home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Cara Alami yang Membantu Menyembuhkan Luka Bakar

6 Cara Alami yang Membantu Menyembuhkan Luka Bakar

Luka bakar derajat tinggi dapat menyebabkan kerusakan yang dalam pada seluruh jaringan kulit. Jenis luka ini perlu segera diobati dengan penangan medis. Sementara derajat luka bakar yang rendah (derajat 1 dan 2) bisa ditangani melalui pertolongan pertama di rumah, termasuk dengan obat alami.

Namun, masih banyak yang belum mengetahui jenis bahan tradisional yang baik untuk obat luka bakar. Padahal sembarangan mengoleskan obat justru dapat memperparah luka.

Ketahui jenis bahan alami yang aman sekaligus pantangan dalam pengobatan luka bakar dalam ulasan ini.

Pilihan obat dan cara alami mengatasi luka bakar

mengatasi kulit terbakar matahari

Luka bakar derajat rendah adalah jenis luka bakar yang paling sering dialami, terutama di lingkungan rumah tangga.

Penyebab jenis luka ini umumnya adalah terkena percikan minyak saat memasak, tersiram air panas, serta paparan panas dari alat rumah tangga, seperti setrika, oven, dan kompor.

Meskipun umumnya ringan, beberapa luka bakar derajat rendah juga bisa menimbulkan gejala yang serius, seperti kulit melepuh, bengkak, dan perih.

Namun, apapun kondisinya, Anda tetap perlu mengobati luka bakar dengan tepat. Penyembuhan luka bakar bisa didukung dengan perawatan sederhana dan penggunaan obat tradisional.

Berikut adalah bahan alami dan cara pengobatan rumahan untuk luka bakar.

1. Air dingin

Ketika mengalami luka bakar, hal yang pertama kali harus Anda lakukan adalah mengalirkan air pada area kulit yang terbakar.

Gunakan air dengan temperatur sedang dan hindari menggunakan air es yang sangat dingin. Alirkan air tersebut selama sekitar 20 menit untuk mendinginkan panas pada luka bakar.

Setelah itu, bersihkan area luka bakar dengan sabun dan air secara lembut. Usahakan untuk tidak menggosok luka bakar terlalu keras.

2. Kompres dingin

Untuk membantu meredakan nyeri dan bengkak, Anda selanjutnya dapat menempatkan kompres dingin pada luka bakar.

Sebaiknya gunakan handuk yang dibasahi oleh air atau es yang disimpan dalam kantung sebagai kompres dingin untuk obat alami luka bakar.

Dinginkan luka dengan kompres selama 5-15 menit. Pastikan Anda tidak menggunakan kompres dingin terlalu lama karena dapat mengiritasi luka bakar dan menyebabkan ice burn.

3. Lidah buaya

Lidah buaya merupakan tanaman herbal yang bermanfaat dalam penyembuhan luka. Tanaman ini bersifat antiradang, memperlancar sirkulasi darah, dan mengandung zat antioksidan.

Salah satu penelitian dari University of Miami Miller School of Medicine menyebutkan zat aktif yang terkandung dalam lidah buaya bisa mempercepat pertumbuhan sel baru pada kulit.

Di samping itu, lidah buaya dapat mengurangi risiko infeksi pada luka bakar sekaligus melembabkan kulit sehingga mencegah iritasi.

Maka dari itu, lidah buaya menjadi obat herbal yang cukup efektif untuk pemulihan luka bakar.

Untuk penggunaan lidah buaya sebagai obat alami luka bakar, Anda bisa mengoleskan cairan dari tanaman lidah buaya secara langsung pada kulit yang terbakar.

Jika Anda menggunakan krim, salep, atau gel yang mengandung lidah buaya, pilihlah produk yang memiliki kandungan lidah buaya paling tinggi.

Hindari memakai produk lidah buaya yang memiliki kandungan tambahan seperti pewarna, pewangi, atau alkohol karena bisa mengiritasi luka bakar.

4. Madu

Madu memiliki kandungan antibakteri, antiradang, dan antioksidan sehingga dipercaya dapat membantu penyembuhan luka lebih cepat, termasuk luka bakar.

Sebagai obat herbal untuk luka bakar, Anda bisa mengoleskan madu secara lembut pada bagian kulit yang terdampak.

Cukup oleskan madu tipis-tipis pada kulit dan secara rutin untuk merangsang proses penutupan luka bakar.

Meski begitu, untuk membuktikan khasiat madu terhadap penyembuhan luka bakar masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

5. Mengurangi paparan sinar matahari

Selain menggunakan obat alami, pastikan Anda melindungi bagian kulit yang mengalami luka bakar dari paparan matahari.

Pasalnya, area kulit yang terbakar bisa lebih sensitif terhadap sinar matahari. Setiap keluar rumah, tutupi luka bakar dengan pakaian.

Untuk luka bakar derajat 2 yang menyebabkan lapisan kulit terluar hilang, Anda perlu membalut luka bakar dengan perban antilengket.

Ganti perban luka bakar secara rutin 1-2 kali sehari untuk menjaga luka agar tetap kering.

6. Hindari memecahkan lepuhan luka bakar

Dalam masa penyembuhan luka bakar, biasanya akan muncul gelembung lepuhan pada kulit.

Hindari untuk menyentuh atau memecahkan lepuhan karena berisiko menimbulkan infeksi.

Jika lepuhan pecah dengan tidak sengaja, segera bersihkan luka dengan air mengalir secara perlahan.

Keringkan luka dengan lembut dan oleskan salep antibiotik untuk luka bakar, seperti bacitracin atau sulfa sulfadiazine.

Selanjutnya, Anda bisa merawat luka bakar agar lebih cepat pulih menggunakan obat alami seperti gel lidah buaya.

Bahan alami yang perlu dihindari dalam mengobati luka bakar

odol untuk luka bakar

Anda perlu berhati-hati dalam melakukan pertolongan pertama untuk luka bakar. Jangan sembarangan mengoleskan bahan yang ada di rumah, meskipun terlihat tidak membahayakan luka.

Berikut ini adalah bahan-bahan yang menjadi pantangan dalam pengobatan luka bakar alami.

1. Pasta gigi

Pasta gigi atau odol sering digunakan sebagai obat luka bakar tradisional. Padahal, pasta gigi mengandung bahan kimia yang bisa mengiritasi luka dan menahan panas luka bakar di dalam kulit.

2. Es batu

Menggunakan es batu ataupun air dingin sebagai obat luka bakar alami justru dapat memperparah kondisi luka bakar karena bisa mengiritasi.

3. Minyak

Penggunaan minyak esensial sebagai luka bakar alami berbahaya karena bisa menahan panas dan mencegah pemulihan luka bakar.

Sama halnya dengan minyak esensial, minyak kelapa dan zaitun juga bisa memerangkap panas pada luka bakar sehingga memperlambat penyembuhan luka.

4. Putih telur

Mengoleskan putih telur mentah justru dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka bakar. Pada sebagian orang, putih telur bisa memicu alergi.

5. Mentega

Mentega juga dapat memerangkap panas pada area kulit dan memperlambat proses pemulihan luka bakar.

Selain itu, mentega tidak steril sehingga dapat memicu infeksi pada area kulit yang terluka.

Kapan harus periksa ke dokter?

luka bakar

Luka bakar ringan memang bisa dirawat di rumah dengan obat luka bakar alami.

Segera hubungi dokter jika luka bakar tidak sembuh dalam beberapa minggu atau saat lepuhan semakin besar dan mengeluarkan cairan.

Perhatikan juga tanda-tanda infeksi luka yang mungkin dialami. Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter saat luka menunjukkan tanda seperti di bawah ini.

  • Mengalami demam.
  • Luka meluas ke bagian kulit lainnya.
  • Terdapat nanah pada luka.
  • Tercium bau tidak sedap pada luka.
  • Tingkat keparahan luka semakin serius, seperti luka bakar derajat 2 yang naik menjadi derajat 3.

Luka Infeksi: Ciri-Ciri, Penanganan, dan Pencegahannya

Dalam mengatasi luka bakar dengan obat alami, pastikan Anda tidak asal mengoleskan obat. Beberapa bahan alami seperti lidah buaya dan madu dapat membantu penyembuhan luka bakar.

Agar pengobatan lebih efektif, Anda sebaiknya juga menggunakan salep antibiotik untuk luka bakar. Jika perawatan tidak kunjung memulihkan luka, segera konsultasikan ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Abazari, M., Ghaffari, A., Rashidzadeh, H., Badeleh, S. M., & Maleki, Y. (2020). A systematic review on classification, identification, and healing process of burn wound healing. The international journal of lower extremity wounds. Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/1534734620924857

Teplicki, E., Ma, Q., Castillo, D. E., Zarei, M., Hustad, A. P., Chen, J., & Li, J. (2018). The Effects of Aloe vera on Wound Healing in Cell Proliferation, Migration, and Viability. Wounds: a compendium of clinical research and practice30(9), 263-268. https://www.woundsresearch.com/article/effects-aloe-vera-wound-healing-cell-proliferation-migration-and-viability

Kattan, A., AlShomer, F., Alhujayri, A., Addar, A., & Aljerian, A. (2016). Current knowledge of burn injury first aid practices and applied traditional remedies: a nationwide survey. Burns & Trauma, 4. doi: 10.1186/s41038-016-0063-7

Rowan, M., Cancio, L., Elster, E., Burmeister, D., Rose, L., & Natesan, S. et al. (2015). Burn wound healing and treatment: review and advancements. Critical Care, 19(1). doi: 10.1186/s13054-015-0961-2

Stanford Health. (2021). Treatments for Burns. Retrieved 8 April 2021, from https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/skin-hair-and-nails/burns/treatments.html

WHO. (2021). Management of Burns. Retrieved 8 April 2021, from https://www.who.int/surgery/publications/Burns_management.pdf

Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala pada 4 minggu lalu
x