home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ragam Jenis Luka pada Kulit dan Penanganannya

Ragam Jenis Luka pada Kulit dan Penanganannya

Luka biasanya muncul ketika Anda mengalami cedera fisik seperti jatuh dari sepeda, tersayat pisau, atau terbentur benda keras. Secara umum luka dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu luka terbuka dan tertutup. Meski begitu, keduanya terdiri atas macam-macam luka lain yang memiliki perbedaan karakteristik dan penyebab.

Mengenali perbedaannya dapat membantu Anda menentukan cara perawatan luka yang tepat sesuai dengan jenisnya.

Apa itu luka?

Luka adalah cedera yang disebabkan oleh hancurnya ikatan antar sel dan bisa mengakibatkan kerusakan sel.

Kondisi ini selanjutnya menghambat atau menghentikan fungsi jaringan yang terdampak.

Melansir Wound Care Centers, secara medis jenis luka sebenarnya dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu luka internal dan eksternal.

Luka internal terjadi akibat gangguan yang berhubungan dengan beberapa sistem di dalam tubuh, seperti neuropati yakni kerusakan sistem saraf yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah (diabetes).

Sementara luka eksternal disebabkan oleh faktor dari luar tubuh atau berkaitan dengan lingkungan. Jenis luka ini dapat berupa luka terbuka dan tertutup.

Luka internal tidak terlihat secara kasat mata dan penyebabnya cukup kompleks.

Itulah mengapa luka yang termasuk klasifikasi internal memerlukan diagnosis dokter untuk mendeteksinya dan pengobatan medis untuk memulihkannya.

Sebaliknya, Anda bisa melihat luka eksternal secara langsung yang ditandai dengan keluarnya darah atau munculnya memar.

Perawatan luka secara mandiri dapat menyembuhkan luka eksternal yang ringan.

Selain itu, pertolongan pertama bisa menjadi langkah penanganan sementara untuk jenis luka berat setidaknya sampai mendapatkan bantuan medis guna mencegah timbulnya dampak yang fatal.

Untuk itu, pembahasan kali ini lebih berfokus pada perbedaan macam-macam luka eksternal yang dikelompokkan secara umum dalam luka terbuka dan tertutup.

Jenis-jenis luka terbuka

Luka terbuka adalah luka yang mengenai lapisan kulit terluar sehingga membuat jaringan di dalamnya terpapar udara.

Jenis luka ini biasanya ditimbulkan dari gesekan atau tusukan pada kulit dengan permukaan benda yang kasar atau tajam.

Tidak hanya yang diakibatkan oleh kecelakaan, luka terbuka juga bisa berupa luka yang berasal dari prosedur medis seperti halnya luka operasi.

Berikut ini adalah macam-macam luka terbuka beserta penjelasannya.

1. Luka lecet

luka abrasi
Sumber: Trusetal Verbandstoffwerk GmbH

Luka lecet atau abrasi terjadi ketika kulit bergesekan dengan permukaan yang kasar atau keras.

Ciri-ciri luka lecet biasanya tidak mengeluarkan banyak perdarahan dan dapat sembuh tanpa meninggalkan bekas.

Jenis luka ini termasuk ke dalam golongan luka superfisial, artinya hanya mengenai lapisan kulit terluar saja. Meski demikian, luka lecet tetap perlu dibersihkan agar tidak terjadi infeksi.

Saat membersihkan luka, pastikan Anda mencuci tangan terlebih dulu hingga benar-benar bersih untuk mencegah kuman penyakit masuk.

Setelah itu, bersihkan luka dengan menggosok lembut bagian yang lecet dengan air mengalir dan sabun.

Agar memberi perlindungan yang optimal, Anda bisa mengoleskan salep antibiotik, lalu balut area yang terluka dengan perban.

2. Luka robek

Dikenal juga dengan sebutan laserasi (vulnus laceratum), luka robek disebabkan oleh kecelakaan ketika menggunakan pisau atau peralatan tajam lainnya.

Tidak seperti luka lecet, luka robek ini tidak melibatkan pengikisan lapisan terluar kulit (epidermis).

Namun, laserasi bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit dalam. Beberapa jenis luka yang termasuk laserasi adalah luka gores dan luka sayatan.

Jika tidak terlalu dalam, luka robek bisa pulih melalui perawatan sederhana di rumah seperti berikut.

  1. Setelah mencuci tangan, beri tekanan pada luka untuk menghentikan perdarahan, Anda bisa menggunakan kapas atau kasa steril.
  2. Bersihkan luka di bawah air mengalir dengan sabun ringan ber-pH rendah atau sama dengan kulit (pH 5.5).
  3. Angkat bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari dada untuk mengendalikan perdarahan.
  4. Tutup luka dengan perban.

3. Luka tusuk

luka tusukan
Site: EmedicineHealth

Jenis luka ini biasanya disebabkan oleh benda tajam yang runcing seperti paku atau jarum. Dibandingkan laserasi, luka tusuk umumnya mengenai jaringan kulit yang lebih dalam.

Terkadang luka tusuk bisa tidak mengeluarkan banyak darah, tdtapi tusukan yang terlalu dalam bisa merusak organ atau jaringan di bawah kulit.

Selain itu, risiko infeksi lebih tinggi karena cenderung sulit dibersihkan. Area yang terluka juga lebih hangat dan lembab sehingga dapat menjadi tempat yang ideal untuk pertumbuhan bakteri.

Bila Anda ingin melakukan perawatan pada jenis luka ini, cara yang sesuai adalah mencuci luka di bawah aliran air.

Selanjutnya, oleskan obat merah atau larutan antiseptik (povidone iodine) dan balut luka dengan perban.

Hindari membalut luka tusuk terlalu ketat karena malah akan meningkatkan risiko infeksi luka.

Untuk lebih memastikan bahwa proses penyembuhan luka tidak terganggu, sebaiknya Anda memeriksakan kondisi luka tusuk ke dokter.

Pada kasus dengan perdarahan luar yang besar, Anda perlu mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin untuk mengatasi luka tusuk.

4. Luka bakar

Luka bakar bisa diakibatkan oleh panas yang berlebih, seperti paparan sinar matahari, tersiram air panas, kontak dengan api, bahan kimia, atau listrik.

Berdasarkan tingkat keparahannya, luka bakar terbagi menjadi beberapa derajat.

Semakin tinggi derajat luka bakar, artinya tingkat kerusakan jaringan kulit juga bisa semakin luas.

Untuk pertolongan pertama luka bakar, segera dinginkan area yang terbakar dengan air mengalir atau tempelkan kompres dingin sampai sakitnya berkurang pada luka bakar yang ringan.

Saat mengalami luka bakar derajat tinggi, Anda perlu segera mendapat pertolongan medis. Luka ini membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Meski begitu, setiap jenis luka bakar perlu mendapatkan perawatan luka secara rutin untuk mempercepat penyembuhan sekaligus menghindari timbulnya bekas luka bakar yang sulit hilang.

Jenis-jenis luka tertutup

Luka tertutup adalah luka yang biasanya berasal dari benturan benda tumpul. Ciri-ciri luka ini ditandai dengan munculnya memar tanpa perdarahan luar.

Berbeda dengan luka terbuka, pada luka tertutup jaringan kulit terluar atau epidermis tetap utuh.

Luka tertutup justru terdapat pada jaringan di bawah kulit. Kerusakan dari luka tertutup ini bisa mencapai otot, organ dalam, dan tulang.

Berikut ini adalah macam-macam luka tertutup yang umum dialami.

1. Kontusio

kontusio
Sumber: Healthline

Kontusio adalah jenis luka tertutup yang paling umum. Penyebab kontusio adalah benturan benda tumpul yang merusak pembuluh darah kecil, kapiler, otot, dan jaringan di bawahnya.

Pada beberapa kasus, kontusio juga dapat menyebabkan kerusakan pada tulang. Kemunculan luka ditandai dengan memar berwarna kemerahan hingga kebiruan di area yang terdampak.

2. Hematoma

hematoma

Serupa dengan kontusio, hematoma juga disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah kecil dan kapiler yang mengakibatkan penggumpalan darah pada daerah yang terluka.

Bedanya, hematoma berbentuk benjolan kenyal yang bernama lesi. Tergantung pada tingkat keparahannya, jenis luka tertutup ini bisa berukuran besar atau kecil.

Luka tertutup juga harus segera mendapatkan perawatan luka yang sesuai. Pengobatan bertujuan untuk mengontrol rasa sakit serta mencegah peradangan menyebar lebih luas.

Jika masalahnya ringan, Anda cukup mengompres menggunakan es atau air dingin pada area yang terluka. Namun pada kasus yang lebih serius, dokter bisa saja melakukan pembedahan.

Macam-macam luka berdasarkan tingkat keparahannya

Berdasarkan tingkat keparahannya, luka terbagi menjadi klasifikasi yang berbeda.

Sesuai kedalaman dan luasnya, melansir DermNet New Zealand luka terbuka memiliki beberapa klasifikasi sebagai berikut.

  • Superficial: luka hanya mengenai epidermis, lapisan terluar kulit. Luka ini cenderung ringan.
  • Partial thickness: luka melibatkan hilangnya lapisan kulit epidermis dan lapisan dermis (lapisan kulit di bawah epidermis) atas.
  • Full thickness: kerusakan akibat luka sudah meliputi jaringan hipodermis pada struktur kulit. Jaringan ini meliputi lapisan kulit lemak, kelenjar keringat, dan sel kolagen.
  • Deep and complicated: luka sudah lebih dalam, mencapai lapisan otot, tulang, atau organ tubuh.

Sementara itu, klasifikasi tingkat keparahan luka tertutup adalah sebagai berikut.

  • Tingkat 1: memar yang ditimbulkan cenderung ringan, tidak ada pembengkakan, sakit bila ditekan.
  • Tingkat 2: memar, nyeri ringan, dan sedikit bengkak.
  • Tingkat 3: memar parah dengan rasa sakit yang tak tertahankan, pembengkakan yang kentara, dan anggota tubuh yang terdampak sulit digerakkan.

Jenis-jenis luka tidak hanya meliputi luka terbuka di permukaan kulit, tapi luka juga bisa terjadi di dalam tubuh atau berupa luka tertutup.

Setiap luka juga memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, penting bagi Anda mengetahui setiap perbedaannya sehingga bisa menentukan cara penanganan yang tepat untuk setiap jenis luka.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Closed Wound Basics. (2020). Retrieved 9 April 2021, from https://www.woundcarecenters.org/article/wound-basics/closed-wound-basics

First aid for burns. (2018). Retrieved 9 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-burns/basics/art-20056649

Wounds. (2015). DermNet NZ. Retrieved 9 April 2021, from https://dermnetnz.org/topics/wounds/

Muscle Contusoin (Bruise). (n.d.). Children’s Hospital of Chicago. Retrieved 9 April 2021, from https://www.luriechildrens.org/globalassets/media/pages/specialties–conditions/conditions/muscle-contusion/muscle-contusion.pdf

Abrasion. (2020). Statpearls. Retrieved 9 April 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554465/

Lacerations. (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved 9 April 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/lacerations

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 06/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x