home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tahapan Cara Mengobati Luka Bakar dan Pilihan Obat Berdasarkan Tingkat Keparahan

Tahapan Cara Mengobati Luka Bakar dan Pilihan Obat Berdasarkan Tingkat Keparahan

Luka bakar dapat dialami siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Kasus luka bakar biasanya terjadi akibat ketidaksengajaan, seperti terkena minyak panas atau tabung gas meledak. Mari ketahui cara mengobati luka bakar yang tepat dalam ulasan ini beserta pilihan obat yang bisa Anda gunakan.

Kenali dahulu derajat luka bakarnya

derajat luka bakar

Sebelum memahami cara mengobati luka bakar, hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah seberapa parah luka bakar yang dihasilkan.

Pasalnya, jenis luka ini memiliki derajat yang berbeda berdasarkan dengan tingkat keparahannya.

Masing-masing derajat luka bakar membutuhkan cara perawatan yang berbeda pula.

Derajat luka bakar ditentukan oleh seberapa dalam lapisan kulit yang terdampak, luas permukaan tubuh yang mengalami luka bakar, dan lokasinya.

Penentuan derajat ini dapat membantu dokter menentukan pengobatan maupun perawatan luka bakar yang tepat.

Menurut WHO, tiga karakteristik derajat luka bakar adalah sebagai berikut.

Derajat satu

Luka bakar hanya memengaruhi lapisan kulit terluar (epidermis). Warnanya dapat berubah kemerahan dan sedikit perih, tetapi tidak menimbulkan lepuhan.

Derajat dua

Ada dua jenis derajat dua, yaitu superficial partial thickness dan deep partial thickness.

Superficial partial thickness merusak lapisan epidermis dan sedikit lapisan dermis, sedangkan deep partial thickness merusak lapisan epidermis dan lapisan dermis yang lebih dalam.

Terkadang luka bakar derajat dua menyebabkan kulit melepuh dan dapat meninggalkan bekas berupa perubahan warna kulit yang permanen.

Derajat tiga

Luka bakar telah mengenai jaringan subkutan kulit yang merupakan tempat lemak dan kelenjar keringat, bahkan bisa sampai ke tulang, otot, atau organ tubuh.

Pertolongan pertama luka bakar sesuai derajatnya

luka
Sumber: WikiHow

Penanganan luka bakar harus disesuaikan dengan derajat luka bakar yang mengenai kulit. Berikut adalah masing-masing cara mengobati luka bakar sesuai dengan derajat keparahannya:

1. Luka derajat satu

Untuk luka bakar derajat satu, baik pertolongan pertama maupun perawatannya bisa dilakukan sendiri. Cara perawatan luka bakar derajat 1 meliputi:

  • Pegang area tubuh yang kulitnya terbakar, berikan aliran air yang sejuk atau rendam dalam air yang sejuk sampai rasa sakit luka mereda.
  • Hindari menggunakan es batu.
  • Gunakan kompres jika air mengalir tidak tersedia.
  • Tutup luka bakar dengan perban steril atau kain bersih.
  • Oles luka dengan petroleum jelly atau gel lidah buaya untuk luka karena memberi efek menyejukkan pada kulit.
  • Hindari mengoleskan minyak, losion, atau krim (terutama jika mengandung aroma) pada area luka bakar.
  • Hubungi dokter jika sudah melakukan pertolongan pertama, tetapi luka bakar tidak juga membaik.

2. Luka derajat dua

Sama seperti luka bakar derajat satu, luka derajat dua masih bisa ditangani di rumah. Berikut ini adalah cara-cara untuk mengobati luka bakar derajat dua:

  • Rendam dalam air yang sejuk selama 10-15 menit. Anda bisa gunakan kompres jika air mengalir tidak tersedia.
  • Hindari menggunakan es karena akan menurunkan suhu tubuh dan menyebabkan rasa sakit serta kerusakan kulit lebih lanjut.
  • Hindari memecahkan lepuhan karena ini dapat menyebabkan infeksi luka.
  • Tutup luka bakar dengan perban steril, usahakan perbannya tidak terlalu kencang alias harus longgar. Ini bisa mencegah kulit lengket pada perban.
  • Setelahnya, rekatkan perban dengan kain kasa atau selotip.

