Asites

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu asites?

Asites adalah penumpukan cairan (biasanya cairan benang dan cairan serosa yang berwarna kuning pucat) di rongga perut. Rongga perut terletak di bawah rongga dada, dipisahkan denga diafragma. Asites dapat terjadi akibat berbagai kondisi seperti penyakit hati (liver), kanker, gagal jantung kongestif, atau gagal ginjal.

Gejala

Apa gejala asites?

Ciri-ciri dan gejala asites dapat muncul perlahan-lahan maupun tiba-tiba, tergantung penyebab penumpukan cairan tersebut.

Asites biasanya tidak perlu ditangani secara darurat, namun periksakan ke dokter jika Anda mulai mengalami beberapa gejalanya seperti berikut:

  • Kenaikan berat badan dalam waktu singkat
  • Perut membengkak
  • Sesak napas saat berbaring
  • Nafsu makan menurun
  • Nyeri di bagian perut
  • Badan membengkak
  • Mual dan muntah
  • Nyeri ulu hati

Harap diingat bahwa gejala asites juga bisa disebabkan oleh penyakit lain.

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab asites?

Asites biasanya disebabkan oleh luka pada hati (liver), yang meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah hati. Tekanan ini bisa mendorong cairan ke rongga perut, menyebabkan asites.

Kerusakan hati adalah faktor paling utama yang menyebabkan asites. Beberapa penyebab kerusakan hati adalah

  • Sirosis
  • Hepatitis B atau C
  • Kebiasaan minum minuman alkohol berlebihan

Faktor pemicu

Siapa yang berisiko mengalami asites?

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda untuk mengalami asites adalah:

Diagnosis

Bagaimana asites didiagnosis?

Butuh beberapa langkah untuk mendiagnosis asites. Dokter harus mengecek pembengkakan di perut menggunakan beberapa jenis tes seperti:

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengobati asites?

Pengobatan untuk asites berbeda-beda tergantung apa penyebab penumpukan cairan di rongga perut Anda.

Diuretik

Diuretik umum digunakan untuk mengatasi asites. Obat-obatan jenis diuretik bisa meningkatkan jumlah garam dan cairan yang keluar dari tubuh Anda, sehingga bisa menurunkan tekanan di pembuluh darah sekitar hati.

Saat Anda sedang dalam pengobatan menggunakan diuretik, dokter harus memonitor kimia darah Anda secara rutin. Anda juga perlu berhenti minum alkohol dan mengurangi asupan garam.

Parasentesis

Ini adalah prosedur menggunakan jarum tipis dan panjang untuk membuang kelebihan cairan. Jarum ini akan disuntikkan ke rongga perut. Pasien yang menjalani parasentesis biasanya akan diresepkan antibiotik karena ada risiko infeksi.

Pengobatan ini dilakukan hanya jika kondisi asites sudah parah atau berulang kali terjadi, karena di tahap ini obat diuretik sudah tidak akan mempan lagi. late-stage cases.

Operasi

Pada kasus yang sudah sangat parah, dokter akan memasukkan impan permanen berbentuk tabung ke dalam tubuh Anda, untuk mengatur aliran darah di sekitar hati.

Jika semua jenis pengobatan tidak dapat mengatasi asites, dokter biasanya akan menyarankan transplantasi hati. Ini biasanya terjadi jika pasien menderita penyakit hati yang sudah berada pada tahap sangat parah.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah asites?

Asites tidak dapat dicegah. Namun, Anda bisa menurunkan risiko Anda terkena asites dengan melindungi hati Anda. Caranya:

  • Jika harus minum alkohol, minumlah secukupnya dan jangan berlebihan, untuk mencegah sirosis (luka pada hati)
  • Dapatkan vaksin hepatitis B.
  • Selalu lakukan seks dengan kondom karena hepatitis bisa ditularkan lewat hubungan seks
  • Hindari menggunakan jarum suntik yang sudah dipakai orang lain
  • Sebelum menggunakan obat apapun, cari tahu dulu efek sampingnya. Jika obat tersebut bisa berisiko pada liver, konsultasikan pada dokter untuk mencari alternatifnya atau untuk melakukan tes fungsi hati terlebih dahulu.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 6, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 6, 2017

Yang juga perlu Anda baca