaan obat pengencer darah (antikoagulan) yang berlebih untuk menghentikan pembekuan darah.
  • Cedera dada: trauma pada tulang dan otot paru akibat kecelakaan dan benturan dapat menyebabkan batuk berdarah.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk batuk berdarah?

Selain penyakit-penyakit di atas, beberapa kondisi kesehatan lain juga dapat membuat Anda lebih berisiko mengalami batuk darah. Inilah beberapa kondisi dan kebiasaan yang membuat Anda lebih rentan terkena penyakit yang menyebabkan batuk darah:

  • Menderita penyakit HIV/AIDS.
  • Memiliki kondisi imunodefisiensi atau sistem imun lemah.
  • Menjalani pengobatan seperti kemoterapi atau mengonsumsi obat yang menekan sistem kekebalan tubuh.
  • Melakukan kontak dekat dan intens dengan penderita penyakit pernapasan menular seperti TBC.
  • Merupakan perokok aktif atau memiliki riwayat merokok.
  • Terkena paparan asap rokok secara menerus dan sering.
  • Memiliki riwayat penyakit keluarga dengan gangguan pembekuan darah.

Diagnosis

Bagaimana mendiagnosis penyakit penyebab kondisi ini?

Pengobatan yang tepat dilakukan untuk menyembuhkan batuk berdarah bergantung dari penyebabnya. Pada orang yang mengalami jenis batuk ini, pemeriksaan secara umum berfokus pada volume darah yang dikeluarkan, frekuensi terjadinya batuk darah, dan risiko gangguan pernapasan yang ditimbulkan.

Pada pemeriksaan awal, dokter akan menanyakan mengenai gejala-gejala lain yang dialami oleh pasien, berapa lama batuk yang disertai darah berlangsung, seperti apa kenampakan darah, dan seberapa banyak darah yang dikeluarkan.

Selanjutnya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium pada bagian dada dan paru-paru, seperti berikut ini:

Obat dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati batuk berdarah?

Tujuan dari pengobatan medis adalah menghentikan perdarahan dan mengobati penyakit yang menyebabkan batuk berdarah.

Kebanyakan penyakit penyebab batuk berdarah tidak dapat disembuhkan dengan obat batuk nonresep atau pengobatan batuk alami. Penyakit penyebab batuk berdarah perlu ditangani dengan obat-obatan medis dari dokter.

Jika diketahui kondisi penyebabnya adalah peradangan akibat infeksi di saluran napas, dokter biasanya akan meresepkan obat batuk berdarah seperti:

  • Obat batuk supresan: obat batuk dextromethorphan berfungsi menekan frekuensi batuk yang berlangsung secaea menerus.
  • Steroid: obat untuk meredakan inflamasi yang menyebabkan pendarahan.
  • Antibiotik: obat ini berguna untuk membunuh bakteri penyebab infeksi di saluran napas seperti pada penyakit pneumonia, bronkiektasis, bronkitis kronis, dan tuberkulosis.
  • Antivirus atau antiviral: obat batuk berdarah ini dapat digunakan untuk menghambat infeksi virus yang menyebabkan batuk berdarah.

Pengobatan batuk berdarah lanjutan

Dalam kasus yang lebih serius, obat batuk berdarah yang telah disebutkan belum tentu bisa menghentikan pendarahan dalam yang terjadi. Jika pendarahan tetap berlangsung, dokter akan merekomendasikan Anda untuk menjalani pengobatan rawat inap di rumah sakit.

Beberapa prosedur pengobatan batuk berdarah lainnya yang bisa dilakukan untuk menghentikan perdarahan adalah:

  • Embolisasi: prosedur ini akan dilakukan jika diketahui pendarahan disebabkan oleh pembuluh darah besar. Embolisasi meliputi prosedur bronchial artery angiography yaitu memasukan selang yang berfungsi menginjeksikan bahan kimia untuk menutup kebocoran atau lubang pendarahan di pembuluh darah.
  • Bronkoskopi: sebuah alat endoskop dimasukkan melalui saluran pernapasan bagian atas ke dalam paru-paru untuk mencari sumber perdarahan atau mengangkat pembekuan darah yang mengahambat aliran oksigen di saluran napas.
  • Transfusi darah : jika terdapat kelainan pembekuan darah yang memicu terjadinya pendarahan, maka cara terbaik mengatasinya adalah dengan transfusi darah. Elemen darah yang ditransfusikan dapat berupa plasma darah, leukosit (sel darah putih), eritrosit (sel darah merah), trombosit.
  • Kemoterapi: prosedur kemoterapi diterapkan untuk menyembuhkan batuk disertai dahak dan darah akibat kanker paru-paru.
  • Operasi: Tujuan operasi adalah untuk mengangkat bagian atau jaringan di dalam paru-paru yang mengalami kerusakan baik akibat infeksi maupun terkena sel kanker. Prosedur ini tentunya memiliki risiko komplikasi sehingga dijadikan sebagai pilihan terakhir apabila batuk berdarah tidak kunjung sembuh.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah batuk darah?

Batuk yang disertai darah dapat menandai terdapatnya gangguan kesehatan atau penyakit kronis tertentu. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk lebih mewaspadainya. Jika gejala batuk darah terus dibiarkan, penyakit penyebab batuk berdarah yang Anda alami akan bertambah parah.

Untuk mencegah batuk disertai darah tidak terjadi lagi di kemudian hari, Anda dapat menghindari berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang Anda terjangkit penyakit penyebab batuk berdarah.

Apabila batuk berdarah diakibatkan oleh kebiasaan merokok, sebaiknya Anda mulai mengurangi mengurangi merokok atau bahkan berhenti sama sekali.

Sama halnya dengan lingkungan berpolusi yang asapnya menimbulkan infeksi pada sistem pernapasan, Anda sebaiknya menghindari melakukan aktivitas secara intensif di lingkungan tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Larici, A. R., Franchi, P., Occhipinti, M., Contegiacomo, A., del Ciello, A., Calandriello, L., Storto, M. L., Marano, R., & Bonomo, L. (2014). Diagnosis and management of hemoptysis. Diagnostic and interventional radiology (Ankara, Turkey), 20(4), 299–309. https://doi.org/10.5152/dir.2014.13426

Earwood, J., & Thompson, T. (2015). Hemoptysis: Evaluation and Management. American Family Physician, 91(4), 243-249. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2015/0215/p243.html#sec-2.

Cordovilla, R., Bollo de Miguel, E., Nuñez Ares, A., Cosano Povedano, F., Herráez Ortega, I., & Jiménez Merchán, R. (2016). Diagnosis and Treatment of Hemoptysis. Archivos De Bronconeumología (English Edition), 52(7), 368-377. doi: https://doi.org/10.1016/j.arbr.2016.05.010

Gagnon, S., Quigley, N., Dutau, H., Delage, A., & Fortin, M. (2017). Approach to Hemoptysis in the Modern Era. Canadian respiratory journal, 2017, 1565030. https://doi.org/10.1155/2017/1565030

Khalil, A., Fedida, B., Parrot, A., Haddad, S., Fartoukh, M., & Carette, M. (2015). Severe hemoptysis: From diagnosis to embolization. Diagnostic And Interventional Imaging, 96(7-8), 775-788. doi: https://doi.org/10.1016/j.diii.2015.06.007

Radchenko, C., Alraiyes, A. H., & Shojaee, S. (2017). A systematic approach to the management of massive hemoptysis. Journal of thoracic disease, 9(Suppl 10), S1069–S1086. https://doi.org/10.21037/jtd.2017.06.41

Cleveland Clinic. (2020). Coughing Up Blood (Hemoptysis): Causes, Tests & Diagnosis, Treatment. Retrieved 17 June 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17696-coughing-up-blood

Cleveland Clinic. (2020). Coughing Up Blood Possible Causes | Cleveland Clinic. Retrieved 17 June 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17696-coughing-up-blood/possible-causes

American Lung Association. (2020). Learn About Bronchiectasis. Retrieved 17 June 2020, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/bronchiectasis/learn-about-bronchiectasis

Mayo Clinic. (2020). Bronchitis – Symptoms and causes. Retrieved 17 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/symptoms-causes/syc-20355566

Mayo Clinic. (2020). Pneumonia – Symptoms and causes. Retrieved 17 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204

Mayo Clinic. (2020). Tuberculosis – Symptoms and causes. Retrieved 17 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250

Mayo Clinic. (2020). Pulmonary embolism – Symptoms and causes. Retrieved 17 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-embolism/symptoms-causes/syc-20354647

Mayo Clinic. (2020). Pulmonary edema – Symptoms and causes. Retrieved 17 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-edema/symptoms-causes/syc-20377009

Mayo Clinic. (2020). Cystic fibrosis – Symptoms and causes. Retrieved 17 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cystic-fibrosis/symptoms-causes/syc-20353700

NHS. (2017). Lung cancer. Retrieved 17 June 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/lung-cancer/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 02/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto