Apakah Orang Dewasa Masih Perlu Suntik Tetanus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Suntik tetanus tidak hanya diperlukan bagi bayi dan anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Vaksin untuk mencegah penyakit tetanus ini berguna untuk mencegah infeksi Clostridium tetani yang berbahaya. Lantas, kapan suntik tetanus diperlukan dan apa saja efek sampingnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu suntik tetanus?

suntik tetanus

Suntik tetanus diberikan untuk melindungi Anda dari penyakit tetanus yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini ada di seluruh dunia dan terutama bermukim di tanah. Tetanus adalah kondisi kerusakan saraf yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri tersebut.

Saat ini, ada empat jenis vaksin yang digunakan untuk melindungi dari tetanus, yang semuanya digabungkan dengan vaksin untuk penyakit lain. Vaksin-vaksin itu adalah:

  • Difteri dan tetanus (DT)
  • Difteri, tetanus, dan pertusis (DTaP)
  • Vaksin Tetanus dan difteri (Td)
  • Tetanus, difteri, dan pertusis (Tdap)

Imunisasi tetanus dianjurkan untuk semua bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Vaksin DTaP dan DT diberikan kepada anak-anak di bawah usia 7 tahun, sedangkan Tdap dan Td diberikan kepada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua.

Meski angka kasus tetanus secara umum lebih tinggi dilaporkan pada bayi dan anak-anak, penyakit ini tetap dapat menghampiri orang dewasa yang belum divaksin. Oleh karena itu, terlepas dari usia Anda, segera dapatkan suntik tetanus jika belum pernah menerimanya sewaktu kecil.

Kapan suntik tetanus dibutuhkan?

suntik tetanus

Jika Anda terjatuh atau tertusuk paku atau benda tajam di jalanan, Anda perlu mendapatkan suntik tetanus. Ini karena luka terbuka di kulit yang tidak cepat-cepat dibersihkan dapat membuat bakteri penyebab tetanus masuk ke dalam tubuh lewat luka itu. Bakteri itu kemudian berkembang biak dan menghasilkan racun.

Ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, racun menyebar bertahap ke saraf tulang belakang dan otak yang mengendalikan otot. Jika ini terjadi, ciri-ciri tetanus akibat kaki yang kena paku atau benda tajam bisa terjadi. Ini termasuk otot terasa kaku dan baal.

Jika tidak ditangani dengan benar, tetanus dapat menyebabkan kejang parah bahkan hingga kematian akibat otot pernapasan yang berhenti bekerja. Oleh karena itu, luka yang rentan tetanus harus ditangani langsung oleh dokter. Daftar luka yang termasuk berisiko di antaranya:

  • Luka bakar yang memerlukan pembedahan tetapi tidak bisa dilakukan dalam 24 jam.
  • Luka bakar yang menghilangkan banyak jaringan tubuh.
  • Luka karena gigitan binatang.
  • Luka tusukan seperti paku, jarum, dan lainnya yang telah terkontaminasi kotoran atau tanah.
  • Patah tulang serius di mana tulang terkena infeksi.
  • Luka bakar pada pasien dengan sepsis sistemik, yaitu penurunan tekanan darah akibat infeksi bakteri serius.

Setiap pasien dengan luka di atas harus menerima suntik tetanus sesegera mungkin, bahkan bila sudah divaksin sebelumnya. Tujuannya untuk membunuh bakteri Clostridium tetani. Dokter akan langsung menyuntikkannya ke pembuluh darah.

Meskipun begitu, dokter juga akan meresepkan antibiotik seperti penicillin atau metonidazole sebagai obat tetanus karena suntikan ini hanya memberikan efek jangka pendek. Antibiotik tersebut mencegah bakteri berkembang biak dan menghasilkan neurotoksin penyebab kejang otot dan kekakuan.

Siapa saja orang dewasa yang perlu vaksin ini?

Suntik meningitis untuk umrah

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin Tdap diperlukan untuk semua orang dewasa berusia 19 dan lebih tua yang tidak pernah menerima vaksin tersebut, terutama:

  • Petugas kesehatan yang memiliki kontak langsung dengan pasien.
  • Perawat bayi di bawah umur 1 tahun, termasuk orangtua, kakek-nenek, dan pengasuh bayi
  • Wanita hamil di trimester ketiga (idealnya berusia 27 sampai 36 minggu), bahkan jika Anda sebelumnya pernah menerima vaksin Tdap; Hal ini dapat melindungi bayi yang baru lahir dari batuk rejan pada bulan-bulan pertama kelahiran.
  • Ibu baru yang belum pernah menerima Tdap —  Tetanus neonatal biasanya berasal dari infeksi saat memutus tali pusat bayi baru lahir.
  • Orang yang bepergian ke negara-negara yang terinfeksi pertusis.

Vaksin Tdap juga diberikan untuk Anda yang mengalami luka parah atau luka bakar dan belum pernah menerima vaksin. Itu karena luka parah dan luka bakar juga dapat meningkatkan risiko tetanus.

Vaksin Tdap dapat diberikan setiap saat sepanjang tahun. Hanya satu suntikan yang dibutuhkan dan bisa diberikan bersamaan vaksinasi lainnya.

Vaksin Tdap dapat diberikan tanpa memperhatikan kapan terakhir vaksin Td diberikan. Vaksin Tdap dapat digunakan dengan aman untuk usia 65 tahun ke atas. Agar sistem imun Anda tetap prima dalam melawan tetanus, suntikan penguat vaksin Td diperlukan setiap 10 tahun.

Siapa saja orang dewasa yang tidak dianjurkan menjalani vaksin ini?

alergi buah

Anda mungkin tidak perlu menerima suntik tetanus jika Anda:

  • Mengalami alergi yang serius terhadap salah satu bahan vaksin sebelumnya.
  • Mengalami koma atau kejang dalam seminggu setelah menerima vaksinasi untuk batuk rejan (seperti DTaP), kecuali vaksin itu bukan penyebabnya; Td bisa digunakan dalam kasus ini.

Jika Anda mengalami salah satu dari berikut ini, konsultasikan dengan dokter Anda apakah vaksin Tdap atau Td tepat untuk Anda:

  • Epilepsi atau masalah sistem saraf lainnya
  • Guillain-Barré syndrome (GBS)
  • Memiliki riwayat pembengkakan parah atau nyeri setelah menerima vaksinasi pertusis, tetanus, atau difteri di masa lalu

Jika Anda sakit cukup parah, biasanya dokter Anda akan merekomendasikan Anda untuk menunggu vaksinasi setelah Anda sembuh. Menurut CDC, Anda masih bisa mendapatkan suntik tetanus (atau jenis vaksin lainnya) jika Anda memiliki penyakit umum, seperti demam ringan, masuk angin, atau batuk pilek biasa.

Apa efek samping suntik tetanus?

pusing naik lift

Sama seperti vaksin lainnya, suntik untuk pencegahan tetanus juga mungkin mengakibatkan beberapa efek samping. Namun, efek samping yang muncul mungkin tergolong ringan dan akan hilang dalam beberapa hari. Efek samping itu termasuk:

  • Sakit, bengkak, atau kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik
  • Demam ringan
  • Gemetar
  • Merasa lelah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Pingsan juga dapat terjadi pada prosedur medis apapun, termasuk vaksinasi. Namun, perlu diingat bahwa efek samping yang umum merupakan tanda bahwa tubuh Anda mulai membangun sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

Meskipun begitu, Anda disarankan segera menghubungi dokter jika mengalami gejala-gejala alergi parah berikut ini:

  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan pada wajah dan tenggorokan
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung cepat
  • Pusing
  • Lemas

Tetanus merupakan kondisi yang kurang umum terjadi, tetapi bisa menjadi berbahaya. Oleh karena itu, vaksinasi penting dilakukan sebagai upaya pencegahan. Segera hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala yang membuat Anda cemas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Syok Anafilaktik

%%title%% adalah reaksi alergi parah yang berakibat fatal. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mencegah %%title%% di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Difteri

Difteri adalah penyakit yang menyerang tenggorokan dan sistem pernapasan. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak. Seberapa bahaya penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Tes Tempel (Skin Patch Test)

Tes tempel (skin patch test) adalah metode untuk memastikan apa pemicu alergi Anda. Cari tahu persiapan, proses, dan cara baca hasilnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Sinusitis

Sinusitis adalah penyakit yang diderita banyak orang di Indonesia. Cari tahu obat sinusitis, penyebab, ciri, pengobatan dan gejala sinusitis lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
gejala alergi kulit

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ketahanan vaksin

Berapa Lama Ketahanan Vaksin Bekerja di Dalam Tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit