Ragam Jenis Luka pada Kulit dan Penanganannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda mengalami cedera, kebanyakan kejadian itu diikuti dengan munculnya luka. Luka pada kulit yang muncul bisa berwujud dalam dua jenis luka yang terbuka atau luka yang tertutup. Apa perbedaan keduanya dan ragam dari masing-masing jenisnya?

Apa itu luka?

gambar luka jenis luka pada kulit

Luka adalah sebagai kerusakan pada kulit yang diakibatkan oleh cedera fisik. Banyak hal yang dapat membuat kulit seseorang terluka.

Seringnya, luka timbul dari cedera yang terjadi karena kecelakaan saat berkendara atau bekerja. Namun, luka juga bisa disebabkan oleh beberapa prosedur medis tertentu seperti setelah operasi.

Pada beberapa kasus, luka dapat berubah menjadi infeksi atau menjadi sarana penularan penyakit. Untungnya, hal ini bisa dicegah bila Anda segera menangani luka dengan cara yang tepat.

Secara garis besarnya luka terbagi menjadi dua jenis, yaitu luka yang terbuka dan luka yang tertutup.

Luka terbuka adalah luka yang mengenai lapisan kulit terluar, sehingga membuat jaringan didalamnya terpapar dengan lingkungan eksternal. Biasanya ditimbulkan dari pergesekkan atau tusukan pada kulit dengan permukaan yang kasar atau tajam.

Sementara itu, luka tertutup adalah luka dari benturan benda tumpul. Pada luka jenis ini, jaringan kulit terluar tetap utuh, hanya saja efeknya mengenai jaringan kulit di dalamnya sehingga menghasilkan memar atau rona kemerahan atau kebiruan.

Si Kecil Terluka Selagi Bermain, Lakukan Hal Ini Sebagai Pertolongan Pertama

Berdasarkan tingkat keparahannya, luka terbagi menjadi klasifikasi yang berbeda. Sesuai kedalaman dan luasnya, luka terbuka terdiri atas beberapa klasifikasi sebagai berikut.

  • Superficial. Luka hanya mengenai epidermis, lapisan terluar kulit. Luka ini cenderung ringan.
  • Partial thickness. Melibatkan rontoknya lapisan kulit epidermis dan lapisan dermis (lapisan kulit di bawah epidermis) atas.
  • Full thickness. Kerusakan sudah meliputi jaringan subkutan atau hipodermis (lapisan kulit lemak, tempat terdapatnya lemak, kelenjar keringat, dan sel kolagen).
  • Deep and complicated. Luka sudah lebih dalam, mencapai lapisan otot, tulang, atau organ tubuh.

Sementara itu, luka tertutup terdiri atas klasifikasi sebagai berikut.

  • Tingkat 1: Memar yang ditimbulkan cenderung ringan, tidak ada pembengkakan pada area yang terkena benturan. Sedikit sakit bila ditekan.
  • Tingkat 2: Cedera intensitas sedang, dapat menghasilkan nyeri ringan dan sedikit bengkak.
  • Tingkat 3: Memar parah dengan rasa sakit yang tak tertahankan disertai pembengkakan yang sangat terlihat. Memar ini dapat membuat anggota tubuh yang terdampak sulit digerakkan.

Jenis-jenis luka dan penanganannya

Luka terbuka dan luka tertutup masih terbagi lagi menjadi beberapa bentuk yang berbeda. Setiap jenis luka ini memiliki ciri khas masing-masing dan perlu ditangani dengan cara yang berbeda pula.

Jenis luka terbuka

Berikut adalah berbagai jenis luka terbuka beserta penanganan yang harus diberikan.

Luka lecet

luka abrasi
Sumber: Trusetal Verbandstoffwerk GmbH

Lecet atau abrasi terjadi ketika kulit bergesekan dengan permukaan yang kasar atau keras. Biasanya luka jenis ini tidak mengeluarkan banyak perdarahan dan dapat sembuh tanpa meninggalkan bekas.

Lecet termasuk ke dalam golongan luka spuerficial, yang artinya hanya mengenai lapisan kulit terluar saja. Meski demikian, luka tetap perlu dibersihkan agar tidak terjadi infeksi pada kulit.

Caranya, cuci tangan Anda sampai bersih atau pakai sarung tangan. Kemudian bersihkan luka dengan menggosok lembut menggunakan sabun, air, dan lap bersih. Oleskan salep antibiotik atau obat luka, lalu balut area yang terluka dengan perban.

Jangan lupa cuci tangan kembali setelahnya.

Luka sobek

Dikenal juga dengan sebutan laserasi, luka ini disebabkan oleh kecelakaan ketika menggunakan pisau atau peralatan tajam lainnya.

Tidak seperti lecet, cedera sobekan kulit ini tidak melibatkan pengikisan lapisan epidermis. Jika luka tidak terlalu dalam, Anda bisa melakukan penanganan sendiri.

Setelah mencuci tangan, bersihkan luka di bawah air mengalir dengan sabun ringan ber-pH rendah. Beri tekanan pada luka, bisa menggunakan kapas atau kasa steril. Angkat bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari dada untuk mengendalikan perdarahan. Tutup luka dengan perban.

Luka tusuk

luka tusukan
Site: EmedicineHealth

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh benda tajam yang runcing seperti paku atau jarum. Luka tusuk kebanyakan tidak mengeluarkan banyak darah, tapi jika terlalu dalam bisa saja merusak organ atau lapisan di bawahnya.

Selain itu, risiko infeksi juga lebih tinggi karena cenderung sulit dibersihkan. Area yang terluka juga lebih hangat dan lembab sehingga dapat menjadi tempat yang ideal untuk pertumbuhan bakteri.

Bila Anda ingin melakukan penanganan pertama pada jenis luka ini, cara yang sesuai adalah mencuci luka di bawah aliran air sabun yang kuat. Oleskan larutan antiseptik dan balut luka dengan perban.

Jangan menggunakan salep atau membalut luka ini terlalu ketat karena malah akan meningkatkan risiko infeksi. Agar lebih memastikan bahwa luka baik-baik saja, lebih baik segera pergi ke dokter untuk mengetahui pencegahan infeksi yang akurat.

Luka bakar

Luka bakar bisa diakibatkan oleh panas yang berlebih seperti paparan sinar matahari, kontak dengan api, bahan kimia, atau listrik.

Untuk mengatasinya, pertama dinginkan dahulu area yang terbakar di bawah air dingin yang mengalir atau tempelkan kompres dingin sampai sakitnya berkurang.

Jika kulit mulai melepuh dan pecah, bersihkan dengan air. Oleskan salep antibiotik kecuali jika muncul ruam. Setelah luka mendingin, oleskan losion untuk mencegah pengeringan. Tutup luka dengan longgar menggunakan kasa steril.

Jangan Lakukan Ini pada Luka Bakar Knalpot Atau Setrika

Jenis luka tertutup

Meski tidak merusak jaringan kulit luar, kerusakan yang diakibatkan bisa mencapai otot, organ dalam, dan tulang. Beberapa jenis luka tertutup di antaranya sebagai berikut.

Kontusio

kontusio
Sumber: Healthline

Kontusio merupakan cedera olahraga yang paling umum. Trauma tumpul jenis ini merusak pembuluh darah kecil, kapiler, otot, dan jaringan di bawahnya.

Pada beberapa kasus, kontusio juga dapat menyebabkan kerusakan pada tulang. Kemunculannya ditandai dengan memar berwarna kemerahan hingga kebiruan di area yang terluka.

Hematoma

hematoma

Serupa dengan kontusio, hematoma juga menyerang pembuluh darah kecil dan kapiler yang mengakibatkan pengumpulan darah pada daerah yang terluka.

Bedanya, hematoma muncul berupa benjolan kenyal seperti karet bernama lesi. Terantung pada tingkat keparahannya, hematoma bisa berupa area yang besar maupun yang kecil.

Jenis luka yang tertutup juga harus segera diberi penanganan yang sesuai. Pengobatan dilakukan dengan tujuan untuk mengontrol rasa sakit serta mencegah peradangan menyebar lebih luas pada kulit.

Jika masalahnya ringan, Anda cukup mengompres menggunakan es atau air dingin pada area yang terluka. Namun pada kasus yang lebih serius, dokter bisa saja melakukan pembedahan.

Terutama bila muncul komplikasi seperti sindrom kompartemen, dokter akan membedah luka untuk membiarkannya terbuka selama dua sampai tiga hari sambil ditutup dengan perban steril untuk meredakan pembengkakannya.

Jika ada kemungkinan patah tulang, penanganan luka cedera ditambah pemindaian dengan x-ray juga mungkin perlu dilakukan. Pada trauma parah, bentuk pemindaian lain seperti USG, CT Scan, dan MRI akan membantu mendeteksi kerusakan organ di dalamnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pertolongan Pertama Pada Korban Luka Tembak

Menghentikan perdarahan adalah hal penting dalam menolong korban luka tembak. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Tendinitis

Tendinitis adalah peradangan yang terjadi pada tendon. Lalu, bagaimana kondisi ini bisa terjadi? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

5 Cara Menghilangkan Bekas Luka yang Membandel

Punya bekas luka yang mengganggu penampilan? Simak cara menghilangkan bekas luka yang bisa Anda coba dari cara alami sampai cara medis di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Jenis Penyakit yang Berhubungan dengan Kelainan Trombosit Darah

Kelainan pada trombosit dalam darah bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit, mulai dari yang ringan hingga fatal. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 22 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

stomatitis adalah

Stomatitis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
luka terbuka

Luka Terbuka, Ragam Jenis dan Cara Penanganannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ryan Reinardi Wijaya
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
ciri-ciri luka infeksi

Luka Infeksi: Ciri-Ciri, Penanganan, dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
pegagan Centella asiatica

Manfaat dan Efek Samping Centella Asiatica (Daun Pegagan) untuk Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit