Apa Itu Luka Bakar?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu luka bakar?

Luka bakar adalah kerusakan yang terjadi pada jaringan tubuh manusia. Kerusakan diakibatkan oleh panas, zat kimia, listrik, sinar matahari, atau radiasi. Kondisi ini merupakan masalah medis yang tergolong ringan hingga mengancam nyawa.

Kondisi ini memiliki ciri khas kerusakan parah pada kulit, yang menyebabkan sel-sel pada kulit yang terdampak mati. Penyebab yang paling umum adalah cairan panas, kebakaran, dan zat atau cairan yang mudah terbakar.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan pembengkakan, kulit melepuh, terbentuk luka, dan pada beberapa kasus yang parah bisa mengakibatkan syok dan kematian. Infeksi pun juga berisiko terjadi karena lapisan pelindung kulit mengalami kerusakan.

Pengobatan pada luka bakar tergantung pada penyebabnya, seberapa parah, dan berapa banyak bagian tubuh yang terdampak. Krim antibiotik biasanya digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi.

Pada kondisi yang lebih serius, kulit yang terluka dapat diganti dengan prosedur operasi.

Seberapa umumkah luka bakar?

Kondisi ini sangat umum terjadi dan dapat menimpa siapa saja dari berbagai golongan usia.

Menurut World Health Organization, sekitar 265.000 kasus kematian setiap tahunnya disebabkan oleh luka bakar. Sebanyak 96% luka akibat kebakaran yang fatal terjadi di negara-negara berpendapatan sedang dan rendah.

Tidak hanya memakan korban jiwa, jutaan orang juga mengalami cacat seumur hidup, yang disertai pula dengan diskriminasi dan stigma dari orang-orang sekitar.

Selain itu, wanita lebih rentan mengalami luka karena mereka sering melakukan kegiatan rumah tangga, terutama memasak. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi anak-anak karena anak-anak cenderung ceroboh dan memiliki rasa ingin tahu pada objek yang mudah terbakar.

Derajat

Bagaimana derajat luka bakar diklasifikasikan?

Sebelum mengetahui apa saja tingkatannya, ada baiknya Anda mengetahui apa saja lapisan-lapisan yang terdapat di kulit manusia.

Kulit memiliki peran penting untuk mengatur suhu dan cairan di dalam tubuh. Kulit juga berfungsi sebagai lapisan pelindung dari bakteri dan virus. Jika bagian kulit yang terluka cukup parah dan dalam, fungsi kulit pun mengalami masalah.

Terdapat tiga lapisan di dalam kulit manusia, yaitu:

  • Epidermis

Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit. Bagian kulit mengandung melanosit, sel yang memproduksi pigmen kulit atau melanin.

  • Dermis

Dermis terdiri dari kolagen dan jaringan elastis. Pembuluh darah, pembuluh limfa, folikel rambut, dan kelenjar keringat terletak di lapisan ini.

  • Hipodermis

Lapisan kulit yang terdalam ini adalah tempat di mana pembuluh darah dan saraf berada. Hipodermis juga memiliki peran penting dalam mengatur suhu tubuh.

Kondisi ini dapat dibagi menjadi empat tingkatan atau derajat. Pembagian ini tergantung pada seberapa parah dan seberapa dalam lapisan kulit yang mengalami kerusakan.

Berikut adalah derajat-derajatnya:

1. Derajat pertama

Luka pada derajat pertama hanya memengaruhi bagian terluar lapisan kulit atau epidermis. Contoh yang paling umum ditemukan adalah sunburn atau terbakar matahari.

Luka derajat pertama biasanya akan sembuh lebih cepat dan tidak meninggalkan kerusakan dalam jangka panjang.

2. Derajat kedua

Pada derajat ini, luka dibedakan menjadi superfisial dan dalam.

Luka bakar derajat dua superfisial bercirikan kulit akan terlihat merah terang, melepuh, bengkak, dan mengkilap atau basah. Luka akan terasa sakit ketika disentuh. Pada derajat ini mengenai epidermis dan dermis minimal.

Sedangkan luka bakar derajat dua dalam bercirikan kulit kering, pucat dan putih saat ditekan. Pada derajat ini mengenai keseluruhan epidermis dan sebagian dermis.

Dalam beberapa kasus yang lebih parah, luka akan meninggalkan bekas dan perubahan warna kulit yang bersifat permanen.

3. Derajat ketiga

Luka derajat ketiga merusak lapisan epidermis dan dermis sepenuhnya. Tampilan luka tidak lagi berwarna merah, namun akan tampak hitam, coklat, putih, atau kuning.

Luka pada derajat ini tidak terasa sakit saat disentuh karena telah merusak saraf bagian kulit yang terdampak.

4. Derajat keempat

Ini adalah derajat yang paling parah dan dalam. Luka derajat keempat berpotensi membahayakan nyawa. Pada tingkatan ini, seluruh lapisan kulit telah rusak dan mencapai tulang serta otot Anda.

Derajat luka terkadang dapat berubah apabila luka menyebar hingga ke bagian terdalam kulit. Luka yang serius dapat mengakibatkan komplikasi, seperti infeksi tulang dan masalah pada sendi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala luka bakar?

Anda mungkin pernah melihat atau mengalami luka bakar sebelumnya, misalnya akibat kegiatan memasak atau memperbaiki mobil. Tergantung pada tingkatan luka, gejala yang muncul mungkin berbeda.

Umumnya, tanda-tanda dan gejala meliputi:

  • Kulit kemerahan
  • Rasa sakit di area luka
  • Lecet
  • Kulit membengkak
  • Kulit mengelupas
  • Kulit melepuh
  • Perubahan warna kulit menjadi putih, coklat, kuning, atau hitam

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika luka Anda lebih parah dan menyebabkan rasa sakit yang tidak wajar, silakan pergi ke dokter untuk segera diobati.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Untuk luka bakar derajat pertama, biasanya Anda dapat menanganinya sendiri dengan pengobatan rumahan. Namun, apabila Anda telah mengalami gejala-gejala yang serius seperti di bawah ini, Anda harus segera pergi ke dokter.

  • Luka di tangan, kaki, wajah, pangkal paha, pantat, dan hampir di seluruh tubuh
  • Luka yang dalam atau derajat tinggi
  • Luka menyebabkan kulit terlihat mengelupas
  • Luka terlihat seperti noda hitam, coklat, atau putih
  • Luka akibat zat kimia atau setrum listrik
  • Kesulitan berpanas
  • Sakit tidak kunjung hilang
  • Pelepuhan tidak sembuh dalam 2 minggu

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan derajat luka Anda, selalu konsultasikan dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab luka bakar?

Kondisi rusaknya jaringan lapisan kulit dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti panas, paparan radiasi, zat kimia, atau kontak dengan aliran listrik. Penyebab yang paling umum adalah kontak langsung dengan api, yang biasanya terjadi pada peristiwa kebakaran.

Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab-penyebab luka bakar:

1. Gesekan

Apabila benda yang kasar dan keras menggesek kulit Anda, Anda akan mengalami luka bakar friction atau gesekan.

Luka tersebut muncul akibat adanya goresan dan panas. Umumnya, luka ini ditemukan pada orang yang mengalami kecelakaan motor atau sepeda.

2. Frostbite

Suhu udara yang terlalu rendah ternyata juga dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan kulit. Kondisi ini disebut dengan frostbite.

Kondisi ini terjadi akibat kulit mengalami kontak langsung dengan sesuatu atau suhu udara yang sangat dingin dalam jangka waktu lama.

3. Menyentuh langsung objek yang panas

Kulit yang terkena objek panas seperti cairan, api, atau metal dapat menimbulkan luka. Udara atau asap yang terlalu panas juga dapat menyebabkan luka pada kulit muncul.

4. Paparan radiasi

Luka ini terjadi akibat paparan radiasi atau sinar ultraviolet matahari yang terlalu lama. Penyebab utamanya adalah sinar matahari dan sinar X-ray.

5. Zat kimia

Zat-zat berbahan kimia seperti cairan dengan asam yang kuat, alkali, detergen, atau pelarut dapat menyebabkan luka ketika bersentuhan dengan kulit.

6. Sengatan arus listrik

Apabila Anda menyentuh aliran listrik atau tersetrum, lapisan kulit Anda akan mengalami kerusakan dan terluka.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami luka bakar?

Luka bakar adalah kondisi yang dapat terjadi pada setiap orang dari berbagai golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini.

Memiliki satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan mengalami luka ini. Dalam beberapa kasus, orang-orang yang menderita kondisi ini tidak memiliki faktor risiko apapun.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kondisi ini:

1. Usia

Anak-anak berusia 4 tahun ke bawah membutuhkan perhatian khusus karena mereka memiliki risiko tinggi mengalami luka terbakar. Rasa ingin tahu yang besar mendorong anak-anak untuk menyentuh benda apapun, termasuk yang mudah terbakar.

2. Jenis kelamin

Wanita lebih rentan mengalami kondisi ini karena sering berkegiatan di dapur.

3. Rumah atau gedung yang tidak memiliki detektor asap

Jika Anda berada di rumah atau gedung yang tidak memiliki detektor asap, ada kemungkinan kebakaran lebih sulit dicegah dan Anda berpeluang mengalami kondisi ini.

4. Merokok

Rokok dapat meningkatkan risiko timbulnya luka bakar, terutama apabila Anda merokok di tempat yang mudah terbakar.

5. Menggunakan microwave

Penggunaan microwave yang tidak mengikuti anjuran atau aturan masak pada label makanan berpotensi menyebabkan kebakaran, sehingga Anda berpeluang mengalami kondisi ini.

6. Terpapar sumber panas atau kabel listrik

Berdekatan dengan sumber panas seperti besi, metal, atau kabel listrik meningkatkan risiko Anda mengalami luka.

7. Cara menyimpan benda yang mudah terbakar

Benda-benda yang mudah terbakar seperti korek gas, hairspray, atau deodoran harus disimpan di tempat yang jauh dari jangkauan api. Jika tidak, hal tersebut dapat memicu timbulnya percikan api dan kulit terluka.

8. Menggunakan kompor atau memasang gas

Apabila Anda sering melakukan kegiatan di dapur seperti memasak dengan kompor atau memasang gas pada kompor, peluang Anda mengalami luka lebih besar.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh luka bakar?

Dibandingkan dengan luka derajat pertama dan kedua, derajat ketiga lebih berpotensi menimbulkan terjadinya komplikasi. Dalam kasus yang parah, komplikasi pun dapat berujung pada kematian.

Berikut adalah berbagai komplikasi yang dapat terjadi apabila luka tidak ditangani sesegera mungkin:

  • Infeksi bakteri
  • Kehilangan banyak darah atau hipovolemia
  • Syok
  • Tetanus
  • Sepsis
  • Hipotermia pada luka akibat udara terlalu dingin
  • Masalah pernapasan akibat asap atau udara yang terlalu panas
  • Masalah tulang dan sendi
  • Edema atau penumpukan cairan pada bagian tertentu tubuh

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana luka bakar didiagnosis?

Ketika Anda mengalami kondisi ini, dokter akan memeriksa area yang terdampak. Kemudian, dokter menentukan seberapa parah situasi Anda dengan mengetahui persentase total permukaan tubuh Anda yang terluka.

Secara umum, area kulit yang ada di sekitar telapak tangan Anda adalah 1 persen dari total luas permukaan tubuh Anda. Jika area kulit tubuh yang terluka mencapai 25% dari total daerah tubuh, luka yang Anda derita tergolong parah.

Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan tes lainnya untuk menentukan apakah luka telah memengaruhi bagian lain dari tubuh Anda atau tidak.

Bagaimana luka bakar diobati?

Luka yang tergolong ringan dapat diobati di rumah. Kondisi tersebut akan segera sembuh dalam beberapa minggu.

Namun, pada kasus yang lebih serius, tim medis akan memberikan penanganan seperti operasi, perawatan medis, dan obat-obatan.

Tujuan dari pengobatan dan perawatan adalah mengurangi rasa sakit, menghilangkan jaringan kulit yang mati, mencegah terjadinya infeksi, serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi.

1. Pengobatan medis

Setelah Anda menerima pertolongan pertama, Anda akan mendapatkan penanganan lanjutan yang meliputi:

  • Perawatan dengan bahan dasar air

Tim medis yang menangani luka Anda akan memberikan terapi berbahan dasar air, seperti ultrasound mist therapy. Tujuannya adalah untuk membersihkan luka pada kulit.

  • Infus

Anda mungkin juga memerlukan cairan infus untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan gagal fungsi organ tubuh lainnya.

  • Obat painkiller dan penenang

Luka bakar mungkin akan terasa sangat menyakitkan. Dokter akan memberikan obat-obatan painkiller dan penenang, seperti morgin.

  • Salep atau krim

Tim medis juga akan mengoleskan salep atau krim agar luka cepat pulih, seperti bacitracin dan sulfadiazine (Silvadene). Obat salep ini juga dapat membantu mencegah munculnya infeksi.

  • Perban

Perban digunakan untuk membalut luka bakar agar lekas pulih dan menutup kembali.

  • Antibiotik

Apabila ternyata Anda menunjukkan tanda-tanda mengalami infeksi pada luka, Anda memerlukan obat atau infus antibiotik.

  • Suntik tetanus

Dokter juga akan merekomendasikan Anda untuk suntik tetanus setelah mengalami luka.

2. Operasi dan prosedur lain

Anda juga mungkin harus menjalani prosedur-prosedur di bawah ini, tergantung dari tingkat keparahan luka yang Anda derita:

  • Alat bantu pernapasan

Alat ini diberikan apabila luka yang Anda derita terletak di leher atau wajah. Jika hal ini terjadi, kemungkinan tenggorokan Anda membengkak dan udara sulit masuk.

  • Selang untuk makanan

Kerusakan jaringan kulit yang sangat parah mungkin akan menyebabkan penderitanya kesulitan makan. Dokter akan memasukkan selang yang dapat memasukkan makanan melalui hidung Anda.

  • Operasi cangkok kulit

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengambil bagian kulit Anda yang sehat untuk menggantikan bagian kulit yang telah rusak. Solusi lain adalah dengan menggunakan donor kulit dari jenazah atau kulit babi.

  • Operasi plastik

Operasi plastik atau rekonstruksi dapat memperbaiki tampilan luka. Selain itu, kelenturan sendi yang terkena luka juga akan jauh lebih membaik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi luka bakar?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Hindari mengoleskan mentega atau minyak pada luka.
  • Tidak boleh memberikan es atau air dingin langsung di bagian yang luka
  • Jika kulit mulai melepuh, jangan menyentuh atau menekannya. Hal-hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada kulit Anda.
  • Mereka yang terkena luka akibat listrik harus pergi ke rumah sakit segera sehingga tidak akan mempengaruhi bagian atau organ-organ tubuh lain.
  • Luka akibat zat kimia dapat diatasi dengan menyiram menggunakan air dingin. Lepaskan setiap pakaian atau perhiasan yang memiliki bahan kimia di dalamnya.
  • Balut luka dengan kain kasa steril atau kain bersih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Agustus 7, 2019 | Terakhir Diedit: Agustus 7, 2019

Yang juga perlu Anda baca