Langkah Pertolongan Pertama yang Tepat Saat Kesetrum Listrik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tersengat listrik atau kesetrum adalah salah satu jenis kecelakaan berbahaya yang membutuhkan pertolongan darurat. Kecelakaan ini umumnya terjadi pada orang dewasa di lingkungan kerja dan anak-anak di rumah. Arus listrik yang mengalir pada tubuh bisa membakar jaringan sehingga menyebabkan kerusakan organ. Saat arus cukup besar, sengatan listrik pun bisa mengakibatkan kematian. Ketahui penyebab dan cara pertolongan pertama saat kesetrum pada ulasan berikut.

Penyebab sengatan listrik

Tubuh manusia merupakan penghantar listrik (konduktor) yang baik. Saat manusia kesetrum, listrik bisa dihantarkan ke seluruh tubuh sehingga kerusakan yang terjadi bisa sangat luas.

Sering kali kerusakan terbesar terjadi pada jaringan saraf, pembuluh darah, dan otot karena jaringan tersebut memiliki resistansi (kekebalan) paling rendah terhadap arus listrik. 

Beberapa penyebab paling umum dari sengatan listrik adalah:

  • kontak dengan alat-alat listrik atau kabel yang tidak terlapisi oleh isolator,
  • sambaran listrik dari kabel listrik tegangan tinggi,
  • sambaran petir,
  • tersengat listrik karena bajir,
  • kontak dengan mesin atau alat-alat elektronik, dan
  • menyentuh sumber listrik dengan bahan logam lainnya.

Efek berbahaya kesetrum listrik

mencegah kesetrum listrik statis

Dibandingkan dengan luka bakar pada umumnya, sengatan listrik lebih berbahaya karena luka yang terlihat di permukaan sering kali tidak menggambarkan kondisi sebenarnya dari korban.

Berat-ringannya kerusakan organ akibat sengatan listrik dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lama kontak dengan arus listrik, seberapa kuat arus listrik, dan penyebaran aliran listrik di dalam tubuh.

Sengatan dari arus listrik yang lebih besar 200.000 Ampere menyebabkan angka kematian yang tinggi walaupun waktu kontaknya singkat.

Di bawah ini adalah beberapa bahaya yang timbul dari kesetrum listrik yang perlu Anda waspadai.

  • Jantung: penurunan atau peningkatan tekanan darah, kerusakan otot jantung, gangguan irama jantung, dan infark koroner.
  • Saraf: nyeri kepala, kelemahan, pembengkakan otak, gangguan status mental, insomnia, gelisah, kejang, koma, dan gangguan sumsum tulang.
  • Otot: kematian otot dan sindrom kompartemen.
  • Tulang: dislokasi sendi dan patah tulang.
  • Kulit: luka bakar akibat sengatan listrik.
  • Pembuluh darah: pembentukan gumpalan darah, gangguan pembekuan darah, dan pecahnya pembuluh darah.
  • Paru-paru: penumpukan cairan di paru, cedera otot paru, dan gagal napas
  • Ginjal: gangguan elektrolit, gangguan pH tubuh, dan gagal ginjal akut.
  • Penglihatan: peradangan dan perdarahan di bola mata, luka bakar kornea, dan katarak.
  • Pendengaran: peradangan tulang mastoid, gendang telinga robek, pendengaran berdenging, dan hilangnya pendengaran.
  • Kehamilan: kematian pada janin.

Langkah pertolongan pertama saat kesetrum listrik

Menolong kesetrum

Pertolongan pertama yang dilakukan saat Anda atau orang lain tersengat listrik bisa mengurangi dampak berbahaya tersebut.

Melansir U.S. National Library of Medicine, berikut ini adalah penanganan yang aman saat kesetrum:

1. Mematikan sumber arus listrik

Ketika melihat orang lain tersengat listrik, pastikan untuk tidak langsung menyentuhnya. Pertolongan pertama yang paling tepat dilakukan adalah memutus aliran listrik yang menyambar tubuh korban.

Jika situasi cukup aman dan memungkinkan, Anda bisa mematikan sekering atau panel listrik yang menjadi sumber aliran listrik yang menyambar.

Saat Anda tersengat listrik, sulit memang bagi Anda untuk melakukan pertolongan pertama terhadap diri sendiri. Namun, cobalah untuk semampu Anda melepaskan diri dari aliran listrik.

2. Dorong korban dengan isolator

Apabila Anda kesulitan mematikan sumber listrik, berusahalah untuk menjauhkan tubuh korban dari aliran listrik. Ingat, hindari untuk menyentuh langsung dengan tangan kosong.

Anda bisa memanfaatkan benda-benda yang tidak dapat menghantarkan listrik yang terdapat di sekeliling, seperti karpet, sapu, meja, kursi, tongkat atau benda apapun yang terbuat dari kayu, kertas, dan karet.

Saat menarik atau mendorong korban, hindari menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari  benda basah atau logam. Pastikan menjaga jarak setidaknya 3 meter untuk mencegah sengatan listrik diteruskan ke arah Anda.

4 Tips Jitu Mencegah Kesetrum Listrik Statis Saat Menyentuh Benda Logam

3. Cari pertolongan medis

Setelah berhasil melepaskan korban dari sengatan listrik, segera periksa keadaan korban, terutama pernapasan dan denyut nadi.

Anda perlu menghubungi nomor telepon darurat (118) untuk mendapatkan pertolongan medis darurat, jika terjadi:

  • sengatan listrik tinggi,
  • korban kesulitan bernapas,
  • detak jantung korban bertambah cepat,
  • korban kejang,
  • luka bakar di beberapa bagian tubuh,
  • korban muntah-muntah, dan
  • tidak merespons atau tidak sadarkan diri.

Pastikan Anda menceritakan dengan jelas kecelekaan kesetrum listrik yang terjadi. Jika memungkinkan, cari tahu seberapa kuat arus listrik yang menyambar.

Saat Anda sendiri yang tersengat listrik, jika Anda mampu, berteriaklah meminta pertolongan setelah berhasil lepas dari sengatan listrik.

Minta orang lain untuk menghubungi ambulans jika mengalami sakit atau gangguan serius lainnya.

4. Periksa kondisi tubuh korban

Selama menunggu bantuan medis tiba, tetaplah bersama korban. Cobalah untuk memeriksa kondisi tubuh korban untuk mengetahui apakah terdapat luka bakar, dan cedera. Bersiaplah juga  melakukan pertolongan pertama pada patah tulang.

Jika korban menunjukkan tanda-tanda syok seperti lemas, mual, bernapas cepat, dan wajah memucat, segera baringkan tubuh korban dengan posisi kaki lebih terangkat di atas kepala.

Apabila korban kehilangan kesadaran, cek segera pernapasan dan denyut nadinya. Saat pernapasan melambat atau Anda tidak dapat merasakan pernapasan korban, lakukanlah resusitasi jantung paru atau CPR.

Pastikan Anda juga menghangatkan tubuh korban dengan selimut atau pakaian apabila korban suhu tubuhnya menurun.

5. Mengatasi luka bakar karena kesetrum listrik

Sengatan listrik bisa menyebabkan luka bakar pada tubuh. Saat hal ini terjadi, segera cegah luka bakar menyebar dengan melepaskan pakaian di sekitar bagian kulit yang terbakar.

Setelah itu, lakukanlah pertolongan pertama pada luka bakar dengan mendinginkan luka bakar dalam air mengalir. Jika cukup parah rendamlah luka pada air selama beberapa waktu.

Balutlah luka bakar dengan kain kasa yang cukup tebal untuk mencegah kerusakan kulit yang lebih dalam dari gesekan udara luar. Jangan menggunakan kain penutup yang lengket untuk membalut luka bakar.

Luka, Benar Harus Diperban Atau Dibiarkan Terbuka Saja?

Hal-hal yang perlu dihindari

pertolongan pertama saat kesetrum

Saat melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan tersengat listrik, Anda juga perlu memperhatikan keselamatan Anda.

Banyak orang yang bereaksi spontan saat menolong orang yang tersengat listrik sehingga ikut celaka dan dampaknya semakin fatal.

Oleh karena itu, hindari melakukan beberapa kesalahan pertolongan pertama berikut ini.

  • Memposisikan diri terlalu dekat dengan korban jika tersengat oleh kabel listrik tegangan tinggi.
  • Menarik atau mendorong korban dengan tangan kosong, handuk basah, atau bahan logam jika korban masih berkontak dengan arus listrik.
  • Menyentuh korban sebelum arus listrik dimatikan.
  • Meninggalkan korban yang masih tersengat listrik untuk mencari pertolongan.

Pertolongan pertama pada kecelakaan tersengat listrik sangat penting untuk menghindari risiko sekaligus menyelamatkan nyawa korban.

Meski kesetrum listrik bisa diatasi, Anda juga bisa mencegah terjadinya kecelakaan ini. Hindarilah menyentuh kabel atau sumber listrik tanpa pelindung. Pastikan juga sumber aliran listrik di sekitar Anda terlindungi dengan bahan isolator.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Meluangkan waktu untuk melakukan pendinginan setelah lari bisa menghindari Anda dari risiko cedera. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Jangan Digaruk! Ini 2 Jenis Obat Infeksi Jamur Vagina untuk Meredakan Gejala

Vagina gatal akibat infeksi jamur tentu sangat mengganggu aktivitas. Redakan dengan berbagai obat infeksi jamur vagina, mulai dari krim sampai obat minum.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Wanita, Infeksi Jamur Vagina 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Badan pegal bisa jadi lebih segar setelah dipijat. Ada beragam jenis pijat yang memberikan manfaat yang berbeda-beda. Anda lebih suka yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Pengobatan Alternatif, Pengobatan Herbal dan Alternatif 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kulit manggis

5 Manfaat Kulit Manggis untuk Kesehatan Tubuh

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
tuba falopi tersumbat, gejala tukak lambung

Waspadai Gejala yang Menandakan Anda Kena Tukak Lambung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
daun mimba

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit