home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Alasan Anda Tak Boleh Lagi Pakai Odol untuk Luka Bakar

Ini Alasan Anda Tak Boleh Lagi Pakai Odol untuk Luka Bakar

Apa yang Anda lakukan jika terkena wajan panas atau percikan minyak? Sebagian besar orang akan mengandalkan odol atau pasta gigi sebagai pertolongan pertama. Namun sayangnya, mengoleskan odol untuk luka bakar justru dapat memperparah kondisi. Cari tahu apa alasannya serta obat alternatif yang aman untuk pengobatan luka bakar dalam ulasan ini.

Bahaya penggunaan odol untuk luka bakar

Odol atau pasta gigi disebut-sebut dapat meringankan nyeri akibat luka bakar. Padahal, kandungan zat dalam odol bisa membuat luka bakar semakin parah.

Pasalnya, pasta gigi mengandung berbagai bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih dan pengharum napas.

Kandungan ini dapat menyebabkan iritasi serius jika digunakan secara langsung pada jenis luka ini. Alhasil, jaringan di sekitar luka bakar malah semakin rusak.

Selain itu, odol juga mengandung kalsium dan peppermint yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka bakar dan merusak jaringan kulit.

Meskipun dapat mendinginkan luka, penggunaan odol untuk luka bakar justru menutup permukaan luka sehingga memerangkap panas di dalamnya.

Pada akhirnya, kondisi ini akan menghambat penyembuhan luka bakar.

Kerusakan jaringan akibat penggunaan odol akan lebih parah jika pasta gigi dioleskan pada derajat luka bakar yang lebih tinggi.

Bahan lain yang tidak boleh digunakan untuk luka bakar

mengatasi gatal luka bakar

Bukan hanya odol saja yang dianggap bisa menyembuhkan luka bakar, ada beberapa bahan rumahan lain yang kerap kali digunakan.

Padahal, bahan tersebut tidak mampu menyembuhkan luka bakar dan malah memperparah.

1. Es batu

Es batu memang dapat mendinginkan suhu kulit. Namun, menggunakan es batu ataupun air dingin dengan cara yang salah justru dapat memperparah kondisi luka bakar

Kedua bahan ini dapat mengiritasi area luka, bahkan menyebabkan sejenis luka bakar yang disebut cold burn.

2. Minyak esensial

Minyak esensial memiliki kegunaan untuk kulit, tapi penggunaannya pada kulit yang terbakar justru dapat menahan panas dan mencegah pemulihan luka.

Jadi, hindari penggunaan berbagai jenis minyak untuk pengobatan luka bakar, begitu pula dengan minyak kelapa dan minyak zaitun.

3. Putih telur

Seperti mitos penggunaan odol untuk luka bakar, putih telur juga tidak terbukti dapat mengatasi kondisi ini. Putih telur mentah justru dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka.

Bahan ini juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Oleh karena itu, hindarilah penggunaannya saat Anda mengalami luka bakar.

4. Mentega

Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa mentega dapat menjadi bahan alami yang efektif mengatasi luka bakar.

Seperti halnya minyak, mentega juga dapat memerangkap panas pada area kulit dan memperlambat proses pemulihan.

Selain itu, mentega tidaklah steril sehingga dapat memicu infeksi pada area kulit yang terluka.

Bukan odol, ini obat rumahan untuk luka bakar yang aman

Losion lidah buaya untuk obat alami herpes

Cara penanganan luka bakar yang tepat sebenarnya tergantung dengan derajatnya. Pengobatan di rumah hanya efektif mengatasi luka bakar derajat pertama, termasuk akibat percikan minyak.

Jika menggunakan odol malah berbahaya untuk luka bakar, Anda bisa beralih memanfaatkan bahan di rumah yang lebih aman, tapi juga efektif.

Berikut ini adalah pilihan obat alami untuk pengobatan luka bakar ringan yang bisa diperoleh di rumah.

1. Air dingin

Sama halnya dengan odol, penggunaan es batu untuk luka bakar memang perlu Anda hindari. Namun, membasahi luka bakar dengan air tidak berbahaya.

American Academy of Dermatology Association justru menyarankan menyiram luka bakar dengan air dingin selama 10 menit. Hal ini dapat membantu mengeluarkan panas dari kulit Anda.

2. Kompres dingin

Kompres dingin dari handuk basah, kantung berisi air dingin, atau air dingin dalam botol juga bisa membantu mengangkat panas dari dalam kulit.

Namun, luka bakar yang baru bisa sangat lengket dan mudah menempel di permukaan benda lain.

Maka dari itu, dalam pengobatan luka bakar pastikan Anda membasahi permukaan kompres dengan air terlebih dulu.

3. Gel lidah buaya

Dibandingkan memakai odol untuk memberikan efek dingin pada luka bakar, sebaiknya gunakanlah bahan alami yang lebih aman seperti lidah buaya.

Lidah buaya atau aloe vera memiliki kemampuan untuk mengurangi peradanya dan rasa nyeri pada luka di kulit. Manfaat lidah buaya untuk luka ini juga dapat membantu pengobatan luka bakar.

Untuk mencegah iritasi, pilihlah produk gel lidah buaya yang berasal dari lidah buaya murni tanpa tambahan alkohol dan pewangi.

Selain itu, Anda juga bisa mengoleskan cairan dari tanaman lidah buaya langsung pada luka bakar.

4. Madu

Madu juga memiliki komponen antiperadangan dan antibakteri yang dapat membantu penyembuhan luka. Namun, madu akan lebih tepat digunakan untuk pemulihan luka bakar.

Penggunaan odol untuk pengobatan luka bakar tidak terbukti dapat meredakan nyeri, lebih-lebih menyembuhkan luka.

Guna menghindari luka bakar lama pulih atau bahkan bertambah parah, ada baiknya Anda menghindari penggunaan bahan-bahan yang belum terbukti manfaatnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Oryan, A., Alemzadeh, E., Mohammadi, A., & Moshiri, A. (2019). Healing potential of injectable Aloe vera hydrogel loaded by adipose-derived stem cell in skin tissue-engineering in a rat burn wound model. Cell And Tissue Research, 377(2), 215-227. doi: 10.1007/s00441-019-03015-9

Kattan, A., AlShomer, F., Alhujayri, A., Addar, A., & Aljerian, A. (2016). Current knowledge of burn injury first aid practices and applied traditional remedies: a nationwide survey. Burns & Trauma, 4. doi: 10.1186/s41038-016-0063-7

Ahmed A.M Abdel Hamid, M. (2015). Effect of topical aloe vera on the process of healing of full-thickness skin burn: a histological and immunohistochemical study. Journal Of Histology & Histopathology, 2(1), 3. Retrieved from https://www.hoajonline.com/histology/2055-091X/2/3

American College of Emergency Physicians. (2021). Burns. Retrieved 24 March 2021, from https://www.emergencyphysicians.org/article/know-when-to-go/burns#:~:text=Run%20cool%20%E2%80%94%20not%20cold%20%E2%80%94%20water,and%20apply%20a%20clean%20bandage.

AADA. (2021). How to treat a first-degree, minor burn. Retrieved 24 March 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/injured-skin/burns/treat-minor-burns#:~:text=Immediately%20immerse%20the%20burn%20in,these%20may%20cause%20an%20infection.

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 22/03/2019
x