home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Luka Terbuka, Ragam Jenis dan Cara Penanganannya

Luka Terbuka, Ragam Jenis dan Cara Penanganannya

Luka adalah kerusakan pada kulit atau jaringan di bawahnya akibat cedera fisik. Luka terdiri dari beberapa jenis yang berbeda, salah satunya adalah luka terbuka.

Seringnya, luka terbuka hanyalah berupa luka kecil yang bisa sembuh dalam waktu dekat, tapi ada juga luka yang bersifat serius sehingga harus ditangani oleh petugas profesional. Simak penjelasan seputar luka terbuka berikut ini.

Apa itu luka terbuka?

luka terbuka

Sebuah luka dikatakan terbuka jika luka tersebut merusak lapisan kulit paling luar. Lapisan kulit yang rusak ini akan memperlihatkan jaringan di bawahnya. Bila tidak segera ditangani, jaringan bawah yang terpapar dengan lingkungan luar dapat berisiko terkena infeksi.

Ketika luka telah terinfeksi, hal ini akan memperlama proses penyembuhan luka. Bakteri dan kotoran juga dapat mengeluarkan zat-zat racun yang turut mempersulit kesembuhan luka. Oleh karena itu, penting untuk mencegah infeksi yang berdampak negatif terhadap pemulihan luka.

Berdasarkan tingkat keparahannya, luka terbuka dibagi menjadi klasifikasi sebagai berikut.

  • Superficial: luka dengan intensitas yang paling ringan, hanya mengenai lapisan epidermis (lapisan kulit terluar).
  • Partial thickness: lebih dalam dari luka superficial, luka ini merusak lapisan epidermis dan lapisan dermis bagian atas.
  • Full thickness: luka telah meliputi kerusakan jaringan subkutan, yaitu tempat di mana lemak, kelenjar keringat, dan sel kolagen terletak.
  • Deep and complicated: jenis luka terparah, kedalamannya telah mencapai otot, tulang, atau organ tubuh.

Jenis-jenis luka terbuka dan penyebabnya

Luka terbuka terdiri beberapa jenis yang berbeda. Jenis-jenis ini tentunya penting untuk Anda ketahui karena masing-masing memiliki perbedaan cara penanganannya.

1. Abrasi (luka lecet)

obat luka lecet

Abrasi atau lebih sering disebut luka lecet adalah luka yang timbul karena gesekan kulit pada permukaan yang keras dan kasar. Luka ini dapat menyebabkan terkikisnya sedikit lapisan kulit terluar (epidermis).

Luka lecet termasuk ke dalam jenis luka ringan dan paling sederhana dalam penanganannya. Durasi penyembuhan luka juga biasanya tidak akan memakan waktu yang lama. Lecet hanya akan menimbulkan perdarahan minimal dan mayoritas sembuh tanpa meninggalkan bekas luka.

Meski demikian, bila area lecetnya lebih luas atau mengenai bagian atas dermis, luka dapat menimbulkan munculnya jaringan parut setelah sembuh nanti.

2. Laserasi (luka gores)

laserasi

Dikenal juga sebagai luka gores pada kulit, laserasi adalah luka terbuka yang menyebabkan jaringan di bawahnya terpotong atau robek.

Seringnya, luka ini disebabkan oleh kecelakaan di dapur saat menggunakan pisau atau peralatan tajam lainnya. Luka ini tidak melibatkan pengikisan lapisan epidermis.

3. Luka bakar

luka bakar

Luka bakar bisa disebabkan oleh kontak dengan suhu panas yang berlebih, tapi terkadang juga dapat disebabkan oleh kontak dengan benda atau udara dengan suhu dingin ekstrem dalam waktu yang lama.

Luka bakar dapat muncul dalam keadaan ringan atau parah. Pada luka bakar yang parah, efeknya bisa membuat seseorang mengalami syok atau bahkan terancam jiwanya.

Penyebabnya bervariasi, mulai dari paparan sinar matahari, kontak dengan api, listrik, atau bahan kimiawi yang terkandung dalam produk-produk tertentu.

4. Luka tusuk

luka tusukan
sumber: EmedicineHealth

Luka tusuk muncul karena kontak kulit dengan benda tajam yang runcing seperti paku atau jarum. Seringnya, luka ini tidak mengeluarkan banyak darah. Namun, luka tusuk lebih berisiko menjadi infeksi, terutama bila tusukannya dalam.

Sebabnya, area yang tertusuk lebih dalam lembab dan hangat, sehingga dapat menjadi tempat yang ideal untuk perkembangbiakan bakteri. Selain itu, luka tusuk juga cenderung sulit untuk dibersihkan.

5. Luka lepuh

cara mengobati luka melepuh kulit melepuh

Luka terbuka yang melepuh ini seringnya diakibatkan oleh sentuhan benda yang sangat panas seperti ketika kulit terkena knalpot. Terkadang kulit yang melepuh juga bisa disebabkan oleh gesekan atau reaksi alergi pada zat tertentu.

Cara mengatasi luka terbuka

Bila lukanya cenderung ringan, luka terbuka dapat ditangani sendiri di rumah. Tentunya hal yang harus dilakukan setelah kulit terluka adalah memberikan pertolongan pertama.

Sebenarnya, setiap jenis luka membutuhkan penanganan yang berbeda. Akan tetapi secara garis besarnya, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk luka ringan.

Pertama, cuci tangan sebelum melakukan pertolongan untuk mencegah kontaminasi pada luka. Kemudian, bersihkan luka dengan air mengalir.

Memang, terdapat anggapan bahwa luka terbuka sebaiknya tidak boleh terkena air karena air sendiri belum tentu bersih dan bebas dari kuman. Dikhawatirkan hal ini dapat menyebabkan infeksi dan memperparah luka, sehingga penyembuhan juga akan menjadi lebih lama.

Nyatanya, mencuci malah dapat mengurangi risiko luka infeksi, jika air yang digunakan bersih dan tidak tercemar. Untuk itu, gunakan air jernih dan hindari mencuci luka terlalu lama. Setelah itu, keringkan area luka dengan handuk atau kain bersih.

Selanjutnya, Anda bisa mengoleskan obat luka atau antibiotik untuk mencegah infeksi. Bila luka membentuk pola lingkaran atau sedikit luas, Anda bisa menutupnya dengan perban.

Hal ini dilakukan guna menjaga area luka agar tetap kering dan bersih serta melindungi sel-sel kulit yang baru terbentuk.

Pastikan Anda rutin mengganti plester dan perban yang digunakan setiap hari atau setelah terasa kotor dan lembab untuk menjaga luka agar tetap bersih.

Faktor yang memengaruhi penyembuhan luka terbuka

kena air panas

Sekilas, luka terbuka yang ringan ini dapat sembuh tanpa ada masalah lain yang menyertai. Akan tetapi, tetap ada beberapa hal yang bisa membuat proses penyembuhannya semakin lama.

Salah satu faktor utama yang menentukan kecepatan penyembuhan adalah adanya suplai darah menuju luka yang memadai. Sebab, nutrisi dalam darah seperti vitamin C, zat besi, dan protein memiliki peran penting dalam pembentukan sel-sel kulit baru yang akan membantu penyembuhan luka.

Maka dari itu, ada baiknya bagi Anda untuk mulai mengonsumsi makanan sehat yang kandungan gizinya seimbang. Berbagai gizi itu bisa Anda temukan pada buah-buahan (stroberi, jeruk), sayur-sayuran (bayam), dan makanan berprotein (susu, telur, daging).

Selain nutrisi, oksigen juga sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka terbuka. Salah satu hal yang dapat menurunkan tingkat oksigen dalam darah adalah kebiasaan merokok. Hal ini disebabkan oleh adanya karbonmonoksida yang memasuki sel darah saat Anda merokok.

Bila ingin luka lebih cepat sembuh, sebisa mungkin hindari dan hentikan kebiasaan merokok.

Tidak semua jenis luka terbuka bisa ditangani sendiri

Cara menangani luka di atas hanya berlaku kalau jenis lukanya ringan dan tidak begitu serius. Perlu diingat, tak semua jenis luka bisa Anda obati dan bersihkan sendiri. Beberapa jenis luka perlu ditangani oleh petugas kesehatan di klinik atau rumah sakit.

Perhatikan ciri-ciri luka terbuka yang harus ditangani secara medis di bawah ini.

  • Area luka yang luas atau lebar dan membutuhkan jahitan.
  • Luka tersebut sangat dalam.
  • Luka yang terasa sangat menyakitkan ketika dibersihkan sendiri.
  • Apabila masih terdapat kotoran, kerikil, serpihan, atau puing-puing yang tidak bisa diambil.

Bila Anda bukan sekadar mengalami luka terbuka, melainkan luka-luka yang disebutkan di atas, segera cari bantuan medis sebelum Anda mencuci luka dengan apa pun, termasuk air.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Smit L, Boyle M. Does wound irrigation in the pre-hospital environment affect infection rates? – A review of the literature. Australasian Journal of Paramedicine. 2015; 12(4)

Cabral JPS. Water Microbiology. Bacterial Pathogens and Water. Int J Environ Res Public Health. 2010 Oct; 7(10): 3657–3703.

Wound Irrigation. (2015). Medscape. Retrieved 1 December 2017, from https://emedicine.medscape.com/article/1895071

Wound Management. (2009). World Health Organization. Retrieved 1 December 2017, from http://www.who.int/surgery/publications/WoundManagement.pdf

Care of open wounds, cuts and grazes. (2010). Victorian Government Melbourne. Retrieved 1 December 2017, from http://www.health.vic.gov.au/edfactsheets/downloads/care-of-open-wounds-cuts-and-grazes.pdf

Abrasion. (2020). StatPearls. Retrieved 14 October 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554465/

Laceration. (2020). StatPearls. Retrieved 14 October 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545166/

How Wounds Heal. (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved 14 October 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/how-wounds-heal

Wounds First Aid. (n.d.). Department of Health, Government of Western Australia. Retrieved 14 October 2020, from https://healthywa.wa.gov.au/Articles/U_Z/Wounds-first-aid

Smoking and Wound Healing. (n.d.). UW Health. Retrieved 14 October 2020, from https://www.uwhealth.org/healthfacts/tobacco/6150.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ryan Reinardi Wijaya Diperbarui 18/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x