Terkadang, syok atau penurunan tekanan darah drastis juga bisa terjadi saat terluka. Untuk mencegahnya, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Baringkan tubuh korban.
  • Angkat atau posisikan kaki lebih tinggi, sekitar 30 sentimeter (cm) dari kepala.
  • Bila lukanya berada di tangan, posisikan tangan di atas tinggi dada.
  • Tutupi korban dengan mantel atau selimut.
  • Segera hubungi nomor darurat dan larikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama luka bakar lebih lanjut.

3. Luka derajat tiga

Luka derajat tiga adalah luka bakar yang paling parah dan rentan mengalami infeksi. Cara mengobati luka derajat tiga yang tepat adalah dengan penanganan medis.

Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pertolongan pertama luka bakar derajat 3, yaitu:

  • Perban longgar area yang terbakar.
  • Hindari merendam luka bakar dalam air maupun mengoleskan salep atau cairan lain karena dapat menyebabkan infeksi.
  • Pisahkan jari kaki atau tangan yang terbakar dan menempel menggunakan perban atau kain yang bersih dan kering.
  • Hindari merendam luka bakar dalam air maupun mengoleskan salep atau cairan lain yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Baringkan korban luka bakar.
  • Posisikan kaki 30 cm lebih tinggi dari kepala atau area luka bakar lebih tinggi daripada dada.
  • Tutupi area yang terbakar dengan selimut.
  • Untuk luka bakar di hidung atau saluran pernapasan, jangan letakkan bantal di bawah kepala orang tersebut saat berbaring. Cara ini justru bisa menutup jalan napas.
  • Bila luka bakar ada di wajah, minta korban untuk duduk.
  • Periksa denyut nadi dan pernapasan korban secara berkala sampai ambulans tiba.

Perawatan luka bakar setelah penanganan pertama

mengatasi gatal luka bakar

Setelah mendapatkan pertolongan pertama, cara mengobati luka bakar selanjutnya adalah melakukan perawatan rutin untuk membantu penyembuhan luka.

Sama halnya dengan pertolongan pertama, cara merawat luka bakar akan berbeda-beda bergantung pada keparahannya.

Pada kasus luka yang ringan, biasanya Anda cukup mengganti perban luka bakar selama 2 kali sehari atau ketika perban terasa lembap dan kotor.

Untuk luka yang lebih serius, dokter akan memberikan instruksi mengenai cara perawatan luka bakar yang harus Anda ikuti.

Perawatan luka bakar mungkin membutuhkan konsumsi obat yang bertujuan untuk mempercepat penyembuhan. Obat ini dapat berupa obat topikal (oles) dan obat oral (minum).

Obat topikal untuk luka bakar

Jenis obat yang paling sering digunakan untuk luka bakar adalah obat topikal. Obat-obatan ini dapat berupa krim, gel, salep, atau losion.

Pemilihan jenis obat oles yang tepat akan disesuaikan dengan kondisi luka bakar yang dialami.

Kebanyakan obat-obatan topikal ini bekerja untuk mencegah infeksi. Namun, obat juga bisa digunakan bila luka bakar mulai terasa gatal.

Jenis obat oles yang paling sering digunakan untuk luka bakar adalah sebagai berikut:

1. Bacitracin

Salep bacitracin termasuk dalam kelas obat antibiotik yang digunakan untuk mencegah infeksi bakteri pada luka bakar ringan.

2. Diphenhydramine

Diphenhydramine adalah obat yang bekerja untuk menghambat kerja histamin yang dapat memicu reaksi peradangan.

3. Silver sulfadiazine

Serupa dengan bacitracin, silver sulfadiazine dapat menurunkan risiko infeksi dan penyebaran bakteri ke kulit di sekitarnya.

Obat ini biasa digunakan untuk merawat luka bakar derajat dua dan derajat tiga.

4. Capsaicin

Obat dengan kandungan capsaicin berfungsi untuk meredakan rasa gatal yang kuat pada luka bakar.

Namun, tidak semua orang cocok menggunakan obat dengan kandungan ini karena dapat menimbulkan sensasi terbakar. Oleh karena itu itu, sebaiknya oleskan sedikit terlebih dahulu untuk melihat reaksinya.

5. Hidrokortison

Salep hidrokortison merrupakan golongan kortikosteroid yang berfungsi sebagai anti peradangan dan dapat menenangkan kulit.

Akan tetapi, salep hidrokortison harus digunakan sesuai dengan resep dokter.

6. Menthol

Salep luka bakar yang mengandung menthol dapat memberikan sensasi dingin yang menenangkan kulit dan membantu menekan rasa gatal.

Obat oral untuk luka bakar

Terkadang, selain rasa gatal, luka bakar juga dapat menimbulkan rasa nyeri yang membuat Anda tak nyaman.

Untungnya, terdapat pilihan obat oral (minum) sebagai cara mengobati luka bakar, yakni:

1. Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat golongan NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drug) yang bekerja dengan cara menghalangi produksi zat prostaglandin.

Prostaglandin adalah zat yang menyebabkan rasa nyeri saat peradangan.

2. Acetaminophen

Obat ini dikenal juga dengan nama lainnya yaitu paracetamol. Fungsi paracetamol adalah untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang yang muncul akibat luka bakar.

3. Antihistamin

Obat ini bekerja cara dengan menghambat fungsi histamin, yakni senyawa yang menyebabkan reaksi alergi, peradangan, dan gatal.

Beberapa pilihan obat jenis antihistamin meliputi cetrizine, loratadine, dan hydroxyzine.

Apa pun obat-obatan yang Anda pilih, sebaiknya konsultasikan dahulu untuk memastikan bahwa penggunaan obat untuk perawatan luka bakar benar-benar aman.

Cangkok kulit dan operasi untuk luka bakar

Selain obat, dokter biasanya akan melakukan prosedur tambahan sebagai cara mengobati kulit yang rusak akibat luka bakar.

Berdasarkan studi tahun 2015 yang dirilis Critical Care, prosedur yang dilakukan sebagai perawatan kerusakan kulit akibat luka bakar adalah cangkok kulit dan operasi plastik.

Pada pembedahan cangkok kulit, bagian sehat dari kulit Anda akan digunakan untuk mengganti jaringan parut yang disebabkan oleh luka bakar yang dalam.

Terkadang, donor kulit dari orang yang sudah meninggal juga dapat digunakan sebagai solusi sementara.

Sementara operasi plastik atau rekonstruksi adalah pembedahan guna memperbaiki tampilan bekas luka bakar serta meningkatkan fleksibilitas sendi yang terdampak.

Bantu penanganan luka bakar dengan pola makan yang tepat

obat dan penanganan luka bakar
Sumber: HyperHeal

Selain melakukan perawatan luka bakar di atas, tentunya Anda juga harus menjalani perubahan gaya hidup, salah satunya adalah melalui perbaikan pola makan.

Asupan yang dikonsumsi secara tidak langsung dapat memengaruhi pengobatan suatu penyakit, begitu juga dengan luka bakar.

Diet untuk luka bakar tidak hanya akan mengembalikan energi yang hilang saat terluka, tetapi juga membantu memperbaiki kerusakan jaringan kulit.

Asupan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, serta mineral haruslah seimbang. Masing-masing zat gizi tersebut memberikan fungsi yang penting bagi kesembuhan Anda.

Protein, misalnya, menjadi sumber energi utama bagi tubuh setelah kehilangan banyak tenaga.

Pemberian vitamin A, B, C, dan D juga sangat dianjurkan karena akan membantu pembentukan kolagen yang dapat mendorong pembentukan jaringan kulit yang baru.

Bila luka bakar yang dialami cenderung serius, selain melakukan pemeriksaan pada luka, tanyakan pada dokter mengenai makanan yang perlu dikonsumsi untuk mempercepat penyembuhan luka.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar penanganan untuk luka bakar, silakan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Abazari, M., Ghaffari, A., Rashidzadeh, H., Badeleh, S. M., & Maleki, Y. (2020). A systematic review on classification, identification, and healing process of burn wound healing. The international journal of lower extremity wounds. Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/1534734620924857

Rowan, M., Cancio, L., Elster, E., Burmeister, D., Rose, L., & Natesan, S. et al. (2015). Burn wound healing and treatment: review and advancements. Critical Care, 19(1). doi: 10.1186/s13054-015-0961-2

Chemical Hazard Emergency Medical Management. (2021). Burn Triage and Treatment – Thermal Injuries. Retrieved 7 April 2021, from https://chemm.nlm.nih.gov/burns.htm

Standford Health Care. (2021). Stages. Retrieved 7 April 2021, from https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/skin-hair-and-nails/burns/stages.html

Health University of Utah. (2021). Nutrition For Burn Patients. Retrieved 7 April 2021, from https://healthcare.utah.edu/burncenter/education/nutrition.php

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x