Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Tahapan Cara Mengobati Luka Bakar dan Pilihan Obat Berdasarkan Tingkat Keparahan

    Tahapan Cara Mengobati Luka Bakar dan Pilihan Obat Berdasarkan Tingkat Keparahan

    Luka bakar dapat dialami siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Kasus luka bakar biasanya terjadi akibat ketidaksengajaan, seperti terkena minyak panas atau tabung gas meledak. Mari ketahui cara mengobati luka bakar yang tepat dalam ulasan ini beserta pilihan obat yang bisa Anda gunakan.

    Kenali dahulu derajat luka bakarnya

    derajat luka bakar

    Sebelum memahami cara mengobati luka bakar, hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah seberapa parah luka bakar yang dihasilkan.

    Pasalnya, jenis luka ini memiliki derajat yang berbeda berdasarkan dengan tingkat keparahannya.

    Masing-masing derajat luka bakar membutuhkan cara perawatan yang berbeda pula.

    Derajat luka bakar ditentukan oleh seberapa dalam lapisan kulit yang terdampak, luas permukaan tubuh yang mengalami luka bakar, dan lokasinya.

    Penentuan derajat ini dapat membantu dokter menentukan pengobatan maupun perawatan luka bakar yang tepat.

    Menurut WHO, tiga karakteristik derajat luka bakar adalah sebagai berikut.

    Derajat satu

    Luka bakar hanya memengaruhi lapisan kulit terluar (epidermis). Warnanya dapat berubah kemerahan dan sedikit perih, tetapi tidak menimbulkan lepuhan.

    Derajat dua

    Ada dua jenis derajat dua, yaitu superficial partial thickness dan deep partial thickness.

    Superficial partial thickness merusak lapisan epidermis dan sedikit lapisan dermis, sedangkan deep partial thickness merusak lapisan epidermis dan lapisan dermis yang lebih dalam.

    Terkadang luka bakar derajat dua menyebabkan kulit melepuh dan dapat meninggalkan bekas berupa perubahan warna kulit yang permanen.

    Derajat tiga

    Luka bakar telah mengenai jaringan subkutan kulit yang merupakan tempat lemak dan kelenjar keringat, bahkan bisa sampai ke tulang, otot, atau organ tubuh.

    Pertolongan pertama luka bakar sesuai derajatnya

    luka
    Sumber: WikiHow

    Penanganan luka bakar harus disesuaikan dengan derajat luka bakar yang mengenai kulit. Berikut adalah masing-masing cara mengobati luka bakar sesuai dengan derajat keparahannya:

    1. Luka derajat satu

    Untuk luka bakar derajat satu, baik pertolongan pertama maupun perawatannya bisa dilakukan sendiri. Cara perawatan luka bakar derajat 1 meliputi:

    • Pegang area tubuh yang kulitnya terbakar, berikan aliran air yang sejuk atau rendam dalam air yang sejuk sampai rasa sakit luka mereda.
    • Hindari menggunakan es batu.
    • Gunakan kompres jika air mengalir tidak tersedia.
    • Tutup luka bakar dengan perban steril atau kain bersih.
    • Oles luka dengan petroleum jelly atau gel lidah buaya untuk luka karena memberi efek menyejukkan pada kulit.
    • Hindari mengoleskan minyak, losion, atau krim (terutama jika mengandung aroma) pada area luka bakar.
    • Hubungi dokter jika sudah melakukan pertolongan pertama, tetapi luka bakar tidak juga membaik.

    2. Luka derajat dua

    Sama seperti luka bakar derajat satu, luka derajat dua masih bisa ditangani di rumah. Berikut ini adalah cara-cara untuk mengobati luka bakar derajat dua:

    • Rendam dalam air yang sejuk selama 10-15 menit. Anda bisa gunakan kompres jika air mengalir tidak tersedia.
    • Hindari menggunakan es karena akan menurunkan suhu tubuh dan menyebabkan rasa sakit serta kerusakan kulit lebih lanjut.
    • Hindari memecahkan lepuhan karena ini dapat menyebabkan infeksi luka.
    • Tutup luka bakar dengan perban steril, usahakan perbannya tidak terlalu kencang alias harus longgar. Ini bisa mencegah kulit lengket pada perban.
    • Setelahnya, rekatkan perban dengan kain kasa atau selotip.

    Terkadang, syok atau penurunan tekanan darah drastis juga bisa terjadi saat terluka. Untuk mencegahnya, lakukan hal-hal berikut ini:

    • Baringkan tubuh korban.
    • Angkat atau posisikan kaki lebih tinggi, sekitar 30 sentimeter (cm) dari kepala.
    • Bila lukanya berada di tangan, posisikan tangan di atas tinggi dada.
    • Tutupi korban dengan mantel atau selimut.
    • Segera hubungi nomor darurat dan larikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama luka bakar lebih lanjut.

    3. Luka derajat tiga

    Luka derajat tiga adalah luka bakar yang paling parah dan rentan mengalami infeksi. Cara mengobati luka derajat tiga yang tepat adalah dengan penanganan medis.

    Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pertolongan pertama luka bakar derajat 3, yaitu:

    • Perban longgar area yang terbakar.
    • Hindari merendam luka bakar dalam air maupun mengoleskan salep atau cairan lain karena dapat menyebabkan infeksi.
    • Pisahkan jari kaki atau tangan yang terbakar dan menempel menggunakan perban atau kain yang bersih dan kering.
    • Hindari merendam luka bakar dalam air maupun mengoleskan salep atau cairan lain yang dapat menyebabkan infeksi.
    • Baringkan korban luka bakar.
    • Posisikan kaki 30 cm lebih tinggi dari kepala atau area luka bakar lebih tinggi daripada dada.
    • Tutupi area yang terbakar dengan selimut.
    • Untuk luka bakar di hidung atau saluran pernapasan, jangan letakkan bantal di bawah kepala orang tersebut saat berbaring. Cara ini justru bisa menutup jalan napas.
    • Bila luka bakar ada di wajah, minta korban untuk duduk.
    • Periksa denyut nadi dan pernapasan korban secara berkala sampai ambulans tiba.

    Perawatan luka bakar setelah penanganan pertama

    mengatasi gatal luka bakar

    Setelah mendapatkan pertolongan pertama, cara mengobati luka bakar selanjutnya adalah melakukan perawatan rutin untuk membantu penyembuhan luka.

    Sama halnya dengan pertolongan pertama, cara merawat luka bakar akan berbeda-beda bergantung pada keparahannya.

    Pada kasus luka yang ringan, biasanya Anda cukup mengganti perban luka bakar selama 2 kali sehari atau ketika perban terasa lembap dan kotor.

    Untuk luka yang lebih serius, dokter akan memberikan instruksi mengenai cara perawatan luka bakar yang harus Anda ikuti.

    Perawatan luka bakar mungkin membutuhkan konsumsi obat yang bertujuan untuk mempercepat penyembuhan. Obat ini dapat berupa obat topikal (oles) dan obat oral (minum).

    Obat topikal untuk luka bakar

    Jenis obat yang paling sering digunakan untuk luka bakar adalah obat topikal. Obat-obatan ini dapat berupa krim, gel, salep, atau losion.

    Pemilihan jenis obat oles yang tepat akan disesuaikan dengan kondisi luka bakar yang dialami.

    Kebanyakan obat-obatan topikal ini bekerja untuk mencegah infeksi. Namun, obat juga bisa digunakan bila luka bakar mulai terasa gatal.

    Jenis obat oles yang paling sering digunakan untuk luka bakar adalah sebagai berikut:

    1. Bacitracin

    Salep bacitracin termasuk dalam kelas obat antibiotik yang digunakan untuk mencegah infeksi bakteri pada luka bakar ringan.

    2. Diphenhydramine

    Diphenhydramine adalah obat yang bekerja untuk menghambat kerja histamin yang dapat memicu reaksi peradangan.

    3. Silver sulfadiazine

    Serupa dengan bacitracin, silver sulfadiazine dapat menurunkan risiko infeksi dan penyebaran bakteri ke kulit di sekitarnya.

    Obat ini biasa digunakan untuk merawat luka bakar derajat dua dan derajat tiga.

    4. Capsaicin

    Obat dengan kandungan capsaicin berfungsi untuk meredakan rasa gatal yang kuat pada luka bakar.

    Namun, tidak semua orang cocok menggunakan obat dengan kandungan ini karena dapat menimbulkan sensasi terbakar. Oleh karena itu itu, sebaiknya oleskan sedikit terlebih dahulu untuk melihat reaksinya.

    5. Hidrokortison

    Salep hidrokortison merrupakan golongan kortikosteroid yang berfungsi sebagai anti peradangan dan dapat menenangkan kulit.

    Akan tetapi, salep hidrokortison harus digunakan sesuai dengan resep dokter.

    6. Menthol

    Salep luka bakar yang mengandung menthol dapat memberikan sensasi dingin yang menenangkan kulit dan membantu menekan rasa gatal.

    Obat oral untuk luka bakar

    Terkadang, selain rasa gatal, luka bakar juga dapat menimbulkan rasa nyeri yang membuat Anda tak nyaman.

    Untungnya, terdapat pilihan obat oral (minum) sebagai cara mengobati luka bakar, yakni:

    1. Ibuprofen

    Ibuprofen adalah obat golongan NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drug) yang bekerja dengan cara menghalangi produksi zat prostaglandin.

    Prostaglandin adalah zat yang menyebabkan rasa nyeri saat peradangan.

    2. Acetaminophen

    Obat ini dikenal juga dengan nama lainnya yaitu paracetamol. Fungsi paracetamol adalah untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang yang muncul akibat luka bakar.

    3. Antihistamin

    Obat ini bekerja cara dengan menghambat fungsi histamin, yakni senyawa yang menyebabkan reaksi alergi, peradangan, dan gatal.

    Beberapa pilihan obat jenis antihistamin meliputi cetrizine, loratadine, dan hydroxyzine.

    Apa pun obat-obatan yang Anda pilih, sebaiknya konsultasikan dahulu untuk memastikan bahwa penggunaan obat untuk perawatan luka bakar benar-benar aman.

    Cangkok kulit dan operasi untuk luka bakar

    Selain obat, dokter biasanya akan melakukan prosedur tambahan sebagai cara mengobati kulit yang rusak akibat luka bakar.

    Berdasarkan studi tahun 2015 yang dirilis Critical Care, prosedur yang dilakukan sebagai perawatan kerusakan kulit akibat luka bakar adalah cangkok kulit dan operasi plastik.

    Pada pembedahan cangkok kulit, bagian sehat dari kulit Anda akan digunakan untuk mengganti jaringan parut yang disebabkan oleh luka bakar yang dalam.

    Terkadang, donor kulit dari orang yang sudah meninggal juga dapat digunakan sebagai solusi sementara.

    Sementara operasi plastik atau rekonstruksi adalah pembedahan guna memperbaiki tampilan bekas luka bakar serta meningkatkan fleksibilitas sendi yang terdampak.

    Bantu penanganan luka bakar dengan pola makan yang tepat

    obat dan penanganan luka bakar
    Sumber: HyperHeal

    Selain melakukan perawatan luka bakar di atas, tentunya Anda juga harus menjalani perubahan gaya hidup, salah satunya adalah melalui perbaikan pola makan.

    Asupan yang dikonsumsi secara tidak langsung dapat memengaruhi pengobatan suatu penyakit, begitu juga dengan luka bakar.

    Diet untuk luka bakar tidak hanya akan mengembalikan energi yang hilang saat terluka, tetapi juga membantu memperbaiki kerusakan jaringan kulit.

    Asupan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, serta mineral haruslah seimbang. Masing-masing zat gizi tersebut memberikan fungsi yang penting bagi kesembuhan Anda.

    Protein, misalnya, menjadi sumber energi utama bagi tubuh setelah kehilangan banyak tenaga.

    Pemberian vitamin A, B, C, dan D juga sangat dianjurkan karena akan membantu pembentukan kolagen yang dapat mendorong pembentukan jaringan kulit yang baru.

    Bila luka bakar yang dialami cenderung serius, selain melakukan pemeriksaan pada luka, tanyakan pada dokter mengenai makanan yang perlu dikonsumsi untuk mempercepat penyembuhan luka.

    Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar penanganan untuk luka bakar, silakan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Abazari, M., Ghaffari, A., Rashidzadeh, H., Badeleh, S. M., & Maleki, Y. (2020). A systematic review on classification, identification, and healing process of burn wound healing. The international journal of lower extremity wounds. Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/1534734620924857

    Rowan, M., Cancio, L., Elster, E., Burmeister, D., Rose, L., & Natesan, S. et al. (2015). Burn wound healing and treatment: review and advancements. Critical Care, 19(1). doi: 10.1186/s13054-015-0961-2

    Chemical Hazard Emergency Medical Management. (2021). Burn Triage and Treatment – Thermal Injuries. Retrieved 7 April 2021, from https://chemm.nlm.nih.gov/burns.htm

    Standford Health Care. (2021). Stages. Retrieved 7 April 2021, from https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/skin-hair-and-nails/burns/stages.html

    Health University of Utah. (2021). Nutrition For Burn Patients. Retrieved 7 April 2021, from https://healthcare.utah.edu/burncenter/education/nutrition.php

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui Apr 26, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: