Sunburn (Kulit Terbakar Matahari)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi sunburn (kulit terbakar matahari)

Sunburn (kulit terbakar matahari) adalah masalah pada kulit yang muncul akibat reaksi pada cahaya matahari dalam dosis yang berlebih.

Kondisi ini ditandai dengan kulit memerah yang sakit dan panas jika disentuh. Namun ingat, tidak semua gejala kulit merah adalah pertanda sunburn. Bisa jadi, itu menandakan alergi panas matahari.

Kulit terbakar matahari biasanya muncul, beberapa jam setelah terlalu banyak terkena sinar ultraviolet (UV) dari matahari atau sumber lain, seperti lampu. 

Terkena sinar matahari yang terus-menerus dan berulang dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit lainnya dan penyakit tertentu, seperti kulit kering, keriput, muncul bintik-bintik gelap, hingga kanker kulit. 

Efek terbakar matahari biasanya akan bertahan selama beberapa hari, tapi juga dapat lebih dari itu. Untungnya, kondisi ini bisa dicegah dengan memberikan perlindungan kulit ketika hendak pergi ke luar rumah.

Dikutip dari Mayo Clinic, cara mengatasi sunburn biasanya adalah perawatan rumahan. Sunburn merupakan kondisi yang dapat bertahan selama beberapa hari atau lebih lama lagi. 

Seberapa umumkah sunburn (kulit terbakar matahari)?

Kondisi ini sangat umum terjadi. Tidak hanya sinar matahari yang berperan dalam terjadinya sunburn, tapi juga dapat disebabkan oleh paparan dari sumber sinar UV lain, “tanning-bed” atau “tanning-salon” yang kerap populer.

Orang juga dapat mengalami sunburn pada hari yang berawan, karena sinar UV dapat menembus awan. Kondisi ini juga dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa saja.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala sunburn

Eritema atau bercak kemerahan UV-B terjadi sekitar 6 jam setelah paparan dan memuncak selama durasi 12 – 24 jam. Ini merupakan pertanda kulit Anda terbakar matahari.

Namun, serangan eritema dapat muncul lebih awal dan lebih parah dengan peningkatan paparan. Eritema disertai rasa nyeri dan pada kasus yang parah, memunculkan:

  • rasa tidak nyaman,
  • lenting, serta
  • edema (pembengkakan) umumnya pada tangan, kaki, dan wajah.

Selain itu, gejala lainnya adalah:

  • badan menggigil,
  • demam,
  • mual,
  • takikardia (jantung berdetak lebih dari 100 kali per menit), serta
  • hipotensi (tekanan darah rendah).

Gejala sunburn dapat berlangsung selama 1 – 2 minggu pada kasus yang parah.

Setiap bagian tubuh yang terbuka, termasuk kulit kepala dan bibir, dapat terbakar. Bahkan, area yang tertutup juga bisa terbakar. Misalnya, pakaian yang digunakan memungkinkan sinar UV masuk dan mengenai kulit secara langsung.

Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala kondisi akibat kulit terbakar matahari berikut ini.

  • Kerutan dan perubahan kulit lainnya yang biasanya muncul saat penuaan.
  • Masalah mata yaitu katarak yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

Tampak dengan jelas konsekuensi jangka panjang dari paparan matahari berlebih atau sumber radiasi UV lainnya. Sunburn yang berupa lenting dipercaya meningkatkan kemungkinan kanker kulit sebanyak 2 kali lipat.

Ada beberapa jenis kanker kulit. Kebanyakan kanker kulit dapat diatasi. Namun, sunburn meningkatkan risiko terkena jenis kanker kulit serius yaitu melanoma.

Segera hubungi dokter atau perawat jika Anda mengalami sunburn parah.

Penyebab dan faktor risiko sunburn

Bagaimana sunburn bisa terjadi?

Kulit membutuhkan sinar matahari untuk membantu memproduksi vitamin D yang penting dalam menjaga kesehatan tulang. Namun, terlalu banyak paparan sinar UV malah akan membahayakan kulit Anda.

Saat Anda terkena sinar UV, tubuh melindungi diri dengan lebih banyak memproduksi melanin. Melanin merupakan pigmen yang memberikan warna pada kulit. Pencoklatan kulit ini bertujuan untuk mencegah kulit agar tidak terbakar.

Ketika Anda terlalu banyak terkena paparannya, sinar UV dapat menembus lapisan kulit luar dan masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam, merusak atau membunuh sel-sel yang ada.

Akibat dari proses tersebut, kulit pun mengeluarkan reaksi berupa kemerahan dan mengalami pembengkakan.

Apa yang meningkatkan risiko terkena sunburn?

Faktor yang dapay meningkatkan risiko kulit Anda terbakar matahari atau sunburn adalah sebagai berikut.

  • Memiliki kulit pucat dan rambut berwarna terang.
  • Berada di gunung atau tempat yang lebih dekat dengan matahari.
  • Melakukan tanning juga berisiko tinggi. Walau alat tanning komersial yang meningkatkan pigmen kulit tidak meningkatkan UV-B MED, namun alat tersebut terbukti menyebabkan melanoma.

Selama pukul 4 – 6 sore, intensitas UV-B 2 – 4 kali lebih besar dari pada pagi hari dan sore menuju malam. Pakaian pelindung dari matahari direkomendasikan pada periode tersebut.

Walau penelitian juga telah menunjukkan bahwa paparan pada pukul 10 pagi dapat mencapai 65% radiasi UV sama dengan pada pukul 2 siang.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana sunburn (kulit terbakar matahari) didiagnosis?

Tingkat keparahan tergantung pada gejala. Dengan visualisasi dan menanyakan gejala awal atau prognosis dokter dapat mendiagnosis kondisi Anda.

Bagaimana cara mengatasi kulit yang terbakar matahari?

Seringnya sunburn tidak membutuhkan penanganan khusus dan dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, bila sengatan sinarnya menimbulkan rasa tak nyaman, Anda bisa mengatasinya dengan: 

  • menggunakan obat pereda rasa sakit,
  • menggunakan losion atau spray untuk mengatasi sunburn – produk ini biasanya mengandung Aloe vera atau obat yang membuat mati rasa,
  • menggunakan bahan alami untuk sunburn, seperti yogurt, timun, lidah buaya, dan oatmeal, serta
  • menghindari matahari hingga kemerahan dan rasa sakit hilang.

Pencegahan sunburn

Apa saja langkah pencegahan agar bisa terhindar dari sunburn?

Cara mencegah sunburn adalah dengan melindungi kulit Anda dari sinar matahari. Berikut adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan.

  • Hindari cahaya matahari pada siang hari, terutama di antara pukul 10 pagi sampai 4 sore. Sebab pada jam-jam tersebut, sinar matahari sedang berada dalam keadaan terkuatnya.
  • Cari tempat berteduh, segera berlindung di bawah atap agar kulit tidak terlalu lama terkena sinar matahari.
  • Kenakan pakaian pelindung matahari, pakai baju yang menutupi lengan dan kaki. Pilih juga baju yang berwarna gelap untuk perlindungan lebih ekstra. Bila perlu, gunakan pakaian yang memiliki UPF (ultraviolet protection factor). Semakin tinggi nilai UPF-nya, semakin tinggi pula kemampuan pakaian untuk menghalangi sinar matahari masuk ke dalam kulit.
  • Oleskan tabir surya, termasuk tabir surya untuk kulit kepala. Pilihlah yang berspektrum luas dan mengandung SPF 30 atau lebih tinggi. Ulangi pemakaian setiap dua jam sekali atau setelah berkeringat dan berenang.
  • Jangan gunakan tanning bedproses tanning tidak akan membuat kulit Anda lebih tahan dengan sinar UV. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Jenis Pertolongan Pertama Paling Mendasar yang Wajib Anda Kuasai

Apa yang Anda lakukan ketika mimisan, memar, atau tertusuk benda asing? Berikut adalah pertolongan pertama yang harus Anda kuasai untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Jika Terkena Air Keras

Selain pada kasus di mana seseorang disiram air keras oleh seorang oknum, Anda juga bisa terpapar air keras lewat produk sehari-hari. Harus bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

Radiasi UV dari sinar matahari berbahaya bagi kulit. Jadi, jangan remehkan sunblock. Tapi sebenarnya bagaimana cara kerja sunblock dalam melindungi kulit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Cara Mengatasi Gatal Selama Pemulihan Luka Bakar

Meski menandakan bahwa luka akan sembuh, rasa gatal pada luka bakar dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagaimana cara mengatasi gatal pada luka bakar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit



Direkomendasikan untuk Anda

Keracunan Matahari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penanganan luka bakar pertolongan pertama

Langkah Penanganan Luka Bakar Beserta Pilihan Obat-obatannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
derajat luka bakar

Mendeteksi Derajat Luka Bakar Plus Cara Perawatannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
luka bakar

Luka Bakar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit